Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta

Cowok Koreaku Nyasar Di Jakarta
EPISODE 88 ENDING


__ADS_3

Penyatuan bibir itu menemukan titik akhirnya, Seo Jun dan Manda saling melepaskan, menciptakan jarak antara wajah mereka. Manda masih tak berani mendongakkan wajah, memilih terus menunduk menyembunyikan rasa malunya. Bisa dibilang ini merupakan ciuman pertama yang mereka lakukan secara sadar dan waras. Sebelumnya, semua terjadi serba tidak terduga dan memalukan.


‘Tapi kali ini juga memalukan, kenapa aku bisa terbuai begini?’ Gerutu Manda dalam hatinya.


Seo Jun mengangkat dagu Manda dengan ujung telunjuknya, gadis itu menurut saja hingga tatapan mereka saling beradu. Manda bisa melihat senyum manis dan penuh kehangatan yang terukir dari bibir Seo Jun, membuat ia melupakan rasa malu yang tadi ia sembunyikan. Namun tidak dengan debaran jantungnya, di dalam sana masih berdegup dengan kencang.


Seo Jun meraih ponselnya, satu-satunya andalan mereka saat ini bergantung pada kecanggihan ponselnya. Ia mengucapkan sesuatu yang membuat Manda penasaran, ingin segera mendengar artinya.


“Manda, aku serius memintamu menjadi kekasihku. Aku tahu ini terlalu cepat, ini terdengar gila, tapi ini sungguh yang aku rasakan sekarang. Aku mencintaimu. Jadilah pacarku!” Suara terjemahan yang datar itu tetap bisa menggetarkan hati Manda, ia bisa melihat kesungguhan dari wajah Seo Jun.


Pengakuan cinta yang tidak terhalang apapun, tidak ada pengacau, bahkan yang bersangkutan pun tidak bisa menghindar lagi. Manda terperangkap dalam pengakuan cinta yang membuatnya takjub, meskipun terkendala bahasa tetapi tidak menyurutkan semangat sang pria untuk memintanya. Perlahan ia pun mendekatkan ponsel yang sejak tadi ia genggam ke samping bibirnya. Manda harus mengungkapkan sesuatu pula.


“Aku... Aku tidak tahu harus menjawab apa.” Lirih ponsel Manda.


Seo Jun mengerutkan sepasang alisnya, sedikit menampakkan kekecewaan serta rasa was-wasnya. Takut ditolak mentah-mentah.


Manda lanjut bicara, “Kita baru beberapa hari kenal, tapi sudah nekad jatuh cinta. Kamu harus tahu kalau aku menyimpan banyak rahasia darimu. Entah kamu masih akan mencintaiku atau tidak, jika kamu sudah tahu.”


Seo Jun dengan cepat memberi tanggapannya, Manda mengajaknya bernegosiasi perasaan dan ia harus bisa memenangkan kepercayaannya. “Apapun itu aku terima, asal kamu terbuka padaku.”


Manda terdiam, menimbang sejenak apa yang Seo Jun ungkapkan. Sekilas memang terdengar menyenangkan tetapi apa mungkin si oppa masih konsisten dengan perasaannya andai ia tahu dirinya adalah anak seorang terpidana?


Ia berdehem sejenak sebelum melakukan pengakuan dosa. “Sebenarnya, aku sedang punya masalah besar. Ayahku dipenjara, aku kehilangan rumah, tidak punya pekerjaan tetap, dan sedang terlunta-lunta karena nasib buruk. Aku bukan wanita yang istimewa, tidak ada yang bisa dibanggakan dariku....”


“Aku tetap bersedia.” Seo Jun dengan cepat memotong kepesimisan Manda, membuat dua pasang mata mereka kembali bertatapan.


Manda terkejut bukan main, tak menyangka dengan entengnya Seo Jun menjawab seperti itu padahal untuk mengakuinya, perlu keberanian yang sulit ia kumpulkan. Mereka terdiam dalam posisi itu hingga beberapa saat, sampai Seo Jun kembali menyuarakan isi hatinya.


“Siapapun kamu, aku tidak peduli. Yang aku lihat adalah dirimu! Sepanjang kebersamaan kita, aku sudah bisa melihat dirimu yang sesungguhnya. Aku suka... sangat menyukaimu. Jika kamu memang tidak punya tempat lagi di sini, aku bisa mengajakmu ke tempatku. Jika kamu mau, aku pun akan berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu ayahmu. Manda... aku sungguh menginginkanmu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.” Ucap Seo Jun lirih dan begitu tulus.


