
"jangan berpikiran macem macem..!! Jas itu untuk menutupi dadamu yang basah dan sangat terlihat sekali..!" kata Adhi tiba tiba.
"heii..! Dasar mesum..!!!" bentak Sheena sambil menutupi bagian Dada nya.
"eh.. Siapa yang mesum..!! Dasar karyawan gak ada akhlak..!" gerutuAdhi sambil memasuki mobil.
"ih... Dasar Pria Gila...!!" ucap Sheena.
"maaf boss... Ini mau kemana..??!" kata Assisten Gery.
"kembali ke kantor..!" kata Adhi.
"nggak bisa pak...! Saya harus ganti baju...! Saya Mau pulang dulu..!" kata Sheena.
"yang jadi boss siapa??!" lanjut Adhi..
"ya andalah...!! Masak saya..!" jawab Sheena.
"Nah... Itu tau..!! Kita ke kantor..!" kata Adhi.
"Anda yakin kita ke kantor pak??!" tanya Sheena dengan senyum liciknya.
"Iya..!" jawab adi singkat.
"urusan pakaian mu bukan urusan ku..! Dan nanti di kantor tolong jas saya jangan kamu pakai..!! Terserah bagaimana caramu pakaian mu itu bisa kering..!!" kata Adhi ketus.
"tenang saja pak...! Saya punya caranya..!!" jawab Sheena dengan senyum penuh makna.
Mobilpun melaju menuju kantor. Tidak ada obrolan di sepanjang perjalanan. Suasana hening Mencekam.Sheena yang bener benar kesal dengan sikap Adhi yang seenaknya. Adhi pun sama Adhi kesal karena Sheena tak ber cerita apapun pada nya.
Sesampainya di kantor. Assisten Gery melangkah keluar membuka kan pintunya untuk siboss.
Sheena pun memulai aksinya. Dibukanya jas bossnya itu. Tanpa ragu ragu Iaperlahan lahan membuka kancing kemejanya. Adhi tersentak melihat tingkah Sheena.
"hei..!! Dasar gadis Gila..!!"pekik Adhi.
Sheena tersenyum. Dan mulai mendekati Adhi. Adhi bergeser dari duduknya. Ia menahan saliva nya melihat belahan Dada yang menggiurkan.
" minggir..!! Kata Adhi menahan kegugupannya.
"jadi...mau masuk kantor apa pulang ke kosku??"
"kau..!!" ucap Adhi kesal.
Sheena mengunci pintu mobil.
__ADS_1
"kalo misal kaca ini aku buka dan orang orang di sana melihat kita seperti ini gimana caramu mengatasinya??" kata Sheena nakal.
Adhi yang sudah merah padam wajahnya,
"oke..!!! Kau boleh pulang..!" kata Adhi mendengus kesal.
Ia hanya takut para karyawan menggosipkannya. Dan itu pasti akan berdampak buruk bagi reputasinya. Yang tidak habis pikir bagaimana Sheena bisa seberani itu. Sekarang kalau saja ada yang melihat mereka pasti akan berpikiran buruk.
"pakai bajumu..!!" kata Adhi ketus
"Iya Iya..! Hahaha...! Tenang aja si boss... Kayak mau saya perkosa aja..!! Seharusnya saya yang khawatir.. Anda telah melihat kemolekan tubuh saja...!" katanya sambil tertawa cekikikan.
Adhi menoleh dan memelototkan matanya.
"tenang bos...!! Bercanda kalee...!! Hidup itu sekali kali ketawa lah... Jangan tegang teruuuss...!!nanti takutnya ada yang lain yang ikutan tegang..!!! Hahahaha..!" kata sheena mengejek.
Adhi tidak menanggapi perkataan Sheena. Sebenarnya Ia sudah bersusah payah menahan hasratnya melihat dada Sheena yang terpampang jelas. Apalagi dengan tubuhnya yang putih dan lehernya yang jenjang... Selain itu bibir Sheena pun sudah memasuki pikirannya sejak awal. Hasratnya tiba tiba muncul setelah sekian purnama dia tidak tertarik dengan wanita lain.
Sheena membuka jendela mobil dan berkata pada asisten Gery.
"ayow bro... Kita ke kosku dulu... Ak mau ganti baju.." kata Sheena.
Asisten Gery memandang boss nya. Dan dengan pandangan dingin bossnya pun menganggukkan kepala.
