Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
#12#mengejar asa


__ADS_3

sementara di ruangan Adhi, wanita itu dengan sengaja menggodanya. Membuka setengah kemejanya dan mencoba duduk di pangkuaannya. Adhi yang kaget mencoba berdiri dan menyingkirkan wanita itu tapi tubuhnya tertahan oleh wanita itu. Dan sekarang tangannya pun mulai memanjakan wajah dan tubuh Adhi. Tangan wanita itu sudah berkelana ke bawah, ingin memanjakan kelaki lakian Seorang Adhi Atmaja. Sedangkan bibirnya mulai menyusuri leher Adhi dan memberi kecupan kecupan nakal. Adhi juga Seorang Pria, dan tentu saja tingkah wanita itu sesaat membuat nya senang. Wanita itu terus memberi kecupan kecupan nakal dan membuka kancing kemeja Adhi. Menyusuri Dada bidangnya..memberi kesan yang menggairahkan. Sedang tangan ywanita nakal tadi sudah mulai membuka resleting celana Adhi. Di mainkannya dengan lihai kelaki lakian Adhi itu hingga mengeras...tangan Adhi pun mulai membuka kancing baju wanita tersebut dan sudah terlihat tubuh seksi wanita tersebut. Adhi mendesah agak keras dengan permainan wanita itu yang memainkan miliknya. Wanita tersebut membungkam mulut Adhi dengan bibirnya. Mereka dipenuhi gelora panas. Tapi dengan sigap Adhi mendorong wanita itu.


"hentikan Indira..!" kata Adhi.


"apa kau sudah Gila..!" kata Adhi memaki dengan membenarkan kembali celana dan kemejanya.


"ayolah sayang... Kamu menikmatinya juga kan..." kata Indira nakal.


"ayo kita lanjut kan di rumahmu... Aku akan berikan servis yang memuaskan untuk mu..!" kata Indira.


"brak...!" Adhi menggebrak mejanya.


"sialan kau..!" Oh.. Ak tahu kau pasti sudah berhubungan badan dengan Pria lain dan meminta pertanggung jawaban dariku...! Makanya kau mau aku menidurimu Kaan..! "Itu tidak mungkin Indira..! Namamu sudah terkubur dalam dalam..!" kata Adhi kesal.


" Adhi... Maaf kan aku...! "kata Indira.


" keluar..! Atau aku akan memanggil pak satpam untuk menyeretmu..! "kata Adhi Marah


Indira merapikan bajunya. Sambil berderai air mata Ia melangkah keluar ruangan Adhi.


" jangan sampai aku melihat mu lagi disini..! "kata Adhi sinis.


Indira benar benar malu. Dikira nya Adhi akan menerima nya kembali karena Ia yakin Adhi sangat mencintainya. Dan Adhi sangat lah polos bisa dijebak untuk menjadi ayah dari anaknya. Tapi ternyata dia gagal.


Setelah Indira keluar, Adhi yang menahan amarahnya terduduk di kursinya.


"Siaall..! Sepertinya memang aku harus segera menikah..!hasrat ini bisa jadi boomerang untukku nanti...! " batin Adhi.


Mendadak Ia teringat Sheena yang sudah diminta nya ke ruangannya.


" kenapa Sheena belum juga datang..! "gerutu Adhi sambil menatap bekal makanan yang disediakan Sheena. Ia melihat ponselnya. Ada notifikasi dari Sheena.


" pak.. Maaf tadi Motornya saya kembali kan ke garasi.. Kuncinya ada di bawah pot depan pagar...terimaksih sebelumnya.. "


-sheena-


Adhi mencoba memanggil Sheena lewat ponselnya. Namun tidak ada jawaban.


"Apa apa an ini..! "batin Adhi.


Adhi mencoba menghubungi Vivi. Dimintanya Vivi ke ruangan Adhi.


Tok tok tok...


"masuk..!" kata Adhi.


"maaf pak.. Ada apa ya..?!" kata Adhi.


"kenapa Sheena belum datang ke ruangan kerja saya..?!" kata Adhi.


"owh.. Sheena tadi di minta bu Beta untuk mengurus masalah di kota Z, jadi dia langsung cabut dari kantor.." jelas Vivi.


