
"Jadi noona, pertanyaanku adalah... Kapan gajiku dinaikkan? Bla bla bla...." Ujar Devi dengan percaya diri dan penuh harap, dalam bayangannya orang Korea cukup royal. Buktinya Seo Jun berani bayar mahal untuk pekerjaan mudah seperti Manda.
Moon menggertak gigi, gemas bercampur kesal sudah membuncah ke ubun-ubun. Untung saja Devi tak berhadapan langsung dengan Moon, jika tidak mungkin bisa dipastikan ia akan mendapatkan jitakan di kepalanya.
"Kamu mau gaji tambahan?" Seru Moon menahan geram.
Devi mengangguk cepat tanpa suara. Senyumnya lebar hingga memamerkan sederet gigi putihnya.
"Oke... Sekalian itu jadi pesangonmu saja. Kerjasama kita sampai di sini. Lama-lama aku bisa darah tinggi menghadapimu." Timpal Moon sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing.
Senyum Devi beransur garing, saking shocknya ia telat mengatup kembali bibirnya yang tersenyum lebar. "Noona, jangan! Aku nggak jadi minta gaji naik, segitu juga udah cukup asal jangan pecat aku ya." Melas Devi, sekarang ia dilanda panik karena takut dipecat.
Moon masih memijit kepalanya, ia menaruh ponsel di atas meja kemudian menyalakan speaker. "Oh, kamu secepat itu berubah pikiran? Tapi aku tidak mudah berubah pikiran loh, kecuali kamu punya alasan yang kuat supaya aku bisa mempertahankanmu." Seru Moon licik.
Devi berpikir keras, pokoknya ia tidak boleh kehilangan pekerjaan ini. Harus ada alasan agar Moon tak bisa memecat dia seenaknya. Terus ia berpikir hingga teringat satu hal menarik, "Sebentar noona, aku mau pastikan sesuatu dulu. Jangan tutup telponnya ya!" Seru Devi, tanpa mendengar respon Moon yang keberatan menunggu, Devi pun mencari sesuatu dari internet ponselnya.
"Manda... Amanda?" Devi uji keberuntungannya dengan mencari nama Manda di Google, dan tanpa ia sangka berita tentang nama gadis yang ia cari itu muncul di laman teratas. Senyum Devi mengembang saat membaca berita yang mengejutkan itu. Ia bahkan membungkam mulutnya saking tak percaya bahwa gadis yang bersama Seo Jun itu bukan gadis biasa.
Devi segera kembali ke mode percakapan, setelah puas membaca dan mendownload foto Manda yang tampak jelas. Dan tentunya setelah membuat Moon nyaris pingsan saking kesal menunggu.
"Halo, Noona... Hot News... Kita tidak perlu repot-repot mencuri fotonya. Gadis bernama Manda itu lagi terkenal di sini." Seru Devi mencoba pasang iklan dulu pada Moon biar penasaran.
Moon mengernyit, "Maksudmu dia artis?" Tanya Moon tak mengerti.
"Bukan artis, dia anak pengusaha yang bangkrut dan ayahnya masuk penjara karena korupsi." Jelas Devi dengan bangganya, merasa dia cukup berguna untuk dipertahankan.
__ADS_1
Moon menegakkan posisi duduknya, apa yang disampaikan Devi cukup menarik. "Jadi wanita itu lagi bangkrut dan memanfaatkan uang oppaku? Apa oppaku tahu status gadis itu? Jangan-jangan dia tertipu wanita itu!" Pekik Moon khawatir.
Devi menyeringai, "Sepertinya Seo Jun tidak tahu, wanita itu tampak polos dan baik-baik. Asalkan noona tetap mempekerjakanku, aku jamin Seo Jun akan segera mengetahui kedok wanita matre itu." Ungkap Devi antusias.
"Dan jangan lupa menaikkan gajiku." Sambung Devi dengan suara kecil seperti berbisik yang tidak didengar sama sekali oleh Moon yang tengah berapi-api. Harapan akan kenaikan gaji selalu ada dalam benak Devi, bagaimanapun dia iri dengan Manda yang digaji puluhan juta perhari.
Moon menghela napas kasar, "Kirimkan aku link beritanya dan foto wanita itu. Aku mau lihat tampang wanita matre itu seperti apa." Perintah Moon.
