Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Pernyataan Dua Orang Kaisar


__ADS_3

Kaisar Jin langsung terdiam setelah mendengar jawaban itu. Ia lalu merenung untuk beberapa saat.


Apa yang diucapkan oleh Kaisar Song memang benar. Orang-orang yang mendampinginya datang ke Kekaisaran Song ini bukanlah orang biasa.


Mereka semua merupakan tokoh-tokoh ternama dalam dunia persilatan. Kemampuan dan pengalaman bertarungnya tidak perlu diragukan lagi.


Semua orang di Kekaisaran Jin sudah mengetahui akan hal tersebut. Termasuk dia sendiri pun sudah tahu.


Jadi, mengapa harus ragu?


"Baiklah, kalau begitu aku juga setuju. Setelah mendengar ucapanmu, aku pun baru menyadari akan hal ini," katanya sambil tersenyum.


Kaisar Zhou segera tertawa. Dia benar-benar puas melihat sahabatnya itu setuju akan rencana yang telah dia susun.


"Lalu, kapan kita akan memulai rencana ini?" tanya Kaisar Jin lebih lanjut.


"Besok. Setelah selesai sarapan pagi, kita akan memulainya,"


"Bagaimana dengan yang lain? Apakah kau sudah memberitahukan hal ini kepada semua anak buahmu?"


"Sejak awal aku sudah memberitahukannya,"


"Jika demikian, maka aku juga akan segera menyampaikan hal ini kepada yang lain. Maka dari itu, aku pamit undur diri sekarang juga,"


Kaisar Jin langsung berdiri. Tidak lama kemudian dia segera pamit untuk kembali ke kamar sekaligus menyampaikan rencana ini kepada semua orang-orangnya.


"Ingat! Rencana kita ini jangan sampai diketahui oleh pihak liar," ucap Kaisar Zhou mengingatkan.


"Ya, aku pasti akan merahasiakannya,"


Setelah keadaan diluar dipastikan aman, Kaisar Jin pun segera kembali ke kamarnya bersama dua orang pengawal.


Sedangkan Kaisar Zhou, di kamarnya ia tampak girang karena rencananya akan segera terwujud.


Dia sudah tidak sabar ingin melihat hasil dari jerih payahnya ini.


"Keparat Zhang Fei, aku pastikan kali ini kau tidak akan selamat!" gumamnya sambil mengepalkan tangan.


Dia sangat yakin, bahwa kalau Zhang Fei sudah benar-benar berhasil dibunuh, maka urusan selanjutnya pasti akan lebih mudah.


Sebab di antara semua musuh-musuhnya, yang paling merepotkan adalah anak muda itu saja.

__ADS_1


Apalagi dia sendiri sudah menyaksikan bagaimana kecerdasan dan kemampuan Zhang Fei yang berada di atas rata-rata.


###


Orang-orang penting sekaligus para tamu yang ada di Kekaisaran Song baru saja menyelesaikan sarapan. Sebagian dari mereka sudah pamit undur diri untuk menjelaskan tugasnya masing-masing.


Sebagiannya lagi ada yang pergi untuk berlatih, ada pula yang masih duduk di sana sambil menikmati makanan penutup.


Di antaranya adalah para Kaisar dari masing-masing Kekaisaran!


"Kaisar Song, apakah kau punya waktu luang?" tanya Kaisar Zhou tiba-tiba.


"Apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan?"


"Ya, ada. Sesuatu ini bahkan sangat penting,"


"Hemm ... kapan kau ingin menyaksikannya?"


"Kalau memang kau punya waktu luang, aku ingin menyampaikan hal ini sekarang juga,"


"Baiklah. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang juga," ajak Kaisar Song.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah tiba di tempat tujuannya. Di sana ada beberapa orang penjaga yang tetap setia menjalankan tugasnya.


"Karena hal ini sangat penting, bisakah kau menyuruh para penjaga ini pergi?" tanya Kaisar Zhou sambil berbisik.


Kaisar Song seketika menoleh. Dia merasa heran dengan permintaan tersebut. Namun karena ia pun penasaran, maka dirinya tidak banyak bicara lagi.


"Baiklah," katanya menyetujui.


Kaisar Song kemudian berjalan menghampiri semua penjaga. Setelah tiba di sana dia langsung menyuruh mereka semua untuk pergi meninggalkan ruangan pribadi.


Setelah para penjaga itu benar-benar pergi, Kaisar Song segera menyuruh tiga Kaisar lain untuk duduk di kursi yang tersedia.


