Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Berpesta Bersama Anggota Baru


__ADS_3

Zhang Fei menganggukkan kepala beberapa kali sambil tersenyum. Sekarang, setelah mendengar penjelasan dari Tio Goan, Zhang Fei mulai mengerti dan memahami apa yang terjadi.


Dalam hatinya, entah sudah berapa kali dia berterimakasih kepada Empat Datuk Dunia Persilatan dan bersyukur kepada langit karena telah mempertemukan dirinya dengan orang-orang seperti mereka.


"Sekarang, lebih baik kita berpesta dulu. Aku ingin merayakan pertemuan dan terbentuknya Organisasi Pedang Cahaya ini. Bagaimana?" tanya Zhang Fei meminta pendapat mereka.


"Kami ikut apa kata Ketua saja," sahut Zhu Yun mewakili yang lain.


"Bagus. Kalau begitu, pesankan aku banyak makanan lezat dan arak yang keras. Kita akan berpesta di ruangan ini," katanya memberikan perintah.


"Baik, Ketua," Zhi Yun mengangguk dengan cepat. Setelah itu dia langsung keluar dari ruangan dan segera menjalankan perintah yang diberikan oleh Zhang Fei.


Selama menunggu kedatangannya, Zhang Fei sempat berbincang-bincang dengan para anggota Organisasi Pedang Cahaya. Mulai dari obrolan ringan, sampai kepada obrolan yang berat.


"Paman Goan, sebenarnya apakah aku diundang hanya untuk hal ini saja?" tanya Zhang Fei kepada orang tua itu.


Tio Goan memandang ke arahnya dengan tatapan segan. Beberapa saat kemudian, dia baru menjawab. "Sebenarnya masih ada hal lain yang ingin kami sampaikan, Ketua. Tetapi, kami tidak berani untuk menyampaikannya," ia lalu menundukkan kepala setelah berbicara seperti itu.


Zhang Fei mengerutkan keningnya. Dia memandang orang tua itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa yang ingin kau sampaikan, Paman Goan? Katakan saja sekarang," ujarnya meminta supaya orang tua itu menyampaikan maksudnya.


"Tapi ..."


"Ucapan Ketua adalah perintah! Dan aku memerintahkanmu supaya mengatakannya," Zhang Fei berkata dengan nada tegas. Wibawa seorang pemimpin langsung terpancar keluar dari setiap inci tubuhnya.


Setelah seperti itu, Tio Goan tidak bisa apa-apa lagi. Ia mengambil nafas dulu sebelum berkata.


"Sebenarnya ... tujuan kami yang lain adalah ingin meminta petunjuk Ketua Fei dalam ilmu pedang," ujarnya sambil menundukkan kepala.


Bersamaan dengan itu, anggota yang lain juga segera melakukan hal yang sama.


"Eh? Bukankah kalian sendiri adalah seorang ahli pedang? Lalu kenapa masih meminta petunjuk kepadaku?"


"Hal itu memang benar, Ketua. Tetapi di hadapan orang sepertimu, kemampuan kami tidaklah ada apa-apanya. Kami masih jauh kalau dibandingkan dengan ilmu pedangmu,"


Tio Goan bica dengan nada serius. Dia memang tidak sedang bercanda!

__ADS_1


Meskipun setiap anggota Organisasi Pedang Cahaya merupakan seorang ahli pedang, tetapi mereka merasa kemampuannya masih jauh di bawah Zhang Fei yang sudah dikenal dengan julukan Dewa Pedang Dari Selatan tersebut.


"Hemm ... kemampuanku saja masih rendah. Bagaimana mungkin aku bisa memberikan petunjuk kepada kalian?"


"Ketua terlalu merendah. Di dunia ini, siapa yang tidak tahu akan kemampuanmu dalam memainkan pedang?"


Semenjak menjabat sebagai Ketua Dunia Persilatan, memang orang-orang yang mengetahui dan mengenalnya menjadi jauh lebih banyak daripada sebelumnya.


Terutama sekali terkait ilmu pedangnya. Maka dari itu, tidak heran kalau musuh-musuhnya menjadi gentar dan tidak berani bertindak gegabah.


Dalam dunia persilatan sekarang, mungkin hanya tokoh-tokoh tertentu saja yang mampu mengimbangi kemampuannya dalam memainkan pedang.


Banyak orang yang berkata bahwa Ketua Dunia Persilatan yang sekarang itu sudah memenuhi kriteria. Baik itu dari segi kecerdasan, kewibawaan, ataupun juga kemampuan.