"naah.. Boleh Kaan...!" kata Sheena kegirangan.
Sesekali gery melirik ke arah belakang. Sheena terlihat penuh kemenangan sedangkan bossnya terasa lebih dingin.
"tumben boss sikapnya seperti itu..!" batin assisten gery.
"berhenti berhenti...!!" teriak Sheena.
"heh..!! Kamu itu bisa tidak nggak usah teriak teriak..!!! Telingaku budeg dengerin teriakan teruss..!!" kata Adhi kesal.
"ah.. Pak kusuma yang mulutnya itu seperti cabe sekilo... Maaf ya.. Emang gini nih nasib karyawan yang dianiyaya..! Bisanya cuman menumpahkan kekesalan lewat teriakan..!!" jawab sheena.
"eits... Nggak usah Marah boss... Cepet tua nanti... kan sayang..!!"lanjut Sheena sambil turun dari mobil.
Adhi yang menahan kesal pun memperhatikan tempat yang ditinggali Sheena. Itu bukan seperti tempat kos tapi lebih cenderung ke apartment.
" bagaimana karyawan seperti Sheena mampu membeli apartment seperti ini..? Walaupun harganya terhitung murah tapi berdasarkan penghasilannya perbulan mungkin tidak akan cukup untuk membiayai hidupnya.."batin Adhi.
Setelah selese ganti baju, Sheena keluar dengan tampilan yang lebih fresh. Dia pun menuju mobil hitam yang masih terpakir di depan.
" halo pak...! Lama menunggu ya..??! "kata Sheena sambil melempar senyum.
__ADS_1
" menurutmu..! "kata Adhi kesal.
"jangan jutek jutek dong pak...! Kita ini kan satu Tim.. Jadi harus bisa menjaga hubungan silaturahmi.."kata Sheena meledek.
" "Ger... Segera ke kantor..!!" kata Adhi.
Gery pun melakukan mobil tersebut.
"cie cie ngambek..!" ledek Sheena.
"saya jadi inget cerita kucing dan hari mau..! Bapak yang jadi kucingnya..! Saya yang harimaunya..! Hahaha." kata Sheena..
Adhi hanya mendengus kesal. Ia benar benar kehilangan akal menghadapi gadis satu ini.
"pak bos..itu di rambutnya sudah tumbuh uban..! Kata Sheena.
Adhi pun tersentak kaget. Dia melihat di layar hapenya. Ia sama sekali tidak menemukan uban di sana.
"tapiii bo'ong...!!" lanjut Sheena.
Adhi yang marah besar menecengkeram baju Sheena.
"kau bisa diam..!!" kata Adhi kasar.
Sheena yang terkaget pun menjawab.
"ampun pak...ampuun...saya masih mau hidup..!toh kalo bapak cekik saya pun nggak ada untungnya..! Malah buntung...!"Jawab Sheena santai.
Adhi melepaskan cengkeramannya dan keluar dari mobil dengan membanting pintu.
Sheena keluar dari mobil menuju ruang nya. Memasuki kantor tersebut semua mata memandang Sheena Dan berbisik bisik.
" itu anak baru tadi pakaian nya nggak itu kan... Kenapa di ganti baju..!" kata rheyna
"pasti sudah tidur sama si boss makany a pangkatnya langsung naik level...!" jawab Reni sinis.
"hey anak baru...! Habis ngapain loe sama si bos..lnaik ke ranjangnya ya..!" Kat salah satu Pegawai di sana.
Sheena berhenti dan mendekati suara tadi.
"dengar ya kalian semua..! Kalian pasti iri kan karena tidak bisa naik ranjangnya pak boss.!! Makany a kalau dan dan jangan kayak nenek lampir..! Kalo pakai pakaian tuh yang bener..! Jangan pakai pakaian yang kekurangan bahan gitu..! Pantes saja boss nggak bernafsu sama kalian..! "ucap Sheena kasar dan meninggal kan kerumunan tersebut.
" kalo bukan karena ada misi sudah aku robek robek tu mulut..! " gerutu Sheena.
Sheena duduk di kursinya dan mulai memasukkan data data yang di dapatnya tadi. Sedangkan di dalam kantor Adhi nampak sangat kesal mendengar laporan dari Gery tentang staf staffnya.
__ADS_1
" tapi nona Sheena ternyata tangguh pak... Dia mampu membuat mereka tak berucap sedikit pun..!" "kata Gery.