"Kaisar Zhou, apa yang ingin kau sampaikan itu?" tanyanya setelah beberapa saat kemudian.


Kaisar Zhou membetulkan dulu posisi duduknya. Setelah menemukan posisi yang nyaman, dia segera menjawab.


"Begini," ia mulai bicara sambil memasang wajah serius. "Sekarang aku telah menyadari satu hal penting. Aku juga mengakui bahwa apa yang aku lakukan selama ini, itu merupakan satu kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan,"


Kaisar Song masih diam dan mendengarkan. Tetapi dalam pada itu, ia sudah tahu dan hatinya merasa bertanya-tanya.

__ADS_1


Benarkah apa yang dikatakannya? Apakah Kaisar Zhou tidak sedang berdusta? Atau memang dia sedang menyusun rencana baru?


"Maka dari itu, untuk menebus semua yang telah aku lakukan, aku akan menyatakan menyerah kepadamu. Aku mengaku kalah dari Kekaisaran Song,"


Kaisar Zhou mengakhiri ucapannya. Dia langsung menundukkan kepala seolah benar-benar merasa menyesal.


Suasana di ruangan itu langsung hening. Tidak ada satu pun yang berani bicara.


Sementara Kaisar Song, ia langsung menatap wajah Kaisar Zhou lekat-lekat. Seolah-olah dirinya ingin memastikan apakah ucapan itu sungguh-sungguh atau tidak.


'Mengapa nada bicaranya menjadi berubah? Tidak biasanya dia berkata lemah lembut seperti ini. Hemm ... mungkinkah orang ini berkata jujur?' batinnya bertanya-tanya.


Dia masih penasaran. Tapi pada saat itu, Kaisar Song tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.


Belum lagi dirinya bicara, Kaisar Jin malah sudah mendahuluinya. Ia berkata, "Benar apa yang dikatakan oleh Kaisar Jin, kini aku juga sudah menyadari akan hal tersebut. Dan untuk menebus kesalahan besar ini, aku pun ingin menyampaikan hal yang serupa,"


Ucapan dua orang Kaisar itu benar-benar berbeda dari biasanya. Kalau di hari-hari biasa mereka sering berkata dengan nada tinggi, sekarang malah sebaliknya.


Mereka berkata dengan nada lemah. Seolah-olah keduanya merasa sangat menyesal.


"Jujur saja, sebenarnya aku kurang percaya dengan ucapan kalian. Apalagi, sedikit banyaknya aku sudah tahu bagaimana sifat dan karakter kalian berdua," kata Kaisar Song setelah beberapa saat terdiam.


"Ya, kami tahu, kami paham akan hal tersebut," jawab Kaisar Zhou dengan cepat.


Ia sudah menduga bahwa Kaisar Song akan berkata seperti itu. Karenanya, ia tidak kaget setelah mendengar ucapan tersebut.


"Aku dan Kaisar Jin sangat mewajarkan hal itu. Apalagi, salah satu hal yang paling sulit di dunia ini, adalah mengembalikan kepercayaan orang lain," katanya melanjutkan. "Jadi, tidak masalah kalau kau tidak percaya kepada ucapan kami. Yang terpenting, kami sudah berusaha menyampaikan semuanya,"


"Benar apa yang dikatakannya, Kaisar Song," sambung Kaisar Jin dengan cepat. "Semuanya kembali lagi kepadamu. Percaya atau tidak, itu hakmu,"


Kaisar Song tampak mengangguk beberapa kali. Dia belum bicara lagi. Sejak tadi, ia selalu memperhatikan ekspresi wajah kedua orang tersebut.


Setelah beberapa saat kemudianz ia baru berkata lagi. "Baiklah, aku akan berusaha untuk mempercayai ucapan kalian. Tapi, dengan cara apa kalian makan membuatku lebih percaya?"


"Kami akan sesegera mungkin mengurus pernyataan menyerah dan perdamaian ini. Setelah tiba di Kekaisaran masing-masing, maka kami akan langsung membicarakannya dengan yang lain," jawab Kaisar Zhou.


"Hemm ... kalau begitu, Pertarungan Empat Kekaisaran ini tidak perlu dilanjutkan lagi?"


"Kami sudah menyatakan menyerah, lalu untuk apa pertarungan itu dilanjutkan?"


"Baiklah. Besok aku akan memberikan pengumuman bahwa Pertarungan Empat Kekaisaran ini tidak akan dilanjutkan,"

__ADS_1


__ADS_2