Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
Memulai Bertindak...


__ADS_3

Di kediaman Adhi, Sheena yang tertidur karena menidurkan Ara


pun terbangun. Ia melihat gadis kecil itu tertidur denagn damai sekali.


“Wajahnya lucu sekali kalau sedang tertidur seperti ini..”


gumam Sheena.


Setelah menyelimuti Ara, Sheena pun kembali ke kamar utama.


“Belum tidur mas?” tanya Sheena.


“Belum... Nunggu istri mas yang paling Cantik..!” goda Adhi.


Sheena hanya membalasnya dengan senyuman.


“Ara sudah tidur?” tanya Adhi.


‘Sudah...”jawab Sheena.


“SIni..” Kata Adhi.


Sheena pun mendekat ke arah suaminya itu. Duduk dan menyandarkan


kepalany di sisi bahu suaminya.


“Apa kamu bahagia, Na?” tanya Adhi kepada Sheena.


“Lebih dari bahagia..” kata Sheena.


“Aku juga sangat bahagia akhirnya kita bisa bersama seperti


ini...” kata Adhi menerawang jauh masa lalunya.


“Maafkan aku ya mas... mungkin aku punya banyak kekurangan


dan tidak bisa di bandingkan dengan dirimu yang begitu sempurna...” kata


Sheena.


Adhi mendekap Sheena dengan penuh kasih sayang mencium pucuk


kepala Sheena.


“Bukan kamu yang tidak sempurna...  tapi aku yang tidak bisa menjagamu hingga kamu


selalu terluka..!” kata Adhi.


“Aku yang terlalu bodoh hingga harus kehilangnmu...” ucap


Adhi sedih dan mengencangkan pelukannya.


“Aku yang harusnya minta maaf untuk semmua kesedihan dan


derita yang kamu rasakan selama ini...!” tambah Adhi.


Sheena merenggangkan pelukan Adhi dan menangkup wajah Adhi


dengan tangannya. Menghujani wajahnya dengan kecupan singkat.


“Sudah mas... kita jalanni detik ini, hari ini dan hari esok


dengan bahagia.... sekarang yang terpenting dalam kehidupanku adalah mas Adhi dan


Ara..!” Ucap Sheena tegas.


“Tapi nggak tahu dech... mas Adhi yang terpenting siapa? Tadi


aja ada mantan Mas Adhi kemari...” kata Sheena cemberut.


“Mantan? Siapa?” Tanya Adhi pura pura kaget.


“Itu si Indira...!” kata Sheena.


“Sekarang bodynya...ckckckc...Seksi euyy...  kalau kata Charlie itu...”


Aku bergetar disentuh dia ...


Mataku terbang sampai ke langit ...


Tubuhnya pun indah kupandangi ...


*Putih mulus dan seksi ...


Tak jauh seperti sang bidadari ...

__ADS_1


'Kan kupeluk dia sampai mati ...


Rambutnya pun indah bagai putrid ...


Mirip iklan di TV ...*


Sheena pun menyanyikan lagu tersebut sambil


bergaya manja di depan suaminya.


Adhi tertawa terbahak bahak melihat tingkah


istrinya itu.


“Na... Na... kamu bisa saja...!” kata Adhi.


“Ih..beneran lho mas...! Seksi semlohai


bohai...!” kata Sheena yang diikuti gelak tawa Adhi.


“Buat Mas itu yang paling cantik, paling


manis, paling seksi dan paling paling yang lain itu kamu Na...!” kata Adhi.


“Ish berarti paling jelek, paling bawel, juga


aku kan mas..! menyebalkan...!” gerutu Sheena.


“Palingnya hanya yang baik baik saja ...yang


jelek jelek nggak usah di sebutin Na..!” kata Adhi.


“Tapi beneran lho mas... pasti nanti indira


bakal cari mas Adhi lagi..!” kata Sheena.


“Kan nggak mungkin aku ngawasi mas Adhi 24 jam..!” lanjut sheena.


“Tapi aku mau lho di awasi kamu 24 jam nonstop...! apalagi di ranjang kayak gini... siap pokoknya nggak keluar kamar.. mau tiga hari atau seminggu pun oke..!” goda Adhi.


“Ish..! mesum..!” kata Sheena.


“Wanna Dance with me?” kata Adhi.


“Yes, honey...!” jawab Adhi.


“masih ingat lagu kesukaan kita Na..?” tanyaMAdhi.


“Exactly, dear..!” jawab Sheena.


Adhi pun memutar lagu When you say nothing at all dari Ronan Keating.


It's amazing how you can speak right to my heart ...


Without saying a word, you can light up the dark ...


Try as I may I can never explain ...


What I hear when you don't say a thing ...


