Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Lencana Naga Kekaisaran I


__ADS_3

Jangankan Zhang Fei, bahkan Empat Datuk Dunia Persilatan pun tidak berani beradu pandang dengannya. Bagi mereka, dua orang itu tidak pantas disebut seperti manusia.


Dua penjaga Kaisar lebih pantas disebut sesosok mayat hidup!


Dari tatapan mata itu saja, lima orang tokoh dunia persilatan tersebut sudah bisa merasakan ancaman yang tidak terlihat.


'Tatapan mata mereka mengingatkan aku kepada Pendekar Pedang Perpisahan Wen Wu,' batin Zhang Fei tiba-tiba teringat kepada Datuk Dunia Persilatan aliran sesat itu.


Kalau dilihat lebih lanjut, hal itu rasanya memang tidak terlalu berlebihan.


Zhang Fei masih ingat jelas bagaimana tatapan mata Pendekar Pedang Perpisahan. Dan perasaan yang diberikan oleh tatapan matanya, sangat mirip dengan kedua penjaga Kaisar tersebut.


Bedanya, tatapan mata dua orang penjaga itu masih sedikit lebih menekan daripada tatapan mata Pendekar Pedang Perpisahan.


Teringat akan hal tersebut, Zhang Fei jadi tidak bisa membayangkan setinggi apakah kemampuan dan ilmu pedangnya.


Sementara itu, setelah perjamuan di antara mereka selesai, terdengar Kaisar Song Kwi Bun memulai pembicaraannya.


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian lima tokoh dunia persilatan. Karena berkat bantuan kalian, pihak kota telah mengantongi kemenangan saat melawan pasukan dari Kekaisaran Zhou," ujarnya dengan nada hormat dan ekspresi wajah yang serius.


Kaisar Song Kwi Bun telah mendengar semua laporan terkait peperangan itu dari Jenderal Qi Guan saat dia kembali ke Istana. Maka dari itulah dirinya merasa sangat bersyukur atas kemenangan yang berhasil diraih tersebut.


"Ah, Kaisar terlalu berlebihan memandang kami," kata Dewa Arak Tanpa Bayangan mewakili empat orang yang lainnya. "Apa yang kami lakukan tersebut sudah merupakan suatu kewajiban. Lagi pula, kami dapat mengetahui informasi tentang peperangan itu dari Ketua Dunia Persilatan Beng Liong,"


Kalau dulu Ketua Beng Liong tidak mengirimkan surat kepadanya, mungkin mereka tidak akan terlibat secara langsung dengan perang tersebut.


Maka dari itulah, Dewa Arak Tanpa Bayangan menganggap bahwa orang yang paling berperan penting dalam peperangan itu, selain Jenderal Qi Guan tentu saja adalah Ketua Dunia Persilatan.


"Jangan terlalu merendahkan diri seperti itu, Tuan Kiang. Sebenarnya kalian semua juga mempunyai peran yang tidak kalah penting," kata Kaisar tetap pada pendiriannya.

__ADS_1


Dewa Arak Tanpa Bayangan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Di hadapan Kaisar, sikap 'berandalan' yang biasa ia tunjukkan ketika berkumpul bersama rekan-rekannya, tentu saja tidak bisa diterapkan.


Dia merasa sangat sungkan. Jangankan bersikap begitu, malah menatap wajahnya saja dia tidak berani berlama-lama.


"Kaisar, ngomong-ngomong, ke mana Ketua Beng Liong? Mengapa beliau tidak hadir di sini?" tanya Orang Tua Aneh Tionggoan.


Sejak awal dia sudah merasa heran terkait hal ini. Seharusnya sebelum kedatangan mereka berlima, Kaisar harus lebih dulu mengundang Ketua Dunia Persilatan.


Bagaimanapun juga, dia adalah 'Kaisar' kedua di Tionggoan setelah Kaisar Song Kwi Bun sendiri.


Tapi, mengapa ia tidak melihatnya? Apakah Kaisar memang tidak mengundangnya?


'Aku rasa tidak mungkin. Kaisar pasti telah mengundang Ketua Beng Liong. Hanya saja, mungkin dia memiliki urusan yang lebih penting sehingga tidak bisa hadir di pertemuan ini,' batinnya berkata.


Sementara itu, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Kaisar memilih minum arak sebanyak tiga cawan. Wajahnya seketika berubah. Bukan berubah karena mabuk, melainkan berubah karena merasakan hal lain.


