Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
#11# rasa yang terkunci


__ADS_3

"O iya Na..nanti ke kantor bareng aja hemat bensin..!" kata Adhi.


"No... No... No...!" kata Sheena.


"why honey..??!" ledek Adhi.


"udah dech mas....nggak sah bercanda pakai kata honey..! Lagian ya apa nanti kata orang di kantor..! Aku kan baru aja jadi karyawan.. Masak sudah di boncengin sama managernya.. Ya kalee dikira gue cewek apapun..!" kata Sheena.


Adhi hanya terkekeh mendengar penjelasan Sheena.


" nggak karena di boncengin sama motor... Kamu nya nggak mau...! Milih yang sama mobil tuuhh..! " tanya Adhi.


" idih.. Mana ada ya di kamusnya Sheena ini milih milih temen kayak milih barang...BIG No..!" kata Sheena


"kalau milih suami..?!" Tanya Adhi lagi.


"ya kali mas... Apalagi milih suami..! Kalo Sheena si milih yang mau kerja keras dan tanggung jawab sama keluarga..!"


"bukan kayak mas gitu tipenya.. Suka ngobral cinta tapi kemyataannya Zonk..! Malah ada juga ni ya, yang lelaki bukan jadi tulang punggung... Eh ini malah bininya yang harus banting tulang...! Nggak dech yang kayak gitu..!" lanjutnya.


"heh.. Masak si mas ngobral cinta..! Nggak lah..!" kata Adhi.


"nggak salah maksudnya..!" kata Sheena tertawa.


"hidup itu cuma sekali mas... Jadi menikah juga harusnya sekali... Makanya harus penuh pertimbangan.. Nggak asal ngasal..!" lanjut Sheena.


"emangnya kamu nggak suka punya cowok kaya.. Punya banyak perusahaan, mobil mentereng..!" tanya Adhi.


"bukan nggak suka si... Tapi kayaknya bukan aku banget kalo berdamapingan dengan orang seperti itu..! Orang orang seperti itu pasti kebebasannya juga di batasi, tidak boleh bertindak sembarangan...dan lagi ya... Karena kehidupan yang terkekang, pasti mereka suka main perempuan sana sini... Celup sana Celup sini...! Secara mereka punya banyak uang..! Lagian wanita mana si yang nggak mau sama mereka..! Kecuali aku tentunya.. Hahaha.. "kata sheena


" lagian ya mas.. Keluargaku juga nggak bakal setuju...! Bahkan sampai tujuh turunan nggak bakal mau..!"lanjut Sheena.


" kenapa?! ". Tanya Adhi.


"karena keluarga kami trauma sama orang orang kaya yang suka membeli orang dengan uang..!


" maksudnya..?! Selidik Adhi.


"jadi dulu ayahku pernah melaporkan korupsi kepada bosnya.. Eh.. Malah ayahku yang dijebloskan ke penjara.. Ya karena temennya ayah yang korupsi notabene orang terpandang di kota Z. Kami hidup sangat susah setelah ayah dipenjara..!tapi aku Salut dengan ibuku yang tetap berjuang menghidupi kami..!" lanjut Sheena ber api-api.


Kemudian kami pindah ke sini setelah ayah bebas. Karena di tempat dulu, kami sering dijuluki anak bekas napi...! "


" toh sekarang pun kalau ada orang di daerah kami.. Mereka pasti akan mencemooh kami anak napi..! " menyebalkan bukan..!" makanya kami sekeluarga bener bener nggak mau berhubungan dengan orang orang kaya..! Memuakkan..! Penuh kepalsuan..! "katanya.


Adhi yang mendengar penuturan Sheena ada sedikit rasa sedih di hati nya. Perjuangan Sheena dan keluarganya pasti sulit. Tapi mereka mampu untuk berdiri mandiri dan berhasil seperti ini merupakan suatu kebanggan tersendiri.


" mas.. Ayow sudah telat..!" kata Sheena.


Adhi pun tersadar dari lamunannya. Ia pun Bergegas membersihkan meja makan dan bersiap siap ke kantor.


"ini Na... Kamu pakai motor mami..! Biar cepet..! Kata Adhi.


" nggak usah mas.. Ak naik bis aja..! "kata Sheena.

__ADS_1


" kalau kamu nggak mau ya bareng aku gimana..??! "kata Adhi.


" eh.. Nggak lah.. Iya Iya aku pakai Motornya..! "


" nah.. Gitu donk..! "kata Adhi.


Mereka berdua pun pergi bersama sama tetapi dengan motor yang berbeda.


Sesampainya di kantor, Sheena di kaget kan oleh Vivi.


" Na.. Kamu bawa motor baru ya..?! "tanya Vivi.


" eh.. Nggak... Itu Pemberian... "Sheena tidak melanjutkan kata katanya.


"Pemberian siapa haiyoo..!" tanya Vivi.


"Pemberian orang tua gue lah..!" kata Sheena berbohong.


"owwwhhh.. Tak kiraaain...!" lanjut Vivi.


Drrt... Drrt... Drrt..


Suara ponsel Sheena berbunyi.


"ke ruanganku sekarang ya Na..!" kata Adhi.


