
"Mau bilang apa lagi Na.. "Kata papi Adhi.
" sudah pi kita lihat Adhi dulu... "kata mami Adhi.
Mereka berdua meninggalkan Sheena yang mematung berdiri di dapur. Ia bingung dengan perkataan papi Adhi.
" ahhh...! "ucap Sheena sambil mengacak ngacak rambutnya.
Ia pun mengikuti mereka ke kamar Adhi. Sheena khawatir Adhi akan dipojokkan lagi.
" papi... Mami.. Kenapa datang kesini tiba tiba..?! "kata Adhi.
" kenapa? Apa nggak boleh dateng ke sini biar kalian bebas kumpul kebonya..! Kata papi Adhi kasar.
"maksud papi apaan si pi..! Sheena hanya bantu in Adhi..! Kalau nggak ada Sheena, nggak tahu Adhi nanti gimana keadaannya..!" bantah Adhi.
"apa kamu ndak lihat dhi..! Lihat pakaian gadis itu.. Siapa yang gak salah sangka Kalao dia mungkin saja habis tidur dengan kamu..!". Kata papi Adhi kesal
"Pi..!!!" teriak Adhi.
Adhi yang masih sakit pun memegangi perutnya dan hampir ambruk tapi Sheena dengan sigap menopang tubuh Adhi.
"begini saja Dhi.. Papi akan melamar Sheena untuk kamu..! Titik..! Tidak ada bantahan apapun..!"kata papi ketus.
" tapi pak...!
"tapi pi..!"
Kata Adhi dan Sheena bersamaan.
"nggak ada tapi tapi... Kalau nggak papi akan umum kan kalian sudah kumpul kebo di rumah ini... Biar orang orang kompleks tahu kelakuan kalian ini..!" ancam papi Adhi.
Adhi dan Sheena hanya bisa menatap. Dalam hati Sheena bertanya tanya apakah benar Adhi itu anak pak atmaja??kalau Iya.. Mana mungkin ada ayah yang tega menjerumuskan anaknya ke lubang buaya...!"
"saya pastikan akan bertemu dengan orang tuamu Na..!"kata Pak Atmaja.
"tapi pak.. Ini.."kata Sheena.
"sudah saya bilang saya tidak menerima bantahan..!"
" ayo mi.. Kita keluar dari sini... Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan mereka" . Lanjut papi Adhi.
Kedua orang tua itu pun pergi. Tinggallah Adhi dan Sheena yang frustasi.
__ADS_1
"gimana ini mas..?? Haduuh pusing gue..! Bisa dihajar sama bapak ibuk gue.. Juga kakak gue pastinya..!" kata Sheena.
" entahlah Na... Kenapa kok malah situasinya jadi rumit gini si..!" JAWAB Adhi.
"ah tahu lah... Sudah aku mau masak bubur dulu..! Lagian mas Adhi juga nggak boleh telat makannya.." kata Sheena.
Adhi menarik tangan Sheena.
"maaf ya Na... Dan makasih..." kata Adhi sendu. ia benar benar merasa bersalah kepada Sheena.
"nggak papa lah mas... Lagian aku yakin kok ibuk bapak ku juga nggak akan nerima lamaran begitu saja.. Kalau di Terima ya sudah.. itu takdir..! Hahaha. Tapi lucu juga... Apa mas Adhi pernah berpikir punya istri kayak aku...??! Hahahaa.. Aku aja nggak ke pikiran lhooo... "kata Sheena beranjak pergi.
Di dalam mobil kedua orang tua tadi sedang cekikikan akhirnya rencana mereka berhasil.
" ini semua Karena Asisten Gery pi...rencanamu sukses besar..! Hahaha.. "kata bu shinta.
" benar... Sheena tipe cewek yang tidak mudah dikalahkan hanya dengan argument.. Harus menemukan bukti.. Untung Asisten geri segera menelpon mama pada saat Sheena memanggil dokter Rian... Jadi papi punya ide... "kata papi Adhi.
" akhirnya anak kita satu satunya mau menikah ya pi...nggak sabar rasanya pengen punya cucu... Tapi ya apa kita merahasiakan terus status Adhi si pi..! "kata Mami Adhi.
" sabar ma... Itu kan Adhi yang minta...nanti kita bicarakan lagi setelah perencanaan mereka menikah di mulai.. "kata papi Adhi.