Manda tak berkutik, tak bisa menampik bahwa hatinya terasa melayang tinggi saat ini. Bahagia itu kembali dirasakannya, bahagia karena memiliki seseorang yang menerimanya saat dalam kondisi terpuruk. Dengan kesadaran yang nyata, Manda menganggukkan kepalanya, merespon pernyataan cinta yang sudah berulang kali Seo Jun utarakan. Kini ia bisa menyambutnya dengan sepenuh hati, masuk ke dalam jiwanya.


Seo Jun tersenyum bahagia, Manda adalah wanita pertama yang ia cintai dan ia minta sebagai kekasihnya. Nalurinya sebagai seorang pria yang punya pacar langsung menuntunnya menunjukkan ekspresi senang secara nyata. Ia kembali meraup bibir Manda, perlahan dengan lembut namun semakin lama semakin liar. Manda membalasnya dengan sepenuh hati, meluapkan segala yang ia tahan selama ini. Kini bibir yang tengah memagutnya adalah bibir kekasihnya, oppa. Mereka saling berpagutan dan hanya sebatas itu saja yang mereka lakukan.

__ADS_1


***


“Tenang saja Onnie, aku sudah menemukan tempat mereka.” Devi melangkah, memulai hari baru dengan semangat membara. Akhirnya ia bisa melunakkan hati Jovas yang tengah rapuh akibat menyaksikan ciuman Live semalam. Hati pria itu runtuh, sehingga mudah disusup oleh Devi yang terus membujuknya mengatakan di mana keberadaan Seo Jun dan Manda. Kini Devi ikutan menginap di hotel yang sama dengan mereka, agar peluang bertemunya semakin besar.


“Aku sedang menunggu kedatangan mereka, aku yakin mereka tidak akan melewatkan sarapan di hotel.” Lanjut Devi yang tengah laporan pada nonanya, Moon.


Pembicaraan mereka berakhir, Devi akhirnya bisa menikmati sarapannya dengan leluasa. Tidak perlu terbagi konsentrasi untuk meladeni kekepoan Moon yang sepertinya tidak tidur semalaman hanya karena memikirkan Seo Jun. Ia melahap sarapan nasi goreng dan beberapa cemilan yang ditaruh dalam piring berbeda hingga nyaris penuh satu meja yang ditempatinya. Ekor matanya terus awas mencari sasaran yang tak kunjung muncul. “Mana mereka?”


Yang ditunggu tak kunjung menampakkan batang hidung, justru yang mencarinya sekarang adalah Jovas. Dering ponsel kembali menyita perhatian Devi, kali ini ia angkat dengan cepat.


“Halo Jovas, lu di mana? Mau gabung?” Todong Devi dengan cepat dan semangat, berharap ada teman untuk berjuang.


Helaan napas pria di seberang terdengar panjang dan berat. “Gue mau balik ke Jakarta siang ini, gue udah nyerah.” Ujar Jovas tak bersemangat.


Sepasang mata Devi terbelalak, “What? Kenapa semendadak ini!?” Devi menelan nasi yang baru setengah dikunyah demi meneriakkan itu.


“Udah nggak ada harapan, mereka bener-bener udah jadian. Bahkan aku saja tidak pernah bisa mencium bibirnya!” Gerutu Jovas.


“What? Kapan? Ciuman? Astaga!?” Devi membungkam mulutnya, tak menyangka hubungan mereka sudah sejauh ini. Apa yang akan ia katakan pada Moon nanti? Bukannya berhasil memisahkan mereka tapi mereka malah jadian.


Sepasang mata Devi yang masih terbelalak makin menjadi saat melihat orang yang ditunggunya muncul sambil bergandeng tangan. Dengan cepat Devi menghampiri mereka untuk memastikan langsung.


Seo Jun baru saja mengambil piring, hendak memilih makanan apa untuk sarapan, tiba-tiba dihampiri orang tak diharapkan dari sisi kanannya.


“Benarkah kalian sudah jadian?” Devi menodong pertanyaan itu dengan bahasa Korea.


Manda tersentak melihat kemunculan satu orang lagi pengacau, ia baru saja mengambil dua gelas jus dan hendak mendekati Seo Jun tapi kalah cepat dengan wanita yang satu itu. Seo Jun melihat Manda yang hanya jadi penonton, ia pun segera meletakkan piring yang masih kosong di tangannya kemudian menarik tangan Manda yang masih berdiri bengong agar mendekat padanya.


