
Tok... Tok... Tok... Aku mendengar ada yang mengetuk pintu kamar, tetapi rasa kantuk yang sangat berat membuat aku tidak bisa membuka mata. Aku benar-benar seperti terkena sindrom tidur. Seperti yang tidak tidur berhari-hari sehingga mata ini sangat berat untuk dibuka.
"Tia, ini Momy. Momy masuk yah." Itu adalah ucapan Momy Bela yang sebenarnya aku bisa mendengar dengan jelas.
"Hemzzz ...." Itu adalah balasanku, aku yang masih ngantuk pun terpaksa pake banget membuka mata ini dan menatap Momy Bela yang sudah rapi dengan pakiannya karena hendak ke toko.
"Sayang, tadi Gala bilang kalau kamu sedang kurang enak badan. Apa yang kamu rasakan?" tanya Momy Bela dengan membawakan nampan yang berisi dengan nasi dan lauk pauk.
Mendengar ucapan Momy Bela, keningku pun mengernyit bahkan hampir menyatu.
"Tia tidak sakit Mom, hanya ngantuk saja, tidak ada yang sakit apa pun," jawabku sembari menguap. Lagi-lagi kantuk itu sudah datang lagi.
"Benaran kamu hanya ngantuk saja, tidak ada rasa sakit apapun?" tanya Momy Bela lagi.
"Yakin Mom, nanti kalau udah tidur juga sudah segeran lagi."
__ADS_1
Momy Bela masih seperti tidak percaya dengan ucapanku. "Kalau gitu kamu makan dulu yah biar tubuh kamu kembali segar. Mungkin memang kamu kurang istirahat." Momy Bela meletakan nampan berisi sarapan dan air minum di hadapanku.
Aku mengulas senyum bahagia. Siapa sih yang tidak bahagia ketika mendapatkan mertua yang sangat baik, aku seperti tinggal dengan ibuku sendiri karena Momy Bela yang memperlakukan aku seperti anaknya sendiri malah lebih sayang ke aku dari pada Mas Gala.
"Terima kasih Mom," ucapku lagi-lagi dengan menguap.
"Sama-sama, kamu kalau di rumah sendirian apa tidak masalah. Momy hari ini akan ke toko, ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, tetapi nanti Momy usahakan tidak sampai sore setelah pekerjaan selesai Momy akan secepatnya pulang."
"Astaga Mom, Tia tidak kenapa-kenapa Tia hanya ngantuk karena semalam hampir tidak bisa tidur. Lagian nanti juga ada Bibi, Momy kalau mau ke toko, pergilah ke toko jangan terlalu cemas dengan Tia." Aku mengusap tangan Momy Bela agar Momy Bela tahu kalau aku baik-baik saja.
"Coba Momy pegang tangan Tia, tidak panas atau hangat kan?" tanyaku sekali lagi. Dan Momy Bela pun langsung membalas dengan anggukan.
"Siap Momy, Tia tahu bagaimana kecemasan Momy Tia tidak akan bikin Momy sedih dan merasa bersalah, nanti kalau ada apa-apa dengan Tia, pasti akan langsung hubungi Momy." Aku pun harus benar-benar menyakinkan Momy Bela kalau aku tidak apa-apa. Lagian wajah ngantuk kan karena pengantin baru bekerjanya di malam hari. Dan kalau sudah dikerjain oleh suami tidak bisa langsung istirahat. (Ea.... apa tuh Tia? )
"Ya udah Momy berangkat. Kamu jaga diri baik-baik dan makan yang banyak."
__ADS_1
"Hati-hati Mom, maaf Tia tidak bisa antar karena habis makan mau tidur lagi." Aku pun menyengir kuda.
"Tidak apa-apa, kamu istirahat yang banyak biar cepat segar lagi." Setelah memastikan aku baik-baik saja. Momy Bela pun pergi meninggalkan kamarku dan langsung ke toko. Sedangkan aku menatap makanan yang Momy Bela antar tidak ada ketertarikan sama sekali.
Sehingga aku pun memilih meletakan makananĀ yang ada di nampan. Saat ini aku benar-benar tidak ingin makan dan hanya ingin tidur sampai siang.
Bahkan aku sebelumnya berkirim pesan sama mas suami agar tidak menghubungiku karena aku akan tidur hingga siang.
Siang hari aku pun bangun, tepatnya pukul sepuluh. Kali ini giliran perutku yang kelaparan aku seperti tidak makan selama satu minggu.
Segera aku mau mengambil makanan yang Momy Bela berikan untuk ku. Bahkan aku masih harus nambah baru perut ini terasa kenyang.
Setelah makan aku pun hanya duduk dan istirahatdi kamar dengan menonton drama Korea. Mau mandi rasanya malas banget nyentuh air.
Pokoknya aku berencana akan bermalas-malasan sampai sore itu pun kalau tidak kebablasan. Kalau kebablasan paling juga dikomplain mas suami.
__ADS_1
Bersambung....
...****************...