Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Pertama Kali Menghadapi Ilmu Sihir


__ADS_3

Debu dan kerikil yang terdapat di halaman depan markas Kelompok Bunga Merah langsung bertebaran di tengah udara. Semakin lama keduanya melangsungkan pertarungan, maka semakin hebat akibat yang ditimbulkan.


Puluhan anggota Kelompok Bunga Merah yang tadi terkapar di tanah, satu-persatu mulai bangkit dan berpindah posisi. Meskipun harus susah payah, tapi mereka tetap melakukannya.


Orang-orang itu tidak mau menjadi korban salah sasaran. Karena mereka memilih memaksakan diri, daripada harus mati konyol.


Sementara di tengah arena, tanpa terasa keduanya sudah bertarung sebanyak lima belas jurus. Posisi mereka sampai sejauh ini selalu seimbang.


Kadang kala Zhang Fei berada di posisi menyerang. Tapi tidak lama kemudian, ia pun bisa berada di posisi bertahan.


Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Orang Tua Aneh Tionggoan sebelumnya. Si Mata Serigala itu bukan lawan yang mudah untuk dihadapi.


Walaupun dirinya telah mengeluarkan lima bagian tenaga dalam, tapi nyatanya hal itu masih belum cukup. Bahkan dia masih sedikit kalah apabila beradu tenaga.


Menyadari akan hal tersebut, maka dengan cepat ia mengeluarkan lagi tenaganya.


Wutt!!!


Jurus pukulan yang ia gunakan telah berubah. Sekarang Zhang Fei sudah mengeluarkan Jurus Meraih Rembulan di Langit Barat.


Dua buah kepalan tangannya melakukan gerakan-gerakan rumit yang dapat mengecoh lawan. Setiap gerakan yang ia pergakan mengandung tenaga besar.


Wutt!!! Wushh!!!


Tangan kanannya memukul ke arah ulu hati. Sedangkan tangan kirinya berniat untuk meraih pangkal lengan lawan.


Si Mata Serigala terkejut. Tapi dengan cepat dia mampu kembali berkonsentrasi. Ia menarik mundur tubuhnya, lalu satu tangannya segera melakukan tangkisan.


Plakk!!!


Keduanya terdorong mundur ke belakang.


"Apakah kemampuanmu hanya sampai di sini? Hemm, sungguh mengecewakan," kata Zhang Fei pada saat pertarungan berhenti.


"Ini baru permulaan bocah. Kalau kau ingin mengetahuinya sampai di mana kemampuanku, baiklah. Aku akan memperlihatkannya sekarang juga,"


Dia langsung menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuh dan mengeluarkan jurus pamungkasnya. Beberapa saat kemudian, tampak sorot matanya berubah.


Bola mata yang tadi hitam, kini menjadi memerah. Tatapannya juga beberapa kali lipat lebih tajam daripada sebelumnya.


Wushh!!!


"Lihat siapa aku, bocah keparat?" bentak si Mata Serigala dengan suara yang menyeramkan.

__ADS_1


Suaranya seperti mengandung satu kekuatan yang tidak bisa dibendung oleh apapun juga. Sehingga siapapun yang menjadi targetnya, mungkin sangat sulit untuk menolak wibawa dari suara itu.


Tidak terkecuali dengan Zhang Fei sendiri!


Walaupun dia sudah berusaha menahan diri, tapi dirinya tetap tidak bisa. Perlahan-lahan Zhang Fei mulai mengangkat wajah dan memandang ke arah si Mata Serigala.


Begitu dua pasang mata bertemu, anak muda itu langsung terkejut setengah mati.


Seluruh tubuhnya seketika tergetar. Peluh dan keringat dingin segera membasahi seluruh tubuh.


Ia melihat pemimpin Kelompok Bunga Merah itu telah berubah menjadi seekor serigala yang sangat besar dan menyeramkan. Dua taringnya panjang dan sangat tajam.


Seolah-olah serigala itu adalah siluman dari neraka yang siap menerkam dan menelannya.


"Gawat, dia telah terkena pengaruh sihir si Mata Serigala," gumam Orang Tua Aneh Tionggoan yang sejak tadi menyaksikan pertarungan.


Waktu seolah berjalan sangat lambat. Zhang Fei semakin ketakutan. Dia tidak sanggup lagi melakukan apa-apa.


Si Mata Serigala tersenyum dingin. Dia tahu, sekarang bocah itu sudah terkena ilmu sihirnya. Tinggal menurunkan serangan terakhir, maka habis sudah riwayatnya.


