Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Partai Pengemis Hitam


__ADS_3

Sinar kemerahan yang terang terlihat muncul di ufuk sebelah timur. Malam yang gelap sebentar lagi akan segera sirna. Suara ayam berkokok terdengar di pinggiran desa.


Burung-burung penghuni hutan pun sudah berkicau dengan merdu.


Beberapa saat lagi, mentari pagi yang indah akan menampakkan diri dan memberikan sinarnya ke seluruh muka bumi.


Zhang Fei bangun lebih awal dari yang lain. Alasannya adalah karena secara tiba-tiba, ia mendengar jendela kamarnya diketuk oleh orang dari luar sana.


Ketika membuka jendela, Ketua Dunia Persilatan segera melihat ada bayangan hitam yang berkelebat dengan cepat sekali.


Tanpa membuang waktu lebih lama, Zhang Fei langsung pergi mengejarnya.


Bayangan hitam tersebut terus melesat. Tujuannya adalah ke sebuah hutan kecil di pinggir pedesaan. Ketika sudah tiba di sana, bayangan itu pun langsung berhenti.


Tidak lama setelahnya, Zhang Fei juga sudah tiba. Dia pun melakukan hal yang serupa.


"Maaf kalau aku telah mengganggu tidur Ketua Fei," bayangan hitam tadi langsung membungkuk dan memberi hormat.


"Tidak masalah. Justru akulah yang harus meminta maaf karena tidur terlalu nyenyak," jawabnya sambil tersenyum.


Bayangan hitam yang ternyata adalah mata-mata itu tidak bicara lagi. Selanjutnya dia menunggu Zhang Fei berbicara.


"Apakah kau telah berhasil menjalankan tugasmu?" tanyanya.


"Ya, aku berhasil, Ketua,"


"Baiklah. Coba katakan, aku ingin mendengar laporanmu," pinta Zhang Fei.


Mata-mata itu mengangguk. Setelah menarik nafas, ia segera memberikan laporannya.


"Pengemis-pengemis yang beberapa waktu lalu muncul dan membuat kekecauan di kota ini, adalah anggota dari Partai Pengemis Hitam,"


"Partai Pengemis Hitam?" Zhang Fei mengerutkan kening. Dia merasa baru mendengar ada nama perguruan seperti itu.


"Benar, Ketua. Partai Pengemis Hitam masih baru. Dibentuknya pun mungkin baru setahun belakangan ini. Cuma ... pusatnya bukan berada di Kekaisaran Song. Melainkan berada di Kekaisaran Zhou,"


"Belum lama ini, para petinggi mereka sengaja datang kemari karena perintah dari Kaisar sambil membawa sebagian anggotanya. Ketika tiba di Kekaisaran Song, orang-orang itu pun segera merekrut anggota baru,"

__ADS_1


"Apa tujuan mereka kemari?"


"Tentunya ingin mengacaukan suasana, Ketua Fei. Maka dari itu, ketenteraman di kota ini langsung sirna setelah kedatangan mereka,"


Zhang Fei menganggukkan kepala. Ternyata dugaannya beberapa hari yang lalu tidak salah sama sekali.


"Baiklah, coba sebutkan kekuatan dari Partai Pengemis Hitam,"


"Partai Pengemis Hitam di kota ini baru berjumlah sekitar lima puluh orang. Empat puluh lima orangnya adalah anggota biasa. Sedangkan lima orang lainnya adalah petinggi. Dua orang di antaranya menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua,"


"Tetapi, Ketua Fei tidak perlu memikirkan yang empat puluh lima orang ini. Ketua hanya perlu memikirkan yang lima orang sisanya. Terlebih adalah Ketua dan Wakil Ketuanya," kata mata-mata itu memberikan laporannya lebih lanjut.


"Mengapa aku harus memikirkan Ketua dan Wakil Ketuanya?"


"Sebab mereka bukan lawan yang mudah untuk dihadapi. Keduanya adalah tokoh kelas atas, terlebih adalah si Ketua itu sendiri. Menurut laporan yang aku dapatkan, di Kekaisaran Zhou, ia termasuk ke dalam jajaran Empat Datuk Dunia Persilatan,"


"Apa?" Zhang Fei benar-benar terkejut mendengar laporan itu.


Untuk beberapa saat, dia langsung berdiri melamun. Zhang Fei tidak pernah menyangka, ternyata demi melancarkan ambisinya, bahkan pihak Kekaisaran Zhou sampai berani melakukan hal ini.


