Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
Episode 79 SAINGAN?


__ADS_3

Tak perlu waktu lama bagi Seo Jun untuk menghabiskan sepuluh bungkus nasi kucing, dengan porsi sesuai standar perut kucing, tentu tidak mengenyangkan bagi Seo Jun yang berperut elastis.


Manda menganga menyaksikan selera makan Seo Jun yang benar-benar bagus. Ceker ayam, tempe bacem, gorengan beberapa jenis pun lahap dimakannya. Seo Jun sadar tengah diperhatikan, ia berhenti mengunyah ceker ayamnya.


"Are you full?" Tanya Seo Jun yang heran melihat Manda berhenti makan.


Manda tersadar dari keasyikannya menyimak Oppa lagi makan, ia mengangguk sebagai jawaban. Seo Jun tak menggubrisnya lagi, ia kembali menghabiskan jatahnya.


"Bang, susu jahe dua ya."


Suara wanita yang baru datang dan memesan itu mengecoh perhatian Manda, ia cukup kepo dan melihat siapa yang ikut bergabung dengan mereka. Padahal sejak tadi hanya Seo Jun dan Manda yang makan di sini, seperti pelanggan VVIP saja rasanya.


Eh? Bukannya dia cewek yang waktu itu di hotel? Kok bisa bareng Jovas? Manda terkejut plus membatin dengan heran, ia tak menyangka bakal bertemu orang yang tak diharapkan di saat ia lagi tenang.


Jovas menatap lembut pada Manda, tatapan yang dulu mungkin sangat berkesan bagi Manda, namun sekarang justru terasa memuakkan. Manda membuang muka, seolah tidak saling mengenal.


Devi terkesima melihat selera makan Seo Jun yang menakjubkan, namun Seo Jun belum menyadari kehadirannya. Devi sengaja mengambil tempat duduk di sebelah Seo Jun, sementara Jovas terpaksa menempati bangku kosong di sebelah Devi.


Jovas menatap risih pada Seo Jun, ia ilfeel saat melihat napsu makan Seo Jun yang gila-gilaan. Lalu Devi sama rasanya dengan Jovas yang menatap Manda dengan sirik.


Seo Jun menyadari ada yang duduk di sebelahnya, ia menoleh ke samping untuk melihat, matanya menyipit sejenak, ia ingat betul siapa gadis dan pria di sebelahnya. Spontan Seo Jun menyelesaikan makannya lalu meneguk teh hangat manis yang tersisa separuh. Manda juga ikut berpura-pura tak melihat mereka, ia bergegas menyudahi makan malam.


"Let's go." Seru Seo Jun mengajak Manda angkat kaki dari sana.


Manda berdiri lalu menghampiri penjual untuk membayar pesanan mereka. Seo Jun menyusulnya setelah mengelap kering tangannya yang habis dicuci di kobokan dengan tisu.


Devi kesal melihat targetnya langsung kabur saat tahu kedatangan mereka. "Cih... Kayak dunia milik dia aja, nggak mau bagi tempat sama orang." Sindir Devi yang jelas ditujukan pada Manda.


Manda mendengar tetapi ia diam saja, tak menggubris sindirian itu.

__ADS_1


"Gue aja yang traktir." Pekik Jovas saat Manda hendak membayar.


Manda menyeringai, ia tak sudi menatap ke arah Jovas. Dasar pria mata keranjang!


Kesal Manda dalam hati, bayangkan saja tiga hari berturut-turut ia bertemu Jovas. Dua kali dengan menggandeng Bella, lalu sekarang muncul dengan selingkuh baru. Memanglah, tabiat buruk tetap mengakar, sekali selingkuh pasti akan ketagihan begitu lagi. Manda justru merasa beruntung segera putus dari pria seperti itu.


Seo Jun mendengar teriakan Jovas, meskipun ia tak mengerti namun ia tak senang pria itu mengganggu Manda. Seo Jun langsung berinisiatif menggandeng tangan Manda, persis yang ia lakukan saat berhadapan dengan Jovas di mall.