"Bocah, bersiaplah. Aku akan memakanmu hidup-hidup," katanya menambah pengaruh dalam ilmu sihirnya.


Mendengar ucapan itu, Zhang Fei semakin ngeri. Ia merasa semua yang dialaminya sekarang adalah nyata.


"Kembalikan konsentrasimu. Semua itu hanya pengaruh ilmu sihir,"


Suara itu sangat tidak asing. Sebab pada dasarnya, yang bicara adalah Orang Tua Aneh Tionggoan sendiri.


Seketika, kesadaran dan konsentrasi Zhang Fei langsung kembali. Begitu ia tersadar, dirinya melihat si Mata Serigala sudah memegang pisau belati yang siap ditusukkan ke arahnya.


Wutt!!!


Pisau belati itu sudah melesat. Kalau ia masih terkena pengaruh ilmu sihir, tidak bisa dipungkiri lagi, Zhang Fei pasti akan tewas bersimbah darah.


Untunglah langit masih mengizinkan dia hidup lebih lama.


Bukk!!!


Tepat sebelum pisau belati mengenai ulu hatinya, secara tiba-tiba Zhang Fei langsung memberikan pukulan dengan landasan jurus Meraih Rembulan di Langit Barat.


Pukulan itu sangat keras. Apalagi sebelumnya dia sudah mengeluarkan lima bagian tenaga dalam.


Si Mata Serigala langsung terlempar. Ia melayang di tengah udara dan menubruk tembok pembatas markasnya sendiri.

__ADS_1


Tidak puas hanya sampai di situ, Zhang Fei segera mengejar luncuran tubuh tersebut. Begitu tiba di sisinya, dia langsung meraih kerah baju dan mengangkat si Mata Serigala.


Pemimpin Kelompok Bunga Merah tersebut, saat itu sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Semua tenaganya telah habis digunakan untuk mengeluarkan ilmu sihirnya.


Jadi pada saat tubuhnya diangkat oleh Zhang Fei, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


"Ba-bagaimana bisa kau lepas dari pengaruh sihirku?" tanyanya sedikit gugup.


"Tentu saja bisa. Kenapa tidak bisa? Pada dasarnya ilmu sihirmu itu tidaklah hebat," ejeknya sambil tersenyum dingin.


"Ti-tidak mungkin,"


"Sudahlah. Sekarang terima saja kematianmu,"


Wutt!!! Bukk!!!


Pendekar muda itu kembali melancarkan pukulan yang mengarah tepat ke tengah-tengah dada. Kali ini lebih keras lagi.


Si Mata Serigala memelototkan mata. Mulutnya langsung mengeluarkan darah segar kehitaman. Ia tewas saat itu juga!


Mengetahui lawan sudah meregang nyawa, Zhang Fei langsung melemparkan tubuhnya begitu saja.


"Pemimpin kalian sudah tewas. Aku sarankan agar kalian supaya cepat bertobat dan pergi dari tempat ini. Kalau masih ada yang membandel, maka jangan salahkan aku apabila kalian pun akan bernasib sama dengannya," kata anak muda itu dengan lantang dan penuh wibawa.


Puluhan anggota yang mendengarnya langsung ketakutan. Malah sebagian dari mereka ada yang segera melarikan diri.


Zhang Fei tidak menahannya. Dia pun tidak ambil perduli.


Ia malah berjalan menghampiri Orang Tua Aneh Tionggoan.


"Terimakasih karena sudah membantuku, Tuan," ucapnya setelah ia tiba di depan orang tua itu.


"Hahaha ... tidak masalah, anak Fei. Bagaimana, ucapanku benar, bukan? Dia lebih hebat dari dugaanmu sebelumnya?"


Zhang Fei tersenyum kecut. Perkataan orang tua itu memang tidak salah.


"Ini adalah pengalaman pertamaku menghadapi ilmu sihir. Aku sungguh tidak menyangka, ternyata ilmu sihir itu benar-benar menakutkan," katanya dengan jujur.


"Itu belum seberapa, anak Fei. Malah diluar sana masih ada banyak para tokoh aliran sesat yang pandai menggunakan ilmu sihir. Mereka jauh lebih hebat daripada si Mata Serigala,"


"Tuan, apakah setiap tokoh aliran hitam bisa menggunakan ilmu sihir?"


"Tidak semua. Tapi yang bisa menggunakan ilmu sihir juga tidak sedikit. Malah guru dari si Mata Serigala sendiri merupakan ahli di bidang sihir,"

__ADS_1


"Benarkah? Jadi, Tuan tahu siapa guru si Mata Serigala?"


__ADS_2