Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 44 KITA TERLAMPAU JAUH BERBEDA


__ADS_3

Manda memanfaatkan bathup di kamar mandi pribadinya. Akhirnya ia bisa merenggangkan otot, mengendorkan urat-urat tegang yang beberapa hari ini sangat melelahkan. Tubuhnya terendam air hangat yang dicampurkan shower gel aroma lavender, gadis itu memejamkan mata dan begitu menikmati ritual memanjakan tubuh itu.


“Beruntung banget aku masih bisa menikmati mandi mewah, walau hanya satu kali saja udah senang banget.” Gumam Manda dengan senyum yang mengembang penuh, ia baru merasa bersyukur bisa berendam dalam bak mandi setelah roda kehidupannya terperosok ke bawah. Dulu kemewahan seperti ini bahkan nyaris tak pernah ia manfaatkan, saking tidak ada waktu untuk bersantai di rumah. Kini setelah menjadi nomaden – alias homeless – alias tidak punya rumah, Manda baru menyesal tak meluangkan waktu untuk menikmati fasilitas mewah yang dulu ia miliki.


Lagi asyik-asyiknya mandi ala ratu, tiba-tiba Manda teringat bahwa tugasnya hari ini belum selesai. Ia harus ingat statusnya sekarang adalah supir pribadi seorang turis kaya raya yang sangat royal – jika tidak mau disebut pemboros. Bergegas Manda menyudahi me time dan beranjak dari bak mandi. Ia membersihkan diri sekali lagi dengan mengguyurkan sekujur tubuhnya di bawah shower.


“Aku mau minum beberapa botol soju.”


Manda nyengir begitu ingatannya memutar ulang adegan Seo Jun menyebutkan jadwal selanjutnya. Ia tak habis pikir kenapa pria itu mendadak ingin minum alkohol khas negara asalnya? Tugas kali ini sangat merepotkan bagi Manda, ia menghela napas berat lalu membuyarkan ingatan itu.


Usai mandi, Manda lagi-lagi kebingungan sendiri. Ia mengobrak-abrik tas ranselnya dan masih kebingungan memilih pakaian. Betapa miris dirinya yang diusir dari rumah dengan dibekali pakaian yang sangat rumahan, terlalu santai untuk dipakai hang out. Tapi apa boleh buat, mustahil membeli pakaian yang lebih bagus sekarang sekalipun ia sudah punya uang. Manda menggelengkan kepalanya, “Jangan boros!” Ujarnya sebagai alarm pada dirinya.


Ia beranjak dari hadapan tas yang telah dibongkar isinya lalu kembali menuju kamar mandi. Tubuhnya masih dibalut handuk dan ia menyempatkan diri untuk mengeringkan rambut dengan hair dryer. Manda menatap wajahnya yang


terpantul dari cermin, ia merasa kulit wajahnya sedikit kusam dan tampak tidak ternutrisi. Sedih membayangkan bahwa ia yang biasanya sebelum tidur pasti memakai serangkaian krim pencerah wajah, kini bahkan sudah miskin alat makeup. Bisa dibilang kecantikannya selama jatuh miskin ini adalah kecantikan alami.


“C’mon Manda, semangat!” Seru Manda tersenyum di depan cermin setelah memutuskan memakai kembali pakaian yang ia kenakan tadi pagi. Ia tak punya pilihan lain, menurut Manda hanya itu setelan yang lebih keren ketimbang koleksi pakaiannya dalam tas.


Manda keluar dari kamarnya dengan penampilan yang lebih segar, ia penuh percaya diri dan yakin bahwa Seo Jun akan terpukau dengan kecantikan alaminya. Bagaimanapun ia merasa perlu menonjolkan diri sebagai gadis cantik di depan lawan jenisnya, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Manda. Senyumnya mengembang penuh, ia berjalan menuju ruang tengah untuk menunggu bosnya. “Palingan belum selesai mandi, atau jangan-jangan ketiduran di kamar mandi lagi dia.” Ujar Manda sambil terkekeh membayangkan Seo Jun kembali tidur di dalam bathup dan melupakan niatnya untuk minum di luar.

__ADS_1


Sayangnya tawa Manda yang terlampau lebar itu tak bisa direm begitu melihat kenyataan tak sesuai khayalannya. Seo Jun berdiri sangat rapi, dengan setelan jas formal, berdasi kupu-kupu dan sepatu pantofel, rambut klimis berkat sapuan pomade dan sentuhan terakhir pria itu terlihat sedang memakaikan jam tangan di pergelangan tangan kanannya. Dan jangan lupakan adegan ini, di mana Seo Jun yang tampan maksimal itu menoleh pada Manda yang


berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar bekas senyuman yang belum terkatup. Seketika itu pula Manda merutuki dirinya, ingin rasanya ia merontokkan giginya agar tak memamerkan senyuman yang sulit dikatup.


