
Jatah makanan Manda yang memenuhi meja kini menyisakan piring dan mangkok kosong. Gadis itu serius
melahapnya sendirian, disaksikan oleh oppa yang tak henti berdecak kagum melihat selera makan Manda yang betul-betul bagus. Yang membuat Seo Jun heran, meskipun porsi makan gadis itu melebihi porsi makan gadis normal lainnya, namun bentuk tubuh Manda tetap ideal. Entah lari ke mana makanan berlemak yang disantapnya hingga tidak tertimbun dalam badan. Betapa beruntungnya Manda punya perut elastis dan body goals yang diidamkan para gadis.
Sadar dilirik terus oleh bosnya, Manda yang mulai merasa risih itu langsung mengalihkan fokus. Setelah isi perut dan istirahat, pria yang gila belanja itu entah akan mengajaknya ke mana lagi. Manda cukup ngeri andai harus melanjutkan hunting barang, mungkin semua toko dalam mall besar ini akan dijelajahi oleh pria itu.
“Mau ke mana lagi bos?” Tanya Manda rada tidak ikhlas, ia berdoa agar Seo Jun mengajaknya pulang ke hotel saja. Jadi ia bisa meninggalkannya di hotel untuk istirahat dan Manda bisa ke rumah sakit menjenguk ayahnya.
Seo Jun mengangkat satu alis, dari raut wajah Manda tampaknya gadis itu mulai lelah diajak berkeliling. Namun Seo Jun masih ingin menghabiskan waktu dengannya, hingga tercetuslah sebuah ide. “Aku mau nonton, ayo ke bioskop.” Seru Seo Jun kemudian langsung beranjak dari duduknya.
Manda tercengang mendengar permintaan Seo Jun, ternyata dugaannya salah namun tidak sepenuhnya
mengecewakan. Menonton di bioskop tentu jauh lebih aman ketimbang harus menjadikannya dayang yang menjinjing puluhan tas belanjaan. Manda pun bergegas berdiri lalu menyusul langkah Seo Jun, bagaimanapun ia harus mengarahkan jalan menuju tempat persinggahan untuk istirahat siang. Manda berencana akan tidur
sejenak selama film diputar, membayangkannya saja sudah membuatnya sangat bersemangat.
“C’mon bos, quickly!” Seru Manda yang berjalan agak cepat mendahului Seo Jun.
Pria itu berdecak heran, semangat Manda begitu luar biasa ketika diajak nonton. Beda sekali saat ia mengajaknya belanja tadi, gadis itu seperti robot yang lowbat. Seo Jun mempercepat langkah hingga menyamai Manda yang begitu sumingrah sembari menjinjing belanjaan penuh di tangan. Mereka berjalan beriringan dalam diam, dan diam saja sudah cukup membahagiakan lantaran mereka menikmati getaran-getaran halus yang mendebarkan hati saat berdekatan.
__ADS_1
Sayangnya tidak ada yang abadi dalam hidup ini, begitu bahagia baru menghampiri lalu ada saja cobaan yang datang menguji. Manda harus kembali disudutkan dengan kenyataan bahwa ia harus bertemu dengan Jovas dan Bella. Sepasang kekasih yang memuakkan bagi Manda itu berjalan bergandengan mesra tepat di depannya. Kaki Manda berhenti melangkah begitu menyadari keberadaan dua manusia berlabel pengkhianat itu. Untung saja Seo Jun jeli menangkap situasi yang terjadi, ia reflek melindungi Manda yang masih bergeming itu dengan merangkulnya persis yang dilakukan Jovas pada Bella.
Bella lebih dulu menyadari kehadiran Manda dan Seo Jun, air muka gadis itu berubah seketika. Ia mendadak
risih digandeng oleh Jovas, begitu sadar bahwa Seo Jun sedang meliriknya. Raut wajahnya mulai serba salah dan ia berharap dalam kesempatan sempit itu bisa sedikit tebar pesona pada pria tampan yang membuatnya salah tingkah itu. Sementara itu, Jovas langsung berubah ketus saat melihat Manda. Teringat lagi insiden semalam,
bekas tamparan yang dilayangkan Manda pada pipinya pun seakan diingatkan lagi rasanya. Jovas merasa di dalam pipi kirinya berdenyut dan nyeri akibat tangan gadis bernama Manda itu.
Seo Jun yang netral dan paham situasi ini tak menguntungkan Manda pun segera menarik Manda agar kembali berjalan meninggalkan mereka. Manda menurut saja ketika Seo Jun menggandengnya lalu berjalan beriringan melewati Jovas dan Bella yang justru berhenti berjalan. Saat berpapasan itu, Seo Jun sengaja mendekatkan wajahnya pada Manda demi memperlihatkan kemesraannya, dan Manda pun tidak menolak karena hatinya masih serasa di awang-awang.
