Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Lawan Mulai Beraksi


__ADS_3

Hujan di luar seakan tidak berkompromi.  Ia semakin deras saja mengalir dengan diiringi


petir yang bertalu talu.


“Menginap saja...  kelihatannya


itu akan lama berhenti...!”kata Gery


Naysa menatap Pak bossnya dengan pandangan yang sulit di


artikan.


“Pak boss ingat ya... kalau jatuh cinta padaku... ingat di


depan gedung KY group!” kata Naysa mengingatkan.


“Jangan ke Ge-er an... itu karena kalau malam malam gini kalau


harus mengantarmu dan kembali lagi ke sini yang aku khawatirkan adalah


keselamatanku...!” kata Gery.


“Ish..! terserah..!” kata Naysa.


“Ini..!” Gery melemparkan selimut dan bantal.


“Maksudny apa ini pak bos?” kata Naysa mengerutkan


keningnya.


“Kamu tidur di sofa luar, aku di kamar..!” ucap Gery.


“Wah... baik sekali anda ya pak bos..!” kata Naysa


“Tentu saja..!” jawab Gery.


“Tidak..! Lady first..!  Bos tidur di luar, saya di dalam..!” bantah Naysa.


“ini rumah siapa?” Tanya Gery kepada Naysa.


“Rumahnya Boss..!” balas Naysa.


“terus kamar,  kamar


siapa?” tanya Gery lagi.


“Ya kamarnya Boss lah..!” lanjut Naysa.


“Terus Kenapa saya harus menyerahkan kamar saya kepadamu?”


tanya Gery Sinis.


“Orang ini kayaknya harus di ajari bagaimana bersikap dengan


wanita..!” gumama Naysa kesal.


“Jangan Mengatai saya..!1” kata Gery.


“ Bosss... saya bilangin ya boss... dimana mana itu Lady


first..! wanita yang di manjakan di lindungi...! bukan sebaliknya..!” kata


Naysa.


“Itu kan pemikiranmu..! aku punya pandangan yang berbeda


tentang seorang gadis bar bar..!” ucap gery lagi.


“Tuan rumah harus menghormati tamu..!” kata Naysa nggak


kalah sengit. Ia menghentak hentakakan kakinya ke lantai karena kesal.


“ Kalau tamu pasti aku hormati... sedang kamu?? Kan


karyawanku... jadi karyawan harus menuruti bossnya... mementingkan kenyamanan


bossnya..!” kata Gery.


“Ish... Nggak Bisa,...!! pokoknya  laki laki yang harus ngalah..!” kata Naysa.


“Nggak bisa..!” kata Gery.,


Mereka pun saling tarik menarik mencoba untuk  berlari ke dalam kamar.


“Ah..!!!! pak boss sialan..!! Badannya aja segedhe itu...ya


gue kalah lah...!!” kata Naysa kesal ketika bossnya sudah masuk dahulu ke


kamar.


Akhirnya ia merebahkan tubuhnya di sofa, menarik selimutnya


dan mencoba terlelap di malam itu.


Sementara Gery yang berada di dalam kamar tersenyum


tersenyum sendiri. Baru kali ini Ia bertingkah konyol di depan orang lain.


“Dasar gadis bar bar..! kata Gery.  Akhirnya ia pun merebahkan dirinya di atas


kasur dan terlelap tidur.


Di Rumah Sheena, Ara sudah kembali ke rumah itu.

__ADS_1


“Ara...  Ara sudah


baikan beneran kan?” kata Sheena.


“Iya bunda....” kata Ara.


“o iya Na... ini obatnya Ara...  diminumkan rutin ya...!” kata Bu Shinta.


“Iya mi...” jawab Sheena.


“Ayo sayang kita ke atas..!” kata Shenea menuntun  Ara ke lantai dua tempat kamarnya berada.


“ Gimana Dhi... urusanmu dengan orang orang itu? Sudah ada


titik terang? “ Tanya papi Adhi.


“Masih proses pi...” jawab Adhi.


“Hati hati dengan orang orang itu... jaringan mereka sudah


menggurita kemana mana..!” kata Papi Adhi.


“Kalau kamu butuh bantuan, katakana saja... papi akan senang


hati membantumu..” lanjutnya.


“Terimakasih pi...” kata Adhi.


“Yang terpenting segeralah buiat Adhi junior...! hahaha....”


Ucap Papi Adhi.


“Tenang saja pi... sedang diusahakan..!” jawab Adhi


tersenyum bangga.


“Kalau bisa kesebalasan juga tidak apa apa...  papi bosen di rumah terlalu sepi..!” kata Papi.


“Apanya pi... yang kesebelasan...” tanya bu Shinta dari


lantai atas. Diikuti Sheena dari belakang.


“Ini mi... buat kesebelasan sepak bola atas nama Adhi


Junior..!” kata papi terbahak bahak. Sheena pun langsung merah merona wajahnya.


“Emangnya kalian sudah jebol gawang?” Tanya mami Adhi.


“Sudah dong mi..! baru satu kali si..!” kata Adhi.


Sontak saja hal itu membuat Sheena  memelototkan matanya ke Adhi.


