Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 27 OPPA USIL VS MANDA YANG MALANG


__ADS_3

Di sela kesendiriannya, perhatian Seo Jun tertuju pada handuk kecil yang tergeletak di lantai yang tak jauh dari meja. Pria itu memungut sembari tersenyum, handuk putih kecil itu masih lembab dan dingin. Barang ini menjadi saksi kepanikan Manda gara-gara dirinya. Perhatian dan rasa cemas Manda, berhasil membuat Seo Jun kegeeran. Betapa ia ingin lebih dan lebih melihat raut panik gadis itu.


Suara pintu terbuka membuyarkan khayalan Seo Jun, ia bergegas kembali pada posisi semula untuk berpura-pura tidur. Manda beringsut masuk ke ruang tidur, tatapannya begitu kosong sejak berjalan kembali dari menghadap


resepsionis. Lirikan matanya tertuju pada tubuh Seo Jun yang masih terbungkus selimut, betapa nyaman dan nyenyaknya tidur pria itu.


“Kau masih bisa setenang ini? Membuatku iri saja!” Pekik Manda, ia dengan berani dan lantang menyuarakan protes yang ia sadari bahwa Seo Jun tak akan mengerti apa yang ia koarkan.


Manda terduduk di lantai, tangannya menopang pada sisi ranjang. Ingin rasanya ia menangis, menumpahkan segala kesedihan yang selama sepekan ia tahan. Harusnya ia menjenguk ayahnya di tahanan, namun waktunya malah berakhir bersama pria ini. Harusnya ia sampai hati meninggalkan pria itu, toh ia hanya digaji sebagai supir dan tak mungkin Seo Jun mampu keluar jalan-jalan dalam kondisi sakit. Tapi mengapa begitu berat hatinya untuk


membiarkan dia menggigil demam sendirian?


“Aku bisa gila! Ayah, maafkan aku. Jadwal kunjungan berikutnya aku janji pasti datang menjengukmu.” Ujar Manda dalam isak yang tertahan. Ia masih takut Seo Jun terbangun dan melihatnya dalam keadaan lemah, berlinang air mata, dan tampak sangat menyenangkan untuk ditindas. Sungguh, ia enggan terlihat semalang itu.


“Ng … Ng ….”


Manda terperanjat, ia menajamkan pendengarannya karena sebuah suara yang terdengar seperti orang ngigau. Seketika ia menoleh ke Seo Jun yang masih terbaring, suara yang sama masih terdengar dan itu bersumber


dari pria itu. Manda berjinjit mendekatinya, memastikan penyebab oppa itu kembali mengigau. Wajah Seo Jun tampak gelisah, matanya memang terpejam dan sepertinya ia masih tertidur. Manda menjulurkan tangan lalu menempelkan ke dahi pria itu, sesaat ia mengernyit keheranan.


“Nggak panas lagi, trus kenapa dia masih ngigau?” Manda bicara sendiri, ia bertanya tanpa perlu mendengar jawabannya. Ditatap lagi wajah polos si oppa, Manda jadi tak tega dan mengira pria itu sedang mengalami mimpi buruk. Ia menarik selimut hingga menyisakan kepala Seo Jun yang terlihat. Kondisi Seo Jun yang masih sakit, sedikit menghibur Manda agar tidak terlalu menyalahkan dirinya.

__ADS_1


“Kamu nggak salah kok, Manda. Dia lebih perlu bantuanmu, dia tidak punya siapa-siapa di sini. Lagian kamu makan gaji dari dia, kamu masih bisa menjenguk ayahmu di lain hari. Kalau uangmu sudah banyak, kamu bisa memberinya kabar bahagia.” Ujar Manda pada dirinya sendiri, ia lantas kembali tersenyum optimis.


Suara ngigau Seo Jun kembali terdengar, pria itu tampaknya sedang mengatakan sesuatu yang berulang. Manda mendekatkan telinganya ke wajah Seo Jun, dalam jarak yang sangat dekat sekalipun, ia tak merasa risih lantaran lebih mencemaskan kondisi pria itu. Manda meraih ponselnya, ia berusaha mengandalkan mesin penerjemah untuk mengetahui apa yang dibicarakan si oppa.


“Chubda … Chubda …” Rengek Seo Jun. Tubuhnya bergerak gelisah hingga membuyarkan selimutnya.