Para tokoh angkatan tua berpendapat bahwa Zhang Fei hanya perlu meningkatkan sedikit lagi kemampuan dan pengalamannya.


Kalau kedua hal itu sudah selesai dia lakukan, niscaya Zhang Fei akan mencapai puncak kejayaannya.


"Hemm ... baiklah jika kalian memaksa. Bsok pagi hari, kita akan mengadakan latih tanding. Paman Goan, kau urus soal di mana tempatnya," kata Zhang Fei setelah beberapa saat kemudian.


"Baik, Ketua. Aku terima perintah,"


Sementara itu, beberapa waktu kemudian, terlihat Zhu Yun sudah datang kembali. Di belakangnya ada beberapa orang yang berjalan secara rapi.


Masing-masing orang tersebut membawa nampan berisi arak atau makanan yang telah dipesan. Mereka lalu menaruh semuanya di tempat yang sudah disediakan.


"Sudah selesai?" tanya Zhang Fei kepada orang-orang itu.


"Sudah, Tuan Muda," jawab salah satu dari mereka.


"Berapa total semuanya?"


"Tenang saja, Ketua. Semuanya sudah aku bayar," jawab Zhu Yun sambil tersenyum bangga.


Zhang Fei menoleh dan memandangnya dengan tatapan agak sanksi. Ia lalu menatap lagi orang tadi dan menanyakannya secara langsung.


"Benarkah apa yang dia katakan itu?"

__ADS_1


"Benar, Tuan Muda. Semuanya sudah dibayar oleh Tuan ini," sahut orang tersebut.


"Baiklah, terimakasih. Sekarang kalian boleh pergi,"


Orang-orang itu mengangguk. Setelah memberikan hormat, mereka langsung berlalu dari sana.


Sementara Zhang Fei dan yang lain, tanpa banyak basa-basi lagi, mereka langsung menyantap semua menu makanan yang sudah tersedia. Pesta itu meskipun sederhana, tapi cukup meriah dan sangat menggembirakan.


Gelak tawa bisa terdengar setiap saat. Walaupun baru bertemu, tetapi mereka bisa kenal lebih dekat dengan cepat.


Zhang Fei sangat senang. Ternyata para anggota Organisasi Pedang Cahaya itu merupakan orang-orang yang bisa diandalkan dan mempunyai banyak pengalaman.


Dia bisa mengetahui hal tersebut dari cerita mereka masing-masing ketika sedang menikmati arak keras tadi.


Pesta tersebut selesai saat hari mulai masuk sore. Zhang Fei segera pergi dari sana dan berniat untuk kembali ke penginapannya. Sedangkan orang-orang itu sendiri, mereka tetap menunggunya di tempat tersebut.


###


Pagi hari sudah tiba kembali. Zhang Fei dan semua anggota Organisasi Pedang Cahaya suddu berada di sebuah halaman yang cukup luas. Saat ini mereka sedang berdiri secara berhadapan.


Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, pagi ini Zhang Fei akan mengadakan latih tanding dan menilai sedikit demi sedikit ilmu pedang dari para anggotanya.


"Apakah kalian semua sudah siap?" tanyanya kepada mereka.


"Kami siap, Ketua,"


"Bagus. Kalau begitu, silahkan kalian maju lebih dulu," ucapnya sambil menunjuk ke arah tujuh orang yang dimaksud.


Tujuh orang anggota Organisasi Pedang Cahaya kemudian maju beberapa langkah ke depan. Sedangkan enam orang sisanya segera mundur dan menonton pertarungan nanti di pinggir arena.


"Tugas kalian adalah harus bisa bertahan dan menyerang sebentar seratus jurus. Aku rasa, selama itu kalian bisa memperlihatkan sampai di mana kemampuan masing-masing," katanya dengan tegas.


"Baik, Ketua. Kami mengerti,"


"Bagus. Kalau begitu, mari kita mulai,"


Tujuh orang tersebut mengangguk setuju. Secara serempak mereka langsung mencabut pedang masing-masing yang tersoren di punggungnya.

__ADS_1


Zhang Fei tidak mau kalah, dia pun langsung mencabut Pedang Raja Dewa. Bersamaan dengan itu, secara diam-diam dirinya juga mengeluarkan segenap tenaga dan kekuatan.


Ketua Dunia Persilatan menyalurkan hawa murni ke seluruh tubuh. Tujuannya adalah supaya melindungi diri dari serangan yang bisa saja membahayakannya.


__ADS_2