"kok bisa dia pergi begitu saja...! Seharusnya dia kan kasih tau ke aku dulu..!" batin Adhi.


"O iya pak.. Tadi Sheena sempat ke ruangan bapak tidak ya...? Soalnya dia tadi katanya dipanggil sama bapak.. Tapi kembali lagi ke ruangannya.." lanjut Vivi.

__ADS_1


"Sheena ke sini tadi...! Jangan jangan waktu Indira datang..ah siaalll..!!" Batin Adhi.


"ya sudah.. Kamu kembali saja..!" kata Adhi.


"eh.. Tidak ada pekerjaan buat saya pak..?" tanya Vivi.


"nanti saya email..!" kata Adhi.


"ya sudah pak.. Permisi...kalo begitu." kata Vivi sembari pamit dari ruang Adhi.


Adhi kemudian melihat cctv yang ada di depan ruangannya. Benar saja.. Ternyata waktu Indira datang tadi, Sheena juga berada di luar.


Adhi langsung menggebrak mejanya.


"ahhh... Siaalll.." kata Adhi penuh amarah.


Dia langsung menghubungi bu Beta. Menyambar jaket dan tas slempangnya. Kemudian melangkah pergi meninggalkan, kantor.


Di kota Z, kedua orang tua itu sudah sampai di depan pekarangan rumah sebuah keluarga sederhana.


" ini rumahnya Sheena pi..!". Kata wanita itu.


"informasi yang Gery berikan akurat semua mi..! Tentang ayahnya yang sempat di penjara dan latar belakang Sheena yang lain.." kata laki laki yang ada didalam mobil.


"sepertinya memang ada campur tangan pihak berkuasa atas kasus ayahnya Sheena, karena itu Ia tidak bisa melawan dan akhirnya ayah Sheena yang menjadi korban..!" lanjut orang tersebut.


Mereka berdua pun turun dari mobil. Dan mengetuk pintu kayu tersebut.


Tok tok tok..


"maaf cari siapa ya pak bu..?" kata bu Rani terheran heran. dua sosok yang kelihatan dari keluarga kaya menghampiri rumahnya.


Ya.. Bu rani adalah ibu Sheena. Lebih tepatnya ibu tiri Sheena. Namun bu Rani tidak pernah membeda beda kan Sheena dengan anak kandungnya sendiri. Bahkan Ia lebih menyayangi Sheena melebihi apapun.


"apa benar ini rumah Sheena..?" kata Bu shinta.


"Iya benar... Ada apa ya pak bu..?" tanya nya curiga.


"boleh kami masuk dulu..." kata bu shinta.


Bu rani tampak ragu ragu.


"tenang bu... Kami nggak berniat jahat.. Malah berniat baik ingin melamar putri ibu..."kata pak Atmaja.


Bu Rani pun mempersilahkan masuk kepada ke dua orang tadi.


" silahkan duduk..Saya buat kan teh dulu.. "kata bu Rani.


" terima kasih bu..."kata bu Shinta.


Bu Rani pun ke dalam Membuat kan teh dan menyuguhkannya kepada kedua tamunya.


" silahkan di minum dulu.. "kata Bu Rani.


Setelah meminum teh yang disediakan.. Pak Atmaja memulai pembicaraanya.

__ADS_1


" begini bu... Putri ibu Sheena sudah lama kenal dengan putra saya, dan saya ingin mereka berlanjut ke arah yang lebih serius.."kata pak Atmaja.


Bu Rani nampak melongo dengan mulut terbuka tidak percaya apa yang mereka sampaikan.


"ehem.." Pak atmaja kembali berdehem untuk menyadarkan keterkejutan Bu Rani.


" eh..maaf pak...ini apa bener... setau saya, Sheena nggak mungkin punya pacar... Kalau pun punya, saya pasti tahu lebih dulu..! nggak mungkin Sheena sembunyi sembunyi gini pak.."kata Bu Rani kecewa.


" kalau Anda tidak percaya saya akan telfon Sheena biar Sheena yang Menjelaskan pada Bu Rani sendiri.. "kata pak Atmaja dengan santai.


Diambilnya ponsel dari Sakunya dan menekan nomor Sheena.


Drrt.. Drt.. Drt..


