Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Seorang Gadis Cantik di Tengah Medan Pertempuran


__ADS_3

Awalnya Zhang Fei masih berada di atas angin. Tapi sepuluh jurus kemudian, keadaannya mulai kembali ke awal. Dia didesak oleh Dewa Tiga Senjata tanpa mengenal kata maaf!


Ketua Partai Tujuh Warna tersebut rupanya sudah mengerahkan semua tenaganya. Dengan modal itu, tentu saja ia bisa melawan atau bahkan membalikkan keadaan di medan pertarungan.


Zhang Fei menggertak gigi. Makin lama bertarung, dia semakin menyadari bahwa orang itu benar-benar sakti. Setiap kali pedang pusakanya berbenturan, ia selalu merasakan tangannya ngilu dan panas.


Hal itu menandakan bahwa kemampuannya masih berada cukup jauh dari lawannya.


Alasan kenapa pemuda itu bisa mendesak Dewa Tiga Senjata sebelumnya, tak lain hanya karena jurus yang ia gunakan adalah jurus istimewa.


Jurus yang jarang menemukan tandingannya di dunia ini!


Apalagi jurus tersebut merupakan warisan langsung dari Dewa Pedang!


Hatinya merasa tergetar. Sembari mempertahankan diri, Zhang Fei pun berusaha mencari jalan keluar dari posisi yang tidak menguntungkan tersebut.


Perlu diketahui, pertarungannya sekarang adalah pertarungan paling sengit dan berbahaya yang pernah ia jalani.


Sebelumnya, semua pertarungan yang ia lewati hanyalah pertarungan biasa. Musuhnya pun bukan tokoh-tokoh pilih tanding.


Berbeda dengan sekarang, musuhnya adalah Dewa Tiga Senjata!


Kemampuan orang itu diatas rata-rata para tokoh sesat perorangan.


Sementara di satu sisi, melihat Zhang Fei mulai kewalahan, Pengemis Tongkat Sakti yang kini telah mendapatkan tenaganya kembali, segera melompat dan ikut melibatkan diri di dalamnya.


Wushh!!!


Tanpa membuang waktu, ia langsung menyerang Dewa Tiga Senjata dengan jurus sebelumnya.


Mendapat bantuan itu, posisi Zhang Fei segera tertolong. Ia punya sedikit waktu untuk mengambil tindakan cepat.


Kini, Dewa Tiga Senjata telah diserang oleh dua orang musuh berilmu tinggi sekaligus. Sehebat dan setinggi apapun ilmunya, kalau digempur oleh orang-orang seperti mereka, tentu saja ia merasa kewalahan juga.


Lebih dari itu, tenaganya juga berkurang cukup banyak. Sebab pertarungan sebelumnya saja sangat menguras tenaga.


"Pengecut! Beraninya main keroyokan," ujarnya dengan suara nyaring.


"Hehehe ... bilang saja kau takut mati, setan tua," ejek Zhang Fei.


"Siapa bilang? Bocah ingusan yang kurang ajar. Baiklah, mari kita selesaikan pertarungan ini sekarang juga,"


Wushh!!!

__ADS_1


Tiga tokoh dunia persilatan itu langsung saling serang dengan jurus hebatnya masing-masing.


Di sisi lain, saat ini Orang Tua Aneh Tionggoan masih terlihat sedang bertarung. Lawannya sekarang tidak banyak, hanya satu orang.


Tapi kalau dibandingkan, yang satu orang itu justru setara dengan sepuluh orang sekaligus.


Sebab dia adalah Setan Kilat! Wakil Ketua Partai Tujuh Warna!


Sebagai orang yang menduduki jabatan tinggi, tentu kemampuannya tidak berada jauh di bawah Dewa Tiga Senjata sendiri.


Tetapi walaupun begitu, bukan berarti ia tidak sanggup untuk mengalahkannya.


Meskipun lawan tampak menggunakan senjata berupa trisula kembar dan dia sendiri bertangan kosong, sedikit pun ia tidak takut.


"Tua bangka, lebih baik kau menyerah dan pergi saja dari sini. Aku tidak tega membunuh orang tua sepertimu," kata Setan Kilat ketika pertarungan di antara mereka berhenti.


"Hehehe ... anak baik. Aku berterimakasih atas ucapanmu ini. Sayangnya, aku tidak mau menurutinya,"


"Jadi kau tetap ingin bertarung melawanku?"


"Ya, tentu saja. Orang Tua Aneh Tionggoan lebih memilih mati, daripada harus melarikan diri," katanya dengan tegas.


Bersamaan dengan ucapan itu, raut wajah Setan Kilat langsung berubah hebat.


