Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Jurus Serbuk Neraka


__ADS_3

Melihat pedang pusaka itu, wajah Nenek Bungkuk Beracun langsung berubah hebat. Begitu juga dengan Fu Wei yang berdiri di sana.


Kedua tokoh tua aliran sesat itu bisa merasakan dengan jelas hawa pedang dan pamor yang dikeluarkannya. Mereka tidak menyangka, terjaga Ketua Dunia Persilatan mempunyai pedang pusaka kelas atas.


Dalam dunia persilatan, senjata pusaka itu memang banyak. Saking banyaknya, hampir setiap pendekar pasti memilikinya.


Namun untuk senjata pusaka seperti yang sekarang digenggam oleh Ketua Dunia Persilatan, rasanya jumlah yang ada pun masih bisa dihitung dengan jari tangan.


Sebagai tokoh-tokoh angkatan tua yang telah mempunyai banyak pengalaman, tentu keduanya bisa mengetahui mana senjata pusaka luar biasa, dan mana senjata pusaka yang biasa saja.


Dan khusus untuk pedang itu, masuk dalam jajaran senjata pusaka luar biasa!


Nenek Bungkuk Beracun semakin waspada. Sepasang matanya tidak pernah lepas dari Pedang Raja Dewa. Ia tidak tahu apakah tongkatnya mampu bertahan dari benturan nanti atau tidak.


Yang terpenting untuk saat ini, ia tidak boleh terlalu banyak mengadu senjata.


"Nenek Tua ..." kata Zhang Fei berseru nyaring. "Apakah kau sudah siap untuk menyambut kedatangan Malaikat Pencabut Nyawa?"


"Janga banyak bicara, bocah. Buktikan saja kehebatan pedangmu itu," katanya sambil menunjuk ke arah Pedang Raja Dewa.


"Baik. Kalau begitu, lihat pedangku sekarang juga!"


Zhang Fei langsung melakukan persiapan. Ia menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh. Tidak lupa juga, dia pun menyalurkan tenaga dalam ke seluruh batang Pedang Raja Dewa.


Tenaga dalam yang dia salurkan itu mencapai enam bagian. Terkait bagaimana kehebatannya, hal itu tidak perlu ditanyakan lagi.


Tanah yang dia pijak langsung amblas setengah senti. Daun-daun berguguran karena tidak kuat menahan tekanan tenaga dalamnya.


"Murka Pedang Dewa!"


Wushh!!!


Zhang Fei berteriak dengan lantang ketika menyebutkan jurusnya. Berbarengan dengan itu, ia langsung melesat ke depan. Kecepatannya sangat cepat. Sangat sulit untuk dipandang mata.


Dalam satu tarikan nafas saja, ia telah tiba di hadapan Nenek Bungkuk Beracun. Dia segera melepaskan tebasan pedang tadi samping kanan.


Trangg!!!


Benturan pertama seketika terjadi. Walaupun samar-samar, tapi beruntung Nenek Bungkuk Beracun masih mampu melihat gerakannya. Sehingga dirinya bisa menahan tebasan barusan.

__ADS_1


Sebagai akibatnya, dia merasakan tongkatnya bergetar hebat mulai dari ujung sampai pangkalnya. Tangan kanan yang memegang tongkat juga terasa ngilu dan mari rasa untuk beberapa saat.


Tidak hanya itu saja, bahkan ketika menangkis serangan barusan, ia juga ikut terdorong sejauh satu langkah.


'Gila! Dari mana dia bisa mempunyai tenaga dalam sebesar ini? Bukankah sebelumnya, bocah keparat itu sudah tak berdaya setelah terkena jurusku?' batin Nenek Bungkuk Beracun bertanya-tanya.


Dia heran kenapa Zhang Fei bisa bertambah kuat dalam waktu hitungan detik. Padahal sebelum itu, ia sudah yakin bahwa lawannya tidak mampu berbuat banyak lagi.


Siapa sangka, kejadian berikutnya benar-benar terjadi diluar dugaan.


Dalam pada itu, Zhang Fei juga tidak berhenti terlalu lama. Setelah benturan selesai, buru-buru dia melanjutkan kembali serangannya.


Jurus Murka Pedang Dewa digelar lagi. Sambaran pedang itu datang dari setiap titik yang berbeda. Setiap tebasan dan tusukan mampu mendatangkan maut.


Kaki Zhang Fei terus bergerak ke depan. Ia sedang berusaha membuat lawannya berada di posisi terdesak.


Tangan kirinya tidak tinggal diam. Sesekali dia pun mengirim serangan menggunakan telapak tangan atau juga pukulan yang mengarah ke titik tertentu.


