
“Bos, aku nggak percaya kamu tidak punya tempat menginap. Kamu udah niat liburan ke luar negri, nggak mungkin belum memesan hotel. Apa kamu memang tujuannya backpacker?” Tanya Manda sok menyelidiki bosnya.
Seo Jun menghela napas panjang, harus menjelaskan dari awal itu sangat melelahkan. Tetapi Manda memang sama sekali tidak tahu permasalahannya, ia sudah memilih gadis itu sebagai orang kepercayaan maka setidaknya ia harus menceritakan sedikit tentang kesusahannya.
“Sebenarnya, aku punya guide tapi nggak tahu gimana ceritanya dia tidak muncul menjemputku di bandara. Sudah kutunggu cukup lama tetap tidak nongol, saat aku nelpon malah ponselku jatuh ditabrak Sofie. Ponsel yang kubawa hanya itu dan harus nunggu dua hari lagi baru selesai diperbaiki.” Curhat Seo Jun dipersingkat, ia hanya mencoba memberi tahu Manda mengapa ia terlihat tak bermodal seperti ini. Ponsel saja tidak punya, apalagi tempat menginap?
Manda manggut-manggut, cerita yang dilontarkan Seo Jun terdengar realistis. Ia paham sekarang mengapa Sofie nempel dengan pria itu dan terlihat banget sangat tergantung pada Seo Jun. Apesnya malah Seo Jun yang dituding bersalah oleh kekasih Sofie. “Jadi itu sebabnya kamu nempel terus dengan Sofie?”
Mendengar nama itu langsung membuat Seo Jun meresponnya dengan mimik kusut. “Ya, begitulah. Aku minta dia tanggung jawab, karena dia bisa bahasa Korea maka kusita dia untuk jadi guide sementara. Jangan bahas dia lagi, sekarang tolong jawab, kapan kamu pulang? Aku capek banget, pengen cepat tiduran.” Seo Jun menguap lebar, wajahnya memang terlihat sangat lelah.
Manda menunduk, jawaban seperti apa yang harus ia katakan? Kejujuran atau kebohongan untuk menutupi kenyataan? Pria itu terlihat baik, ia juga sudah menceritakan kesusahannya. Manda mulai berpikir, apa sebaiknya ia juga berterus terang?
“Aku nggak punya rumah ….” Lirih Manda terdengar menyedihkan, tapi ketika diterjemahkan dengan ponsel, intonasi suara mesin itu malah mengucapkannya dengan lantang. Ingin rasanya Manda membanting ponsel yang masih dalam genggamannya, bikin malu.
Seo Jun kehabisan kata-kata sejenak, pengakuan yang lantang itu cukup mengejutkan. Terlebih ketika melihat mimik wajah Manda yang mirip kepiting rebus, gadis itu menahan geram dan malu. “Kamu nggak punya rumah? selama ini tinggal di mana?” Tanya Seo Jun, walaupun suara mesin tidak mewakili lembutnya intonasi suaranya, yang penting Seo Jun berusaha menonjolkan ekspresi yang mewakili isi hati.
__ADS_1
Manda menunduk sedih, ia harus membuka sedikit tentang dirinya, sedikit saja. “Panjang ceritanya, tapi kalau kamu ngotot nginap bareng aku, pastikan kamu tidak akan menyesal ya!” Seru Manda, kesedihan sedetik lalu buyar setelah ia dengan semangat mengeluarkan peringatan pada Seo Jun. Senyumnya mulai mengembang, ini bukan pertanda baik bagi si Oppa jika masih saja memaksakan kehendak untuk ikut bersama Manda.
“Oke! Aku Lee Seo Jun tidak akan menyesal!” Ujar Seo Jun mantap, kepercayaan dirinya terlalu tinggi untuk meyakinkan gadis itu sebelum mendengar syarat dan ketentuannya.