Sheena yang baru saja menapakkan kakinya di kota Z, merasa terkejut ada banyak panggilan dari Adhi. Dan tiba tiba nomer asing pun memanggil.


" ya halo.. "kata Sheena.


"halo Nak..ini papi Adhi... Papi dan mami sedang di rumah kamu... Mau mengurus pernikahan kalian...! Kamu ingat kan ya...! Perkataan papi waktu di rumah Adhi..?!"tanya papi Adhi mengingatkan. Papi Adhi memang sedikit mengancam Sheena kalau mereka tidak mau dinikahkan waktu di rumah Adhi dulu.


Sheena yang mencoba mengingat pun ternganga.


" ini maksudnya.. Pak Atmaja dan bu shinta ada di rumah saya..??! "tanya Sheena kaget.


" Iya.. Ini saya serahkan ponselnya ke ibumu ya Nak.. Katakan kalau kamu mau menikah dengan Adhi.. "tandas Pak Atmaja.


Dari nada bicara pak Atmaja, Sheena tahu kalau dia tidak punya pilihan. Ia mau tidak mau harus menikah dengan Adhi atas desakan pak Atmaja..


" halo Na.. Kamu ini apa apaan Na..! Apa yang kamu lakukan..!kamu nggak aneh aneh kan Na..! "bagaimana bisa ada dua orang tua disini yang meminta anak ibu untuk menikahi anaknya..! Pacar aja kamu nggak punya Na..! Ayo jangan bohong sama ibu..! Tanya ibu Sheena beruntun.


"ibu.. Sebenarnya Sheena udah punya pacar... Dan maaf nggak ngasih tahu ibu..." sudah lah buk.. Terima saja... toh Sheena sudah tahu latar belakang keluarga pacar Sheena.! "kata Sheena mencoba menenangkan ibunya. Shena tidak ingin ibunya tambah shock.


" nggak bisa...!kamu pulang sekarang..! Bawa pacar mu..! Ibu nggak bisa nyerahin kamu ke sembarang orang.. Titik..!" kata ibu Marah.


" tapi bu.. "kata Sheena.


" tidak ada tapi tapi an...! Pulang sekarang..! "bentak ibunya. Seraya menutupi telfonnya.


Akhirnya ibu Sheena pun mengembalikan ponsel kepada pak atmaja.


" begini pak bu.. Saya bersikeras tidak mau menyerahkan putri saya ke kalian..! Saya akan dengar langsung dari putri saya..! Saya tahu dia jujur atau nggak..!" kata bu Rani berapi api.


bu Shinta tersenyum.


"sebetulnya bu.. Critanya seperti ini....!" bu shinta kemudian flash back kenapa dia ingin Sheena menjadi menantunya. Bu Rani mendengarkan dengan seksama tanpa terlewat sedikit pun.


"jadi seperti itu buw..!" akhir cerita Bu shinta.


"jadi maksudnya... Sheena nggak tahu kalau kalian..." bu Rani tidak meneruskan kata katanya.


"Iya... Dan bahkan kami tahu kalau ayah Sheena pernah dipenjara karena fitnah...!" kata pak Atmaja.


"dan apa itu tidak mencoreng nama baik kalian..??" karena saya tidak ingin Sheena menderita..! Ia sudah cukup menderita selama ayahnya di fitnah korupsi di perusahaan..! Saya tidak ingin ia terpuruk lagi Karena keadaan itu..!walaupun Sheena bukan putri kandung saya tapi saya sangat menyayanginya... Saya tidak ingin Ia di sengsarakan oleh orang lain..!" kata bu Rani panjang lebar.


" Anda bisa pegang janji saya..! Kalau Sheena tidak akan pernah kekurangan ataupun merasakan Kesedihan bersama kami.. Karena kami yang akan mengisi kehidupan Sheena dengan tawa bahagia...tapi tolong rahasiakan ini dari Sheena..! Kami tidak mau dia mundur dengan melihat latar belakang kami..! "kata Pak Atmaja.

__ADS_1


Sedari tadi Pak Rizwan, ayah Sheena mendengarkan dari depan. Dia tidak menyangka ada orang yang menyayangi putrinya seperti itu.. Bahkan walaupun sudah mengetahui latar belakang keluarganya yang kelam.


__ADS_2