Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 66 Don't touch my girl!


__ADS_3

Manda masih membiarkan Seo Jun tenang dalam pelukannya. Di tengah tempat yang sempit dan jauh dari kata romantis, namun keduanya justru mendapatkan kesan pertama berupa sebuah kontak fisik sekaligus kedekatan hati yang secara natural terjalin. Manda bahkan mengelus pelan punggung Seo Jun, saking tak tega melihatnya meringkuk ketakutan.


"Okay, it's okay now." Lirih Manda meyakinkan pria itu. Sebenarnya ia cukup terkejut mendapati ketidak berdayaan Seo Jun, namun mulutnya seolah terkunci untuk tidak menyuarakan pertanyaan dalam benaknya.


Kehangatan yang barusan tercipta itu nyatanya tak bertahan lama, ada-ada saja yang jahil mengusiknya. Pria yang sedari tadi menaruh curiga pada Manda pun ikut berdiri di belakang Manda, menatap pemandangan mengerikan baginya itu dengan tatapan risih.


"Yaelah, bisa-bisanya pelukan di sini. Kayak nggak ada tempat lain aja." Sewot pria itu, sepertinya pikiran jeleknya terhadap Manda terhapuskan seketika. Begitu melihat pria yang dipeluk gadis itu, membuktikan bahwa yang diomongkan Manda bukan fiktif belaka.


Manda terkesiap, ia melonggarkan pelukannya lalu mendongak ke arah pria yang menatapnya sewot itu. "Sorry, udah bikin keributan. Kami akan segera pergi kok." Jawab Manda kemudian berdiri, tangannya berusaha menarik Seo Jun agar ikut angkat kaki dari tempat ini.


Seo Jun menuruti kemauan Manda, dengan gontai ia berdiri dan pasrah ditarik Manda keluar dari bilik itu. Tetapi langkah mereka justru dihadang oleh pria yang tampaknya belum puas mengusilinya. Tangan pria itu membentang, menghalangi pintu keluar hingga Manda dan Seo Jun tertahan di dalam.


"Ngapain sih? Kita mau keluar, minggir plis." Seru Manda kemudian mendorong tangan kekar pria itu.


Pria itu menyeringai, rautnya tampak berekspresi nakal. "Wanita, lu udah berani masuk ke sarang macan, udah berani meluk cowok di depan umum, berarti lu juga bukan wanita baik-baik kan. Nggak keberatan dong kalau servis gue juga bentar, habis itu gue kasih jalan keluar deh." Nyinyir pria itu, dari rautnya ia tampak serius ingin menggoda Manda.


Manda berang, kupingnya panas mendapatkan kata-kata yang melecehkan harga dirinya. Terlebih hatinya pun geram dianggap serendah itu oleh pria ini hanya karena ia nekad masuk ke toilet pria. Manda berusaha melawan, ia mendorong keras tangan pria itu namun kekuatan pria itu lebih dari tenaga Manda hingga ia tetap bergeming.


Seo Jun tak paham pembicaraan mereka, tetapi dari gerak-geriknya si pria itu serta sikap Manda, jelas ini bukan pertanda baik. Apalagi pria itu menghalangi di depan pintu Ia mengepalkan tangannya, tak tahan melihat ini semua lagi.

__ADS_1


Pria itu mendekatkan wajahnya pada Manda, "Jangan jual mahal, seakan lu wanita baik-baik." Desis pria itu dengan seringainya.


Herannya lagi keadaan sangat mendukung, toilet pun hanya ada mereka bertiga saat ini. Padahal ini tempat umum dan Manda berharap ada orang lain yang masuk dan melerainya. Manda reflek menampar wajah pria itu dengan kuat hingga wajah pria itu berpaling sesuai arah tamparan.


Pria itu kian meradang, suasana hatinya mulai tak karuan. "Beraninya tangan kotor lu nyentuh muka gue!" Pekik pria itu penuh emosi hingga Manda sedikit gentar dibuatnya.


