
Suasana di sana masih hening. Zhang Fei belum lagi bicara. Saat ini, dia sedang menikmati guci araknya yang terakhir. Walaupun wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, tetapi pikirannya masih sadar.
Seorang setan arak tidak akan pernah mabuk hanya karena sudah minum beberapa guci air kata-kata.
Zhang Fei adalah setan arak. Maka dari itu, tidak perlu heran kalau dia sangat sulit untuk benar-benar mabuk.
"Arak ini cukup lezat," katanya sambil mengangkat guci yang sudah kosong. "Sayangnya rasa panas yang dihasilkan dari setiap tetesnya, terasa begitu membakar tubuh,"
"Benar, Ketua. Tapi menurutku, hal itu sangat wajar. Apalagi, ciri khas arak Kota Shangguan memang seperti ini," ucap Tio Goan menimpali pernyataan Zhang Fei.
"Oh, jadi ini adalah arak khas Kota Shangguan?"
"Benar sekali, Ketua,"
Zhang Fei manggut-manggut beberapa kali. Dia segera mengganti topik pembicaraanya.
"Tiga hari kemudian, kalau luka yang kalian derita sudah sembuh, aku akan segera pergi ke Gedung Ketua Dunia Persilatan,"
Waktu yang tersisa saat ini tidaklah banyak. Maka dari itu, Zhang Fei tidak ingin membuangnya dengan percuma.
"Tapi aku rasa, aku akan pergi seorang diri," ucapnya melanjutkan.
"Lalu, bagaiamana dengan kami?" tanya Zhu Yun sambil mengerutkan kening.
"Kalian tidak boleh ikut. Seperti yang dikatakan sebelumnya, aku mempunyai tugas yang baru lahi untuk kalian,"
"Tugas apa itu, Ketua?" tanya Tio Goan dengan cepat.
Zhang Fei mengambil nafas dalam-dalam. Setelah itu, dia mulai bicara kembali. "Sebelum kepergianku dari Gedung Ketua Dunia Persilatan tempo hari, si Cakar Maut Yao Shi sempat datang ke sana. Dia memintaku untuk mencari puterinya yang bernama Yao Mei. Orang tua itu memberikan waktu selama tiga bulan. Kalau dalam waktu itu aku tidak berhasil menemukan jejaknya, bisa dipastikan sesuatu akan terjadi menimpaku,"
Dia berkata dengan ekspresi wajah serius. Melihat itu, mau tak mau semua anggota yang ada di dalam ruangan mendengarkannya secara seksama.
"Tapi, Ketua ... mengapa Datuk Dunia Persilatan aliran sesat itu memintamu untuk mencari puterinya? Mengapa dia tidak mencarinya sendiri?" tanya salah satu anggota.
Zhang Fei segera tersenyum ketika mendengar pertanyaan tersebut. "Pertanyaan yang bagus," katanya.
__ADS_1
Ketua Dunia Persilatan itu kemudian menceritakan perjalanannya dengan Yao Mei sekitar dua tahun yang lalu. Zhang Fei bercerita dengan singkat. Dia hanya menyebutkan bagian-bagian pentingnya saja.
"Hemm ... pantas saja Datuk sesat itu menyuruh Ketua untuk mencarinya,"
"Begitulah. Tapi selama belakangan ini, aku belum berhasil menemukan informasi sedikit pun," Zhang Fei menghembuskan nafas berat.
Dia tidak takut dengan ancaman Yao Shi. Meskipun orang tua itu adalah Datuk Dunia Persilatan aliran sesat nomor satu, namun ia berani untuk berduel dengannya.
Yang ditakutkan oleh Zhang Fei justru adalah ia tidak bisa lagi bertemu dengan gadis cantik itu.
Zhang Fei khawatir kalau Yao Mei benar-benar sudah tiada. Walaupun dulu, ada surat misterius yang mengatakan segalanya terkait Yao Mei, tapi tetap saja dia merasa khawatir.
"Jadi, Ketua ingin menugaskan kami untuk mencarinya?" tanya Zhu Yun kembali.
"Apa boleh buat?" Zhang Fei menjawab sambil mengangkat kedua bahunya. "Terpaksa aku harus membuat kalian repot lagi,"
"Ketua tidak perlu bicara seperti itu. Ini memang sudah menjadi kewajiban kami. Menjalankan tugas darimu, bagi kami itu adalah sebuah kebanggan tersendiri. Bukankah begitu?"
