
Aku pun tidak berlama-lama lagi langsung meberikan kotak kado kecil di tangan Mas suami. Benar saja Mas suami langsung terkejut, padahal belum tahu isinya.
Suasana ruang makan pun jadi tegang. Mas suami dan Momy Bela saling tatap seolah mas suami cari jawaban lewat tatapan Momy Bela.
"Momy tidak tahu, Tia bahkan tidak mengizinkan Momy untuk tahu apa isi kado itu," ucap Momy Bela, memang mertuaku ini sangat kompak sesuai keinginan aku Momy Bela bisa merahasiakan apa isi dari kado itu.
"Kok Gala jadi deg-degan yah. Soalnya Tia bukan tipe orang yang romantis," balas Mas Gala sembari menggoyang-goyangkan kotak kado yang sudah jelas isinya enteng dan tidak ada bunyi apa-apa. Ya iyalah tidak ada bunyi apa-apa lah wong isinya hanya kertas.
"Yeh, jangan salah Mas, Tia sebenarnya romantis tapi hanya Tia yang tau." Enak ajah orang romantis gini dibilang nggak romantis. Romantis kan nggak selalu kasih bunga dan coklat serta berikan kata-kata yang romantis, romantisnya aku tentu lebih banyak dengan tindakan.
"Iya-iya istriku memang paling romantis. Tapi ngomong-ngomong ini dibukanya sekarang atau kapan?" tanya Mas suami dengan tangan masih berusaha menggoyang-goyangkan kotak kado yang aku beri. Mungkin dengan menggoyangkan kotak kado jadi tahu isinya.
"Terserah, kalau Mas pengin buru-buru tahu isinya ya buka sekarang, tapi kalau tidak ingin buru-buru tahu isinya ya nanti aja. Tia tidak rugi kok. Iya kan Mom?" Aku meminta dukungan dari Momy Bela yang dari tadi hanya diam saja.
"Betul sekali, paling yang rugi kamu-kamu juga jadi tidak tahu kodo istimewa itu."
"Spesial banget yah."
__ADS_1
"Udah Mas kalau nggak mau tahu nggak usah di buka, lupakan saja." Aku yang memiliki kesabaran setipis tisu dibelah jadi dua pun kembali mengambil kotak kado yang tidak juga di buka oleh Mas Gala.
"Eh... jangan Sayang, Mas buka lah. Orang sudah sangat penasaran sekali kok. Masa diambil lagi." Mas Gala pun langsung mengambil kotak itu dan ....
Brakk... akhirnya kotak yang sudah aku bungkus cantik pun jatuh.
"Ya Tuhan ...." Mas Gala langsung terkejut ketika melihat isi dari kotak kado yang ke luar.
Mas Gala langsung mengambil kertas hasil USG yang menyatakan kalau aku hamil. Setelah cukup lama Mas suami membaca kertas itu ia pun langsung menatapku dan bergantian menatap Momy Bela.
"Selamat yah Sayang kalian bakal jadi ayah dan bunda. Momy akan terus berdoa agar kehamilan Tia tidak ada masalah dan kalian akan menjadi pasangan yang paling berbahagia terus dan harmonis, hingga kakek dan nenek, hingga anak kalian banyak nantinya," ucap Momy Bela di mana Mas Gala kayaknya masih syok.
"Iya kalian pantas mendapatkanya."
"Yes... akhirnya Gala bakal jadi ayah. Selamat Sayang kamu bakal jadi Bunda." Mas Gala pun langsung memelukku dan menciumi keningku berkali-kali.
"Mas berharap agar Kakek akan merestui kita setelah kamu hamil," ucap Mas Gala. yang langsung mendapatkan jawaban 'Amin' dari aku dan Momy Bela secara bersamaan.
__ADS_1
"Sayang apa kamu pengin sesuatu? Kata orang kalau hamil itu akan ngidam, mungkin kamu sekarang sedang ngidam?" tanya Mas Gala yang langsung membuatku terharu. Mas Gala tidak henti-hentinya mengusap perutku yang masih rata.
"Tia tidak ingin apa-apa Mas, jujur perlakuan dari Momy Bela dan Mas sudah membuat Tia bahagia. Tapi ...." Aku sengaja menjeda ucapanku.
"Tapi apa?"
"Ada apa Sayang, kamu katakan saja jangan malu-malu."
Mas Gala dan Momy Bela langsung memberikan pertanyaan secara bersamaan.
"Tapi kalau boleh minta Tia tidak ingin Mas maupun Tia, kita tinggal bareng di rumah Kakek. Tia ingin kita tetap tinggal di rumah Momy Bela. Tia betah di sini bukan di rumah Kakek."
Yah, ini bukan seperti ngidam sih tapi ini adalah permintaan aku, karena aku baru membayangkan saja sudah cape pikiran, apalagi kalau sampai beneran tinggal di rumah Kakek mungkin aku benar-benar stres. Aku takut malah nanti berpengaruh terhadap kehamilanku.
"Baiklah Sayang, besok Mas akan bilang sama Kakek. Semoga Kakek dari mengizinkan yah."
Aku memberikan senyuman terbaik. Yah, aku yakin pasti Kakek mengizinkan, toh demi cicitnya kan.
__ADS_1
Bersambung....
...****************...