“Ya, seperti yang kamu lihat, kami sudah jadian.” Jawab Seo Jun dalam bahasanya.


“Tapi kenapa harus wanita ini? Kamu belum mengenal dia!” Sergah Moon.


“Ayahnya dipenjara, ia kehilangan semua hartanya, lagi menjadi pengangguran dan menjadi supir online untuk bertahan hidup. Apalagi yang belum aku ketahui tentang dia? Apa kamu lebih tahu daripada aku?” Tuding Seo Jun dengan tatapan dingin yang seketika itu pula menohok hati Devi.

__ADS_1


Manda yang tidak mengerti apapun yang dua orang itu katakan, hanya bisa bengong sebagai pendengar yang baik. Padahal sejak tadi dialah yang menjadi bahan pembicaraan. Tapi dari raut wajah dua orang di dekatnya, terbaca jelas ada persengitan di antara mereka.


Devi kehabisan kata-kata, bingung harus menjelekkan apalagi kepada Seo Jun. Nyatanya pria itu tahu lebih banyak darinya. Ponsel Devi kembali berdering, kesibukan pagi yang membuat kepalanya hampir pecah. Seo Jun masih menyorotinya dengan tatapan tajam, semakin membuat Devi kikuk begitu tahu siapa yang menghubunginya.


“Itu Moon kan? Berikan padaku!” Seo Jun merebut ponsel itu dari genggaman Devi, tanpa bisa melawan apa pria tu lakukan.


“Devi, sekali lagi aku ingatkan. Pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus jauhkan mereka. Atau....” Cerocos Moon yang sudah kehabisan akal dan main serang tanpa mendengar sahutan dari seberang.


“Tidak perlu repot-repot, kami malah sudah jadian dan tidak akan terpisahkan oleh siapapun, apalagi oleh kamu, Moon.”


Suara Seo Jun sukses membuat Moon terkejut dan shock. Seo Jun enggan menunggu balasan dari sepupunya. Ia pun menyodorkan ponsel itu kepada Devi, menunjukkan senyuman seringainya lalu menggandeng tangan Manda beranjak dari sana.


“Kita makan di luar saja, di sini kurang romantis suasananya.” Ujar Seo Jun dengan ponselnya.


“Ada apa dengan kalian? Apa yang kalian bahas?” Manda menaruh dua gelas minuman yang mubajir itu lalu dengan pasrah digandeng keluar dari ruang makan. Pertanyaan yang sudah ia simpan sejak tadipun mencuat juga.


Seo Jun tersenyum sangat manis kepadanya. “Tidak apa-apa, aku hanya memberitahu kabar baik tentang kita. Mungkin itu ekspresi bahagia dia.” Kilah Seo Jun, tak peduli bagaimana reaksi Manda yang makin penasaran, ia pun terus menggandeng dan lengket pada wanita itu.


“You just need to know that i love you. Everything would be okay, when i be with you.” Bisik Seo Jun ke daun telinga Manda, mesra.


Manda menatap lekat wajah Seo Jun yang tengah tersenyum, mereka sungguh dimabuk cinta. Manda pun tak mau kalah, ia mendekatkan bibirnya pada wajah Seo Jun. “Saranghae.” Ujarnya lalu mencium secepat kilat pada pipi putih merona pria itu.


Cowok Korea yang nyasar di Jakarta itu akhirnya bersemayam di hatiku. Ujar Manda dalam hatinya.


***


TAMAT


Akhirnya, setelah sekian lama penantian kalian berbuah manis dengan cerita tamat happy ending dari Seo Jun dan Manda. Maafkan author yang sangat lama update, thor sibuk berkelana ke platform lain yang lebih menjanjikan kesejahteraan penulisnya. Maaf ya thor memang realistis, karena cerita di sini bisa dibaca dengan kuota, namun ketika author menulisnya, menerbitkannya membutuhkan modal lebih dari kuota. Sangat menyedihkan kalau kurang mendapat apresiasi pembaca dan platform ini tentunya. Selebihnya jika kamu masih ingin menikmati karya author yang lainnya, dijamin update cepat dan Tamat segera, cus saja ke Innovel. Ketik nama author Chantie Lee, nanti akan muncul karyaku di sana.


Akan selalu ada akhir, seindah apapun awal memulainya. Maka itu kita akhiri kisah cinta Oppa dan Manda seindah mungkin. Maafkan leletnya thor update di sini, sukses terus untuk kalian semua dan semoga bisa bertemu di karya selanjutnya.


Salam sayang buat kalian,

__ADS_1


Author Lee


__ADS_2