The smile on your face lets me know that you need me ...


There's a truth in your eyes saying you'll never leave me ...


The touch of your hand says you'll catch me wherever I fall ...


You say it best, when you say nothing at all ...


Mereka berdansa dengan sangat romantis dan bahagia. Diringi dengan bisikan bisikan yang


menggoda dari Adhi. dan Wajah yang memerah dari Sheena.


“Sudah ah mas..! capek..!” kata Sheena.


“Beneran capek?” tanya Adhi dengan senyuman


yang penuh makna.


“Tuh kan... pasti ada udang di balik bakwan..!” gerutu Sheena.


“HAHAHAA... tentu sja si Na... kamu pasti paham betul kan bagaimana suamimu ini..!” Goda Adhi.


Mereka berdua pun akhirnya melepaskan segala kebahagiaan malam ini dengan peluh keringat. Penutup hidangan yang pas untuk suasana yang sangat romantis.


Sementara itu, Gery yang tengah tertidur

__ADS_1


terbangun karena mendengar suara orang yang sedang berbicara.


“Laporan apa yang bisa kamu berikan untukku..!”


kata Naysa.


Dari seberang sana terdengar laporan laporan


yang sangat penting bagi Naysa.


“Awasi perempuan itu..! jangan sampai kalian


kecolongan lagi..! kalau sampai terjadi lagi maka aku benar benar akan mematahkan


kaki dan tangan kalian..! mengerti..!” kata Naysa.


Kemudian Naysa menutup panggilan tersebut. Ia pun


menghubungi seseorang lagi.


“Berapa persen perusahaan yang sudah join ke


perusahaan KY group..?” tanya Naysa dengan orang yang berada di seberang.


“Pastikan 75% perusahaan perusahan lainnya


invest ke KY group..! kalau perlu sebarkan kebusukan mereka agar mereka tidak


berani lepas dari KY group! Apalagi mengkhiananti kita..! usahakan sehalus


mungkin...! aku tidak ingin pergerakan kita diketahui..!’ kata Naysa.


“Urus semuanya sampai tuntas..! Aku percayakan


semua padamu..!” kata Naysa mengakhiri pembicaraanya.


Tiba tiba ponsel Naysa berdering lagi.


“halo..!”


“Ini aku Sheena..!” kata Sheena.


“Ada apa Na loe telpon tengah malam gini..!” tanya Naysa.


“Sepertinya rencana kita harus segera di eksekusi..! mereka mengirim anak anak minggu ini dengan jumlah yang sangat banyak..!” kata Sheena.


“Apa??!” kata Naysa.


“Loe dimana sekarang... kenapa suaramu itu


terdengar seperti tertahan takut ada yang mendengar?” tanya Sheena.


“Di kamar gue lah..!” bohong Naysa.


“Loe beritahu Aries dan segera bergerak..! gue


akan nyusul kalian ke dermaga..!” kata Sheena.


“Jangan Na... terlalu berbahaya...! kami saja


yang bergerak... loe pantau terus Indira dan kroni kroninya..!” kata Naysa.


“Tidak Nay, ini juga berbahaya untuk loe dan


semuanya..!” kata Sheena.


“Dengarkan aku Na... kita sudah sepakat bukan dari awal yang punya keluarga jangan pernah terjun langsung...! biar kami yang menanganinya..! jika terjadi apa apa sama kami tidak akan ada yang menangisi kepergian kami..! sedang kalau terjadi apa apa dengan kalian.. bagaimana dengan keluarga kalian..!” kata Naysa.


“Tapi Nay..!” ucap Sheena terpotong.


“Kau harus bahagia Na... hiduplah dengan tenang dan damai bersama mas Adhi setelah ini... dia laki laki yang baik


untukmu...! dan ingat ... jangan merasa bersalah dengan apapun yang terjadi..! mengerti..!” kata Naysa.


“Tidak Nay..!” Suara Sheena parau.


“Bukankah kita sudah berjanji untuk itu..! kamu jangan melanggarnya Na..!”kata Naysa mengingatkan.


“Terimakasih sudah menjadi teman, keluarga, dan saudara selama ini untukku...! Best friend forever and ever..!” kata Naysa mengakhiri panggilannya.


“Kau harus bahagia Na... HARUS..!!’Jaga Dirimu baik baik..!” kata Naysa sambil menangis terisak.


Semua percakapan Naysa pun tak lepas dari pendengaran Gery. Gery segera meminta anak buahnya untuk meneyelidiki tentang fakta fakta yang di katakan oleh Naysa.


“Kau memang gadis bar bar..! bagaimana mungkin aku membiarkanmu pergi begitu saja setelah merusak kehidupanku..!” kata Gery tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2