Diserang demikian rupa, secara perlahan Nenek Bungkuk Beracun mulai kewalahan juga. Tongkatnya berbenturan dengan Pedang Raja Dewa. Namun setiap terjadinya benturan itu, dia selalu mendapat hasil yang sama.


Tangannya panas dan ngilu. Tingkahnya bergetar sampai ke pangkal. Hal itu terus berulang-ulang.


Nenek Bungkuk Beracun menggertak gigi. Sekarang dia baru sadar setinggi apa kemampuan Ketua Dunia Persilatan.


Selain menghindar, rasanya Nenek Bungkuk Beracun tidak mempunyai jalan keluar lagi. Tapi, kalau terus-menerus menghindar, hal itu sama dengan membawakan dirinya sendiri.


Apalagi, serangan yang datang bukan hanya satu macam.


"Haa!"


Tiba-tiba dia membengan nyaring. Tubuhnya langsung melompat ke atas. Di tengah udara, dia langsung mengeluarkan dua jurus sekaligus. Pertama-tama tongkatnya menyerbu dengan cepat.


Seolah-olah tongkat itu telah berubah menjadi puluhan.


Jurus yang kedua, tiba-tiba ia mengeluarkan sesuatu dari balik saku bajunya.


Wushh!!!


Udara segera dipenuhi oleh sesuatu warna merah. Sekilas, warna merah tersebut sangat mirip dengan pasir yang ditebarkan di udara.

__ADS_1


Namun yang sebenarnya, itu bukanlah pasir!


Itu adalah serbuk racun! Siapa pun yang terkena serbuk itu, pasti dia akan merasakan tubuhnya panas seperti dibakar. Setelah itu, bagian tubuh yang terkena serbuk pasti akan langsung melepuh dan mengeluarkan bau busuk.


Selama ini, sangat sedikit orang yang bisa selamat setelah berhadapan dengan jurus Serbuk Neraka tersebut.


Alasannya adalah karena serbuk itu disebarkan dengan kecepatan kilat. Luncuran juga tidak sama seperti pasir biasa. Melainkan mirip dengan senjata rahasia yang melesat bagaikan kilat.


Dalam jarak yang sangat dekat, tentu saja tidak ada waktu lagi bagi lawannya untuk menyelamatkan diri.


Dan hal itu saat ini sedang terjadi. Serbuk tersebut dengan tepat mengincar seluruh tubuh Zhang Fei.


Kalau orang lain yang ada di posisinya, dia pasti akan terkejut setengah mati. Karena hal itu sama dengan tidak harapan lagi untuk bisa hidup lebih lanjut.


Sayangnya, Zhang Fei tidak terkejut. Meskipun bahaya sudah berada di depan mata, dia masih terlihat tenang dan santai.


Alasan kenapa dia bisa bersikap seperti itu adalah karena dirinya sudah siap dengan sesuatu yang terjadi tanpa pernah diduga sebelumnya.


Ia tahu, lawan tuanya saat ini adalah ahli racun. Terkait racun jenis apa dan cara bagaimana dia menggunakannya, Zhang Fei tidak tahu sama sekali.


Dia hanya tahu dengan cara bagaimana menghadapi seseorang yang merupakan ahli racun!


"Telapak Buddha Tanpa Ampun!"


Zhang Fei berteriak. Tangan kirinya langsung didorong ke depan. Segulung angin tiba-tiba keluar bagaikan ombak besar.


Serbuk yang tadi dilemparkan oleh Nenek Bungkuk Beracun langsung tersebar ke segala arah. Bahkan sebagian serbuk itu kembali ke pemiliknya sendiri.


Ketua Dunia Persilatan mengambil langkah barusan dengan gerakan yang sangat kilat. Para Datuk Dunia Persilatan yang ada di sana pun tidak mampu melihatnya dengan jelas.


Begitu juga dengan Nenek Bungkuk Beracun sendiri!


Setelah menyadarinya, dia langsung terkejut. Untuk mengambil tindakan, ia sudah terlambat.


Brushh!!!


Serbuk-serbuk tersebut dengan telak mengenai tubuhnya. Ia mengeluarkan pekikan nyaring yang sampai menggetarkan langit dan bumi.


Wushh!!!

__ADS_1


Sekelebat bayangan berkelebat dengan cepat. Suara berat segera terdengar. Beberapa saat kemudian, satu buah kepala manusia tahu-tahu sudah menggelinding ke atas tanah.


Kepala manusia itu tepat berhenti di bawah kaki Fu Wei!


__ADS_2