Manda mengetik sesuai yang ia dengar, lalu ia mengernyit heran. “Heh? Dingin?” Ia langsung beranjak mendekati dinding, mengecek temperatur suhu kamar yang menurutnya cenderung terasa hangat. Dan benar saja, pendingin ruangan di sana hanya disetel 28 derajat. Ini cukup panas untuk kondisi siang hari, bahkan Manda sedikit merasa gerah. Apa karena pria itu sedang sakit sehingga tubuhnya tidak tahan udara AC? Manda segera mematikan


pendingin ruangan itu, berharap penderitaan Seo Jun segera berakhir.


Hening, Seo Jun akhirnya bisa diam. Manda tersenyum lega, akhirnya ia melakukan tindakan yang tepat untuk menolong seseorang. Kini ia bisa mencuci dengan tenang, pakaiannya yang masih berantakan di kamar mandi


menunggu ditangani.


“Apaan lagi sekarang?” Keluh Manda, ia bergegas mendekati pria yang bergerak gusar di pembaringan. Pria itu masih memejamkan mata, namun badannya tak bisa diam bergerak condong kiri dan kanan bergantian.


Seo Jun terus mengulang sebuah kata dalam bahasa Korea, Manda jelas tak mengerti apa maunya dan harus mengandalkan bantuan ponsel. Ia mengetik apa yang didengarnya dari mulut pria itu, “Deobda” Manda mengeja kata itu untuk diketikkan pada aplikasi andalannya. Matanya mengerjap saat membaca artinya, ia menoleh pada Seo Jun saking tidak percaya apa yang dikeluhkannya. Belum sepuluh menit oppa itu merengek kedinginan, sekarang dia sudah mengeluh kepanasan.


Manda menggelengkan kepala, ia tetap menuruti apa mau bosnya. Pengontrol suhu kembali diutak-atik, kali ini disetel pada angka 25 derajat. Matanya mendelik saat pria itu akhirnya tak bertingkah aneh lagi, “Sudah ya, aku nggak kelar nyuci dari tadi gara-gara ngurus kamu.” Ujar Manda yang diwakili oleh suara mesin penerjemah, ia mengencangkan volume ponsel dan mendekatkannya pada Seo Jun dengan harapan agar pria itu mendengarnya walau sedang tidur.


Seo Jun mengintip dengan sebelah mata, ia menatap punggung Manda yang menghilang ke dalam kamar mandi. Senyumnya merebak sangat lebar, menjahili gadis itu terasa begitu menyenangkan. Ia penasaran dengan

__ADS_1


cucian yang dijadikan alasan Manda meninggalkannya di kamar, selimut tebal yang menutupi tubuhnya disibak dan sepasang kaki berbulu lebatnya mulai turun dari ranjang. Oppa itu berjinjit demi mencapai ke muka kamar mandi, ia mengetuk pintu itu berulang kali sehingga suara keran air di dalam berhenti.


“Aku kebelet, bisakah aku ikut masuk?” Pekik Seo Jun dengan ponsel.


Manda tidak mendengar dengan jelas, ia membukakan pintu agar Seo Jun bisa mengulangi perkataannya barusan. Dalam benak Manda, pria itu mungkin ingin meminta bantuan padahal ia sudah mengingatkan agar membiarkannya mencuci dengan tenang.


Seo Jun salah paham, ia tersenyum lebar menyambut pintu yang terbuka untuknya dan langsung menyerobot masuk. Menarik serta tangan Manda agar kembali dalam ruangan itu, lalu mengunci pintu kamar mandi. Sontak tingkahnya membuat Manda ketakutan, ia tak menyangka mendapat serangan dadakan.


“What do you want? Hei ….” Pekik Manda, ia tak habis pikir pria yang tadi tepar tiba-tiba bangun dan sangat bertenaga hingga harus membekapnya.


Seo Jun yang masih memegang ponselpun menjawab, “Aku kebelet, kamu nyuci aja lagian kamar mandinya luas. Aku nggak keberatan satu ruangan denganmu.” Ujarnya dengan tingkat kepercaya-dirian yang sangat


berlebihan. Ia bahkan langsung masuk ke bilik lain dan membuka penutup kloset sembari bersiul. Manda kesal bukan main, saking membuncahnya rasa kesal hingga napasnya tak beraturan. Ia melirik tajam pada Seo Jun seakan hendak menelannya hidup-hidup, “Are you nuts?” Pekik Manda tanpa berkedip, hingga ketika Seo Jun


yang masih bersiul itu melorotkan celana pendeknya, saat itulah ekspresi wajah Manda langsung berubah.


“Aaarrgghh!”


***


Hi readers, bagusnya Seo Jun yang usil ini diapain ya? ^^

__ADS_1


***


__ADS_2