
"Benar, anak Fei. Kami akan terus ada di sampingmu sampai kau benar-benar mampu menjalankan tugas ini dengan mantap," sambung Orang Tua Aneh Tionggoan.
"Demi dirimu, kami rela mengesampingkan kehidupan pribadi. Keinginan kami untuk hidup dengan tenang dan damai, itu urusan nanti saja. Yang terpenting, kau harus benar-benar berada di puncak kejayaan terlebih dahulu. Kalau itu sudah selesai, baru kami hidup dengan tenang," kata Pendekar Tombak Angin.
"Bagaimana? Apakah kau akan mengecewakan perasaan kami semua? Apakah kau akan menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja? Perlu kau tahu, untuk menjadi posisi Ketua Dunia Persilatan itu tidaklah mudah. Bahkan sangat sulit sekali. Sama sulitnya dengan baik ke atas langit. Sedangkan kau? Kau sangat beruntung. Tinggal menjawab bersedia, maka saat itu pula kau akan mendapatkan posisinya,"
Empat Datuk Dunia Persilatan itu berbicara secara bergantian. Meskipun ucapan mereka terdengar seperti orang kesal dan marah, namun perasaan di dalamnya tidaklah demikian.
Apa yang mereka lakukan adalah bukan untuk kepentingan pribadi. Bukan pula untuk kepentingan Zhang Fei sendiri.
Mereka melakukannya karena demi kepentingan semua orang. Khususnya orang-orang yang hidup di dalam dunia persilatan.
Keempat tokoh besar itu tahu, pada saat ini hanya Zhang Fei saja yang mampu menjalankan semua tugas Ketua Dunia Persilatan dengan baik.
Sebagai orang yang sudah banyak pengalaman, tentu saja mereka tahu apa yang tidak diketahui oleh orang diluar sana.
Suasana di ruangan itu menjadi hening untuk beberapa saat. Empat Datuk Dunia Persilatan sudah selesai bicara. Sekarang mereka sedang menunggu jawaban dari Zhang Fei.
Mulut mereka masih tetap terbungkam. Hanya suara arak yang dituang ke dalam cawan saja yang terus-menerus terdengar.
"Hahh ..." tiba-tiba Zhang Fei menghembuskan nafas panjang dan berat.
Pada saat yang bersamaan, Empat Datuk Dunia Persilatan langsung memandangnya secara serempak.
"Baiklah. Aku siap menjadi Ketua Dunia Persilatan," kata Zhang Fei dengan sangat mantap.
Empat orang tua di depannya langsung melongo. Mereka saling pandang satu sama lain.
"Anak Fei, kau ... kau serius?" tanya Dewa Arak Tanpa Bayangan memastikan bahwa Zhang Fei tidak sedang bercanda.
"Tentu saja aku serius, Tuan Kiang. Aku siap mengembang tugas yang berat ini," tatapan mata mereka beradu. Seolah-olah ada percikan api tak terlihat yang sedang berlangsung.
"Apakah aku harus mengubah keputusan lagi?"
__ADS_1
"Eh, jangan, jangan," kata Orang Tua Aneh Tionggoan sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya sebagai isyarat. "Kau harus tetap dengan keputusan ini. Tidak boleh diubah-ubah lagi,"
Zhang Fei tersenyum sambil mengangguk.
"Hahaha ... perjuangan kita tidak sia-sia. Akhirnya penerus Ketua Dunia Persilatan yang akan mengubah segalanya telah datang," Dewa Arak Tanpa Bayangan berkata setengah berteriak. Dia benar-benar gembira mendengar keputusan Zhang Fei.
"Akhirnya ... impian kita yang sudah tua ini bisa terwujud," sambung Orang Tua Aneh Tionggoan.
"Peristiwa luar biasa ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kita harus menyambutnya dengan gembira," ucap Dewi Rambut Putih.
"Tentu saja. Hari ini, kita harus minum arak sampai benar-benar mabuk,"
Pendekar Tombak Angin langsung menenggak semua arak yang masih tersedia di dalam guci. Setelah itu dia memanggil pelayan dan memesan arak lebih banyak lagi.
Mereka kemudian berpesta arak sampai larut malam. Walaupun biaya yang dikeluarkan cukup lumayan besar, tapi tanpa banyak bicara lagi, Dewa Arak Tanpa Bayangan segera membayar semuanya.
Mereka pulang dengan perasaan gembira. Terutama sekali Empat Datuk Dunia Persilatan.