Senyuman Seo Jun yang menyilaukan pandangan itu berubah manyun ketika melihat tampilan Manda yang kontras dengannya. Manda terlihat seperti Cinderella yang kehilangan gaun indahnya. Seo Jun berdehem demi membuyarkan rasa terkejutnya, ia meronggoh ponsel dalam saku jasnya. “Kenapa kau tidak ganti pakaian? Apa tidak gerah memakai baju bekas keringatan?” Tanya Seo Jun kepo, sebenarnya ia berharap lebih dari penampilan Manda. Setidaknya memakai dress agar mereka bisa sepadan untuk jalan keluar.


Manda ikut berdeham agar kecanggungannya luntur. Ia mengucapkan balasan pada ponselnya kemudian menjulurkan ponsel itu tepat di depan Seo Jun. “Kenapa kamu terlihat seperti bodyguard? Kamu ingin pergi minum atau pergi lamaran?”


Seo Jun terkekeh mendengar itu, sekali menjawab saja gadis itu sudah punya beberapa persepsi tentang penampilannya. Ia berdehem lagi kemudian memberi balasan. “Jadi aku lebih mirip bodyguard atau mempelai pria?”


Goda Seo Jun.


Manda nyengir, ia tak mungkin mengatakan penilaian sejujurnya terhadap pria itu. Maka ia memilih untuk sedikit berkelit, “Kau terlihat seperti pengawalku.”


Bisa-bisanya dia bercanda seperti itu, apa dia penjahat wanita yang suka mempermainkan perasaan gadis yang menyukainya? Wajahnya memang tampan tapi kalau benar sikapnya begitu, aku dengan senang hati memberinya pelajaran. Gumam Manda dalam hati. Di saat bersamaan itu ia menyempatkan diri tersenyum geli membayangkan imajinasinya.


Nasib Seo Jun dalam imajinasi Manda :


Manda mengenakan dress serta asesoris mewahnya, kecantikan level atas itu berbanding terbalik dengan Seo Jun yang tampak kontras dengan penampilan Manda. Oppa dari Korea itu malah tampil dengan kaos putih polos dan jeans belel. Seo Jun tampak bersimpuh memohon ampun pada Manda yang dengan angkuhnya melipat tangan dan membuang muka dari pria itu.

__ADS_1


“Nona Manda ampuni saya. Saya janji tidak akan jadi playboy lagi.” Mohon Seo Jun dengan wajah memelas seperti hendak menangis.


“Kamu tahu apa salahmu?” Hardik Manda dengan wajah judes namun cantik menggemaskan.


Seo Jun manyum dan mengangguk pelan mengakui kesalahannya.


“Dengan ketampananmu kamu berani meremehkan gadis cantik seperti aku yang berpenampilan sederhana. Sekarang kamu sudah tahu rasanya jadi aku saat itu kan? Kalau mau dapat maaf dariku, kamu harus habiskan


makanan ini sebagai hukumannya!” Ujar Manda sok tegas sambil menunjuk sebuah mangkuk berisi cabe segar.


Seo Jun bergidik seketika melihat hukuman yang dimaksud itu, Manda menyuruhnya menghabiskan semangkuk cabe itu. “Ini penyiksaan nona.” Ujar Seo Jun dengan tampang memelas. Tetapi tatapan Manda yang berapi-api saking antusiasnya membuat Seo Jun tak punya pilihan selain mulai memakan cabe itu satu persatu.


“Bagus habiskan semua ya.” Ujar Manda sambil terbahak melihat bibir Seo Jun yang makin dower karena alergi pedas.


Kembali ke realita ….


“Ha ha ha ….” Manda tertawa lebar sambil berkacak pinggang, ia sangat menikmati khayalan sampai tak sadar Seo Jun terus melambaikan tangan di depan wajahnya.


“Ada apa dengan otaknya? Sepertinya ada yang konslet dengan pikirannya?” Gumam Seo Jun yang heran melihat tingkah aneh Manda yang asyik tertawa sendiri tanpa sebab.

__ADS_1


***


Ada yang ikutan ketawa nggak saat baca episode ini? Ha ha ha ….


__ADS_2