Devi mengangguk mantap, tapi sesaat kemudian dia merasa ada yang salah. "Eh, tapi apa Noona ngerti beritanya? Itukan bahasa Indonesia...."
Hening sesaat karena Moon pun baru menyadari errornya di mana.
"Pokoknya kirimkan saja dan aku tunggu rencanamu selanjutnya. Asal kau bisa pisahkan Seo Jun dengan wanita itu, aku berani bayar kamu dua kali lipat dari gaji Seo Jun ke wanita itu!" Pekik Moon lalu mematikan panggilan.
Devi cengar-cengir, hatinya berbunga-bunga. Akhirnya ia bisa menaikkan gajinya dengan penawaran spesial itu. Ia merasa makin tertantang dengan pekerjaannya, bayaran besar untuk tantangan yang besar pula.
🎬🎬🎬
Makan malam ala Seo Jun dan Manda kali ini dengan cara yang lebih sederhana. Hanya mengandalkan delivery ayam goreng merek ternama, dan mereka sudah makan dengan lahapnya.
Manda menatap heran pada Seo Jun, perubahan moodnya luar biasa cepat. Beberapa saat lalu pria itu tampak terpuruk, tapi sekarang lihatlah, dia bahkan sudah biasa saja dan makan dengan lahap seperti orang yang tak pernah makan ayam siap saji.
"Aaah... Aku hampir lupa, kita masih punya beberapa botol soju. Ayam goreng itu paling enak dimakan bareng soju. Kamu mau coba?" Pekik Seo Jun mengejutkan Manda yang sedang memperhatikannya. Jantung Manda berdegup kencang, ia pikir ia ketahuan sedang memandangi wajah Seo Jun.
Manda menggeleng cepat, mendengar kata Soju saja langsung membuat kepalanya berputar. Mual dan mabuk yang waktu itu ia alami seperti terasa lagi. Ia tidak sudi mengulang kejadian memalukan lagi gara-gara Soju.
__ADS_1
"Kau saja, aku sudah kenyang." Tolak Manda.
Seo Jun menatap serius pada Manda, keduanya saling melihat kemudian tawa Seo Jun pecah. Manda memegangi wajahnya, ia jadi canggung karena mengira ada yang aneh dengan wajahnya.
"Bilang saja kau takut mabuk lagi kan?"
Skakmat jitu Seo Jun berhasil membuat urat malu Manda tersambung hingga merah padam wajahnya. Kenapa dia enteng banget ngomongin aib orang? Kesal Manda dalam hati.
Enggan kalah begitu saja, Manda mutar otak dengan cepat. Jangan sampai ia kalah dengan pria yang belum berhenti tertawa itu.
"Ehem... Bos, gajiku hari ini belum dibayar loh." Gumam Manda yang sengaja mendehem dulu sebelum bicara pada ponselnya.
Cara Manda berhasil membungkam Seo Jun, tawanya yang nyaring itu seketika berhenti. Seketika Manda merasa menang, lagipula ia hanya mengingatkan bosnya agar tak lupa memberikan haknya.
Seo Jun ikut-ikutan berdehem, dengan tenang ia meraih ponselnya dan menjawab.
"Gajimu sudah kubayar di muka sejak tadi siang."
Setelah menjawab, Seo Jun beranjak dari hadapan Manda menuju kamarnya. Manda mengantarnya dengan tatapan penasaran. Hingga pria itu muncul lagi dengan menenteng kantong belanjaan yang tadi siang menyiksa Manda.
Puluhan kantong belanjaan berisi pakaian wanita beserta aksesorisnya itu langsung disodorkan ke hadapan Manda. Salah satu kantong itu bahkan menimpuk kepala Manda lantaran gagal mendarat di hadapan gadis itu. "Hei...." Pekik Manda kesal, ia tak mengerti maksud pria itu menghujaninya dengan barang-barang sebanyak itu.
"Itu bayaranmu hari ini, kamu suka kan?" Ujar Seo Jun dengan santainya ia berjongkok di hadapan Manda yang bengong.
Manda bungkam, jantungnya berdetak cepat gara-gara dipandangi dalam jarak sedekat itu.
__ADS_1
Deg! Deg! Deg! Deg!
💖💖💖