Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 36 PINTU ASMARA MULAI TERBUKA?


__ADS_3

Andai Reagan tahu siapa penelpon dengan nomor tidak dikenal itu adalah gadis galak yang berurusan dengannya beberapa hari lalu, ia pasti memilih mengabaikan panggilan masuk itu. Setelah mendengar suara gadis itu, jantung Reagan nyaris copot, ia benar-benar menyesal telah meremehkan kemampuan daya ingat gadis itu yang tajam. Kala itu Reagan hanya asal sebut dua belas digit nomor ponselnya bahkan terkesan mengejek Manda yang hanya sekedar menggertak dan tidak menyimpan nomornya. Ternyata baru saja gadis itu sungguh menelponnya ….


Flashback pecakapan Reagan dan Manda.


Reagan : “Halo?”


Manda : “Halo bang, masih ingat aku yang di Monas?” Nada sedikit sinis.


Reagan : (Menarik napas dalam-dalam, mulai gemetaran dan ketakutan. Ia mengira Manda menelpon untuk menagih pertanggung-jawaban). “Ya? Siapa ya?” Pura-pura hilang ingatan.


Manda : “Nggak usah pakai acara pura-pura lupa deh bang. Belum pikun kan? Aku udah bilang bakal nelpon kalau terjadi sesuatu sama cowok Korea itu. Sekarang aku nagih pertanggung-jawaban.” Nada galak.


Reagan : (Menelan ludah). Hmm … Udah lewat satu kali dua puluh empat jam, mana bisa dibilang tanggung jawabku dong kalau dia kenapa-napa. Udah ya ….” Nyaris mematikan ponsel.


Manda : “Hei, berani matiin ponsel, aku laporin ke polisi beneran.” Menggertakkan ancaman.


Reagan : (Tidak jadi mematikan ponsel dan kembali menempelkan ke telinga). “Trus lu mau apa sekarang?”


Manda : (Tersenyum menyeringai) Cewek lu bikin ulah mulu, nota pembayaran ponsel ada sama dia kan? Sekarang kalian di mana? Kasih tahu aku alamat konternya sekarang juga titik.”


Dan seperti itulah kisah perjuangan Manda yang berujung sukses mendapatkan alamat mall tempat Seo Jun menserviskan ponselnya. Tidak sia-sia es krim yang dihabiskannya sambil mendinginkan hati dan pikiran.


Flashback selesai, kembali ke detik ter-update.

__ADS_1


Seo Jun menatap kagum pada Manda yang banyak menebar senyuman sepanjang menyetir. Kagum karena gadis itu cerdas dan bisa diandalkan, meskipun ia hanya dibayar sebagai supir namun Manda menaruh perhatian lebih


dari tanggung jawabnya dan itu sangat membantu Seo Jun. Pria itu meraih ponsel yang diletakkan di atas dasbor lalu mengucapkan sesuatu yang sangat manis pada Manda.


“Terima kasih, aku berutang padamu lagi. Kelak jika ada kesulitan, jangan sungkan katakan padaku.” Ujar Seo Jun serius, ia menancapkan pandangan pada Manda yang terkejut mendengar kata-kata itu namun belum mengalihkan fokus dari setir.


Manda terdiam saja, pun tidak berniat menatap Seo Jun. Ia mencoba mencerna tawaran Seo Jun yang menggiurkan itu, namun yang tidak mengenakkan mengapa harus ada embel-embel hutang piutang? Manda tulus membantunya karena ia tak mungkin tega melihat bosnya menghadapi kesulitan. Mengapa semua kebaikan harus diperhitungkan? Tanpa imbalan pun Manda bersedia mencurahkan pikiran, tenaga dan waktu untuk membantu Seo Jun. Deg! Manda


tersentak, jantungnya terasa berdegup kencang, kini ia justru kebingungan pada dirinya sendiri. Apa benar ia setulus itu membantu Seo Jun hanya karena pria itu adalah bosnya? Atau adakah alasan yang lebih egois lagi yang memotivasinya bertindak lebih dari sekedar supir?


Oh tidak, Manda … Jangan bilang kamu mulai suka sama dia. Gumam Manda dalam hatinya, ia tak berani menatap Seo Jun meskipun tahu sampai sekarang pria itu masih menatapnya.


***


“Nah, sudah sampai … Benarkan ini tempatnya?” Manda bertanya dulu pada Seo Jun untuk menguji ingatan si Oppa. Barangkali ada sedikit gambaran ingatan yang menyantol di otaknya, Manda melihat Seo Jun memerhatikan dengan seksama bangunan mall itu lalu mengangguk seraya tersenyum lebar.


Manda ikut tersenyum, sebenarnya nyaris setiap mall sebelumnya yang mereka masuki, Seo Jun selalu berkata seperti itu. Anehnya Manda tetap percaya dan berharap bahwa itu benar, andai ia tidak terpikir cara jitu ini mungkin saja seluruh Mall di Jakarta akan dikelilingi demi sebuah ponsel. Manda menuntun langkah menuju lantai yang disebutkan Reagan, untuk kali ini ia percaya pada pria itu. Ya, walaupun tetap ada peluang bagi Reagan untuk


menipunya. Jika itu terjadi, Manda siap membuat perhitungan pada pasangan gokil nan nyebelin itu.


