Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Dendam Dua Tahun Lalu


__ADS_3

"Ya, benar," kata orang tua tersebut mengangguk membenarkan.


Ia kembali menatap wajah Zhang Fei lekat-lekat. Seolah-olah dirinya ingin masuk ke dalam pikiran anak muda itu supaya bisa mengetahui ada persoalan apa sebenarnya.


"Apakah ia sudah menduduki posisi itu sejak lama?" tanya Zhang Fei lebih jauh lagi.


"Lumayan lama. Memang kenapa? Sebenarnya, ada hubungan antara dirimu dan dia?"


Tatapan mata si Pedang Angin Puyuh semakin tajam. Malah sekarang, secara tiba-tiba Zhang Fei bisa merasakan ada selapis hawa pembunuh yang keluar dari dalam tubuh orang tua itu.


"Aku dan dia mempunyai persoalan. Sebenarnya masalah ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu. Tapi karena aku mempunyai banyak urusan, maka baru sekarang saja bisa melanjutkannya,"


Karena sudah merasa ada gelagat yang tidak baik, pada akhirnya Zhang Fei mulai berbicara panjang lebar. Dia tidak mau terjadi salah paham antara dirinya dan orang tua itu.


"Hemm ..." Gouw Ming termenung beberapa saat.


Seolah-olah dia sedang memikirkan ucapan Zhang Fei barusan.


Ia menuangkan arak ke dalam cawan. Setelah terisi penuh, orang tua itu langsung meneguknya sampai habis.


"Anak muda, coba kau ceritakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi," desak orang tua itu.


"Baiklah," jawab Zhang Fei dengan cepat. Dia menghela nafas beberapa kali, lalu kemudian mulai berbicara.


"Kurang lebih dua tahun lalu, apakah kau pernah mendengar tentang organisasi yang bernama Bulan Tengkorak?"


"Ya, aku pernah mendengarnya. Organisasi Bulan Tengkorak adalah sebuah organisasi aliran sesat yang sudah sering melakukan tindak kejahatan. Organisasi itu berpusat di Kota Luoyang ini, hanya saja, di mana letak pasti markas mereka, aku sendiri tidak begitu mengetahui," jawab Gouw Ming sambil menggelengkan kepala beberapa kali.


"Benar," kata anak muda itu membenarkan. "Organisasi Bulan Tengkorak memang berpusat di kota ini. Markasnya terletak di tengah hutan,"


"Tunggu dulu, bagaimana kau bisa tahu?" tanya si Pedang Angin Puyuh dengan cepat.


"Karena aku pernah melakukan penyerangan ke sana,"

__ADS_1


"Benarkah?"


Orang tua itu terlihat sangat terkejut. Dia seperti tidak percaya dengan ucapan Zhang Fei.


Sedangkan ia sendiri, dalam hatinya justru merasa heran.


Mengapa Ketua Partai Gunung Pedang memberikan reaksi demikian? Bukankah dia sendiri tahu akan rencana penyerangan pada waktu itu? Bukankah, malah dia sendiri yang menyuruh untuk melakukannya?


Kalau benar begitu, lalu kenapa dia terkejut?


Pikirannya mulai bekerja. Zhang Fei memeras otak. Dia menerka-nerka terkait ada apa sebenarnya.


"Tuan Gouw, bukankah penyerangan ke markas Organisasi Bulan Tengkorak itu, kau sendiri yang menurunkan perintahnya?" tanyanya sambil memandangi wajah yang sudah penuh keriput dengan lekat.


"Apa maksudmu? Aku bahkan tidak tahu sama sekali terkait persoalan tersebut. Aku telah mengasingkan diri kurang lebih lima tahun, sehingga terhadap masalah luar, aku sama sekali tidak mengetahuinya,"


"Hah?"


Sekarang giliran Zhang Fei yang kaget setengah mati.


'Pasti ada sesuatu dibalik ini semua,' batin Zhang Fei berkata.


Keadaan di dalam ruangan tersebut tiba-tiba saja menjadi hening. Semua orang yang ada di sana sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing.


"Tuan Gouw, apakah kau bicara jujur?" tanya Zhang Fei lagi setelah dia terdiam cukup lama.


"Anak muda, kau tidak percaya dengan ucapanku?" ia membalas tatapan yang diberikan oleh Zhang Fei.


