
Setelah mendengar omongan abang
tukang batagor tadi, mereka pun diam beberapa saat. Bingung tentang apa yang
harus mereka lakukan dan kerjakan. Disaat Banyak musuh yang sedang mengintai,
keadaan seperti ini akan lebih menyulitkan. Masa depan apa yang akan mereka
berikan kepada anak yang ada di kandungan nantinya jika memang pada kenyataanya
ada benih kehidupan yang berkembang di rahim. Akankah keadaan seperti ini akan
membawa kebahagiaan atau malah membawa kesedihan yang mendalam. Setelah larut
dalam pemikiran masing masing, Naysa pun tersadar kalau ia meninggalkan
ponselnya di dalam mobil. Ia pun mulai panik dan tidak tenang.
“Ada apa Nay?” tanya Gery.
“Maaf pak Boss... sepertinya ponsel saya ketinggalan di mobil...” kata Naysa.
Gery pun menatap Naysa dengan tatapan penuh tanya.
“Itu... saya ambil ponsel saya dulu ya Pak Boss... Bener benr ketinggalan di mobil kayaknya..!” kata Naysa.
“Tapi mobilnya aku parkir agak jauh Nay... soalnya ada larangan parkir mobil di sekitar sini..!” ucap Gery.
“Owh iya... Nggak papa...!” kata Naysa.
“Mau aku antar?” tawar Gery.
“Nggak perlu pak boss..! aamaan kok..! “ jawab Naysa.
“Mana kunci mobilnya pak..?” Tanya Naysa.
Gery pun menyerahkan kunci mobil tersebut ke tangan Naysa. Dan dengan cepat, Naysa pun setengah berlari menuju mobil yang terparkir agak jauh dari penjual batagor tersebut.
Belum juga sampai di depan mobil, tiba tiba dari arah belakang seseorang membungkam dan membiusnya hingga ia pingsan.Naysa di bopong dan dimasukkan ke dalam mobil.
“Bawa dia segera kepada bos besar..!” kata orang itu kepada anak buahnya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, di tempat penjual batagor tadi Gery merasa bosan menunggu.
“Gadis ini kemana lagi..!” gerutu Gery.
“Awas saja kalau dia ketiduran di mobil..!” lanjutnya.
“Bisa minta tolong di bungkus saja pak..? sepertinya kami tidak jadi makan di sini..! sudah kemaleman..!” kata Gery kepada Abang penjual batagor tersebut.
Kedua batagor tadi pun di bungkus dengan rapi oleh penjualnya dan menyerahkannya kepada Gery.
“Berapa Pak?” tanya Gery.
“Tadi sudah di bayar oleh istrinya..!” jawab Abang tersebut.
Akhirnya Gery punpamit dan menyusul Naysa ke mobil. Dilihatnya sekeliling mobil tidak ada tanda tanda pintu di
buka. Naysa pun tidak ada di dalam.
“Naysa kemana..!” tanya Gery mencari Naysa di setiap sudut tempat itu.
Ia berlari ke kanan dan kiri, namun tidak ada jejak Naysa sedikitpun.
Drrt drrt drrt
Bunyi ponsel Gery berdering.
Ia pun menagmbil ponselnya dan menatap layar ponsel tersebut.
“Nomor Asing... siapa?” Batin Gery.
Ia pun mengangkat panggilan tersebut.
“Halo..?” kata Gery.
“Selamat malam tuan Gery yang terhormat..!” kata seseorang yang ada di panggilan ponselnya itu.
“Siapa ini...!” tanya Gery.
“HAHAHA...! jadi assiten dari Tuan Adhi Dharma ini ternyata orang yang tidak sabaran..!” kata Orang itu lagi.
“ Katakan dengan jelas siapa anda dan mau apa! Atau aku tutup telponnya..!” ancam Gery.
“Wah... hebat sekali ya tuan Gery ini... silahkan kalau memang mau menutup telponnya... karena kalau anda menutup telponnya saya pastikan anda akan menyesal..!” kata orang itu lagi.
“Apa maksudmu..! jangan main main..!” kata Gery geram.
“Apa anda merasa kehilangan sesuatu?” Tanya orang itu.
“Aku tidak kehilangan apapaun, jangan bercanda..!” jawab Gery ketus.
“Ingat ingat lagi... apa sekarang anda sendirian? Apa anda tidak tahu kemana gadis yang anda bawa tadi?” tanya
orang tersebut memancing kemarahan Gery.
“Kau..! siapa kalian sebenarnya..! cepat kembalikan Gadis itu..!” ucap Gery kasar.
