Di Ujung Penghianatan

Di Ujung Penghianatan
Request Misi


__ADS_3

"Yah Tia loe udah mau balik?" Terlihat dari wajah Misi, sangat berat untuk melepasku pulang.


"Masih kangen yah," ledekku dengan wajah menggemaskan.


"Iya, baru juga cerita sebentar masa udah pisah lagi aja." Wajah merajuk Misi ternyata jauh lebih menggemaskan.


"Hehe santai saja gue sekarang boleh sering-sering ikut ke kantor kok, nanti gue bakal sering-sering mampir juga ke kosan loe deh."


"Eh Tia, ngomong-ngomong di temapt laki loe ada lowongan kerja nggak?" Kali ini wajah Misi sangat serius banget. Kalau biasanya cengengesan kali ini Misi benar-benar super serius.


"Lowongan kerja? Buat siapa?" tanyaku kepo dong.


"Gue pengin kerja lagi, tapi yang staff gitu, jangan OG cape banget kalau OG kalau staff kan mungkin bisa santai-santai."


"Yeh, namanya kerja ya cape lah, kalau loe mau santai-santai di rumah aja noh, jangan di kantor,"  jawabku dengan bijak.


"Bukan gitu Tia, maksudnya jangan kayak OG itu cape banget, apalagi kalau lagi ada yang gak masuk, gaji gede sih lemburan jalan terus, tapi badan remek juga kali. Loe tanyain napa  sama Pak Gala, kasih kerjaan gitu buat Misi, tapi yang kerjanya santai, dan gajihnya gede."


Nah kan firasatku benar, anak ini di kasih hati, minta jantung, ampela, dan kerongkonganya.


"Loe ngomong aja sendiri. Udah yuk ah turun nanti mas suami datang malah gue nggak dikasih jatah malam lagi." Aku pun berjalan lebih dulu mengabaikan Misi yang masih merengek minta kerjaan yang gajih gede, tapi kerjaanya santai. Apa tidak kebangetan tuh. Kalau bukan ngehargai pertemanan sudah aku kirim ke antartika tuh anak.


"Eh Tia..." Misi tiba-tiba sudah ada di belakang aku lagi.


"Hemz... tanya buruan. Mumpung gue belum balik ke kantor."


"Gue serius yah, tanyain sama Pak Gala soal yang tadi."


"Loe tanya sendiri aja yah, gue bingung mau tanyanya, loe permintaanya ngelunjak banget."


"Yah loe kan istrinya rayu-rayu gitu Tia, kalau malam kamu kasih service yang penuh, lalu bisikin request gue." Suara Misi manis banget ngerayunya.

__ADS_1


"Ogah, gue sama Pak Gala nggak kaya gitu yah, nggak jadi penjilat, gue mah apa adanya, dan itu sudah bikin Pak Gala cinta."


"Pelit loe, gue butuh kerjaan tapi jangan OG, karena gue pengin punya anak juga kalau OG berangkat masuk jam enam pagi pulang jam enam sore kapan bikinya."


"Malam lah, emang loe kalau siang gini bikin enggak kan, malam bikinya malamnya lah dikejar setoranya."


"Malam udah cape Tia."


"Alhamdulillah, akhirnya Mas suami udah sampai juga. Gue pulang yah Mis..." Wajah Misi langsung berubah.


"Jangan lupa permintaan gue." Misi berbisik dengan merdu.


"Mas..." Aku memanggil mas suami dengan suara manja.


"Iya..." Mas suami memberikan lirikan sayang.


"Misi mau ngomong..." Plakkk pundakku kena pukul.


Awww... Aku memekik manja. "Udah sana ngomong. Mas Gala baik kok."


"Katanya Misi mau kerja lagi tapi yang kerjaanya e..." Aku menghentikan ucapanku ketika Misi mencubit pinggangku.


"Kenapa Sayang ngomong aja jangan malu-malu..." Mas Gala malah terlihat sangat penasaran.


"Misi mau kerja lagi, ada lowongan nggak?" Aku langsung menjawab dengan cepat dari pada kena cubit lagi.


"Oh soal itu, ada... mau kerja apa? Nanti bagian bisa disesuaikan dengan kemampuan kamu."


"Hah serius Pak, segapang ini..." Wajah Misi langsung berbinar bahagia, karena ternyata mas suami nggak semenyeramkan seperti yang ia pikirkan.


"Iyalah emang ngapain dipersulit, kamu kan teman Tia jadi nanti aku bakal bilang sama HRD buat terima kamu dan tempatkan di bagian yang kamu kuasai."

__ADS_1


"Gila Tia, nggak nyesel gue jadi teman loe, ternyata ada manfaatnya juga." Misi tak henti-hentinya mengembangkan senyum.


"Makanya jangan galak-galak sama gue. Kalau loe galak bin medit, siap-siap dipecat sama mas suami."


"Astaga belum juga keterima kerja sudah kena pecat aja," eluh Misi tetapi wajahnya terus memancarkan senyum bahagia.


"Ya udah gue balik yah Mis, nanti kalau loe sudah kerja gue janji bakal sering-sering temanin mas suami kerja biar sering dengerin omelan Bu RT."


"Yeh gue mau kerja yah bukan mau cari musuh."


"Besok kamu datang ke kantor aja Mis temui HRD nanti kamu bisa bicarakan dengan Tia mau bagian apa, biar Tia sampaikan ke aku, dan aku bisa bilang ke HRD untuk bagian kamu."


"Siap Pak, terima kasih banyak Pak."


Setelah pembahasan aku dan Misi dan juga dengan mas suami soal kerjaan aku pun pamit dengan Misi dan akhirnya rasa kangenku dengan cewek cerewet itu terobati juga. Kini tinggal waktuku dengan Mas suami.


"Kamu udah makan?" tanya Mas suami begitu mobil mulai meninggalkan kos bu rt.


"Udah barusan banget sama Misi, abis tlaktir dia makan sampai perut kenyang banget. Mas belum makan yah?"


Gelengan halus dari Mas Gala sebagai jawaban atas pertanyaanku.


"Kalau gitu gimana kalau Tia temanin Mas makan, tapi Tia nggak ikut makan yah." Aku harus manjakan Mas suami ekstra karena sudah sangat baik, mengikuti apa yang aku inginkan termasuk kasih pekerjaan Misi yang bukan OG.


"Tapi suapi yah."


"Dih manja banget sih."


"Biarin, Mas pengin disuapin sama kamu."


"Ya udah, berhubung hari ini sudah baik pake banget Tia pun kabulkan."

__ADS_1


Bersambung....


...****************...


__ADS_2