"Kalau iya, kenapa?"


"Tu-tuan ..."


"Tidak perlu banyak bicara lagi," ucapnya memotong pembicaraan. "Lihat serangan!"


Orang Tua Aneh Tionggoan menyerang lebih dulu. Kedua tangannya langsung bergerak bagaikan dua buah pedang yang siap menebas tubuh musuhnya.


Setan Kilat yang pada saat itu masih terbengong cukup terkejut ketika merasakan ada angin tajam yang memburu ke arahnya.


Untunglah ia segara sadar dari lamunan, sehingga dirinya bisa menghindar dengan cepat.


"Tuan, aku tidak ingin mencari masalah denganmu," katanya berusaha menghindari pertarungan.


"Tapi aku justru ingin mencari masalah dengan kalian para iblis," maki orang tua itu.


"Hemm, bangsat tua, tadinya aku berusaha menghindari pertarungan karena menghormatimu sebagai tokoh terpandang dalam dunia persilatan. Tapi setelah mendengar makian barusan, rasanya aku tidak perlu lagi menghormatimu,"


Kemarahan Setan Kilat langsung mencuat. Apalagi setelah ia disebut iblis.

__ADS_1


"Tahan trisula kembar ini!"


Ia berteriak. Kemudian langsung mengeluarkan jurus trisula kembar yang ganas dan mematikan itu.


Wutt!!! Wutt!!!


Bayangan trisula segera mengurung seluruh tubuh Orang Tua Aneh Tionggoan. Gerakan Setan Kilat ternyata benar-benar cepat sekali. Sepertinya ilmu meringankan tubuh yang ia miliki sudah mencapai taraf sempurna.


Sayangnya hal itu masih belum cukup apabila menghadapi tokoh tua tersebut. Buktinya saja, dia bisa selamat dari semua serangan si Setan Kilat.


"Hebat. Ilmu meringankan tubuhmu sudah sempurna. Sayangnya, aku masih bisa lebih cepat darimu," kata Orang Tua Aneh Tionggoan kembali memberikan ejekan .


"Banyak bicara!"


Wutt!!!


Ia menyerang lagi. Kali ini jurus yang lebih berbahaya langsung digelar.


Dengan cepat pula Orang Tua Aneh Tionggoan menyambutnya dengan jurus yang tidak kalah hebat. Pertarungan keduanya benar-benar seru dan mendebarkan.


Setan Kilat terus berusaha melumpuhkan lawannya. Tapi semua serangan itu percuma. Ia tetap tidak bisa membunuh Orang Tua Aneh Tionggoan.


Pertempuran di halaman Partai Pengemis masih terus terjadi sampai kentongan ketiga terdengar. Para korban yang berjatuhan semakin bertambah. Kini hanya tinggal beberapa pertarungan saja yang masih tersisa. Sepertinya, semua pertarungan itu adalah inti dari peristiwa berdarah malam ini.


Di sebelah sana, terlihat ada seorang gadis cantik yang juga terlibat dalam pertarungan. Gadis cantik itu usianya paling banyak baru sembilan belas tahun.


Wajahnya benar-benar cantik dibalut dengan kulit putih bersih. Bola matanya yang hitam bening itu seperti bintang kejora.


Siapa yang beradu pandang dengannya pasti akan merasa jantung berdebar lebih kencang.


Gadis tersebut mengenakan pakaian biru muda. Ia tampil sangat sederhana. Wajahnya yang mulus itu dilapisi oleh bedak tipis. Bibirnya yang merah segar terlihat mengenakan gincu.


Walaupun penampilannya sederhana, tapi justru karena kesederhanaan itulah dia terlihat lebih anggun dan mempesona.


Sekilas dia terlihat seperti gadis lemah pada umumnya. Padahal yang sebenarnya tidak demikian.


Ia justru seorang gadis yang luar biasa!


Dibalik kecantikan dan kesederhanaan itu, ternyata ia mempunyai kemampuan silat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.


Gadis itu bertarung melawan tiga orang anggota Partai Tujuh Warna sekaligus. Bukan cuma mereka saja, malah masih ada satu orang lagi yang menjadi lawannya. Dia tak lain adalah salah satu petinggi dari partai sesat tersebut.


Empat orang tersebut saat ini sedang menyerangnya secara serempak. Empat batang golok telah memburu ke depannya. Senjata tajam itu menimbulkan ancaman maut yang bisa datang kapan saja.

__ADS_1


Tapi walaupun dikeroyok, nyatanya si gadis tidak terlihat jeri. Ia justru bertarung dengan semangat yang membara.


__ADS_2