Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 53 KEBABLASAN NEKAD


__ADS_3

Perhatian! Adegan ini masih hasil**flashbackManda pada kejadian tadi malam. Gadis itu tampak duduk dengan tampang konyol, menjambak rambutnya dan kelabakan berteriak karena tak terima dengan kejadian memalukan


itu.**


Lanjutan flashback….


Puas berteriak mengumpat kesal pada mantan kekasih dan mantan sahabatnya, Manda merasa sedikit plong. Sayangnya rasa lega itu tidak bertahan lama, saat ia terbayang kondisi ayahnya yang terbaring tak berdaya di rumah sakit. Manda mulai sesengukan, isak tangisnya tak terkontrol mengikuti emosi yang naik turun akibat pengaruh alkohol.


“Ayah… Aku tidak mau sendiri… Hiks… Ayah harus tetap hidup.” Ceracau Manda sambil terisak, ia mengusap air matanya dan duduk memeluk lututnya yang ditekuk.


Dalam keheningan di ruangan yang dihuni dua orang itu sekilas terasa asing, baik Seo Jun maupun Manda mengucilkan dirinya masing-masing. Manda duduk bersandar pada meja sedangkan Seo Jun meminggirkan diri dekat jendela sambil asyik dengan ponselnya.


Lamat-lamat suara Seo Jun yang bicara dengan bahasa aslinya terdengar oleh Manda. Perhatian Manda sedikit teralihkan, bayangan kesedihan karena memikirkan ayahnya pun perlahan buyar tersisihkan rasa ingin tahu terhadap si oppa. Manda mendongak, menajamkan telinga dan tergerak untuk mencari tahu siapa lawan bicara Seo Jun. Meskipun ia tak mengerti apa yang dibicarakan, tetapi dari nada bicaranya Seo Jun seperti membahas hal serius.


Apa dia bertengkar dengan pacarnya? Tanya Manda dalam hati, kecurigaannya makin besar pasalnya kalau dipikir secara logika siapa lagi yang akan pria itu hubungi tengah malam begini jika bukan kekasihnya. Manda berasumsi bahwa Seo Jun terlibat cekcok dengan kekasihnya karena berhari-hari tidak bisa dihubungi. Dan barangkali kekasihnya tahu kalau Seo Jun sekamar dengan wanita lain hingga memicu pertengkaran.


Whatever, Manda berusaha tak mau ambil pusing kemudian ia hendak melanjutkan lamunannya lagi sambil memeluk lutut. Sayangnya konsentrasi itu buyar terus, yang ada dalam isi kepala Manda justru segala tentang Seo Jun. Senyuman Seo Jun, suara tawa Seo Jun, kekonyolan Seo Jun, ketampanan Seo Jun dengan pakaian kerennya, gaya Seo Jun yang sok mengaku pacar dan merangkulnya di depan Jovas, ah… pokoknya segala yang berhubungan dengan pria bernama Seo Jun terus melintasi benak Manda.


Manda menggelengkan kepalanya dengan kencang, berharap pikiran tentang pria itu ikut tergeleng hingga mental dari otaknya. Yang ada justru begitu ia mengangkat kepala, pandangannya reflek tertuju pada Seo Jun yang masih bicara dengan ponsel. Manda mulai kesal, diraihnya botol soju yang tinggal sedikit itu kemudian meneguknya dengan rakus.


“Aahh….” Ujarnya puas meneguk soju kemudian mengelap sisa basah di bibirnya dengan tangan. Manda mendapatkan suntikan keberanian, ia berdiri kemudian berjalan tergopoh menghampiri Seo Jun. Matanya panas melihat Seo Jun terlalu lama asyik di sana entah mengobrol dengan siapa, dan tak ketinggalan pula hatinya yang ikut terbakar merasa kesal dicueki oleh Seo Jun. Saking panasnya telinga Manda ikut memerah, suara Seo Jun yang serius bicara terdengar sangat menjengkelkan.

__ADS_1


“Oppa… kamu telponan sama siapa? Hmm….” Celetuk Manda begitu sampai di hadapan Seo Jun. Tubuh Manda sempoyongan sehingga menabrak Seo Jun yang berdiri bersandar pada jendela.


Seo Jun tak mengerti apa yang dibicarakan Manda, namun ia dengan sigap meraih tubuh Manda yang oleng padanya. “Hei, what happen with you? (hei, ada apa denganmu?” Tanya Seo Jun was-was melihat tingkah Manda


yang di luar kontrol.


“Kamu ngomong sama siapa? Teganya kamu cuekin aku? Jangan pergi… Jangan tinggalkan aku… Hiks.” Manda malah menangis, alam bawah sadarnya menguasai pikirannya hingga melontarkan apapun dalam benak tanpa


sensor. Manda menyimpan keresahan itu, ia mulai terbiasa dengan kehadiran Seo Jun dalam hari-harinya lalu merasa egois dan tak ingin pria itu direbut siapapun. Tak ingin terulang lagi seperti Jovas yang direbut Bella.


