Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Menagis Lagi...


__ADS_3

Fahri pun ikut dengan Alena menuju ke sekolah Sheena. Sesampainya di sekolah Sheena, Fahri dengan tergesa gesa menuju ke ruang kantor kepala sekolah ditemani dengan Alena yang masih setia mengekor di belakang fahri.


Tok tok tok


“masuk..!” kata Pak Romi  kepala sekolah Sheena.


“ permisi pak..ada yang ingin bertemu dengan Anda..”kata pegawai tata usaha itu.


“suruh masuk saja..”kata Pak Romi


Pegawai Tata usaha itu pun menghampiri Fahri yang masih berada di luar.


“silahkan masuk Mas..”kata Pegawai TU itu mempersilahkan Fahri dan Alena masuk.


Fahri dan Alena pun memasuki kantor tersebut. Disana mereka di sambut hangat oleh Pak romi.


“silahkan duduk mas…ada perlu apa ya..?” kata Pak Romi ramah.


“iya terimakasih…”kata Fahri sambil duduk di sofa tersebut.


Mereka bertiga pun memulai pembicaraan.


“begini pak…saya mau minta penjelasan mengenai masalah adik saya yang dikeluarkan dari sekolah ini..”Kata Fahri tetap tenang menahan emosinya.


“adik anda…”Pak Romi mengingat ngingat kembali.


“Sheena pak..”jawabFahri memotong pembicaraan Pak Romi.


Pak Romi menghela nafas panjang.

__ADS_1


“maafkan bapak..Bapak selaku kepala sekolah tidak bisa berbuat banyak…para orang tua mengumpulkan surat pernyataan agar mengeluarkan Sheena dari sekolah ini…Bapak sudah berusaha menjelaskan..kalau berita itu


belum tentu kebenarannya…namun apalah daya bapak…mereka menuntut agar segera menindaklanjuti pengeluaran Sheena…” kata Pak Romi sedih.


kalau Sheena tidak dikeluarkan pun kasihan…nanti dia akan dijadikan bahan cemoohan anak anak disini…!”tambah Pak Romi.


“padahal dia anak yang rajin dan pintar, bahkan beberapa guru disini mengenalnya dengan sangat baik…!”lanjut Pak Romi.


Fahri yang mendengar hal itu pun merasa bahwa memang sebaiknya Sheena dijauhkan dari sekolah ini dulu. Apalagi kondisinya seperti itu tidak tahu kapan dia bias pulih seperti dulu lagi.


“saya bisa memberikan surat cuti terlebih dahulu untuk Sheena kemudian kalau dia sudah sembuh saya akan mengeluarkan surat pindah ke sekolah yang di tuju..”Kata Pak romi.


“hanya itu yang bisa saya lakukan untuk Sheena..”lanjut Pak romi.


Fahri terdiam. Ia mencerna perkataan pak Romi.


“sama sama Nak...saya juga punya anak perempuan..dan saya bahkan tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika itu terjadi pada anak saya…semoga kalian semua bisa kuat terhadap cobaan ini..!” kata Pak Romi.


Akhirnya Fahri dan Alena pun pergi dari sekolah tersebut. Didalam perjalana pulang alena dan fahri hanya diam. Namun, Fahri sadar ia harus menghindari Alena agar Alena tidak terkena maslah.


“le…besok besok tolong jangan datang ke rumah sakit lagi..kami sekeluarga hanya tidak ingin mengeinagt masa lalu kami..jadi aku mohon kamu jangan pernah mencoba datang lagi..!”kata Fahri.


“tapi..”belum sempat Alena mengutarakan pendapatnya, Fahri sudah menatapnya dengan tatpan yang sangat tajam.


“baiklah..”kata Alena.


Berbulan bulan Sheena mendapatkan perawatan intensif dari psikiater. Kedua orang tua sheena dan Fahri pun akhirnya mendapat titik terang tentang apa yang menimpa Sheena. Fahri yang mendengar langsung pengakuan Sheena menjadi geram dan akan mencari keadilan untuk Sheena. Namun di larang oleh orang tua Sheena karena itu akan membuat mental Sheena kembali ambruk.


Akhirnya mereka selalu berpindah pindah dari kota satu ke kota lain agar orang lain tidak mengenali mereka. Selama SMP dan SMA Sheena pun tidak pernah mempunyai teman dekat sama sekali karena seringnya ia berpindah tempat. Ia selalu menutup diri dari teman teman yang lain. Hingga saat Sheena memasuki perkuliahan, Fahri ijin untuk berangkat ke luar negeri karena ada tugas dari atasannya. Mulai disitulah Keluarga Sheena menetap.

__ADS_1


Flashback off


Sheena yang terbaring di sofa mengingat masa lalunya yang menyedihkan. Ia berniat akan membalas mereka satu persatu. Dulu mungkin ia hanya gadis lemah yang takut akan cemoohan orang terhadap keluarganya. Namun sekarang ia bisa berdiri di atas kaki dia sendiri bahkan menjadi sosok wanita yang disegani di Negara tempat kakaknya bekerja. Namun Sheena tetap tidak mau megekspos dirinya sendiri. Ia takut akan ada orang orang jahat yang mengorek  masa lalunya.


Dada Sheena terasa sesak. Ia melihat sekilas bayangan bayangan ketiga orang itu saat memperlakukan dirinya. Bahkan mereka masih tidak tersentuh oleh hukum dan menjadi serakah dengan kekuasaan. Saat ini perusahaan


Adhi lah yang menjadi sasaran mereka. Perusahaan Adhi merupakan saingan terberat mereka. Karena itu ia melakukan segala upaya untuk menjatuhkan perusahaan tersebut.


“siapa orang dalam yang harus aku curigai?”batin sheena.


Namun sesaat nafasnya mulai tersengal. Ia merasakan engap dan mulai tidak bisa bernafas. Ia mencoba bangun dari sofa namun ia melihat dua orang bertubuh kekar memegangi tangan dan kakinya. Ia mencoba meronta ronta dan meminta tolong namun tenaganya sudah terkuras habis.


“Na..Na..!bangun..!”kata seseorang membangunkan Sheena.


Sheena yang tersadar membuka perlahan lahan matanya dan mengedarkan pandangan ke ruang tersebut. Nafasnya masih memburu. Dilihatnya wjah Adhi dengan raut yang sudah tegang.


“Na..kamu kenapa?!!”Tanya adhi.


Sheena tanpa sadar memeluk Adhi erat sekali. Ketakutannya akan ketiga orang bejat dahulu mengakibatkan hidupnya tidak tenang. Di pelukan Adhi ia berangsur angsur tenang.


Adhi mengelus punggung Sheena pelan.


“tenang Na…”nggak papa..”!tenang ya…”kata Adhi.


Sheena merenggangkan pelukannya. Namun Adhi malah memeluknya sangat erat.


“seperti ini saja senbentar lagi…tenangkan dirimu dulu..!” kata Adhi lembut.


Sheena tidak bias berkata kata. Perlakuan Adhi sangat lembut dan memang ia telah lama merindukan sosok lelaki yang dicintainya itu.  Tak terasa air matanya jatuh deras sekali. Ia menangis sesenggukan dalam dekapan Adhi.  Beban pikiran yang selama ini ia pikul terasa ada yang ikut mengangkat dari pundaknya. Ia terus saja menangis dan menangis. Hingga ia terlelap tidur dalam dekapan laki laki yang dicintainya itu.

__ADS_1


__ADS_2