
Dalam keadaan demikian, orang-orang itu terlihat seperti dedaunan kering yang terbang karena terhembus angin kencang. Satu-persatu tubuh itu manusia ambruk di atas tanah. Malah sebagian dari mereka, ada pula yang jatuh saling tindih satu sama lain.
Semakin terkejut dan marahlah si Golok Ampuh Ho Nan menyaksikan hal itu. Sungguh, ia tidak pernah bermimpi sebelumnya bahwa dirinya akan bertemu dengan seorang pemuda yang sangat lihai seperti Zhang Fei.
Sekarang, puluhan anak buah yang selama ini bisa ia andalkan, kini hanya bisa terkapar di atas tanah dengan kondisi tidak berdaya.
Walaupun nyawa mereka masih ada, tapi tenaganya sudah hilang. Keberaniannya lenyap begitu saja.
Kini pertarungan kembali berlanjut. Karena sebelumnya sudah terdesak, maka saat ini, semakin pertempuran itu berjalan lebih jauh, semakin terdesak pula si Golok Ampuh.
Ujung pedang Zhang Fei telah banyak menciptakan luka di tubuhnya. Begitu pertarungan mencapai empat puluh jurus, anak muda itu berhasil memukul musuh menggunakan tangan kirinya.
Pukulan itu dengan telak mengenai ulu hati. Karena dilambari dengan tenaga dalam dan pengerahan tenaga sakti sampai lima bagian, tak ayal lagi, si Golok Ampuh Ho Nan langsung terlempar jauh ke belakang.
Ia terbang melayang dengan cepat tanpa bisa mengendalikan diri.
Tubuhnya yang kekar itu menubruk sebatang pohon yang berdiri tepat di belakangnya. Setelah itu, tubuh tersebut pun ambruk di atas tanah.
Seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga. Si Golok Ampuh tidak bisa lagi melanjutkan pertarungannya.
Puluhan orang yang tadi mampu berdiri dengan gagah berani, sekarang sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Selain merintih menahan sakit akibat luka yang diderita, tidak ada hal lain lagi yang dapat mereka perbuat.
Zhang Fei masih berdiri dengan tenang dan gagah. Ujung Pedang Raja Dewa masih mengucurkan darah.
Darah para korbannya!
Ia menatap ke sekelilingnya. Memandangi puluhan orang itu dengan tatapan bangga.
Zhang Fei tentu saja merasa bangga. Bangga katanya kemampuannya sudah terbukti meningkat sangat pesat.
"Sekarang semua hutangku kepada kalian sudah lunas. Tidak ada lagi persoalan antara kita. Maka dari itu, aku pamit untuk undur diri,"
Ia berkata dengan lantang. Kemudian segera membungkukkan badannya.
Pemuda itu segera membalikkan tubuh dan siap untuk berlalu. Ia sengaja tidak membunuh orang-orang tersebut. Karena walaupun benar mereka tidak sampai mampus, namun pada hakikatnya, para pendekar aliran sesat itu sudah mengalami luka yang terbilang parah.
Setidaknya butuh waktu yang tidak sebentar supaya mereka bisa sembuh. Dan walaupun sembuh, niscaya orang-orang itu akan menderita cacat seumur hidup.
Karena alasan itulah Zhang Fei membiarkan mereka terkapar.
__ADS_1
Tetapi, baru saja ia melangkahkan kaki tujuh kali, mendadak ia merasakan dari belakang tubuhnya ada segulung angin yang melesat dengan cepat.
Angin itu dengan tepat mengarah ke punggungnya.
Wushh!!!
Tepat pada waktunya, Zhang Fei menjejakkan kedua kaki ke tanah. Ia berjumpalikan di atas udara sebanyak tiga kali.
Begitu kakinya kembali menginjak tanah, tubuhnya sudah berbalik ke arah berlawanan.
Pada saat itu, dalam jarak sekitar dua puluh langkah di depannya, terlihat sudah ada seseorang yang mengenakan cadar hijau muda. Orang itu mempunyai tubuh ramping, matanya sangat tajam.
Selain itu, tubuhnya juga mampu mengeluarkan hawa pembunuh yang kental. Zhang Fei bisa merasakan hal itu, karenanya dia tidak mau bertindak gegabah.
Pendekar muda tersebut memandang orang yang tiba-tiba menyerangnya itu dengan tatapan selidik. Ia ingin tahu, sebenarnya orang yang berdiri itu, pria atau wanita?