“Kalau kalian ingin balas dendam jangan dia..! dia tidak bersalah..! Kalian Hadapi aku..!!” Bentak Gery menahan
emosinya.
“Lebih baik kita berkenalan dulu tuan Gery... bukankah kalau tidak kenal maka tidak sayang..!” ucapnya Sinis.
“Cepat katakan apa yang kalian mau..!!! jangan basa basi..!!” kata Gery dengan amarah ingin membunuh.
“Sabaar... tuan Gery...! saya masih ingin mendengar kemarahan anda... tunggulah sebentar lagi, sampai gadis
anda itu sampai kesini..!” kata orang itu lagi.
“Mari kita berbincang bincang sebentar..! sebelum anda mendengarkan ******* manis gadis anda itu..!” lanjutnya.
“KAU...!!! berani menyentuhnya satu helai rambutnya... akan ku patahkan tangan dan kakimu itru..!” bentak Gery dengan Amarah yang sudah memuncak.
“Santai pak assisten..! santailah..! aku tidak akan menyentuhnya..! asal dengan satu syarat..!” kata
orang itu tersenyum menyeringai.
“CEPAT KATAKAN...!! jangan bertele tele..!!” kata Gery dengan penuh amarah.
“Bawa Sheena ke hadapanku..!!” kata Orang itu.
“Chandra..!!!” ucap Gery.
“Benar sekali... kau begitu mengenalku... bahkan aku tadi mau memperkenalkan diri saja kau tidak mau..!”
kata Chandra terkekeh.
“Kau brengsek..!! jangan harap aku melakukan Itu..!” kata Gery marah.
“Tinggal kau pilih saja..! Gadismu itu atau Sheena..!” kata Chandra.
“Aku akan menghancurkanmu Chandra..!!” Teriak Gery.
“HAHAHA...! aku akan menunggu hal itu..! tapi sebelumnya aku yang akan menghancurkanmu dan tuanmu itu..!” kata Chandra.
“O iya.. lihatlah siapa yang datang..! seorang gadis yang tertidurdengan kaus berwarna abu abu dan celana
biru tua..!” kata Chandra.
__ADS_1
“Sial..!!” umpat Gery.
“ Kenapa tuan Gery.. . lupa apa yang dikenakan oleh gadismu itu?” tanya Chandra.
“Jangan Kau sentuh dia sedikitpun..!” kata Gery mulai melemah.
“HAHAHA..! tenang saja... hasratku masih aman...! tapi aku tidak tahu kedepannya..! sepertinya tubuh
gadismu itu sangat manis..!” kata Chandra mengintimidasi Gery.
“Kau..!! Brengsek..!!” Umpat Gery.
“Bawa Sheena kemari..! kalau tidak... akan kuserahkan gadismu itu untuk pengawal pengawalku yang ada
disini..!” Jelas Chandra.
“Kau..!” umpat Gery.
“Kuberi waktu dua hari dari sekarang.” Kata Chandra. Dan Chandra pun menutup panggilannya.
“Sial..! Sial..! siall...!!” Umpat Gery kesal.
“Aku harus memberitahukan ini pada tuan Adhi.” Kata Gery.
Gery menekan nomor majikannya itu.
“Halo Tuan... ada yang ingin saya sampaikan..!” kata Gery.
“Sepertinya saya juga ingin menghajarmu Ger..!! Agar otakmu itu bisa berpikir jernih..!!” balas Adhi.
“Lebih baik kita bertemu..!” lanjut Gery.
“Ke rumah utama..!” jawab Adhi tegas.
“Baiklah ... saya akan ke rumah Tuan..!” kata Gery
Gery pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia merasa sangat kalut dan khawatir tentang nasib
Naysa. Apalagi kalau memang dia benar benar sedang mengandung anaknya.
“Sial..!!! bagaimana Aku bisa kecolongan..!” kata Gery kesal sambil memukul kemudi.
Sesampainya di rumah bossnya ia segera memarkirkan kendaraanya dan masuk ke dalam. Disana dua majikannya itu seperti memang sedang menunggu kedatangannya. Mereka duduk di sofa mewah itu dengan wajah yang tidak bersahabat menahan amarahnya.
“Boss..!” kata Gery kepada tuanya itu.
Secara spontan, Adhi langsung beranjak dari duduknya dan melayangkan tinju kepada Gery bertubi tubi.
“Bagaimana kamu bisa kecolongan Ger..!!! bukankah kamu orang yang sangat berhati hati..!” bentak Adhi.
