Di Ujung Penghianatan

Di Ujung Penghianatan
Keributan karena Fitnah


__ADS_3

Siang kian berlalu dan malam pun datang menyambut, tanpa terasa satu minggu paska pesta pernikahan Yuda dan jua Mbak Fanny. Gunjingan pun tidak seramai saat pertama kabar pernikahan Yuda dan atasannya muncul.


Meskipun ada yang mengatakan aku wanita bodoh karena tidak tahu diselingkuhi oleh pacar kekasih, tetapi tidak memungkiri banyak yang bersimpati pada nasibku.


Yah, mereka yang mengatakan aku bodoh pun tidak salah. Bukan hanya teman-temanku yang mengaggap kalau aku ini adalah wanita bodoh. Aku sendiri pun tak henti-hentinya menertawakan kebodohanku. Yah, aku adalah wanita paling bodoh saat ini, karena kebucinanku sampai-sampai pacar selingkuh aku tetap adem. ayem.


Aku tidak menaruh kecurigaan apapun pada Yuda, pokoknya apa yang Yuda katakan aku selalu percaya seratus persen, tidak ada pikiran buruk sama sekali karena pikiranku tidak mungkin Yuda melakukan itu semua sedangkan kami saja sudah berpacaran cukup lama, dan semua keluarga sudah tahu hubungan kami.


Yah, dibalik hujatan yang sedikit memojokan aku, nyatanya masih tetap ada yang memujiku apalagi setelah mereka melihat kalau aku baik-baik saja di saat mendatangi pernikahan Yuda, banyak yang memuji sikapku dan juga tidak sedikit yang mendoakan aku agar dapat yang lebih baik dari Yuda.

__ADS_1


Tanpa aku minta berhenti dan tanpa aku mengemis perasaan simpati, nyatanya teman-temanku banyak yang bersimpati denganku. Tak henti-hetinya aku pun meng-Aminkan doa-doa dari teman-temanku. Yah aku percaya Tuhan sedang menyiapkan laki-laki terbaik untukku, aku hanya butuh bersabar.


Seiring berjalanya waktu gosip-gosip perselingkuhan mantan kekasih ku pun mencuat, aku yang sudah sangat bulat untuk tidak terlibat ucapan apa pun hanya diam, tetapi ujian orang diam itu tidak mudah, buktinya hari ini.


Hari ini adalah hari pertama pasangan suami istri itu masuk kerja setelah cuti menikah. Namun bukanya masuk kerja adem ayem malah Mbak Fany melabrak aku. Sontak aku kaget bin terkejut dengan ucapan wanita dengan perut sudah mulai buncit.


"Tia maksud kamu apaan, ngebari gosip yang tidak-tidak. Kamu kalau cemburu bilang, jangan main belakang. Nyebarin berita yang sudah jelas-jelas ingin membuat aku bermasalah kan?" tuduh Mbak Fany tiba-tiba datang menyampaikan aku dengan ucapan yang tanpa dasar apa-apa tiba- tiba marah.


"Maksud Mbak Fany apa? Nyebari gosip-gosip yang mana? Perasaan aku anteng-anteng aja. Kalau ada berita buruk berati itu bukan dari aku, mungkin memang Mbak kelakuannya buruk," jawabku dengan santai. Katanya aku nyebarin gosip yang enggak-enggak tentang dia dan Yuda, itu semua aku lakukan katakanya karena iri.

__ADS_1


Sontak saja aku pun melawan. Enak saja aku diem, selama ini aku nggak pernah ingin tahu permainan mereka di belakangku, aku sudah memutuskan untuk mengubur urusan dengan mereka malah diungkit-ungkit. Jelas saja loe jual gue beli.


Nggak takut aku dipecat, selain karena aku merasa bener, boro-boro buat gosip, kerjaan aku ajah dari subuh sampai pulang nggak kelar-kelar, aku juga santai setidaknya pasti nanti ada Pak Gala yang bela aku, manfaatkan lah ketika kita punya teman dekat yang berprofesi sebagai bos.


"Kurang ajah kamu ngomong nggak pernah di saring, dasar wanita desa, sifatnya pun katro. Pantas saja Yuda milik aku, mantan ceweknya norak plus nggak punya sopan santun," balas Mbak Fany yang memancing kemarahanku lagi.


"Oh yah, Yuda ninggalin aku karena katro? Bukannya karena apa yang nggak bisa dia dapatkan dari aku, tapi dengan Mbak Fany, Yuda dipuaskan. Makanya hasilnya anak dalam perut Mbak Fany yang udah besar." Pandangan mata aku, aku tujukan pada perut Mbak Fany yang sudah membuncit dengan pandangan yang remeh.


Mbak Fany yang nggak terima dengan ucapan aku pun makin menjadi, dan aku pun nggak mau kalah. Selagi aku benar, maka aku akan tetap maju.

__ADS_1


Keributan pun terjadi, aku nggak mau ditindas, sudah cukup penindasan selama ini. Sudah cukup penghianatan mereka membuat aku sakit, tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti aku, sekali pun mungkin aku akan dipecat aku sudah siap.


Bersambung...


__ADS_2