
Manda mengelus perutnya yang membuncit lantaran memaksakan diri menghabiskan makanan lezat di hadapannya. Mubajir rasanya membiarkan makanan itu dibuang jika tak dihabiskan, mau tak mau ia mengelastiskan perutnya agar muat menampung semangkuk sup jagung, stick sapi lada hidam, seporsi nasi, sepiring capcay goreng, serta aneka makanan pencuci mulut yang tak perlu disebutkan satu persatu.
Lalu apa yang dimakan oleh Seo Jun? Isi piring si oppa hanya seporsi nasi putih, dua potong stick, semangkuk kecil sup jagung – karena ia tidak tega merebut makanan kesukaan Manda, dan beberapa sendok capcay. Itupun ia makan dengan cara yang berkelas, mengunyah dengan pelan dan tenang. Jangan harap Seo Jun akan tambah makannya, melihat cara makan Manda saja sudah mewakili rasa kenyangnya. Ia takjub dengan kemampuan Manda
menghabiskan makanan tanpa sisa, beruntunglah tukang cuci piring restoran ini karena tak perlu repot membuang sisa makanan. Semua ada dalam perut Manda, hingga Seo Jun heran mengapa tubuh Manda tetap kurus meskipun selera makannya lebih dari bagus.
Cara Seo Jun menatap Manda yang tampak terpukau sekaligu sedikit terkejut itu disadari oleh Manda. Sekilas mereka saling bertatapan tanpa kedip, hingga Manda merasa canggung lalu mengalihkan pandangan ke piring kosong di depannya. Sementara Seo Jun yang sempat berhenti mengunyah suapan terakhir pun lanjut menelan makanan di mulutnya, sekaligus menyudahi makan malamnya.
“Kamu mau tambah lagi?” Tanya Seo Jun basa basi. Suasana berubah canggung dan membuat Seo Jun tak nyaman, ia lebih suka mendengar kebawelan Manda ketimbang diam seperti ini.
Manda menggeleng cepat lalu meraih ponselnya. “Cukup, makasih ya. Perutku bukan karet kok, nggak bisa melar lagi.” Tolak Manda kemudian terkekeh, apesnya tawa yang setengah dibuat-buat itu malah terjeda oleh suara sendawa. Spontan Manda menutup mulut dengan satu tangan lalu menoleh ke belakang. Matanya terpejam dan ingin rasanya ia berteriak saking kesal pada dirinya, ia baru saja mempermalukan diri di depan seorang pria yang tampil sempurna malam ini. Manda semakin minder saja, dari penampilan sekali pandang saja terlihat perbedaan yang mencolok antara dia dan Seo Jun. Bahkan pria itu sudah buka suara mengkritiki pakaian Manda yang hanya itu-itu saja. Hati Manda tercabik mendengarnya, ia pun tak ingin seperti ini terus dan ingin melupakan kejadian tadi. Bagaimanapun Seo Jun sudah tulus minta maaf padanya, bahkan mentraktirnya makan enak.
Seo Jun tersenyum melihat reaksi Manda yang malu-malu akibat sendawa barusan. Gadis itu masih menyembunyikan wajah darinya, duduk dengan wajah membelakangi Seo Jun. Jika dipikir lagi, banyak juga aib Seo
Jun yang diketahui oleh Manda selama beberapa hari bersama. Tetapi rasanya semua terkesan natural, Seo Jun pun tak merasa kehilangan muka saat gadis itu tahu beberapa kejelekan dirinya. Justru ia mulai merasa nyaman dan bisa menjadi diri sendiri, apa adanya ketika bersama Manda.
“Apa sudah selesai makannya? Kita lanjut acara lain lagi kalau gitu.” Ujar Seo Jun yang berhasil mencuri perhatian Manda lagi. Gadis itu menoleh dengan sorot mata penuh tanda tanya kepadanya.
“Kamu masih mau minum soju?” Tanya Manda dengan nada agak keras saking terkejut. Ia pikir Seo Jun sudah melupakan impiannya dan cukup puas menghabiskan waktu di restoran hotel saja.
Seo Jun mengangguk mantap, senyumnya tak kalah lebar walau tanpa pameran sederet gigi putih. “Tentu saja, aku ingin minum beberapa botol suju malam ini. Kamu juga harus coba, dijamin tidurmu pulas nanti.” Jawab Seo Jun bersemangat.
__ADS_1
Wajah Manda mengkerut, nyaris tak bisa diekspresikan lagi perasaannya antara gundah dan takut. Ia belum punya kata-kata yang pas untuk menjawab Seo Jun. Pikirannya sibuk mencari cara mewujudkan keinginan bosnya.
“Kenapa sepertinya kamu keberatan dengan permintaanku?” Tanya Seo Jun heran. Dari raut wajah Manda saja terbaca jelas bahwa gadis itu terlihat tidak senang, hanya saja Seo Jun ingin tahu apa alasannya.
Manda nyengir, raut wajahnya persis orang hendak menangis. “Masalahnya aku tidak tahu di mana tempat minum yang menjual soju.” Ungkap Manda polos, itulah yang sejak tadi memberatkan pikirannya namun karena gengsi maka ia sedikit berkelit dengan harapan Seo Jun membatalkan niatnya.