“Kau itu..!!” tunjuk Adhi dengan tangannya tepat di wajah gery yang sudah tersungkur babak belur dihajarnya.
“Maaf.. Saya benar benar teledor..!” kata Gery menahan rasa sakit.
“Sekaranag ceritakan apa yang terjadi..!” tanya Sheena ketus.
“Naysa di culik oleh Chandra dan sebagai gantinya saya diminta untuk membawa nyonya untuk di tukar dengan Naysa..!” Jelas Gery.
“Chandra ini memang seorang psikopat..!” kata Adhi dengan nada marahnya.
“Aku akan mencincang cincang tubuhnya itu..!” lanjut Adhi geram.
“Baiklah aku akan ke sana..!” kata Sheena tiba tiba.
“Na... Apa maksudmu..! Tidak...! selangkahpun aku tidak akan membiarkanmu ke sana..!” kata Adhi marah.
“Tidak..! aku harus ke sana..!” ucap Sheena lagi.
“Sudah kubilang TIDAK ya TIDAK...!!! JANGAN MEMBANTAHKU..!!!” ucap Adhi sudah emosi.
“Tenang saja Mas... Aku yakin Aku tidak akan apa apa..!! percaya padaku..!!” kata Sheena.
Sheena pun melangkahkan kakinya mendekati Adhi.
“Mas... dengar aku..! ini kesempatan bagus untuk membekuk Chandra dan komplotannya..!” kata Sheena.
“Lagian aku tidak sendirian..! ada Gery yang akan melindungiku... ada mas Adhi juga..! iya kan?!” kata Sheena.
“Juga ada kami..!” tiba tiba dari arah pintu Aries dan kawan kawannya sudah berdiri di ambang pintu mansion megah itu.
“Kalian ..! bagaimana bisa kemari..!” kaat Sheena.
“Sinyal dari Naysa melemah...! jadi kami pastikan dia dalam bahaya..!” kata Aries.
“Mereka?” Tanya Adhi.
“Oh, perkenalkan Tuan Adhi, Saya Aries dan ini teman teman saya... kami datang ke sini karena tujuan kami dan
istri tuan itu sama..!” kata Aries.
“Bagaimana kalian bisa melewati penjagaan?” Tanya Adhi penuh curiga.
“Hehehe.. itu Kami sudah sering kemari Tuan... untuk bertemu dengan istri Tuan Adhi..!” kata Aries dengan
santainya.
Adhi pun menatap Sheena dengan tatapan tajam.
“Nanti aku ceritakan semua Mas..! untuk saat ini lebih baik kita bicara di dalam ruang kerja mas Adhi saja..!”
kata Sheena merayu suaminya itu.
“Benar...!Lebih baik kita bicara di tempat yang tidak terbuka seperti ini.. karena takutnya dinding pun bisa
mendengar..!” kata Aries.
“Baikla, kita ke ruang kerja..!” kata Adhi dharma diikuti oleh yang lain.
Disinilah mereka berenam, saling memandang dan bertanya tanya dalam hati mereka masing masing tentang siapa dan seperti apa mereka ini.
“Aku akan memperkenalkan diri sebelumnya, Namaku Aries dan ini Marko, sedang dia adalah Adelia..! kami disini
juga sama seperti kalian..! ingin membekuk Chandra dan antek anteknya..!” kata Aries.
“Selain itu, kami juga mempunyai beberapa anak buah yang tersebar di seluruh sudut kota ini..!” kata Aries.
“Dan wanita di depan kami ini adalah peencana ulung dalam misi kali ini..!”kata Aries memandang Sheena.
“Maksudmu istriku?” tanya Adhi.
“Iya benar.. bukan hanya istri tuan tapi juga Naysa..! kalau tuan tahu kehebatan mereka, saya pastikan tuan
Adhi akan merelakannya pergi ke dalam bahaya tersebut..!” tambah Aries.
“Kau Gila..! tidak akan..!” kata Adhi ketus.
“Tenang tuan Adhi.. Naysa pun tidak apa apa di sana..!”
“Dia yang meminta kami ke sini dan menemui kalian..!” lanjutnya.
Adhi dan Gery semakin penasaran di buatnya.
“Bisa dipastikan Naysa saat ini baik baik saja..!” kata Aries.
“Apa loe sudah dapat sinyal dari Naysa..?” tanya Sheena memecah ketegangan.
“It’s a piece of cake, honey..!” ucap Adelia.
“So..?” tanya Sheena.
__ADS_1
Adelia memperlihatkan laptop yang dibawanya. Memperlihatakan
data data yang dikirim oleh Sheena dan juga lokasi mereka.
