Di Ujung Penghianatan

Di Ujung Penghianatan
Akibat Keributan


__ADS_3

Selagi aku benar, maka aku akan tetap maju. Keributan pun terjadi, aku nggak mau ditindas, sudah cukup penindasan selama ini. Sudah cukup penghianatan mereka membuat aku sakit, tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti aku, sekali pun mungkin aku akan dipecat aku sudah siap.


Mungkin pikiran Mbak Fany, aku akan diam saja ketika dia menyerang ku. Mungkin wanita yang tengah berbadan dua itu akan menganggap aku takut karena posisi jabatan kita yang berbeda jauh. Aku hanyalah office girl yang artinya aku tidak lebih dari seorang pesuruh, sedangkan Mbak Fany adalah pengawas bagian yang cukup disegani karena sudah cukup lama bekerja di perusahaan tempat aku bekerja.


Namun, aku yang sudah bertekad tidak akan mau ditindas lagi pun tidak perduli. Mau pengawas atau apalah itu, aku akan tetap membela diriku selagi aku masih merasa benar.


"Dasar wanita kampungan," sungut Mbak Fany ketika tamparan ku melayang tepat di pipinya. Andai aku tidak berpikir kalau wanita yang aku lawan adalah wanita hamil, mungkin perlawananku akan lebih brutal lagi. Tapi otakku masih bisa berpikir dengan baik sehingga aku hanya menghadiahkan tamparan yang cukup membuat pipi Mbak Fany merah. Itu juga karena Mbak Fany yang duluan menarik hijabku.


"Lebih baik kampungan dari pada murahan," balasku dengan suara yang meremehkan. Hingga keributan yang terjadi di antara kita, diadukan oleh karyawan lain pada kepada HRD. Dan akhirnya kami pun disidang. Aku tidak bisa mengelak karena memang banyak saksi mata yang menyaksikan pertengkaran kami.


Aku bisa melihat dari wajah Mbak Fany yang nampak sangat marah dengan ucapanku. Yah, aku memang dengan sengaja membuat Mbak Fany semakin panas. Lagi pula apa yang aku katakan bukankah sebuah kebenaran wanita itu murahan sehingga mau di DP duluan tanpa di SAH kan lebih dulu, dan hasilnya hamil di luar nikah.


Kami duduk saling berhadapan, tepatnya aku dan Mbak Fany, duduk saling berhadapan, yah akhirnya aksi pertengkaran ku di sidang di dalam ruangan HRD.


"Apa yang kalian ributkan hingga menimbulkan kegaduhan, apa kalian tidak malu? Bahkan berita ini bisa saja sampai ke telinga Pak Gala, dan kalian akan di pecat," ucap kepala HRD.


"Saya hanya membela diri, atas tuduhan yang Mbak Fany katakan tidak berdasar. Kalau Bapak tidak percaya Bapak bisa tanyakan pada teman-teman yang kebetulan ada di tempat lokasi tadi," balasku dengan jujur. Aku pun mengatakan apa yang terjadi alasan aku membela diri, tetapi Mbak Fany tidak terima ketika aku jelaskan faktanya hingga wanita itu terpancing emosinya lagi.


"Bohong! Wanita ini yang memulai duluan. Dia yang menyebarkan fitnah yang tidak-tidak dan membuat karyawan lain membuat berita yang tidak benar." Mbak Fany pun kembali melimpahkan kesalahan nya padaku. Yah, mentang-mentang aku hanya OG sehingga aku seolah langsung disalahkan dengan segitu gampangnya.

__ADS_1


“Fany kamu adalah atasan beri contoh pada bawahan kamu untuk bersikap. Dan lagian apa yang dilakukan oleh Tia, aku rasa nggak ada yang salah kamu saja yang cari-cari gara-gara. Lagian Tia saja nggak marah kalau pacarnya selingkuh dengan kamu, kenapa kamu marah sama Fany dengan tuduhan yang tidak-tidak,” ucap kepala HRD di mana kami disidang aku hanya mendengarkan saja setiap nasihat yang di berikan berbeda dengan yang dilakukan oleh Mbak Fany yang lebih banyak protes dari setiap yang kepala HRD katakan. Aku hanya akan menjawab kalau ditanya, selebihnya kalau tidak ditanya aku hanya diam.


Dan aku juga tidak tahu kalau ternyata kepala HRD tahu masalah kami, sehingga aku rasa tidak perlu berbicara panjang kali lebar untuk membela diri, karena aku yakin pertanyaan yang di lemparkan oleh laki-laki yang berada di hadapan kami hanya mengetes siapakah yang terlihat salah dan siapa yang hanya korban.


"Sesuai dari yang sudah diputuskan oleh atasan kita kamu Fany, mulai besok kamu pindah ke gudang pusat," ucap Pak HRD yang langsung mendapat protes dari Mbak Fany, tetapi keputusan ini sudah final sehingga sekuat apapun Mbak Fany protes keputusannya tetap beliau dipindahkan ke gudang yang tentunya beda gedung dengan yang saat ini menjadi tempat untuk mencari nafkah.


