
Suasana di Kotaraja terlihat sangat ramai. Para wisatawan, para pedagang kaki lima dan para pendekar terlihat jauh lebih banyak daripada biasanya.
Tidak hanya itu saja, bahkan para prajurit Kekaisaran yang berjaga di setiap titik pun tampak begitu banyak. Hampir setiap tempat yang menjadi pusat berkumpulnya orang-orang, pasti dijaga ketat oleh para prajurit tersebut.
Mengapa Kotaraja menjadi lain daripada biasanya? Apa yang sedang terjadi di sana? Apakah ada suatu hal penting yang akan berlangsung, atau karena apa?
Perlu diketahui, hari ini adalah tepat tiga puluh hari setelah Kaisar Song Kwi Bun mengundang Zhang Fei dan Dewa Arak Tanpa Bayangan ke Istana Kekaisaran.
Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, saat itu Kaisar mempunyai rencana bahwa dirinya akan mengundang tiga Kaisar lain yang terdapat di daratan tengah (Tionggoan) untuk membahas beberapa hal penting yang menyangkut wilayah kekuasaan.
Setelah kepulangan Zhang Fei dan Dewa Arak Tanpa Bayangan, saat itu pihak Istana Kekaisaran langsung bekerja cepat dan segera mewujudkan niat dari Kaisar Song Kwi Bun.
Ternyata, bukan suatu hal yang mudah untuk bisa mewujudkannya. Bahkan Kaisar sendiri sempat berpikir untuk menyerah dan membatalkan niatnya. Namun dengan tekad kuat dan kerjasama yang terjalin sempurna, pada akhirnya niat itu pun bisa terwujudkan.
Setelah menggunakan berbagai macam cara, akhirnya Kaisar Song Kwi Bun berhasil juga mengundang tiga Kaisar dari Kekaisaran lain.
Dan pertemuan para tokoh nomor satu itu rencananya akan dimulai pada hari ini. Itulah alasan mengapa Kotaraja terlihat jauh lebih ramai daripada hari-hari biasa.
Pada waktu yang bersamaan, ada banyak wisatawan dan pendekar dunia persilatan yang sengaja datang ke Kotaraja. Kebanyakan mereka yang datang bukan hanya berasal dari kota-kota sekitar, bahkan ada pula orang-orang yang sengaja datang dari Kekaisaran lain hanya untuk melihat sekaligus mengawal Kaisarnya masing-masing.
Dalam waktu seperti saat ini, keselamatan Kaisar adalah yang paling utama. Di samping hal tersebut, bisa dibilang saat ini pun merupakan saat-saat yang sangat menegangkan.
Andai saja ada salah satu Kaisar yang berani melakukan tindakan macam-macam, niscaya perang besar akan langsung pecah detik itu juga. Bukan hal mustahil, Kotaraja Kekaisaran Song akan berubah menjadi medan peperangan.
Kalau hal itu benar-benar terjadi, maka perang tersebut akan menjadi perang terbesar dalam sejarah Tionggoan!
Di gedung-gedung tinggi dan didalam tempat-tempat itu, terlihat juga ada banyak Pendekar Aliansi Kekaisaran Song yang berjaga-jaga. Tidak hanya mereka, bahkan dua orang Datuk Dunia Persilatan pun terlihat hadir di tengah-tengah kerumunan orang.
__ADS_1
Mereka yang datang adalah Orang Tua Aneh Tionggoan dan juga Pendekar Tombak Angin.
Zhang Fei dan yang lainnya tidak terlihat ada di Kotaraja. Hal tersebut karena mereka memang tidak diperbolehkan untuk datang ke sana.
Semua ini merupakan rencana dari Dewa Arak Tanpa Bayangan. Orang tua itu sengaja membagi-bagi tugas bagi para tokoh utamanya supaya bisa berjaga-jaga apabila hal yang tidak diinginkan terjadi.
Jadi, sebagian berjaga di sekitar Gedung Ketua Dunia Persilatan, dan sebagiannya lagi berjaga di Kotaraja!
Saat itu, mentari pagi sudah terlihat mulai naik ke atas. Pancaran sinarnya yang kuning keemasan segera menyapa semua makhluk di muka bumi.
Burung-burung menyambut pagi dengan riang gembira. Para pedagang apa lagi, dengan adanya peristiwa ini, mereka tentu sangat bersemangat dalam menjalankan usahanya masing-masing.