"Kalau begitu ... mungkin dua orang inilah yang telah membuat Tuan Bai menderita," gumamnya.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" ia menggertak gigi dan mengepalkan kedua tangannya. "Di mana markas mereka sekarang?"


"Di Kuil Kehidupan. Letak kuil itu berada di ujung kota,"


"Baik, secepatnya aku akan segera ke sana. Kau dan yang lain pergilah lebih dulu, bereskan hal-hal yang sekiranya akan menghalangi perjuangan kita,"


"Baik, Ketua. Aku mengerti,"


Mata-mata itu kembali memberikan hormat. Setelahnya, dia langsung pergi dari sana.


Begitu mata-mata tadi menghilang, Zhang Fei juga segera kembali ke Partai Pengemis.


Saat dia tiba di sana, kebetulan semua orang sudah bangun. Bahkan para tokohnya sudah berada di ruang makan.


"Zhang Fei, kau dari mana saja?" tanya Yin Yin setelah melihat kedatangannya.

__ADS_1


"Aku baru saja menyelesaikan urusan kecil," katanya menjawab sambil tersenyum.


Mereka tidak banyak bicara lagi. Orang-orang itu langsung duduk dan segera melakukan sarapan lagi. Ketika selesai, mereka pun kemudian menuju ke ruangan pribadi si Pengemis Tongkat Sakti.


Ketika bertemu dengannya, Zhang Fei segera memberitahukan laporan yang dibawa oleh mata-mata tadi. Semua orang yang mendengar penyampaian Zhang Fei tampak memperlihatkan ekspresi yang sama.


"Pantas saja mereka berhasil mengalahkanku," kata Pengemis Tongkat Sakti sambil menahan amarahnya. "Ketua, lalu bagaiamana sekarang? Apakah kau akan tetap pergi ke sana?


Orang tua itu menanyakan hal yang sama seperti sebelumnya. Ia khawatir setelah mengetahui kekuatan musuh, Zhang Fei akan mengubah tekad dan rencananya.


"Tentu saja aku akan tetap ke sana, Tuan Bai," jawab Zhang Fei sambil tersenyum. Ia sudah tahu maksud dari pertanyaan tersebut. Dan dirinya juga mewajarkan ha itu.


"Tapi ... kekuatan musuh tidak bisa dipandang sebelah mata, Ketua Fei. Aku khawatir kita tidak akan bisa meraih kemenangan," si Pengemis Tongkat Sakti tersenyum kecut.


Ia bukan tidak percaya dengan kemampuan Zhang Fei, tapi di satu sisi, dia pun tidak bisa memandang rendah kekuatan musuh.


"Kau tidak perlu khawatir, Tuan Bai. Aku sudah menyiapkan semuanya. Terkait berhasil atau tidak, itu urusan nanti saja,"


"Benar, Kek. Kakek cukup menunggu dan doakan kami saja," ucap Yin Yin segera berbicara


"Tuan Bai jangan terlalu mencemaskan kami. Lagi pula, kami sudah siap dengan segala konsekuensinya," sambung Yao Mei.


Melihat semangat tiga pendekar muda itu, mau tak mau si Pengemis Tongkat Sakti harus tersenyum. Ia bangga, ia pun merasa bahagia karena pada akhirnya dunia persilatan Kekaisaran Song telah mempunyai penerus.


"Baiklah. Aku percayakan semua masalah ini kepada kalian," tukasnya penuh percaya diri. "Jujur saja, melihat kalian, aku jadi teringat kepada diri sendiri ketika masih muda," ia berkata sambil tertawa.


"Hahaha ..." Zhang Fei tertawa.


Selanjutnya mereka segera membahas beberapa hal terkait rencana dalam penyerangan nanti.


Setelah mentari naik ke atas, tiga pendekar muda itu kemudian keluar dari ruangan tersebut. Selanjutnya mereka akan melakukan persiapan masing-masing.


Dalam rencana penyerangan itu, Zhang Fei meminta Yin Yin untuk membawa beberapa orang petinggi dari Partai Pengemis.


Ia tidak ingin membawa orang terlalu banyak. Sebab hal itu akan meningkatkan resiko pertumpahan darah yang lebih besar.


Setelah beberapa waktu kemudian, semua persiapan itu akhirnya selesai juga. Zhang Fei dan Yao Mei sudah menunggu di halaman depan.

__ADS_1


Sesaat berikutnya, Yin Yin tampak berjalan dengan tenang dan santai. Ia membawa sebatang tongkat kemala di tangan kanannya.


__ADS_2