
Wutt!!! Wutt!!!
Puluhan bayangan pukulan menerjang ke arah Zhang Fei dengan dahsyat. Angin pukulan itu terasa berhawa panas.
Untunglah Zhang Fei mempunyai kemampuan yang lumayan, sehingga meskipun dia diserang secara tiba-tiba, namun dirinya masih bisa mengendalikan situasi.
Seluruh tubuhnya bergerak. Meliuk-liuk seperti pohon cemara yang tertiup oleh angin musim semi.
Semua serangan orang barusan luput dari sasaran.
Pertarungan berhenti sebentar. Dua orang pria berusia kurang dari lima puluhan tahun, berdiri dengan wajah angker sambil memandang ke arahnya.
Kedua orang itu jelas menahan marah. Apalagi setelah semua usaha yang baru saja dilakukan, tidak menghasilkan sama sekali.
"Bocah ini mempunyai kemampuan yang lumayan. Kalau kita tidak serius, sepertinya cukup sulit untuk menghadapinya," kata pria tua yang baru saja selesai menyerang.
"Aku juga berpikir demikian," sahut rekannya membenarkan.
"Kalau begitu, kita hadapi dia secara bersama-sama,"
"Setuju. Aku rasa itu adalah jalan yang terbaik,"
Mereka berbicara dengan suara perlahan. Tapi meskipun begitu, karena di dalam warung arak cukup sepi, maka Zhang Fei bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas.
Lebih daripada itu, ia pun mempunyai sepasang telinga yang cukup tajam.
"Memang harusnya begitu. Maju berdua lebih baik, daripada hanya satu-satu," ucap anak muda itu sambil tersenyum merendahkan lawan.
"Bagus kalau kau mendengar ucapan kami. Sekarang, terima ini!"
Orang yang tadi bertarung dengannya, tiba-tiba melompat dan menerjang ke depan. Di tengah udara, ia langsung menyalurkan tenaga ke seluruh tubuhnya.
Bukan cuma itu saja, bahkan orang tersebut juga mencabut sebatang belati sepanjang satu jengkal yang disimpan di balik bajunya.
Wutt!!!
Tebasan belati datang dari kanan. Mengarah ke leher.
Zhang Fei sudah menduga akan serangan tersebut. Maka dari itu, ketika belati berkelebat, dia sudah siap untuk menghindarinya.
Namun belum lagi mendapatkan posisi, lawan yang satu lagi sudah menerjang pula.
Dia memang tidak menyerang dengan senjata. Tapi serangannya yang sekarang, jauh lebih bertenaga dan bahkan berbahaya daripada sebelumnya.
Pukulan yang datang terasa berat. Seolah-olah setiap pukulan itu mengandung berat puluhan kilo.
__ADS_1
Pukulannya memang pelan, tapi akibat yang ditimbulkannya sangat hebat. Di sisi lain, dibalik pukulan itu juga terkandung hawa yang lebih panas.
Zhang Fei ingin menguji kekuatan lawan, maka dari itu dia langsung membenturkan kedua tangannya.
Dess!!! Plakk!!!
Dua orang terdorong mundur ke belakang. Keduanya sama-sama terkejut.
Pria itu terkejut karena dia tidak percaya bahwa lawan mudanya, ternyata berani menangkis pukulan yang dia berikan.
Sedangkan Zhang Fei sendiri, dia juga terkejut karena merasakan kepalan tangan lawan sangat keras.
"Pukulan Tangan Besi!" gumamnya perlahan.
Tidak salah lagi, pria itu pasti menguasai ilmu pukulan beraliran keras tersebut.
'Pantas saja bentuk tangannya lebih kasar. Ternyata dia menguasai pukulan itu,' batin Zhang Fei sambil meneliti tangan lawan.
"Berikan kepalamu!"
Tepat pada saat dia selesai meneliti lawan, tiba-tiba dari arah belakang, ada lagi serangan yang muncul. Pria tadi kembali menebaskan belatinya.
Untunglah serangan itu lagi-lagi meleset. Belatinya menusuk ke meja yang tersedia. Tanpa membuang waktu lagi, Zhang Fei langsung melemparkan kursi di dekatnya ke arah orang tersebut.
Wutt!!! Prakk!!!
Pertarungan mulai berlanjut kembali. Tiga orang itu terlibat dalam pertempuran yang cukup seru.
Karena warung arak itu berukuran kecil, maka baru beberapa jurus saja, keadaan di dalam sana sudah cukup kacau. Hampir semua kursi dan meja, hancur karena terkena serangan sasaran.