“Hei tunggu!” Pekik Jovas yang panas hati melihat keromantisan yang mencolok matanya. Memang ia yang memutuskan Manda, bahkan mengkhianatinya, tetapi bukan berarti ia bisa adem ayem melihat mantan kekasihnya bermesraan dengan pria lain di hadapannya. Sungguh Jovas tak akan membiarkan Manda move on secepat itu.
Manda menuruti teriakan mantan kekasihnya, Seo Jun terpaksa ikut berhenti meskipun ia tidak tahu apa yang diteriakkan Jovas hingga mempengaruhi Manda. Gadis itu tak bersedia menoleh ke belakang pun enggan meneruskan langkah ke depan. Ia mematung sejenak bersama Seo Jun lalu membiarkan Jovas menghampirinya dengan tatapan nanar.
Manda menyeringai dan tak bersedia menjawab hingga membuat Jovas semakin kesal. Bella berlari menghampiri Jovas, kendati ia ingin tebar pesona pada Seo Jun namun harga dirinya tetap harus diselamatkan sekarang. Ia tak boleh membiarkan perhatian Jovas direbut oleh Manda, dengan sorot arogan Bella merangkul Jovas untuk
memanaskan hati Manda. Di luar perkiraannya, Jovas bukannya menyambut hangat rangkulan itu namun malah menepisnya tanpa sudi menatap Bella. Andai saja pria itu melihat seperti apa ekspresi wajah Bella saat ini, mungkin ia akan ilfeel karena Bella yang biasanya memasang wajah manis dan manja ternyata bisa sejutek itu.
Manda tertawa kecil, puas melihat Bella yang merasa tersisihkan olehnya. Meskipun tak berniat lagi memungut barang bekas, tetapi alangkah menyenangkannya bisa sedikit menyentil hati rivalnya, terutama untuk teman makan teman seperti Bella.
__ADS_1
“Bukan urusan lu, minggir!” Jawab Manda tak kalah ketus. Ia bergegas menarik Seo Jun agar pergi dari hadapan dua orang memuakkan itu. Seo Jun menurut saja, toh ia memang ingin segera nonton berduaan dengan Manda, tanpa si pengacau itu tentunya.
Jovas rupanya tidak mengijinkan Manda berlalu begitu saja, tangan Manda ditahannya hingga mereka terlibat adu kontak mata dengan sorotan sinis. Bella yang sudah panas hati pun segera melepaskan paksa tangan kekasihnya dari Manda, namun tetap saja Jovas dan Manda masih saling memandang dengan sengit.
“Gue putusin lu belum lama, trus lu udah dapat gandengan? Secepat itu lu bisa move on yang katanya cinta
mati ama gue? Atau jangan-jangan lu juga sama kayak gue, selingkuh dulu sambil terus jalan ama gue? Hahaha... Kalau benar begitu, berarti lu nggak sepolos yang gue kira, beruntung banget gue bisa hempasin cewek kayak lu!” Cibir Jovas dengan sinisnya.
Manda menyeringai, andai ia mengikuti emosinya dan tak bisa mendinginkan kepala, mungkin ia akan kembali menampar Jovas. Namun percuma, lebih baik tidak merusak suasana hatinya. “Ya, lu emang beruntung udah lepas dari gue. Tapi gue jauh lebih beruntung dari elu, karena lu dapat pengganti gue yang sekelas beling dan gue
dapat pengganti lu sekelas berlian.” Sindir Manda, ia bahkan masih menyempatkan untuk mengibas rambutnya yang untung saja baru keramas, jika tidak mungkin Bella yang wajahnya tersapu oleh rambut Manda itu akan muntah saat itu juga.
Manda melenggang pergi membawa kemenangan telak, dua kali bertemu musuh dan dua kali pula ia berakhir sebagai pemenang. Sementara Seo Jun pun sempat melotot tajam pada Jovas untuk menggertaknya sebelum pergi menyusul langkah Manda. Walau tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, yang jelas Seo Jun tak mau ketinggalan unjuk taring di hadapan mantan Manda. Hati kecilnya pun bersuara, memamerkan bahwa ia jauh lebih baik dari pria yang sudah menyia-nyiakan gadis sebaik Manda.
Sedangkan Jovas hanya bisa mengerat gigi menatap kepergian Manda. Lain hal dengan Bella yang mulai
menggaruk wajah karena kulit wajahnya yang sensitif terkena sapuan rambut dari Manda. Yaaa... Mungkin karma sedang menunjukkan taringnya.
***
__ADS_1
Hai guys, update lagi nih hehe... ayolah jangan pelit like dan komentar ya. Sama kayak kalian yang senang menunggu update, Thor juga senang loh nunggu komen, like dan vote dari kalian. Baca juga ya ceritaku yang berjudul OPEN YOUR MASK, PRINCESS! Makasih....