Gery dan Adhi pun berdecak kagum dengan keahlian sosok yang
bernama Adelia itu.
“Tapi pertanyaanya... apa kalian yakin akan menjebloskan
mereka semua ke penjara?” taya Aries kepada Adhi dan Gery.
“Setelah itu mereka akan keluar lagi dan melakukan bisnis illegal
lagi dan lagi..!” Lanjut Adelia.
“Serahkan saja Chandra dan antek anteknya ke kami... Kami
yang akan mengurusnya..!” kata Marko
Adhi dan gery masih berpikir untuk mengiyakan atau tidak.
Mereka juga khawatir orang orang di depannya ini bisa diandalkan atau tidak.
“Jangan terlalu banyak berpikir Tuan Adhi..! istrimu bisa
jadi jaminannya kalau kami berada di pihak kalian..!” kata Aries menegaskan.
“Baikalah... Aku setuju..! asal jangan sampai Istriku dan
Naysa terluka..!” kata Adhi.
“Bahkan nyawa kami pun akan kami pertaruhkan untuk
keselamatan mereka..!” kata Marko.
“Sekarang apa rencana kalian..!” tanya Adhi.
Marko dan Adelia pun segera menyambungkan laptop mereka dan
menunjukkan rencana yang akan mereka lakukan.
“coba kalian semua lihat ini..!” kata Marko
“Sepertinya mereka akan melakukan perdagangan gelap besok
malam di Dermaga X.. mungkin ia juga akan membaw Sheena ikut serta..!” Kata
Adelia.
“Benar... kemungkinan itu sangat besar..! melihat Chandra
yang terobsesi dengan Sheena” kata Marko
“Kita harus menyusun strategi yang tepat agar tidak salah
langkah..!” kata Gery.
“Sebentar..! Aku baru saja mendapatkan informasi dari Naysa...” kata Adelia.
“Naysa memberikanmu info?” tanya Gery.
“iya... itu tandanya dia baik baik saja..!” tegas Adelia.
“Lihat ini bagian skema dari tempat penyekapan Naysa.” Lanjut Adelia.
“Ini adalah peta yang di gambar Naysa saat ia memasuki ruang
penyekapan.” Tambahnya.
“Kalau kita bisa merencanakan strategi untuk masuk dengan
tepat maka semua bisa kita ringkus dengan mudah.”
“Kita akan mulai masuk dari sini, kepung dari sudut bagian
kanan dan kiri kemudian, jangan lupa di bagian sudut sini ada beberapa pengawal,
kita tidak akan mudah menembusnya. Namun Naysa bilang gunakan saja asap bius
agar mereka jatuh dan tidak berdaya, maka kita bisa membuka pintu pertama dari
ruang tersebut, Kodenya 836212...” jelas Adelia.
“Sebentar bagaimana mungkin Naysa bisa mendapatkan info
dengan sangat akurat sekali?” tanya Adhi.
“Padahal posisisnya dia saat ini sedang di sekap...!” lanjut Adhi.
“Kalau itu Istri anda jauh lebih berpengalaman bagaiman
acaranya..!” kaat Marko menimpali.
“heheheh..!” ucap Sheena yang hanya terkekeh mendengar
penjelasan Marko.
Adhipun mengangkat salah satu alisnya dan menatap Sheena
meminta penjelasan.
“Nanti akan kuberi tahu Mas..! jangan disini..! ayo
lanjutkan..!” kata Sheena.
“Sepertinya istriku ini banyak menyimpan rahasia...” sindir Adhi kepada Sheena.
Sheena hanya tersenyum mendengar sindiran dari suaminya
tersebut.
“So, kita divide team jadi dua ..! satu untuk pertukaran Naysa
dan Sheena dan yang kedua untuk menggagalkan rencana mereka di dermaga...”
Lanjut Marko.
“Siapa yang akan memimpin penyelamatan Naysa dan Sheena?” tanya Aries.
“Aku saja..!”kata Gery.
“No..!” kata Adelia.
“Tuan Adhi Dan tuan Gery serta Mas Fahri akan memimpin di
bagian dermaga ..!” kata Adelia.
“What??! mas Fahri?” kata Sheena.
“Iya... ini Naysa yang mengarahkannya..!” kata Adelia.
“Bagaimana bisa mas Fahri...” belum sempat Sheena meneruskan
perkataanya, ruang tersebut di ketuk oleh seseorang.
Adhi memberi isyarat untuk tidak meneruskan pembicaraan
mereka.Kemudian Sheena melangkah menuju pintu ruang tersebut dan membukanya.
__ADS_1