“ Ish... baru aja sekali bangga..!” cibir Bu Shinta


tokcernya satu kali doang,,!” ledek Adhi.


“Mas.. Udah Ah.! Malah ngomongin begituan...!” ucap Sheena


kesal


“Nah Na... harus buat yang banyak ya... biar rumah papi sama


mamimu ini tidak sepi..!” kata Bu shinta.


Sheena pun bingung haru menjawab apa.


“Eh- itu..!” ucapan Sheena tidak di teruskan namun dipotong


oleh Adhi.


“Tenang saja mi... setiap detik, menit,  jam pokoknya hajaaarr..!” kata Adhi.


Sheena tambah malu dengan kelakuan suaminya itu yang terang


terangan tanpa malu sama sekali.


“ Kalau begitu papi sama mami pamit pulang dulu ya.. ingat


pesan mami..!” kata mami mengedipkan mata. Dan melangkah keluar dari rumah


mewah tersebut.


“ Emangnya mami pesen apa?” tanya Adhi pada Sheena.


“Ada dech... urusan wanita..!” kata Sheena tersenyum


menggoda.


“Ayo apa katakana..!” kata Adhi sambil mengelitiki Sheena.


Sheena pun berlari ke dalam rumah. Adhi mengejar Sheena


dengan sangat antusias. Sesekali mengodanya dan membuat wajahnya merah merona.


Sementara itu, di gedung yang menjulang tinggi seorang wanita


sedang kesal dan mengumpat di sepanjang jalan melewati lorong gedung itu. Ia


membuka pintu kantor tersebut dengan kasar. Dan merabahkan tubuhnya di sofa.


“Kamu kenapa baby?” tanya Chandra.


“Susah sekali menjangkau Adhi..!” kata Indira kesal.

__ADS_1


“Jangan kesal seperti itu..! masih banyak Cara


mendapatkannya..!” kata Chandra.


“Aku benar benar kesal...! tidak ada yang tidak kumiliki..!


tapi dia seakan akan tak tersentuh  oleh tanganku..!”


kata Indira.


“Tenang baby... masih ada kesempatan ... aku akan membuat


kesempatan itu agar kamu bisa bertemu dengan Adhi...” kata Chandra.


“ Terimakasih sayang...” kata Indira.


“Aku akan memberikan servis terbaik kali ini...!” kata


Indira.


“Mereka akhirnya melakukan hal itu berkali kali hingga


keduanya lemas tak bertenanga di kantor itu


Setelah selesai melakukan hal yang nikmat bagi mereka itu,


Indira kembali ke Apartemennya. Sedang Chandra masih tanpa balutan kain merebahkan


tubuhnya  di sofa. Chandra mengambil


handphonenya dan menekan nomer anak buahnya.


“Urus Adhi..! buat dia bertemu dengan Indira...” kata


Chandra. Setelah itu ia menutup kembali panggilan ponselnya.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk.


“Masuk” kata Chandra.


“Maaf tuan di luar ada gadis yang di bawa oleh Andre..!”  kata Salah satu pengawal Chandra.


“Suruh masuk..!” kata Chandra.


Seorang gadis yang sederhana masuk. Ia terkejut dengan


pemandangannya saat ini. Secara spontan ia pun menutup matanya dengan tangannya.


“Jangan kau tutup matamu itu..!” kata Chandra.


“Maaf tuan... kata mas Andre saya akan di beri pekerjaaan


...!” ucapnya ketakutan dan masih menutup wajahnya dengan tangannya.


“Kalian pergilah..!” kata Chandra kepada pengawalnya.


“Kau tahu kalau kau menutup mata seperti itu maka andre itu


akan membuat keluargamu menderita di desa..!” ucap Chandra sinis.


Gadis itu pun akhirnya memberanikan diri membuka matanya.


“Bagus..! kemarilah..!” kata Chandra.


Gadis itu pun ragu ragu namun karena ketakutan akhirnya ia


tetap mendekat. Pemandangan di depan matanya adalah yang pertama baginya.


“Duduklah dii bawah sofa ini..!” kata Chandra


mengintimidasi.


Gadis itu pun menuruti perkataan Chandra.


“Sekarang lihatlah dengan jelas jangan menunduk...! apakah


kau ingin aku memuaskanmu dengan ini..!” kata Chandra menyeringai.


‘ti-ti-dak tuan... ma-af ini bukan pekerjaan yang aku


inginkan..!” kata gadis itu terbata bata.


“cih...sok suci..!” Umpat Chandra


Gadis itu mencoba bangkit dan berlari keluar. Namun sebelum


ia berlari keluar suara bariton Chandra mengintimidasinya.


“Kau pilih saja memberikannya padaku, atau kau akan kuberikan


kepada bawahanku yang ada di luar.. mungkin sekitar 7 orang..! baru kau bisa


pergi..!” kata Chandra.


Tubuh gadis itu bergetar hebat, airmatanya mengalir deras.


Pekerjaan yang di janjikan bukanlah pekerjaan seperti ini.


Chandra mendekat dan ******* bibir gadis itu, masih ranum


dan manis.

__ADS_1


“Kalau kau menurut aku akan bermain lembut...” kata Chandra.


__ADS_2