Seo Jun berdecak, ia spontak mengelak ketika Manda hendak merebut ponsel dari genggamannya. Sepintas Seo Jun mendengar suara Moon yang berteriak menanyakan apa yang terjadi. Tak ingin keadaan makin rumit, Seo


Jun memutuskan panggilan itu agar bisa fokus mengurusi Manda yang mabuk.


Bukannya menurut, Manda justru sedikit memberontak sehingga Seo Jun kewalahan mengatasi gerakan Manda yang terkesan ingin mengajaknya berantem. Manda mendongakkan wajahnya, menatap pria di hadapannya


dengan sorot manja lalu tertawa. “Oppa… Oppa… ha ha ha… I lov….” Ucapan Manda terjeda lantaran ia tertawa keras sembari dua tangannya menepuk lembut pipi Seo Jun.


Seo Jun tetap rileks membiarkan Manda mengganggunya, ia tahu betul bahwa tingkah Manda ini karena pengaruh minuman alkohol. Namun begitu tawa Manda kelar, gadis itu menatapnya tanpa berkedip bahkan tatapan itu menghanyutkan perhatian Seo Jun yang juga menatap sepasang mata indah Manda.


“Oppa… I love so… ju….” Ucap Manda terbata-bata namun cukup jelas didengar.

__ADS_1


Napas Seo Jun tertahan bahkan jantungnya terasa berdebar kencang mendengarkan pernyataan Manda. Ia sedikit


kecewa lantaran terlalu percaya diri mengira bahwa gadis itu akan menyatakan cinta padanya. Soju yang diucapkan Manda hampir mirip dengan namanya.  Seo Jun menghela napas kecewa, tetapi ia sadar diri juga mustahil Manda menyatakan cinta padanya. Meskipun Seo Jun lebih dulu tertarik pada Manda, tetapi ia pun belum mengerti seberapa dalam ketertarikan itu.


Masih di tengah keheningan pikiran Seo Jun yang menerawang jauh menimbang perasaannya,  sebuah serangan mengejutkan dari Manda. Tangan gadis itu masih memegangi pipi Seo Jun dan jarak mereka memang dekat, serta


tatapan yang intens tanpa kedipan akhirnya menggoda Manda bertindak lebih nekad. Tanpa ragu dan terjadi begitu saja, tangan Manda yang menempel di pipi Seo Jun itu menarik wajah si oppa agar mendekat. Tebak saja apa yang terjadi di detik berikutnya, Manda menempelkan bibirnya tepat di bibir Seo Jun. Ciuman yang bisa disebut kecupan karena hanya menempeli bibir saja. Seo Jun terperanjat kaget, matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang terjadi. Namun saat melihat Manda yang masih menutup mata seakan menikmati kecupan itu, naluri Seo Jun pun bergelora dan bukan pria normal namanya jika ia tidak merespon umpan itu.


Seo Jun meraih pundak Manda, perlahan matanya mulai terpejam menikmati sentuhan lembut yang mentransferkan perasaan mereka lewat kecupan. Si oppa mulai ******* lebih ke dalam bibir Manda, tanpa perlu banyak reaksi basa-basi Manda pun membalas permainan lidah itu. Semua mengalir begitu saja, dua orang yang saling dekat namun belum terikat perasaan itu mulai mengungkapkan rasa yang sejujurnya. Rasa ingin memiliki dan tak ingin


terpisahkan.


***


“Aaarrgghhh!” Kembali ke realita, Manda sudah mengingat jelas hal memalukan yang dilakukannya. Ia berdiri tergesa dan berlari ke kamar mandi, dengan panik bercampur rasa malu, ia membilas bibir bekas ******* lembut Seo Jun dengan sabun. Saat menatap cermin, ingatan hal memalukan itu teringat lagi. Manda kembali berteriak, dalam hati ia tak henti merutuki dirinya yang kebablasan nekad bertindak kepada seorang pria.


“Dasar payah, Manda! Kamu berikan ciuman pertama pada pria yang baru empat hari dikenal? Lalu apa yang terjadi setelah ciuman itu?” Kini Manda mulai takut, ia tak yakin aksi ciuman itu tak menjalar ke perbuatan lain. Seketika ia meratapi nasib dirinya dan terkulai duduk lemas di bawah wastafel.


Sementara Manda berteriak tak karuan, masih ada Seo Jun yang tertidur pulas tanpa tahu betapa menderitanya Manda sekarang.


***

__ADS_1


Ini baru cerita versi Manda loh, kalian mau dengar cerita versi Seo Jun tentang apa yang terjadi setelah ciuman pertama mereka?


Wajib komentar ya hehe… author senang banget loh kalau kalian aktif berinteraksi dengan author, biar kita sama-sama senang.


__ADS_2