"Hei lepasin nggak tangan kotor lu! Itu cewek gue!" Bentak Jovas, ia mengamuk sampai menepuk meja. Jajanan yang ada di atas mejapun ikut bergoyang gara-gara guncangan itu.


Seo Jun hendak menoleh ke belakang, namun Manda mencengkeram lengannya. Keduanya saling bertatapan dan Manda menggeleng pelan, meminta Seo Jun tak meladeni sikap Jovas. Mereka berdua bergandengan tangan pergi dengan diiringi tatapan super tajam dan berapi-api.


"Woi...." Bentak Jovas berang, ia menunjuk ke arah Manda dan Seo Jun dengan mata terbelalak.


"Sudah ah, berhenti bikin keributan. Malu gue, lihat tuh kelakuan lu!" Devi menunjuk gelas minum Manda yang masih setengah itu tumpah hingga menggenangi makanan di atas meja. Semua itu karena Jovas terlalu ambisius memukul meja.


"Gue bisa ganti rugi!" Ketus Jovas.


"Siapa bilang dia nggak suka? Dia itu cinta mati ama gue, dia gengsi doang!" Pekik Jovas kesal hingga napasnya tersengal.


Devi memanyunkan bibirnya membentuk bulatan 'O', tidak ada lagi yang perlu ia komentari karena percuma, Jovas pasti menyangkalnya.


Rupanya perlakuan Devi yang meremehkan itu membuat ciut nyali Jovas, ia kembali duduk dengan lemas. Kepalanya menunduk, ia sakit hati plus cemburu berat namun kalah telak dengan si Oppa.


"Dia memang cewek gue, tapi itu dulu. Begonya gue kenapa harus mutusin dia demi temannya yang ternyata nggak lebih baik dari dia." Jovas mengakui yang sebenarnya dengan lesu.


Devi berdecak, kini ia paham pertengkaran di mall kemarin, dan sikap Seo Jun yang mendadak akrab dengan Manda di hadapan Jovas, pasti si Oppa ingin melindungi Manda dari buaya di sebelahnya.


"Ya pantes aja lu digituin, salah lu sendiri kegatelan. Makany jadi cowok nggak usah belagu, mentang-mentang cakep dikit, tajir dikit udah kayak paling ganteng sedunia."

__ADS_1


"Lu nggak usah sok ngehakimin deh, sekarang kalau mereka makin akrab trus jatuh cinta beneran, apa lu nggak ikut pusing?" Ujar Jovas lesu.


Devi terkesiap, ia baru sadar fokus utamanya adalah memisahkan Seo Jun dari Manda, tapi gara-gara drama percintaan Jovas membuatnya gagal fokus.


"Iya yaa... Trus apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Devi, ia mendadak mules karena mendapatkan panggilan dari Moon. Sementara itu, Jovas tak kalah naas karena diserang panggilan masuk serta teror chat dari Bella yang terus mencarinya seharian.


❤️❤️


"Jangan pikirin dia lagi." Seru Seo Jun yang mulai kurang betah dalam keheningan di sepanjang perjalanan.


Manda terlalu fokus menyetir sambil membayangkan kejadian tadi, pertemuan dengan Jovas dan gadis yang Seo Jun kenali, rasanya aneh namun Manda belum berani berasumsi.


Diraihnya ponsel untuk membalas Seo Jun.


"Aku hanya heran, ada urusan apa kamu dengan gadis itu? Dia sepertinya tidak mau melepaskanmu." Tanya Manda.


Seo Jun menghela napas, dengan malas ia menjawab. "Mungkin dia masih disuruh Moon untuk membuntutiku."


Mendengar nama itu lagi yang disebut, membuat Manda sedikit berdegup gugup. Ia terlalu takut mendengar kenyataan tapi rasanya ia tak sanggup penasaran lagi lebih lama.


"Siapa Moon?"


Seo Jun tak mengerti bahwa Manda sedang gelisah menunggu jawabannya, andai ia lebih peka mungkin ia akan sedikit mengerjainya.


"Sepupuku, dia terlalu overprotektif padaku."


Oh... Hanya sepupu, berarti aku nggak ada saingan dong.


Gumam Manda dengan hati berbunga-bunga.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2