Sepanjang perjalanan pulang, keempatnya terus-menerus memuji Zhang Fei.
###
Keesokan harinya, Empat Datuk Dunia Persilatan mengajak Zhang Fei untuk mengadakan pertemuan dengan Kaisar Song Kwi Bun di ruang yang biasa mereka gunakan.
Setelah semua kegiatan selesai dilaksanakan, dengan cepat Kaisar langsung mengajukan pertanyaan kepada Zhang Fei.
"Saudara Fei, apakah kau yakin akan keputusan ini?" tanya Kaisar sambil menatap serius.
"Ya, aku sangat yakin, Kaisar," jawab Zhang Fei sambil mengangguk.
"Kau percaya dan yakin bahwa dirimu bisa menjalankan semua tugas sebagai Ketua dunia Persilatan?"
"Kalau orang lain saja seperti itu, mengapa aku tidak?"
__ADS_1
Kaisar menganggukkan kepala beberapa kali. Walaupun jawaban yang diberikan oleh Zhang Fei singkat dan padat, tapi Kaisar bisa merasakan jelas keyakinan dalam setiap ucapannya.
"Perlu diketahui, keadaan negeri kita saat ini sedang kacau. Baik itu dalam kehidupan orang awam, maupun dalam kehidupan dunia persilatan. Di mana-mana selalu terjadi pertempuran yang tidak pernah berhenti. Lalu, kalau sudah resmi menjabat sebagai Ketua Dunia Persilatan, apa yang akan kau lakukan untuk menghadapi situasi sekarang?"
Ditanya demikian, Zhang Fei tidak segera memberikan jawaban. Dia lebih dulu diam sambil memikirkan jawaban yang paling tepat. Zhang Fei tidak mau salah bicara. Karena itulah dirinya tidak mau gegabah.
Lewat beberapa saat kemudian, terdengar Zhang Fei mulai menjawab. "Sebagai Ketua Dunia Persilatan, tentu saja aku harus bertanggungjawab atas semua ini. Salah satu hal yang akan aku lakukan nantinya adalah menyatukan para pendekar yang selama ini sudah bercerai berai. Mengembalikan kepercayaan satu sama lain, dan tentunya adalah membentuk sebuah aliansi untuk menghadapi serbuan musuh," katanya tegas.
"Apakah kau yakin langkah itu akan berhasil?"
"Dalam hal apapun, sebelum mengambil tindakan, maka keberhasilan tidak bisa dipastikan. Berhasil atau tidaknya, itu urusan nanti. Yang paling penting adalah kita harus berjuang terlebih dahulu. Aku percaya, perjuangan yang keras tidak akan mendapat hasil yang sia-sia,"
"Kalau langkah yang kau ambil itu benar-benar gagal, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Menyusun kembali rencana yang jauh lebih matang. Dengan modal banyak pelajaran dari kegagalan, aku yakin rencana yang akan disusun selanjutnya akan lebih sempurna lagi,"
Kaisar dan Empat Datuk Dunia Persilatan menganggukkan kepala hampir secara bersamaan. Diam-diam merasa memuji setiap jawaban yang diberikan oleh Zhang Fei.
Karena secara tidak langsung, jawaban-jawaban itu memang sama persis dengan apa yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing.
"Tadi kau bilang ingin menyatukan para pendekar dan mengembalikan kepercayaan yang selama ini sudah hilang?" tanya Kaisar kembali.
"Benar, Kaisar,"
"Bagaimana kalau di antara para pendekar, ada yang membangkang atau tidak setuju dengan keputusanmu? Apa yang akan kau lakukan kepada para pendekar tersebut?"
"Sebisa mungkin aku akan menjelaskannya secara baik-baik. Tetapi kalau usaha itu masih tidak berhasil, maka aku akan mengambil tindakan tegas kepada mereka,"
"Apa contohnya?"
"Contohnya memberikan sebuah hukuman. Atau kalau perlu, aku akan membunuh mereka," kata Zhang Fei dengan nada hambar.
"Membunuh? Apakah tindakan ini tidak termasuk berlebihan?"
__ADS_1
"Dalam situasi seperti sekarang, aku rasa tidak. Apa yang aku lakukan adalah untuk kepentingan bersama. Demi tanah air kita sendiri. Kalau bangsa pribuminya tidak mau berjuang demi negara, buat apa mereka hidup? Aku rasa, orang-orang seperti ini lebih baik mati daripada hanya menjadi penghalang,"