"Dan kamu Tia, kamu tetap menjadi office girl, tetapi kalau kamu membuat keributan lagi, maka saya akan mengambil keputusan lain," ucap Pak HRD, dan untuk keputusan ini, aku hanya diam. Ya iya lah diam pasalnya aku terima dengan keputusan Pak HRD yang menurutku sangat adil.


Yah, buntut dari pertengkaran kami Mbak Fany di pindahkan ke gudang pusat, yang lokasinya tidak satu kantor dengan aku lagi, sementara aku sendiri tidak dipindahkan ke bagian mana pun, aku tetap menjadi office girl.


Ternyata ada hikmah dari setiap kejadian. Sekarang aku nggak satu gedung bekerja sama Mbak Fany selain mengamankan perasaan juga rasanya malas banget berhubungan dengan Mbak Fany yang jutek itu. Contohnya saat ini, ketika kami diminta berjabat tangan untuk mengakhiri perdebatan ini. Aku yang memulai mengulurkan tangan, dan Mbak Fany terlihat sekali kalau dia sangat malas menyambut uluran tanganku. Lagian aku. melakukannya juga karena kepala HRD yang meminta.


Setelah sidang aku pun berjalan lebih dulu meninggalkan ruangan HRD dan tentunya aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku pada orang yang aku yakini menjadi peran penting dalam keputusan sidang ini.


"Masuk..." Setelah mendengar suara yang sangat aku hafal, aku pun masuk ke ruangan bos besar. Senyum langsung aku berikan sebagai tanda terima kasih karena menjadi penyelamat aku sehingga aku tidak dipecat, dan juga tidak di pindahkan ke bagian lain.


"Ada apa Tia, kenapa kamu masuk-masuk nunjukin gigi kaya baru dapat bonus," ucap Pak Gala, kami sudah bisa bercanda, bahkan aku dan Pak Gala, kalau tidak bercanda rasanya bagai makan sayur tanpa ijo-ijo.


"Mau ngucapin terima kasih," balasku masih dengan senyum pepsodent. Meskipun gigiku tidak rapih-rapih banget, tetapi banyak yang bilang kalau berkat gigi gingsulku wajahku terlihat lebih manis kalau tersenyum.

__ADS_1


"Untuk? Perasaan aku nggak melakukan apa-apa hari ini?" balas Pak Gala yang terlihat bingung malah.


"Pak Gala kan yang meminta Bu Fany pindah ke gudang pusat, dan aku yang tetap di berikan pekerjaan sebagai office girl," jelasku, aku sih yakin kalau Pak Gala hanya pura-pura tidak tahu. Yah rasanya aneh kalau tidak tahu apa-apa sedangkan kami ribut di perusahan yang Pak Gala pimpin.


"Oh masalah itu, tapi jujur loh itu bukan aku yang memberikan hukuman untuk Fany dan  untu kamu juga. Itu murni dari kepala HRD, tapi kalau kamu sudah mengucapkan terima kasih ke aku rasanya kurang adil kalau aku tidak menerima ucapan terima kasih itu. Tapi kurang afdol kalau tidak ada traktiran," ucap Pak Gala memberi kode dengan menaik turunkan alisnya yang hitam dan tebal (Jangan bayangin Sinchan)


"Traktir apa nih? Jangan yang mahal-mahal yah, maklum Tia belum gajian," balasku dengan nyengir kuda.


"Terserah kamu aja mau traktir apa, yang penting enak dan kenyang," jawab Pak Gala dengan pasrah.


"Bagaimana kalau besok Tia masakan nasi goreng, selain hemat juga sekalian belajar jadi calon istri yang baik," ucapku dengan menaik turunkan alis agar Pak Gala setuju. Meskipun aku jarang masak, tetapi soal rasa bisa lah dipertimbangkan untuk dijadikan istri. Percaya diri adalah kunci utama agar makanan enak.


"Wah, jadi nggak sabar ingin coba masakan kamu."


"Tapi nanti kalau nggak enak jangan protes yah. Enak nggak enak harus beri nilai sepuluh. Karena jarang-jarang Tia mau masak," kelakarku, dan memang itu benar sekali. Aku masak kalau dapat wangsit seperti saat ini. Baru terpikirkan ingin masak ketika ingin mentraktir Pak Gala, tapi kantong kering. Jadi memanfaatkan yang ada nasi di bikin nasi goreng selain hemat mungkin saja bisa dipertimbangkan untuk dijadikan istri. Karena rasa masakanku yang enak. Biasanya dari mata turun ke hati, nah kali ini dari perut naik ke hati, manjain dulu perutnya dengan masakan yang enak, baru hatinya terketuk. Itu kata Emak.


"Baiklah selagi rasanya masih bisa dimaklumi akan pura-pura enak ajah." Keputusan finalnya aku akan membuatkan nasi goreng ala Tia, untuk ucapan terima kasih, karena aku nggak dipecat.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2