Zhu Yun berbicara sambil menoleh kepada anggota Organisasi Pedang Cahaya yang lain. Ucapannya tersebut segera mendapat anggukan kepala dari mereka.
Zhang Fei bicara serius. Ia mengatakan yang sebenarnya!
Mempunyai anggota seperti ketiga belas ahli pedang itu, baginya hal tersebut merupakan anugerah tersendiri. Seumur hidup, dia bahkan tidak pernah menyangka dirinya bisa menjadi seorang Ketua dari sebuah organisasi.
"Jadi, bagaiamana? Apakah kalian mau melaksanakan tugas ini?" tanya Zhang Fei menegaskan kembali.
"Dengan senang hati, kami mau melaksanakannya, Ketua,"
"Baiklah. Terimakasih," jawab Zhang Fei sambil membungkukkan badan.
###
Empat hari berikutnya, Zhang Fei segera memulai perjalanannya. Dia akan kembali ke Gedung Ketua Dunia Persilatan seperti yang diperintahkan oleh Dewa Arak Tanpa Bayangan dalam surat yang ia buat.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya sekarang, rasanya waktu sepuluh hari pun bisa dia lipat menjadi empat harian saja.
__ADS_1
Asal tidak ada halangan di tengah-tengah perjalanan, Zhang Fei yakin ia akan tiba di sana ketika empat hari berikutnya.
Sementara anggota Organisasi Pedang Cahaya, mereka pun juga sudah pergi dari markas utama. Ketiga belas ahli pedang tersebut sudah mulai menjalankan tugas yang diberikan oleh Zhang Fei untuk mencari informasi terkait keberadaan Yao Mei.
Nantinya, mereka akan berpisah satu sama lain. Hal itu bertujuan supaya proses pencarian bisa mendapatkan hasil dengan peluang yang lebih besar lagi.
Walaupun di antara mereka belum pernah ada yang bertemu langsung dengannya, tapi sebelum berpisah, Zhang Fei sudah menceritakan ciri-ciri Yao Mei cukup detail.
Sehingga, bisa dipastikan kalau mereka akan tahu jika nanti benar-benar menemukannya.
Zhang Fei sangat yakin akan hal tersebut. Apalagi orang-orang yang ditugaskan itu sudah mempunyai banyak pengalaman.
"Tugas kali ini harus berhasil. Sebab aku menaruh harapan besar kepada kalian," gumam Zhang Fei di tengah-tengah perjalanannya.
Wushh!!!
Ia mempercepat langkahnya kembali. Selama tiga harian, Zhang Fei terus melanjutkan perjalanan itu tanpa berhenti. Kecuali hanya untuk melakukan hal-hal tertentu.
Menurut perkiraan, sekarang dia sudah berada jauh dari Kota Shangguan. Entah apa nama kota yang sekarang disinggahi olehnya tersebut. Hanya saja, Zhang Fei melihat bahwa itu cuma kota kecil yang berbatasan langsung dengan kota lebih besar.
Sekarang, dirinya berniat untuk mengunjungi sebuah warung arak. Di sore hari seperti ini, rasanya minum arak adalah hal yang paling tepat.
Kebetulan, di depan sana ada warung arak yang sedang dia cari. Zhang Fei memutuskan untuk langsung menuju ke sana.
Warung arak yang ia kunjungi tidak terlalu besar. Bangunannya juga sederhana. Namun, keadaan di sana cukup lumayan ramai.
Zhang Fei sempat terkejut ketika menyadari keadaan di dalamnya. Ternyata, para pengunjung yang ada hampir semuanya merupakan tokoh-tokoh dari aliran sesat.
Ia duduk di bangku paling belakang. Seorang pelayan segera datang menghampirinya.
"Aku pesan satu guci arak keras dan satu krat daging," kata Zhang Fei mendahului pelayan tersebut.
"Oh, baiklah, Tuan Muda. Silahkan tunggu sebentar," ucap pelayan itu. Ia segera pergi untuk mempersiapkan pesanannya.
Sementara Zhang Fei, sekarang dia sedang menundukkan kepalanya sedikit. Ketua Dunia Persilatan tersebut mulai menyelidiki.
__ADS_1
Jumlah orang yang pada saat itu ada di warung arak adalah tujuh orang. Tiga orang merupakan tokoh-tokoh yang harus diwaspadai, sedangkan empat sisanya hanya pendekar kelas satu atau dua.