Sampai di lantai yang dimaksud, Seo Jun langsung familiar pada tempat itu dan bergegas mempercepat langkah menuju konter. Manda terkesiap namun ia diam saja, membiarkan pria itu memimpin jalan karena sepertinya Seo Jun sudah tahu letak persisnya di mana. Dan benar saja, dari kejauhan Manda melihat sosok Sofie dan Reagan yang duduk di muka sebuah konter. Melihat itu, Manda memperlambat langkahnya, membiarkan Seo Jun yang menghandel urusan itu. Biarlah Manda sesekali menjadi penonton dan memberi kesempatan seorang pria untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.


Orang yang pertama dilihat Seo Jun ketika nyaris tiba di konter adalah Sofie. Perasaannya seketika tidak enak mengetahui keberadaan gadis menyebalkan itu, Seo Jun tak pernah berharap harus bertemu dengan Sofie lagi namun apa daya, malang tak bisa ditolak untung tak bisa diraih. Ia hanya perlu mengambil ponsel lalu segera berlalu, tak peduli Sofie akan berbuat apa untuk membujuk rayunya.

__ADS_1


“Oppa ….” Pekik Sofie kegirangan, ia spontan berdiri dengan senyum lebar menyambut Seo Jun.


Mendengar pekikan Sofie, membuat Devi yang sedari tadi sibuk memainkan ponsel pun mendongak. Kesan pertama saat memandang pria yang bernama Seo Jun itu adalah kata ‘wow’. Devi tahu Seo Jun memang tampan, foto yang dikirimkan Moon sudah cukup menjelaskan ketampanan pria itu, namun yang tidak ia sangka ternyata orang aslinya jauh lebih tampan daripada sekedar potret foto.


“Oppa ….” Devi ikutan berdiri memanggil Seo Jun penuh harap. Tak mau kalah dengan Sofie, ia pun menghadang persisi di depan Seo Jun yang ingin melangkah lebih ke dalam toko.


Seo Jun mengernyitkan dahi, hanya untuk masuk ke konter saja ia harus dihadang oleh dua orang gadis yang terlihat mengerikan. Raut wajah dan tatapan yang sarat rayuan itu membuat Seo Jun sedikit mual. Matanya


menyipit saat melihat seorang gadis yang tidak ia kenali namun ikutan memanggilnya ‘Oppa’.


“Aku Devi, tur guidemu Oppa.” Ujar Devi dalam bahasa Korea. Ia seakan tahu makna tatapan bingung Seo Jun padanya kemudian langsung memperkenalkan diri.


Mulut Seo Jun spontan membentuk bulatan O kecil, seakan hendak menelan bulat-bulat Devi yang dianggap trouble maker pada momen liburannya. “Kenapa kamu ke sini? Kamu sudah telat tiga hari untuk jadi tur guideku.” Kesal Seo Jun. Ia lantas menerobos di antara celah dua gadis yang menghadangnya di depan. Bagi Seo Jun saat ini yang harus ia lakukan adalah mengambil ponselnya lalu segera pergi bersama Manda.


Devi tetap gigih menghadang lagi persis di etalase konter, ia tak peduli menutupi pandangan Seo Jun dan si pemilik konter, penting ia harus mengambil perhatian Seo Jun. “Aku bisa jelaskan, waktu kamu datang maaf memang itu salahku. Aku sakit perut dan ke toilet sebentar, tapi mana kusangka begitu keluar dari toilet ternyata kamu sudah duluan pergi dari bandara. Dan ponselmu tidak bisa dihubungi, aku sudah mencarimu berhari-hari, di bandara, ke konter ini dan ke hotel yang seharusnya jadi tempat menginapmu.” Pekik Devi dalam bahasa yang membuat banyak orang tercengang mendengarnya, salah satunya Sofie.


Seolah menonton syuting drama Korea dengan adegan sepasang kekasih yang sedang bertengkar di muka umum, kurang lebih seperti itulah kesan para penonton yang lalu lalang dan menatap antusias pada mereka. Manda


yang melihat kejadian itupun penasaran, ia tak mengira hanya mengambil ponsel saja harus terlibat insiden yang rumit. “Apa hidupmu lebih rumit daripada aku? Kamu hanya turis tapi baru beberapa hari di sini sudah banyak orang yang membuat perhitungan denganmu.” Gumam Manda prihatin.


Omo … Kamu kenapa Manda? Ngapain peduliin dia? Duh … Sadar Manda, sadar! Gumam Manda dalam hati sambil mengetuk kepalanya. Sepertinya tanpa ia sadari pintu asmara di hatinya mulai terbuka untuk si Oppa.


***

__ADS_1


 


Kamu … Iya, kamu yang lagi baca cerita ini. Hehe ^^ Kalau kamu suka dengan cerita ini, please tinggalkan jejak komentar dan like ya. Jangan lupa juga klik favorit agar selalu mengikuti update episode terbaru. Author mohon dukungannya agar novel ini semakin diminati banyak pembaca, ke depannya bakalan banyak cerita seru tentang pasangan unik ini. Nantikan ya ^^


__ADS_2