
Hahaha... Misi yang sedikit kurang ajar pun langsung tertawa dengan renyah ketika aku ke luar dengan panik dari dalam kamar mandi. Dan aku baru sadar ternyata temanku itu hanya mengerjai ku saja. Padahal ponselku tidur bergeser barang satu centi pun.
"Rese lu..." umpat ku dengan menunjukan wajah masam.
"Jadi benar lu dan Pak Gala sudah jadian?" Tulip yang baru masuk pun langsung meleparkan pertanyaan yang sama dengan Misi.
"Tau ah..." Aku pun kembali melanjutkan berganti pakaian yang tadi belum sempat berganti, itu semua karena Misi sifat jailnya udah keluar.
"Mis, Tia udah jadian sama Pak Gala?" Aku yang ada di dalam kamar mandi pun masih bisa mendengar apa yang Tulip tanyakan pada Misi, mungkin niatnya bisik-bisik, tetapi mungkin temanku tidak tahu atau bahkan lupa kalau kontrakan kita itu minimalis, semut lewat aja bisa kedengaran apalagi ini suara manusia yang sedang bisik-bisik sontak jelas kedengaran dong.
Aku dari dalam kamar mandi masih terus menajamkan pendengaranku agar aku tetap bisa menguping, tanpa melewatkan satu kata pun.
"Hust... jangan keras-keras. Kalau dari aura-auranya sih Tia udah jadian dengan Pak Gala, nih buktinya ada makanan dari Pak Gala, pagi tadi Tia kencan sama Pak Gala." Misi pun menimpali pertanyaan Tulip, dan memang mereka ini jiwa gosipnya kuat banget, analisa Misi memang tepat banget. Meskipun aku tidak bercerita pada Misi, tetapi kenyataanya temanku itu tahu kalau aku sudah jadian dengan Pak Gala.
Ehemmm... Aku yang mulai panas kupingnya, karena digosipin depan telinga langsung pun keluar dan benar saja. Seperti orang yang sedang ketahuan ngomongin orang, Misi dan Tulip langsung diam seketika, apalagi ketika aku menunjukkan wajah masam.
"Kenapa pada diam, ayo dong dilanjutin bukanya tadi lagi ngomongin Tia dan Pak Gala, anggap saja orangnya nggak ada, tapi mulai besok kita nggak temanan lagi yah," ucapku sembari berkacak pinggang dengan pandangan mata bergantian menatap Tulip dan juga Misi.
"Emang siapa yang ngomongin lu, kan kita cuma nebak aja, kalau sudah jadian juga enggak apa-apa kok, dan kalau belum juga nggak apa-apa yang penting kita mah makan," balas Misi dengan menikmati makanan yang aku beri.
__ADS_1
"Awas yah kalau sampai apa yang lu semua katakan bocor sama karyawan yang lain, gue bakal marah. Dan ingat gue mau tidur jangan ganggu,ancam ku sebelum aku pergi ke kamar untuk tidur.
"Tia, jadi lu udah jadian beneran dengan Pak Gala?" tanya Tulip dengan suara yang sangat keras. Aku pun diam saja tidak menanggapi apa ucapan dua temanku. Dan sekarang aku pun langsung menutup tubuhku dengan selimut.
Satu jam, dua jam, hingga tanpa terasa aku tidur sudah tiga jam, dan tentunya aku tidak mendengar suara temanku lagi. Aku pikir mereka pada pulang ke kamar kosan masing-masing, tetapi tebakanku salah dua sohibku justru tidur di depan tivi dengan nyenyak.
Yah, sebenarnya tidak heran sih ketika Misi dan Tulip lebih nyaman tidur di kontrakan aku meskipun di kamar mereka juga ada fasilitas yang sama dengan di kamarku tetapi entah mengapa dua temanku lebih nyaman nonton di sini, bahkan mereka punya kunci kamarku, sehingga kalau mau nginep atau ngapain tinggal masuk saja.