"Sakit? Ketua Beng Liong sakit apa? Bagaimana kondisinya sekarang?" Dewa Arak Tanpa Bayangan bertanya dengan cepat.


Hubungan kelima orang itu dengan Ketua Dunia Persilatan bisa dibilang sudah sedekat urat leher. Jadi tidak perlu heran kalau mereka langsung terkejut setelah mendengar jawaban tersebut.


"Entahlah, Tuan Kiang. Aku sendiri belum mengetahui apa penyakitnya. Tapi yang jelas, kondisinya lumayan buruk,"


Dia kembali menghela nafas. Terkait hal ini, Kaisar juga benar-benar merasa sedih. Sebab dia sudah menganggap Ketua Beng Liong sebagai adik sendiri.


"Aku mengetahui kabar ini dari pengawal pribadinya saat membalas surat yang telah aku kirimkan,"


"Aih ... Aku benar-benar merasa prihatin atas hal ini," kata orang tua itu sambil menghela nafas berat.


Keadaan di dalam ruang pertemuan tersebut menjadi hening. Semua orang yang ada di sana menundukkan kepalanya. Masing-masing dari mereka, dalam hatinya berdoa untuk kesembuhan Ketua Dunia Persilatan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Kaisar mendehem dan segera melanjutkan kembali pembicaraannya dengan para tokoh dunia persilatan tersebut.


"Tujuanku mengundang kalian kemari, seperti yang pertama diucapkan tadi. Pertama aku ingin mengucapkan rasa terimakasih. Dan kedua, aku juga ingin memberikan sesuatu,"


Selesai Kaisar berkata seperti itu, tiba-tiba dari pintu ruangan lain ada seorang pria tua berusia sekitar tujuh puluh lima tahun yang berjalan dengan langkah ringan.


Orang tua itu membawa sebuah nampan yang ditutupi oleh kain bersulang sutera emas. Dia berhenti tepat di sisi kursi Kaisar.


Kaisar Song Kwi Bun sendiri, setelah orang tua berada di sisinya, ia langsung bangkit berdiri dan segera berjalan ke tengah-tengah ruangan.


"Silahkan kalian maju ke depan," katanya kepada Zhang Fei dan Empat Datuk Dunia Persilatan.


Mereka menganggukkan kepala. Setelah itu langsung bangkit dan berjalan ke depan.


Sekarang lima orang tokoh dunia persilatan itu sudah berdiri sejajar di depan Kaisar. Mereka sedang menantikan apa yang bakal dilakukan oleh Kaisar selanjutnya.


Kaisar Song Kwi Bun membuka kain penutup. Setelah itu segera terlihat ada lima buah lencana yang terbuat dari perak murni. Di atas lencana itu terukir dua ekor naga yang merupakan lambang Kekaisaran Song.


"Ini adalah Lencana Naga Kekaisaran. Kegunaan dari lencana ini adalah kalian bisa meminta bantuan langsung kepada pihak Kekaisaran setiap saat. Entah itu kepada seorang prajurit, Jenderal, atau kedudukan lainnya. Aku harap, kalian semua bisa menggunakannya sebaik mungkin," kata Kaisar Song Kwi Bun berkata dengan serius.


Dia kemudian mengambil Lencana Naga Kekaisaran dari atas nampan dan memberikannya kepada para tamu istimewa itu satu-persatu.


"Terimakasih atas kepercayaan besar ini, Kaisar. Kami bersumpah demi langit dan bumi, bahwa kami akan menggunakannya sebaik mungkin. Kalau dari kami ada yang menggunakan Lencana Naga Kekaisaran ini untuk hal-hal yang tidak baik, kami siap menerima hukuman berat," ujar Dewa Arak Tanpa Bayangan menjadi wakil pembicara.


Ia berkata tanpa rasa ragu sedikit pun. Semua orang yang hadir bisa mengetahui keseriusan dalam ucapannya tersebut.


"Apa yang dikatakannya benar, Kaisar. Kami bahkan siap dihukum mati kalau sampai melakukan hal itu," sambung Orang Tua Aneh Tionggoan meyakinkan Kaisar.


"Terimakasih, terimakasih. Aku percaya kalian bisa memegang teguh janji ini. Janji seorang pendekar, tidak akan pernah diingkari walau apapun yang terjadi," kata Kaisar dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2