Manda tertawa kecil, tekad pria itu perlu ia uji habis-habisan setelah ini. Ia ingin tahu apa pira itu masih keukeh dengan prinsipnya setelah merasakan apa yang ia rasakan. “Oke, kalau gitu kita mulai.”
Tanpa memberitahu lebih detail apanya yang dimulai, Manda siap tancap gas meluncur menuju pom bensin terdekat. Bahkan ia tidak memerdulikan Seo Jun yang beberapa kali mengulang pertanyaan yang sama, ia hanya menjawabnya dengan senyuman.
“Mulai apanya? Kita mau ke mana?” Itu yang terus ditanyakan Seo Jun sedangkan Manda masih tetap setia tersenyum.
***
“Selamat datang, inilah tempat nginapku. Sekarang bersihkan diri masing-masing, di sana banyak toilet bisa buat mandi.” Telunjuk Manda mengarah pada tulisan toilet di depan.
Seo Jun terbelalak kaget, seumur-umur ia belum pernah memakai fasilitas umum untuk kepentingan pribadi apalagi yang sangat privasi banget – mandi misalnya, dan sekarang Manda menyuruhnya melakukan hal itu?
__ADS_1
“Tidak, tidak! Aku nggak biasa mandi di tempat umum. Kamu bercanda? Kamu ngerjain aku kan?” Tanya Seo Jun, ia malah balik menuding Manda tengah mengerjain dia. Itulah kenapa gadis itu memberi peringatan di awal agar pria itu jangan menyesal.
Manda turun dari mobil lalu menuju bagasi belakang, ia cuek saja dengan tudingan Seo Jun. Pria itu membuntutinya turun dari mobil dan mengamati gerak-gerik gadis itu. Benar saja, ia mendapati Manda mengambil sebuah tas ransel besar dan menggeledah isinya. Ketika hendak mengeluarkan sesuatu, Manda mendelik ke arah Seo Jun.
“Ngapain lihatin aku? Mau lihat jeroanku?” Ujar Manda, ponselnya ia pegang sejak tadi. Seharian ini ponsel itu jadi barang umum yang bisa dijoin sana sini oleh Seo Jun, ia bahkan tidak punya waktu untuk mengecek pesan masuk gara-gara itu.
Seo Jun meraih ponsel Manda yang digeletakkan di atas tas yang lain, pria itu cukup kaget melihat barang-barang pribadi Manda di bagasi. Ia mulai percaya bahwa gadis itu tidak punya rumah, jika ia punya tempat tinggal, untuk apa ia harus membawa barang-barang sebanyak itu di mobil?
Manda tidak peduli Seo Jun mengamatinya dan memonopoli ponselnya lagi, yang ingin segera ia lakukan sekarang adalah bergegas mandi. Kegerahan sepanjang hari membuat tubuhnya lelah dan terasa lengket oleh keringat. Ia tidak peduli Seo Jun tidak bersedia mengikuti jejaknya, meskipun menjelma jadi kambing yang takut air, Manda tetap enggan ambil pusing. Ia dengan entengnya mengeluarkan pakaian dalam bersih dan seperangkat alat mandi dari dalam tas.
Pemandangan baju dalam wanita itu malah membuat Seo Jun tersipu malu, herannya si pemilik jeroan itu terlihat putus urat malu. Seolah mereka tertukar posisi, Seo Jun jadi wanita yang sangat tertutup soal pribadi, sedangkan Manda adalah pria cuek yang dengan santai memamerkan pakaian dalam di hadapan orang. Manda malah melirik sinis pada pria yang masih berdiri kepo di sampingnya. Seo Jun melongo bingung, tanpa ada niat mengikuti jejak Manda.
“Stop! Jangan diteruskan! Simpan barangmu dan antarkan aku ke hotel bintang lima!” Pekik Seo Jun, ia mendorong Manda agar menaruh kembali barang berharganya dan pergi mencari tempat menginap yang nyaman. Seo Jun masih punya kemampuan untuk memberikan tumpangan tempat tinggal yang aman bagi supir cantiknya itu.
***
__ADS_1