Sebab walaupun bentuk tubuhnya seperti pria, tapi matanya yang tajam justru tampak seperti pria.
Zhang Fei cukup sulit membedakannya. Pertama karena seluruh wajahnya tertutupi oleh cadar. Kedua karena pakaian yang dikenakan pun cukup tebal namun ringkas.
"Saudara, siapakah dirimu? Kenapa kau menyerangku secara tiba-tiba?" tanyanya dengan hati-hati.
Sosok yang berdiri di depannya masih berdiri tegak tanpa bicara.
"Maaf, apakah saudara tidak mendengar ucapanku?" tanyanya lagi.
Cukup lama Zhang Fei berdiam. Dia sedang menanti jawaban.
Sayangnya, hasil yang didapat masih sama seperti sebelumnya.
Orang itu masih berdiri. Berdiri sambil terus menatapnya. Semakin lama, tatapan mata itu semakin tajam lagi.
Wushh!!!
Sosok bercadar yang misterius itu segera menjawab. Tapi bukan menjawab dengan perkataan. Melainkan menjawab dengan tindakan!
Ia melesat seperti burung rajawali yang terbang di tengah udara. Gerakannya sangat cepat. Hanya sesaat saja, ia sudah tiba di hadapan Zhang Fei.
Begitu jaraknya sudah dekat, orang itu langsung menyerang menggunakan kedua tangannya. Pukulan yang datang membawa hawa panas. Desiran angin yang tercipta dari setiap serangan itu mampu mengibarkan pakaian Zhang Fei.
__ADS_1
Karena tidak mau menjadi bulan-bulanan, pada akhirnya terpaksa dia pun menurunkan tangan keras.
Zhang Fei melayani sosok misterius itu dengan tangan kosong pula. Kedua orang itu segera bertarung sengit. Walaupun baru terjadi, tapi pemuda itu sudah bisa menilai bahwa lawan yang sekarang sebenarnya mempunyai kemampuan jauh lebih tinggi daripada semua lawan sebelumnya.
Benturan antar tulang terjadi. Kedua belah pihak yang terlibat merasakan tangannya ngilu.
Dari sini saja di antara mereka sudah bisa menilai bahwa kali ini, musuh yang dihadapi tidak boleh dipandang ringan.
"Saudara, kenapa kau menyerangku? Di antara kita tidak ada persoalan, malah kita juga baru bertemu. Tolong katakan, apa alasanmu melakukan ini?"
Zhang Fei bertanya sambil tetap menangkis dan memberikan serangan balasan. Tapi sayangnya, pertanyaan yang ketiga kali tersebut juga tidak mendapatkan jawaban.
Malah orang bercadar itu semakin menyerangnya dengan hebat. Sekarang dia sudah mengeluarkan berbagai macam jurus tangan kosong yang berbahaya.
Sesekali dia mengepalkan tangan, sesekali pula dia memberikan cakaran yang mematikan.
Bagi orang lain, serangannya mungkin sudah hebat dan mampu mencabut nyawa manusia dalam sekejap mata. Sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi Zhang Fei.
Bagaimanapun dia menyerang, ia selalu bisa menangkisnya.
Plakk!!!
Setelah belasan jurus bertarung, tiba-tiba benturan yang keras terdengar. Sosok misterius itu terdorong mundur ke belakang karena telah kalau adu tenaga.
Tidak mau kehilangan kesempatan, dengan cepat Zhang Fei mengejarnya lalu membuka cadar itu dengan paksa.
Brett!!!
Cadar itu seketika terbuka. Zhang Fei langsung terkejut setengah mati. Ia segera berdiri seperti patung.
Dibalik cadar hijau muda itu, ternyata terlukis wajah manusia yang sangat cantik. Kecantikannya itu tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Seumur hidup, rasanya Zhang Fei baru melihat bahwa di dunia ini ternyata ada seorang gadis secantik dia.
Dibalik mata yang tajam itu, ada sepasang pipi putih kemerahan seperti tomat. Ada pula hidung bangir dan mulut mungil berwarna merah muda.
Zhang Fei benar-benar terpukau. Ia tidak sanggup lagi melukiskan betapa cantiknya gadis tersebut.
Sekarang, setelah ia mengetahui apa "isi" dari cadar hijau muda tadi, ia justru malah merasa berdosa.
__ADS_1
Berdosa karena telah membukanya secara paksa!