Kontrakanku memang dikhususkan untuk penghuni cewek sehingga insyaAllah aman tidak terlalu takut ada laki-laki yang iseng, dan juga penghuni di kontrakan kami juga sebagian karyawan yang berkerja di tempat yang sama sehingga banyak temanya juga selain Misi dan Tulip, tetapi aku paling dekat dengan Misi dan juga Tulip.
Sembari menunggu Misi dan Tulip yang masih pulas tertidur, aku pun membuka ponsel. Hatiku langsung berbunga-bunga ketika pertama membuka ponsel ada pemberitahuan pesan dari pacar baruku.
[Tia, udah bangun belum?]
[Tia, nanti kalau udah bangun balas pesan aku yah]
Itu adalah pesan yang dikirimkan dari Pak Gala yang cukup membuat aku bahagia karena Pak Gala sepertinya orang yang cukup romantis dan sangat perduli dengan hal-hal yang kecil. Bahkan untuk mengabarkan dia sudah sampai dan hal kecil lainya Pak Gala memberitahukan ke aku sehingga insyAllah tidak seperti Yuda yang diam-diam menghanyutkan. Pak Gala justru kebalikannya lebih baik jujur dari pada nanti aku menebak-nebak yang tidak tidak.
[Maaf, saya baru bangun, dan baru baca pesan dari Pak Gala] Aku pun membalas pesan Pak Gala yang mana tidak lama ponselku berkedip yang menandakan kalau ada panggilan masuk.
__ADS_1
Meskipun ponsel ada di hadapanku, tetapi tidak aku angkat dulu, aku biarkan cukup lama. Gengsi rasanya kalau aku langsung mengangkat panggilan dari Pak Gala. Takut-takut nanti di cap murahan sekali, ya sekali-kali jual mahal meskipun nggak mahal-mahal banget. Yang penting gak di obral.
[Hallo, Pak Gala nggak tidur?] tanyaku akhirnya aku angkat juga setelah cukup lama aku biarkan panggilan dari Pak Gala.
[Kok angkatnya lama dari mana?] tanya Pak Gala balik yang mana bukanya menjawab pertanyaanku justru bertanya balik.
[Oh, tadi ada Tulip dan Misi lagi nonton film jadi masuk kamar dulu biar mereka nggak tahu kalau kita sudah jadian,] balasku tentu sedikit berbohong, padahal Tulip dan Misi juga sedang istirahat.
[Emang Tulip dan Misi nggak tahu kalau kamu sudah jadian dengan aku? Kayaknya tahu deh, soalnya di kantor sudah banyak yang tahu kalau kita sudah resmi jadi pasangan kekasih. Ini aku sedang di kantor udah ada beberapa orang yang menyinggung tentang hubungan kita,] ucap Pak Gala yang langsung membuat aku kaget.
[Masa sih, terus siapa dong yang nyebarin info itu, padahal Tia nggak ngomong juga sama mereka, dan Pak Gala juga pastinya tidak bilang-bilang ke teman Pak Gala kan?] tanyaku yang sepertinya tidak percaya kalau Tulip dan Misi menyebarkan info itu.
[Ya Tuhan mana sempat nyebarin berita gituan, bahkan aku berpikir kalau apa yang tersebar di luaran itu karena Misi dan Tulip,] balas Pak Gala yang mana benar juga mana mungkin Pak Gala yang kerjaannya segunung ngurusin berita seperti itu.
Lagian kita tidak harus butuh pengakuan juga akan tetap saling mencintai. Ah mungkin memang Misi dan Tulip yang iseng. Jadi nggak dirahasiakan lagi dong hubungan ini kalau di kantor saja sudah nyebar.
Bersambung....
...****************...
__ADS_1
#Panggilan untuk pasangan kekasih baru ini memang masih Tia dan Pak Gala, itu karena mereka baru mencoba berkomitmen sehingga untuk merubah panggilan secara perlahan.