Di Ujung Penghianatan

Di Ujung Penghianatan
Mas Suami Yang Manja


__ADS_3

Pulang dari rumah Misi, kami pun langsung mencari makan untuk makan siang mas suami.


"Kamu benar Sayang nggak mau makan lagi? Atau mau beli apa gitu."


Aku kembali menggeleng, entah ini pertanyaan keberapa mas suami bertanya, sebelumnya sudah bertanya dan sudah aku berikan jawaban kalau aku tidak mau makan lagi, perutku masih sangat kenyang.


"Tidak Mas, ayo buruan Mas mau makan di kantor kan. Tia tunggu di dalam mobil saja yah." Setelah memastikan kalau aku nggak mau makan lagi. Mas suami pun langsung turun dan membeli makan siang, untuk makan Mas Gala memilih makan di kantor karena ingin disuapi dengan tanganku.


Sembari menunggu Mas suami membeli makanan aku pun lanjut berkirim pesan dengan Misi terutama bertanya dengan pekerjaan yang Misi kuasai.


[Aneh loe tadi bilang nggak mau di OG, dan pengin staf tapi giliran mau bagian apa yang loe kuasai loe bingung dan tanya gue, mana gue tahu. Buruan loe pikir nanti malam chat gue lagi biar gue bisa bilang sama Mas Gala.]


Itu pesan yang aku kirimkan sama Misi, anak satu itu memang aneh bin ajaib, tidak tahu pekerjaan yang dia kuasai.


[Gue nggak tahu gue ahli di bidang apa Tia, Loe kan tahu selama kerja gue ada di OG jadi gue nggak tahu bidang apa yang gue bisa selain bersih-bersih. Loe mita saja sama Pak Gala terserah mau tempatkan gue dibagian apa saja yang penting gajih gede dan kerjaan enak.]


[Tuh kan makin ngelunjak. Ada yang mau tampung teman macam ini nggak sih, kalau ada aku mau buang] Itu adalah balas terakhirku untuk Misi, aku langsung matikan ponsel dan memasukan ke dalam tas. Maklum mas suami sudah datang dengan box makanan di tanganya.


"Kok banyak banget Mas?" tanyaku yang melihat Mas suami bawa tiga box.


"Buat kamu takut kamu lapar lagi."

__ADS_1


Mendengar jawaban Mas suami aku hanya tertawa garing, memang mas suami selalu gitu. Bertanya tetapi keputusan akhirnya gimana pak suami aja deh.


"Kalau ujungnya beli, terus kenapa tadi Mas suami tanya sama Tia."


"Hehe, basa basi aja."


Aku memonyongkan bibir udah tidak aneh. "Ngomong-ngomong kita akan balik ke rumah atau kantor Mas?"


"Kantor dong, pekerjaan Mas banyak sekali dan Papi masih belum bisa bantuin kerjaan Mas, Kakek baru pulang rumah sakit dan masih butuh Papi di rumah."


"Alhamdulillah kalau Kakek sudah pulang, tapi apa nanti tidak jadi gunjingan orang kalau ada yang masih kenal Tia dan balik lagi dengan Mas mana langsung masuk ke ruangan Mas lagi."


"Loh, kalau ada yang kenal dan nyapa ya dijawab saja, cepat atau lambat mereka akan tahu hubungan kita, tidak ada yang harus ditutup-tutupi."


Aku menghela nafas panjang, emang benar tidak ada yang harus ditutup-tutupi. Aku juga harus tetap bersikap ramah jangan sampai gara-gara aku sekarang menjadi istri Pak Gala ada yang bilang sombong kan memalukan.


Benar saja  begitu turun dari mobil satpam sudah mengenaliku.


"Mbak Tia yah..."


Aku membalas dengan anggukan dan senyum ramah, tetapi aku tidak bisa dengan bebas menyapa pak satpam dan teman-teman yang mengenaliku, itu semua karena aku yang langsung ditarik masuk oleh Pak Gala.

__ADS_1


"Sudah lapar banget." Itu kata mas suami padahal aku tahu, pasti mas suami cemburu.


Begitu samapai dalam ruangan aku pun langsung menyiapkan makan siang, bahaya kalau mas suami kelaparan suka galaknya dua kali lipat.


"Emang kenpa sih Mas kalau makan sendiri?" protesku ini adalah ke tiga kalinya Mas suami minta di suapi makan olehku. Jadi berasa punya anak bayi  kalau kaya gini.


"Enggak tahu makanan dari tangan kamu itu enak saja, rasanya beda."


Aku hanya tertawa masam. "Perasaan Mas aja itu kali, namanya makan mah dari tangan siapa saja sama Mas, tidak ada bedanya."


"Entahlah, tapi kayaknya kalau Mas disuapi kamu terus bisa-bisa berus Mas makin besar dan berat badanya makin bertambah."


Aku melirik Mas suami, "Emang kalau berat badan bertambah kenapa, jadi nggak ada yang naksir lagi," Ah aku jadi sensitif kan.


"Takut nggak maco nanti kamu ninggalin aku lagi."


Bush... wajahku langsung memerah, bagaimana aku bisa ninggalin mas suami sedang aku saja bucin pake banget.


Bersambung....


...****************...

__ADS_1


__ADS_2