
Aku terus mengayunkan kakiku meskipun Mbak Fany terlihat terus mengumpat ku, seolah aku benar-benar budeg dengan teriakan Mbak Fany. Sesampainya di kontarakan aku pun hanya berdiam diri. Merenungi apa yang harus aku lakukan mengingat rasanya bosan juga kalau harus terus-terusan berhubungan dengan Mbak Fany, bukan hanya bosan tapi juga malu.
Diam-diam aku pun mencoba mencari informasi-informasi lowongan pekerjaan dari yang sebagai pembantu, penjaga toko dan juga pengasuh anak, semuanya coba aku cari-cari info, tetapi lagi-lagi dari soal pembayaran upah tidak ada yang sesuai dengan kebutuhanku. Yah, hanya bekerja di perusahaan Pak Gala yang upahnya bisa memenuhi kebutuhan aku, dan juga aku bisa mengirimkan untuk orang tuaku.
"Kalau kaya gini caranya aku nggak bisa ke luar dari kantor, tapi kalau masih satu kantor dengan Yuda bosan juga tiap hari dicurigai mending kalau gak dilabrak terus, kalau dilabrak yang nggak tahu pun jadi tahu dan bisa saja mereka benar-benar menganggap aku pengganggu rumah tangga orang," batinku semakin sesak. Berusaha cuek juga kalau di labrak terus juga lama-lama bosan.
Untuk keputusan final saat ini tetap bekerja di perusahaan Pak Gala adalah keputusan akhirnya. Namun, sejak pertengkaran yang terjadi di tengah jalan aku pun memilih jadi orang yang makin pendiam dan tidak terlalu banyak berkumpul baik dengan Misi atau pun dengan Tulip.
Yah, meskipun sesekali kumpul juga, tetapi tidak seperti dulu yang hampir setiap hari kalau tidak main di kontrakan Tulip ya di kontrakan Misi, kita bahkan sering nginap di kamar teman kita, dan bercerita hal yang kadang-kadang entah apa itu yang penting berkumpul.
__ADS_1
Namun, sejak masalah dengan Mbak Fany yang entah dari siapa tuduhan-tuduhan nya, lebih baik mengamankan hati bagi aku sudah sangat penting.
Hiburanku saat ini hanya Pak Gala, yah hanya laki-laki itu yang tidak pernah tahu kalau aku ada masalah yang menurutku sangat rumit. Hanya Pak Gala yang tidak pernah bertanya mengenai masa laluku, entah laki-laki itu memang benar-bena tidak tahu atau justru laki-laki itu tahu kalau aku tidak suka membahas yang sudah seharusnya bukan urusan aku. Sehingga aku merasa nyaman, untuk sekedar ngobrol dan bercanda bersama-sama.
Yah, berbeda apabila aku berkumpul dengan Misi dan Tulip mereka masih sering meledek aku, atau bahkan masih memberikan info mengenai Yuda dan Mbak Fany yang justru hanya membuat aku semakin malas untuk membahasnya.
Di saat aku semakin tidak mengenali diriku sendiri, aku kadang sangat kuat dan bodoamat dengan lingkungan sekitar, bahkan tidak perduli dengan orang lain, tetapi hatiku masih hampa, dan tidak menemukan jati diriku. Justru saat yang lain aku merasa terhibur dengan orang yang bahkan sebenarnya tidak begitu mengenal aku. Di saat aku ingin berhenti kerja dan cari kerjaan yang lain yang jauh dan tidak saling terhubung dengan masa laluku justru Pak Gala selalu memberikan aku motivasi dan menahan aku untuk tetap bekerja di perusahaannya.
"Kamu itu lucu, enak buat ngobrol dan nggak baperan kalau diajak bercanda." Itu adalah ucapan Pak Gala setiap kita bercanda. Yah, seharusnya aku sudah tahu sejak awal aku hanya dekat dengan Pak Gala hanya beruntung itu semua karena aku lucu selebihnya harusnya aku tahu kalau tidak mungkin bisa menjadi kekasih atau justru istri.
__ADS_1
Belum lagi jarak sosial yang terlalu jauh tembok tinggi yang menghalangi kita berdua, dan juga Pak Gala menganggap aku itu hanya bawahan yang lucu yang bisa diajak untuk bercerita dan ngakak bersama. Sehingga rasanya terlalu tidak tahu diri kalau aku masih mengharapkan yang sudah jelas tidak mungkin terjadi. Tahu diri itu penting, biar nggak sakit hati lagi.
Namun kenyataannya mengatur perasaan hati itu lebih sulit, dari awal sudah diperingatkan jangan berharap, jangan menganggap serius tetapi ketika harapan kecilku tidak terbalaskan tetapi aku merasa kecewa.
Keseharianku pun hanya berangkat kerja dan pulang untuk istirahat, dan tidak ada lagi yang bisa membuat aku senyaman ini. Nyaman hanya untuk kerja tanpa adanya pikiran yang lain. Baik. itu Pak Gala, Yuda maupun Mbak Fany.
Bersambung....
,
__ADS_1
...****************...