Dua pasang mata bertemu. Dari kejadian tersebut seakan-akan telah tercipta percikan api yang tidak kasat mata. "Aku tahu, kau bukan pemuda biasa. Sudah tentu, kau pun bisa membedakan mana orang yang berbohong, dan mana orang yang jujur," ujarnya melanjutkan.


Zhang Fei masih diam. Ia memang tahu pasti bahwa si Pedang Angin Puyuh sedang tidak berbohong. Hanya saja, ia juga tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


Kalau benar orang tua itu sudah mengasingkan diri sejak lima tahun lalu, lantas, dari mana datangnya surat perintah itu? Siapa pula yang telah menulisnya?

__ADS_1


"Hahh ..." pemuda itu tiba-tiba menghela nafas berat. "Sepertinya dugaanku di hari itu benar. Pasti ada sesuatu dibalik kejadian ini,"


"Aku masih belum mengerti,"


"Baik, aku akan menceritakannya sedikit. Saat itu, dari Partai Gunung Pedang, yang ikut dalam penyerangan tersebut di antaranya adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li dan beberapa orang petinggi lainnya. Tapi, sebenarnya aku sendiri ragu. Malah menurutku orang-orang yang dia bawa bukanlah para petinggi. Melainkan murid senior yang ada di sini,"


"Selain orang-orang itu, ada pula yang hadir dari pihak lain. Mereka adalah para pendekar yang mau mengulurkan tangannya secara suka rela,"


"Bagi orang lain, dalam hal ini mungkin tidak ada keganjilan. Tapi menurutku justru malah ada,"


"Keganjilan apa yang kau maksud?"


"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Penyerangan ke markas Organisasi Bulan Tengkorak ini dipelopori oleh Ketua Partai Gunung Pedang, dalam hal ini tentunya Tuan Gouw sendiri. Tetapi begitu penyerangan tiba, justru Tuan malah tidak ikut. Bukankah dari sini saja, siapa pun akan menaruh curiga?"


Gouw Ming menganggukkan kepalanya beberapa kali. Pertanda bahwa dia mulai memahami ucapan Zhang Fei.


Sekarang, setelah mendengar penjelasan singkat darinya, ia pun mulai menyadari bahwa dibalik permasalahan ini, memang ada sesuatu yang sampai sekarang belum terkuak.


"Kau benar. Siapa pun pasti akan curiga, tidak terkecuali dengan aku sendiri," dia berhenti sebentar. Kemudian menyambung lagi ucapannya. "Tapi pada saat itu, apakah kau menanyakan sesuatu kepada Pendekar Pedang Emas Gan Li?"


"Ya, aku bertanya kenapa Tuan tidak ikut. Dan dengan enteng dia menjawab bahwa Tuan sedang ada keperluan lain yang lebih penting,"


"Apakah saat itu kau percaya terkait ucapannya?"


"Tidak," ia menggelengkan kepalanya beberapa kali. "Dan terkait alasan kenapa aku mencari tua bangka itu kemari, bukan lain adalah untuk membalas dendam,"


"Membalas dendam? Memangnya kenapa?"


"Asal Tuan tahu saja, pada saat semua orang, termasuk aku dan lima guruku bertarung sengit melawan petinggi Organisasi Bulan Tengkorak, dia bersama beberapa orang pendekar lainnya justru malah melarikan diri tanpa ada rasa bersalah,"


Membicarakan hal tersebut, Zhang Fei jadi kembali teringat akan lima gurunya. Khususnya lagi, ia jadi terbayang peristiwa di markas Organisasi Bulan Tengkorak!


"Malah keesokan harinya, dia kembali datang bersama beberapa orang pendekar lagi. Mereka menuduhku sebagai bagian dari organisasi sesat tersebut. Dah untuk si tua bangka itu sendiri, dirinya malah menyangka bahwa aku telah merendahkan Partai Gunung Pedang karena sudah memberitahukan kejadian sebenarnya,"

__ADS_1


Mendengar penuturan anak muda itu, wajah Gouw Ming kembali mengalami perubahan hebat. Kedua tangannya mengepal kencang. Urat di punggung tangan hingga terlihat merongkol keluar.


"Keparat! Ternyata dia adalah sumber dari semua masalah ini," gumamnya dengan suara penuh penekanan.


__ADS_2