Bruk...


Tanpa diduga, Seo Jun melayangkan tinju tepat di wajah pria itu. Saking kerasnya hingga membuat tubuh pria itu terhuyung menabrak dinding. Kesempatan itu digunakan Manda dan Seo Jun untuk keluar, saat melewati pria yang masih oleng itu, Seo Jun menatap tajam hingga tampak menakutkan.


Seo Jun membungkukkan sedikit tubuhnya dan menyoroti pria itu tanpa berkedip. Hatinya terasa panas, terutama pikirannya yang tak bisa diajak negosiasi lagi. "Don't touch my girl!" Tegas Seo Jun kemudian beranjak dari hadapan pria yang hanya diam itu.


Manda terkejut mendengar ketegasan Seo Jun, bolehkah ia senang dengan pengakuan Seo Jun barusan? Si oppa menyebutnya wanitanya, Manda sampai besar kepala mendengar itu. Tetapi ia hanya diam, begitupun saat Seo Jun gantian yang menggandengnya berlalu meninggalkan toilet pria.


💖💖💖


Astaga... Aku sampai lupa pamit pada ayah. Batin Manda melengos, saking paniknya tadi ia pun langsung menuruti Seo Jun dan pergi dari rumah sakit tanpa memberitahu ayahnya. Manda tampak pasrah, ia sungguh tak enak hati membiarkan ayahnya menunggu tanpa kepastian. Mau bagaimana lagi, jam jenguk juga sudah lewat, terpaksa ia harus kembali lagi besok untuk minta maaf, itupun kalau Seo Jun mengijinkan.


Manda melirik Seo Jun yang terpaku diam, sudah hampir satu jam ia menemani Seo Jun duduk di lantai tanpa kejelasan. Manda meraih ponselnya dan mulai berkata sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa denganmu? Apa kau tidak lapar? Kau perlu apa untuk makan malam?"


Seo Jun mendengar jelas itu namun ekspresinya tetap datar. Manda menanti jawabnya penuh harap, hingga Seo Jun dengan malas meraih ponselnya lantaran tak tega melihat Manda begitu mengharapkannya.


"Aku tidak lapar, kau pergi makanlah. Jangan hiraukan aku, jangan ganggu aku dulu." Balas Seo Jun dari aplikasi ponselnya.


Manda merengut saat mendapat balasan yang tak sesuai harapan itu. Ia pikir Seo Jun akan seperti biasa, antusias dengan ajakannya. Tapi sepertinya kondisi pria itu benar-benar serius dalam kegalauan akut.


"Ada apa denganmu? Aku siap mendengarkanmu, tenanglah kau tak sendiri di sini."


Seo Jun melihat Manda dengan tatapan yang penuh arti, begitu pula Manda yang membalas tatapan itu dengan sorot yang menenangkan. Seo Jun tampak berpikir sejenak, melihat keseriusan Manda yang menjulurkan hati padanya, memperdulikannya ternyata membuat Seo Jun merasa tenang.


Hati kecilnya mulai berpikir, apakah gadis itu bisa dipercaya? Gadis yang belum satu minggu ia kenal, dan gadis yang sudah menghabiskan beberapa malam bersamanya.


Seo Jun meraih ponselnya, ia mulai memberikan jawaban pada Manda, tanpa melepaskan pandangan dari gadis itu.


"Apakah kamu tidak akan meninggalkanku setelah kamu tahu kelemahanku?" Lirih Seo Jun.


Manda terkesiap, ia tak menyangka Seo Jun mengalami krisis kepercayaan seperti itu. Manda mulai berpikir bahwa ia dan Seo Jun memiliki kesamaan, yakni sama-sama kesepian dan tak punya tempat berlabuh. Dengan mantap Manda meraih ponselnya dan mengatakan jawabannya.

__ADS_1


"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu!"


💖💖💖


__ADS_2