Seo Jun bergeming, rupanya ini alasan Manda keberatan mengantarnya pergi minum. Ia mulai mengendorkan niatnya namun tetap memilih diam lantaran ekspresi wajah Manda yang kebingungan terlihat menggemaskan.
“Ng … Gimana kalau kamu minum di sini saja? Mereka pasti punya banyak koleksi minuman berkelas, tidak kalah dengan soju.” Seru Manda mencoba memberikan penawaran lain pada bosnya.
Seo Jun masih terdiam, dalam hatinya ia menertawakan Manda. Gadis itu sepertinya tidak tahu bahwa di negaranya, soju itu minuman alkohol yang merakyat dan bukan minuman kelas mewah.
“Gimana bos?” Manda meminta jawaban Seo Jun, tangannya menangkupkan tangannya seolah memohon agar bosnya tidak memberi perintah yang aneh-aneh.
Akhirnya Manda mendapatkan kembali alasan untuk tersenyum lebar, hanya memilihkan bar saja bukan masalah besar. Ia cukup membawa Seo Jun ke bar langganannya ketika masih kaya raya, dulu Manda sering mengajak teman-temannya hang out bahkan mentraktir mereka minum di sana. Kini ia akan mengunjungi tempat itu lagi, namun dengan kondisi yang berbeda. Dulu ia bosnya, sekarang ia datang dengan status numpang minum alias ditraktir.
“Oke, kalau gitu aku tahu tempat yang bagus. Ayo, bos!” Ujar Manda penuh semangat dan langsung beranjak dari duduknya.
Seo Jun bengong sejenak, perubahan mood Manda memang luar biasa cepat. Apa dia punya dua kepribadian? Gumam Seo Jun dalam hati, kemudian kembali cuek lalu menyusul langkah Manda yang sudah mulai jauh.
***
__ADS_1
Suara live music terdengar memekakkan telinga ketika Manda dan Seo Jun tiba di bar rekomendasi Manda itu. Suasana yang cozy dan eksklusif di sana langsung membuat Seo Jun merasa nyaman, tak disangka seleranya dalam hal ini sama dengan Manda. Ia tak menyangka saja bahwa pilihan gadis itu bagus juga.
“Kamu mau pesan apa?” Tanya Manda yang masih mengandalkan ponselnya.
“What?” Tanya Seo Jun yang tak mendengar suara ponsel Manda lantaran kalah nyaring dengan suara live music di sana.
Manda menghela napas, rasanya percuma saja berteriak di sini hanya menyiksa pita suara saja. Ia melirik Seo Jun kemudian mengalihkan fokus pada ponselnya dan terlihat mengetikkan sesuatu. ponsel itupun disodorkan pada Seo Jun hingga membuat pria itu tertawa kecil sebagai responnya. Manda mengalihkan cara komunikasi dengan ketikan, tentu saja dengan bantuan google translate yang disetel dari bahasa Indonesia ke bahasa Korea. Seo Jun mengikuti pola Manda, ia pun meronggoh ponsel di saku jas lalu mengetik balasan.
“Satu botol Vodka.” Ketik Seo Jun singkat.
Manda mengangkat satu alisnya, tanpa balasan lagi iapun pergi memesan sesuai permintaan Seo Jun. “Bro, satu botol Vodka dan cocktail ya.” Teriak Manda yang membubuhkan pesanan tambahan untuk dirinya.
Seo Jun celingukan melihat sekeliling, cukup ramai pengunjung yang tampaknya dari kalangan elit. Ia sedikit heran darimana Manda tahu tempat ini, bukan bermaksud meremehkan tetapi dari penampilan gadis itu yang sederhana sepertinya kecil kemungkinan ia nongkrong di sini. Seo Jun memperhatikan Manda sejak datang, gadis itu tampak sangat familiar dengan tempat ini. Si oppa bisa mengambil kesimpulan bahwa Manda pasti sering berkunjung kemari.
Manda masih menunggu pesanannya, tetapi Seo Jun sudah tak sabar lalu menyusulnya. Tepat di belakang Manda, Seo Ju berbisik pelan di telinga Manda. Gadis itu terperanjat karena tak sadar sejak kapan Seo Jun di belakangnya, telinganya bahkan memerah hingga menjalar ke wajahnya yang mulai terasa panas. Bukan karena kata-kata yang dibisikkan Seo Jun, namun karena jarak yang terlalu dekat di antara mereka sehingga Manda bisa merasakan
hembusan napas pria itu.
“I’m sorry, I need to go to the toilet.” Hingga Seo Jun berlalu, wajah Manda tetap bersemu merah menahan malu. Dan pelayan bar menjadi saksi hidup betapa konyolnya sikap Manda yang mengipasi wajah dengan tangannya saking panasnya area itu.
Dia yang ke toilet, kenapa aku yang malu? Gumam Manda dalam hati, bahkan terhadap dirinya sendiri ia masih gengsi mengakui bahwa baru saja hatinya digetarkan oleh tingkah Seo Jun.
__ADS_1
***
Bersambung besok lagi ya guys. Yang sudah tak sabar nunggu update, mana suaranya? Mohon bantuan like, rating bintang 5 dan komentarnya ya. Thank you.