Pada saat itu, di tengah udara tiba-tiba terdengar suara orang yang berkata dengan sangat lantang.
"Kaisar Zhou Li Ming sudah tiba!" seorang Pendekar Elit Istana Kekaisaran berteriak. Suaranya bisa didengar jelas oleh semua orang yang ada di sekitar Istana Kekaisaran. Hal itu terjadi karena dia telah mengerahkan tenaga saktinya sampai maksimal lewat getaran suara.
Suasana di Kotaraja yang sebelumnya riuh dan ramai, kini langsung sepi sunyi. Seolah-olah di sana tidak ada seorang manusia pun.
Dari perempatan jalan besar, terlihat di sana ada sebuah kereta kuda yang sangat mewah sedang berjalan perlahan. Di kanan dan kiri kereta kuda ada empat orang pendekar berwajah sangar yang bertugas untuk mengawal.
Tidak hanya empat pendekar itu saja, bahkan di belakang juga masih ada sekitar seratus orang prajurit pilihan yang mengiringinya.
Semua orang di Kotaraja segera berlutut ketika kereta kuda yang sangat mewah itu lewat di depannya. Pasukan Istana Kekaisaran Song kemudian menyambut kedatangan mereka.
Kaisar Zhou Li Ming beserta empat pendekar pengawalnya lali dibawa masuk ke dalam Istana Kekaisaran. Sedangkan para prajuritnya disuruh istirahat di tempat yang telah disediakan.
Setelah siang hari tiba, peristiwa yang sama seperti pagi hari tadi kembali terjadi. Kali ini yang datang adalah rombongan dari Kekaisaran Jin.
__ADS_1
Kaisar Jin Yu Long juga datang dengan menunggangi kereta kuda yang tidak kalah mewahnya dari Kaisar Zhou Li Ming.
Kedatangannya itu dikawal langsung oleh lima orang pendekar pilihan Kekaisaran Jin.
Pasukan Istana Kekaisaran Song segera memberikan perlakuan yang sama. Kaisar Jin beserta lima pendekarnya dibawa masuk ke dalam Istana Kekaisaran.
Kini, dua Kaisar dari negeri lain sudah tiba. Keduanya saat ini sedang berada di dalam dan beristirahat di tempat istimewa yang telah disediakan sebelumnya.
Yang belum tiba adalah rombongan dari Kekaisaran Qin. Walaupun matahari sudah lewat di atas kepala, tapi ternyata mereka masih belum datang juga.
Namun walau begitu, tidak ada satu pun orang yang berani menyalahkan atau berpikir macam-macam. Alasannya adalah karena semua orang tahu betul bahwa Kekaisaran Qin merupakan Kekaisaran yang letaknya paling jauh.
Siang hari sudah berlalu. Sore hari telah tiba lagi. Pada saat itu, suasana di Kotaraja malah semakin ramai. Suara riuhnya orang-orang di sana terdengar tidak pernah berhenti.
Semilir angin pegunungan tiba-tiba berhembus cukup kencang. Selanjutnya suara Pendekar Elit Istana Kekaisaran segera terdengar menggema ke empat penjuru mata angin.
"Kaisar Qin Feng Yang dan rombongan telah tiba!" kata pendekar tersebut.
Hampir bersamaan dengan selesainya teriakan tersebut, di penghujung jalan terlihat lagi ada kereta kuda yang dikawal langsung oleh empat orang pendekar gagah.
Di belakangnya ada sekitar lima puluh pasukan berkuda dengan membawa golok di pinggangnya masing-masing.
Semua orang kembali berlutut dan menyambut kedatangan rombongan dari Kekaisaran Qin.
Kereta kuda yang ditunggangi oleh Kaisar Qin Feng Yang tidak begitu mewah. Bahkan di antara tiga kereta kuda Kekaisaran, rasanya hanya kereta kuda miliknya saja yang paling sederhana.
Secara tidak langsung, hal tersebut telah menunjukkan bahwa Kaisar Qin Feng Yang bukanlah orang yang suka tampil mewah. Dia justru lebih suka kalau tampil sederhana dan tidak terlalu berlebihan.
__ADS_1
"Kaisar, silahkan masuk," seorang kepala prajurit menyambutnya. Ia kemudian membawa rombongan Kekaisaran Qin masuk ke dalam.