" papi memang is the best dech... " kata bu shinta sambil memeluk suaminya itu.
"mas... Buburnya sudah mateng.. Mau makan sekarang...??!" Teriak Sheena dari dapur.
"nanti saja mau mandi dulu gerah...!" kata Adhi.
Sheena langsung Bergegas ke kamar Adhi.
"sebentar mas... Sudah tak siapkan air hangat...sebenatar...!". Kata Sheena.
Setelah di rasa cukup, ia pun kembali ke kamar Adhi.
"mau aku bantu apa bisa sendiri mas...?!" kata Sheena.
"bisa sendiri.." kata Adhi.
Watak Adhi yang selalu saja mengatakan hal lain di mulut dan di hati membuat Sheena tetap membantu memapah Adhi ke kamar mandi.
"aku bisa sendiri.." kata Adhi.
"Iya tahu tahu...ya udah aku siapkan buburnya.." kata Sheena.
__ADS_1
Adhi yang merasa di perhatikan, hatinya sangat bahagia sekali... Mereka seperti sepasang suami istri yang baru menikah.
Selesai mandi Adhi duduk di ruang tamu. Sheena yang juga sudah membersihkan diri menghampiri Adhi duduk di ruang tamu.
"mau makan bubur mas?" tanya Sheena.
"nanti saja.." jawab adhi singkat.
Sheena yang sibuk mengeringkan rambutnya, membuat Adhi menatap lekat gadis itu. Ada perasaan aneh yang muncul melihat sheena yang seperti itu.
Sheena yang hendak berdiri menjemur handuknya di belakang, tersandung kaki meja yang mengakibatkan..
"bruk...!" badan Sheena telah berada di atas badan Adhi.
Mata mereka pun saling bertemu sesaat. Rambut basah Sheena membuat gairah Adhi yang sudah lama terpendam menjadi bangkit. Untuk beberapa saat Mereka terdiam. Tetapi entah keberanian dari mana, Adhi mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir Sheena. Nafas mereka mulai tidak beraturan. Di sentuhnya bibir Sheena dengan lembut. Sheena hanya terdiam. Adhi mencoba meraih tengkuk Sheena. Di perdalamnya ciumana mereka. Sheena yang merasakan gelayar aneh di tubuh nya mulai mengikuti permainan Adhi. Mereka berdua di buai kenikmatan, hingga Adhi mulai mencoba Meraba tubuh Sheena. Tangannya mulai bergerilya memasuki kemeja yang di pakai Sheena. Meremas gundukan yang terasa kenyal. Sheena pun semakin tak kuasa menahan Gairahnya. Ciuman mereka semakin panas. Tak ada yang mau berhenti dan terus memainkannya satu sama lain. Tiba tiba
"Pyar..! "
Miniatur mobil mobil an yang ada di meja tamu tersenggol oleh aktifitas mereka.
Mereka berdua pun terkaget. Dalam keadaan sadar mereka akhirnya melepaskan ciumannya. Kembali duduk seperti semula dengan rasa canggung. Mereka hanya terdiam. Selang berapa saat sheena mulai membuka omongan.
"mas.. Ak pulang sebentar ya.. Ambil baju... Nanti aku kesini lagi..." kata Sheena.
"aku sudah baikan... Dan besok kamu kan kerja... Lebih baik pulang saja..." kata Adhi.
Sheena tampak berpikir.
"gak papa lah mas... Dari pada di kos nanti ak nggak tenang..besok aku berangkat kerja dari sini saja..." kata Sheena.
Sheena pun merapikan barang barangnya, mengganti bajunya dan berpamitan ke Adhi.
"aku pergi dulu ya mas... Hati hati di rumah... Bubur dan obatnya sudah tak siapkan di meja makan.. Ingat makan buburnya jangan telat... Nant habis isya insyAllah aku udah disini..." kata Sheena.
"Iya.." sahut Adhi.
Sheena pun menghilang dari balik pintu.
"Sheena Marah nggak ya...! Kenapa si kalau didekatnya pasti aku tidak bisa mengontrol diri...!" gerutu Adhi.
Di depan rumah Adhi, Sheena pun merutuki kebodohannya.
"ish.. Ish ish... Apa coba yang aku lakukan tadi...!"
__ADS_1
"ah menyebalkan...!" gumam Sheena.