Di Ujung Penghianatan

Di Ujung Penghianatan
Restu dari Kakek


__ADS_3

Pov Gala....


"Bagaimana?" tanya Papi ketika aku baru ke luar dari ruangan rawat Kakek.


Aku membuang nafas kasar dan duduk di samping Papi, dengan meletakan kepala ke sandaran kursi dan menatap langit-langit rumah sakit. Seolah mencari ketenangan di atas sana.


"Gala tidak tahu, kalau  ini kabar bahagia atau justru kabar buruk. Kakek memberikan izin kalau Tia boleh mengunjungi Kakek dan juga mulai mencoba mendekatkan diri dengan keluarga kita, tetapi sarat dari Kakek cukup rumit," adu ku, mungkin saja setelah bercerita dengan Papi aku agak jadi lebih tenang.


Papi pun mengusap pundak ku dengan lembut. '"Kamu yang sabar, Papi sudah berusaha membantu kamu, dan juga Papi yakin kalau Kakek itu pasti sedang menguji Tia saja. Papi yakin Kakek sudah mencoba membuka hatinya untuk Tia jadi jangan pernah menyerah karena apa yang kita lakukan Kakek pasti tahu. Kalau gitu kamu pulang saja sana. biar urusan Kakek Papi yang jaga."

__ADS_1


Aku pun langsung memalingkan pandangan dan menatap pada Papi. "Gala akan tetap bermalam di sini. Kasihan Papi pasti cape dan lelah kalau menunggu Kakek  seorang diri," balas ku dengan serius. Lagi pula ini sudah malam Tia dan Mami pasti sudah istirahat.


"Tapi ini itu waktunya untuk kamu kejar setoran, buruan berikan kado pada Kakek, Papi yakin kalau Tia hamil pasti Kakek bakal sangat bahagia," ucap Papi dengan mengulas senyum penuh arti.


"Tadi sudah di cash sebelum ke sini, jadi aman," balas ku dengan menunjukan senyum penuh kemenangan. Jelaslah sekarang mah istri ku sangat aku dicintai jadi kapan saja ada kesempatan selalu cash dulu biar penuh batrenya baru deh bertugas.


"Yah, kalau gitu ini sih ini tandanya Papi bakal cepat dapat cucu," ledek Papi yang langsung membuat wajah ku panas dan menunjukkan senyum malu-malu.


Sebagai laki-laki yang normal tentu aku juga menginginkan agar kami segera dikauniai anak. Dan hidup bahagia bersama anak istri, apalagi sekarang sudah mendapatkan restu dari Kakek dan tentunya orang tua juga restu sudah dikantongi dengan lengkap hanya doa yang harus dikuatkan lagi.

__ADS_1


"Kamu harus yakin dan percaya bahwa rezeki pasti akan datang kapan pun itu, Kamu harus bisa berpikir positif, selama ini mungkin kamu tidak diberikaan kepercayaan anak pada pernikahan sebelumnya itu semua karena Tuhan kasihan pada anak kamu yang mana rumah tangga kamu gagal keduanya, tetapi kalau dengan Tia, bukanya kamu saling cinta dan kini saatnya percaya bahwa Tuhan akan berikan kepercayaan caranya kamu harus semakin membuat rumah tangga kalian itu akur, akrab dan harmonis kalau ada apa-apa bicaralkan jangan saling diam. Soal Kakek Papi yakin Kakek pasti akan memberikan kamu restu. Kamu boleh pegang kata-kata Papi." Aku sangat bersyukur karena Papi nyatanya sangat perduli dengan urusan kami.


Aku pun mengulas senyum bahagia dan keyakinan seperti yang Papi katakan. Yah tentu aku yakin kalau Kakek itu sebenarnya dalam hatinya sudah merestui hubungan aku dan Tia, hanya saja sifat gengsinya yang sangat tinggi membuat banyak sekali syarat yang harus aku tempuh agar aku dan Tia mendapatkan restu dari Kakek.


"Tapi ngomong-ngomong Kakek sudah tidur?" tanya Papi dari tadi ngobrol santai tau-tau Kakek di dalam sana butuh sesuatu.


Aku pun mengangguk. Yah memang sebelum aku meninggalkan kamar Kakek sebelumnya pasti aku sudah meyakinkan kalau kakek sudah aman istirahat dengan tenang,. sehingga aku bisa curhat dengan santai bersama Papi.


Bersambung....

__ADS_1


Sembari nunggu kado spesial meluncur, yuk mampir ke novel bestie othor yah...



__ADS_2