Si pemilik warung arak yang menyaksikan pertarungan itu merasa geram. Tanpa berkata apapun, mendadak dia pun melompat ke tengah arena.
Ia ikut meramaikan pertempuran!
Sekarang, Zhang Fei diserang oleh tiga orang.
Dia sadar, posisinya tidak menguntungkan. Apalagi dengan tempat sekecil itu.
Karenanya, begitu menemukan kesempatan, ia langsung melompat keluar. Dirinya ingin bertarung di tempat yang lebih luas!
Wushh!!! Wushh!!!
Empat bayangan manusia melesat keluar. Begitu tiba di sana, tanpa mau membuang waktu lagi, mereka segera melanjutkan pertarungannya.
Sekarang tempatnya sudah semakin luas. Zhang Fei pun bisa bergerak lebih bebas.
__ADS_1
Karena itulah dia tidak mau lagi mengalah. Berbagai macam jurus tangan kosong mulai digelar oleh anak muda itu.
Tiga pria tua yang menyerangnya mulai kewalahan. Mereka tidak menyangka bahwa lawannya mempunyai kemampuan yang tinggi. Bahkan lebih dari dugaan mereka sebelumnya.
Dua puluh jurus sudah berlalu. Zhang Fei semakin berada di atas angin. Seluruh tubuh lawannya telah menjadi sasaran dari pukulan maupun tendangan yang ia berikan.
Tiga jurus kemudian, semua lawan tahu-tahu sudah terlempar ke belakang. Mereka mengalami luka. Darah segar keluar dari beberapa bagian tubuhnya.
Untunglah luka yang mereka derita tidak terlampau para. Sehingga ketiganya masih bisa berdiri dan melanjutkan pertarungan lagi.
Tapi sebelum berlanjut, ketiganya tampak bercakap-cakap. Entah apa yang mereka bicarakan, karena kali ini, Zhang Fei sendiri tidak bisa mendengarkannya dengan jelas.
"Anak muda, hebat juga kemampuanmu. Pantas kau berani melawanku," kaya pria tadi.
"Ah, tidak berani. Aku hanya pemuda yang sedang mencari pengalaman saja, Paman," jawab anak muda itu sambil tetap merendah.
"Hemm. Karena sudah kepalang tanggung, maka, marilah kita lanjutkan lagi,"
Dia melirik kepada rekannya yang tadi minum arak bersama. Setelah saling angguk, mereka menyerang lagi dengan pukulan dan tendangan.
Bersamaan dengan itu, si pemilik warung arak terlihat pergi dari arena pertarungan. Entah ke mana dia perginya. Yang jelas hanya sesaat saja, ia telah lenyap.
Pertarungan mulai dilanjutkan lagi. Karena tidak mau membuang waktu, Zhang Fei pun langsung menurunkan tangan keras.
Baru saja berjalan delapan jurus. Dua pria itu sudah terkapar di atas tanah. Yang satu sikut tangan kanannya lepas. Sedangkan yang satu lagi, kedua kepalan tangannya remuk.
Mereka pun tidak berdaya lagi!
"Pergilah. Aku sudah tidak ingin melihat kalian lagi," ujar Zhang Fei sambil memberikan isyarat dengan tangannya.
Bersamaan dengan itu, dia sendiri juga langsung membalikkan badan. Berniat untuk pergi dari sana dan melanjutkan perjalannya lagi.
Namun siapa sangka, tepat pada saat dia berjalan sejauh lima langkah, mendadak ada sebuah suara yang terdengar dari arah belakangnya.
"Anak muda, mau ke mana? Kenapa harus buru-buru pergi,"
Suara itu terdengar lirih. Namun sangat jelas di telinganya.
Zhang Fei sedikit terkejut. Sebab dia tahu bahwa orang itu bicara dengan menggunakan tenaga saktinya.
Begitu membalikkan tubuh, anak muda itu semakin terkejut lagi.
Ternyata di sana sudah terdapat banyak orang. Jumlahnya sekitar tiga puluh. Mereka mengenakan pakaian berbeda. Setiap penampilan orang-orang itu memang berbeda, yang sama hanya hawa yang keluar dari masing-masing tubuhnya saja.
Setiap tubuh mereka, mengeluarkan hawa pembunuh yang cukup pekat!
__ADS_1
"Kenapa anak muda? Kau kaget?"
Orang yang tadi bicara, kini membuka mulutnya lagi. Ternyata orang itu sudah tua. Usianya bahkan menyentuh angka delapan puluhan.