"baik pak..!" balas Sheena.


"pak..?!" lanjut Adhi.


"lagian kan nggak ada yang tahu hun..?!"


"hun..?!" maksudnya apa coba..? Salah ketik..?! "balas Sheena.


Ni orang berbalas pesan dengan siapa saja si... Bisa keliru nama orang...! Menyebalkan..!" batin Sheena.


"hun =honey..Na.." balas Adhi.


Sheena tertawa cekikikan melihat balas an Adhi. Vivi memperhatikan temannya yang bertingkah aneh seperti itu pun mulai menaruh curiga.


"Na..loe kesambet ya..." kata Vivi.


"eh.. Nggak kok.." ini ada orang yang nyasar salah kirim pesan..! "kata Sheena.


" bukannya kalau salah kirim itu kesel ya Na... Kok kamu malah cengar cengir..! "kata Vivi.


" ya itu...habis lucu pesannya..!" Kata Sheena menghindar.


"sudah dulu ah.. Gue di panggil bos..!" kata Sheena.


"lhho.. loe itu dapat pesan dari bos atau orang yang salah kirim..?!" kata Vivi.


"dua duanya..!" jawab Sheena.

__ADS_1


Sheena pun berlalu meninggal kan Vivi menuju ruangan Pak Dharma.


Di jalan menuju tangga, Ia melihat Seorang perempuan masuk duluan ke ruangannya pak Dharma. Sheena pun merasa penasaran. Ia mempercepat langkahnya dan sampailah Ia di depan ruangan pak Dharma. Ia pun ragu mau masuk keruangan tersebut.


"Masuk nggak.. Masuk nggak.." gumam Sheena.


Tiba tiba Sheena di tanya oleh salah satu karyawan yang melintas.


"masuk aja mbak... Pak dharma di dalam.."kata karyawan tersebut.


" I..i..iya..!"jawab Sheena.


Sheena pun memberanikan diri masuk ke ruangan tersebut. Di bukanya pintu ruangan tersebut Daan.....


Dilihatnya cewek yang masuk tadi sudah dalam keadaan setengah terbuka. Bahkan Sheena bisa melihat. Buah Dadanya yang berbalut dengan penutup warna merah. Wanita tersebut duduk di pangkuan Adhi dan mereka dalam keadaan berciuman. Mereka yang tidak menyadari kehadiran Sheena, membuat Sheena menutup kembali pintu ruangan tersebut.


"ish... Apa yang gue lakukan si..! Mata gue ternoda oleh ulah mereka..!" kata Sheena.


Sheena pun kembali ke ruangannya.


"lho Na.. Gak jadi ke ruangan nya pak Adhi..??!" tanya Vivi


"nggak jadi.. Nanti aja... Ada yang mau gue selese in..!" kata Sheena.


Sheena jadi tidak fokus pada kerjaannya. Ia masih mengingat kejadian tadi siang. Dadanya bener bener sesak melihat kejadian itu. Ternyata benar.. Mungkin rasa suka akan menyebabkan sakit hati yang berkepanjangan. Makanya selama ini dia menjaga hatinya rapat rapat. Tapi akhir akhir ini hatinya mulai rapuh dengan kedatangan Adhi dharma. Hatinya mulai terbuka perlahan lahan, seolah olah ada harapan dirinya akan bahagia, namun kenyataanya hatinya sudah retak terlebih dahulu sebelum bahagia ia dapatkan.


Sheena hanya bisa menghela nafas. "Ayo Na...bukankah kamu kuat..!" kata Sheena.


Drrt... Drrt... Drrt.. Ponsel Sheena berbunyi.


"Na.. Ada masalah di kota Z, kamu kesana ya urus masalah yang di sana..." kata bu Beta.


"eh.. Saya belum punya pengalaman bu...nant kalau saya salah bagaimana..?!" tanya Sheena.


"nanti ibu pandu dari sini...! Mau ya Na.. Please..!" kata bu Beta.


"ya sudah kalau gitu bu...oke saya siap..! Kata Sheena.


Ponsel pun dimatikan.


Sheena segera bersiap siap ke kota Z.


" Vi..mungkin beberapa hari aku nggak ada... Ada urusan di kota Z, kamu handle yang disini ya..! "kata Sheena.


" loh.. Kok mendadak sekali Na..? " tanya Vivi.


" Iya.. Ini tadi bu Beta telpon langsung ke gue..!"kata Sheena.


Sheena pun bergegas keluar kantor. Di bawanya motor Adhi kembali ke rumahnya. Setelah selesai memarkirkan motor, Ia pun menutup pintu pagar rumah dan menguncinya. Kuncinya di taruh di pot bunga biar nggak kelihatan orang.


" ya.. Mungkin dengan seperti ini.. Aku bisa menjaga hatiku agar tetap terkunci hingga suatu saat akan ada yang serius membukanya.." batin Sheena sambil meninggal kan rumah Adhi.


ketika berharap pada manusia dan itu terasa perih maka menengadahkan tangan ke langit akan lebih baik. garis takdir pasti sudah tertulis kita hanya menunggu kapan skenrio indah itu datang di saat yang benar benar tepat.

__ADS_1


-Sheena_


__ADS_2