
Gery melajukan mobilnya memutar arah. Ia bahkan ingin segera
menghadang wanita ****** itu untuk bertemu dengan Adhi. Matanya memerah dan kemarahannya sudah tidak bisa terelakkan. Dengan kecepatan yang tinggi ia
menyapu jalanan yang sepi itu. Namun, ketika ia sampai di pertigaan, mobilnya
di buntuti oleh sepeda motor dan mobil berwarna Merah. Gery yang mengerti situasi dan kondisi segera menambah kecepatannya. Namun sialnya di depan jalan itu sudah ada mobil yang menghadang mereka juga. Gery segera membanting setir ke arah
kiri dan menabrak pepohonan di sana.
“Kau tunggu disini, jangan di buka pintunya apapun yang
terjadi. Jika aku sudah kelihatan kewalahan kau segera pergi saja. Mobil ini masih bisa dikendarai..!” kata Gery.
“Tapi...!” belum sempat Naysa bertanya pada Gery, Pria itu
sudah melepaskan seatbelt nya dan melangkah keluar melihat kawanan sampah yang menghadangnya tadi.
“Cih...!! kalian...! Dasar sampah masyarakat, sukanya main
keroyokan..!” Dengus Gery.
“Jangan banyak bacot..!! ringkus dia dan bawa ke markas..!”.
Kata salah satu orang yang berada di bagian paling belakang.
Gery sudah bersiap siap untuk berkelahi. Dia melihat ada
sekitar 8 orang disana sedangkan dia sendirian.
“Ini pasti tidak akan mudah..!” batinnya.
“Semua anak buahku kukerahkan untuk melindungi Boss dan nyonya..!”
“Sial..! sial..! sial..!” umpat Gery kesal.
Akhirnya perkelahian pun terjadi. Adu baku hantam itu tak terelakkan. Gery yang mempunyai kepiawaian dalam berkelahi itupun terlihat sangat
kewalahan dalam menghadapi kedelaapan orang tersebut. Namun, ia masih mampu menghajar mereka satu persatu.
Lama kelamaan tenaga Gery melemah. Kekuatannya sudah terkuras habis. Menghadapi preman preman itu tidaklah mudah apalagi mereka
adalah anak buah Chandra yang pasti di latih untuk pertahanan diri yang luar
biasa. Muka dan tubuh Gery sudah lebam semua. Darah juga sudah mengalir hampir di seluruh tubuhnya.
“Aku tidak boleh kalah dari mereka..!” Kata Gery dalam hatinya.
Langkahnya sudah mulai sempoyongan, tapi ia tetap berusaha berdiri.
“Lebih baik kau menyerah saja...! maka kami akan memperlakukanmu dengan baik...!” Kata lelaki berbaju merah.
“Jangan harap...! Sampai matipun aku tidak akan menyerah
dengan orang orang seperti kalian...!” ucap Gery tajam.
Ketika mereka semua menyerang, Gery benar benar kewalahan.
Ia hampir saja terkena tusukan pisau tajam. Namun tiba tiba, Seseorang
membantunya.
“Heii pak Tua, lemah sekali anda..!! Gitu kok jadi assisten
perusahaan KY group..!” kata Naysa.
Ya Naysa lah yang sudah menolong Gery dari amukan pria Pria sampah itu.
“Perlu bantuan untuk berdiri?” Tanya Naysa meledek.
“Tidak perlu..!” jawab Gery.
Naysa dan Gery pun memasang kuda kuda lagi untuk siap melawan.
“Cih... aku bukannya kalah... hanya saja butuh asupan tenaga..!” kata Gery berdecih.
“Baiklah kalu begitu.. Pak boss lawan yang bagian kanan aku lawan yang bagian Kiri..!” ucap Naysa.
Mereka melakukan perlawanan sengit. Satu persatu pria Pria itu tumbang.
Tak lama kemudian, Tiba tiba sekawanan motor datang
menghampiri mereka. Para pengendara motor tersebut mengarah ke tempat
perkelahian dan berputar putar di daerah lawan.
“Maaf Nay...telat...!! sengaja...!” kata Salah satu pengendara motor tersebut.
“Dasar..!! kalau gue mati, Nggak ada yang bisa jamin hidup loe.. loe... semua..!!” kata Naysa mencebikkan bibirnya.
“Iya... iya... maaf...!” kata laki laki itu lagi.
Kemudian laki laki tersebut menatap ke arah geng motor tadi. Dan memberi perintah.
“Bereskan mereka ..!!” kata pria itu tajam.
Para pengendara motor itu pun mengerjakan perintah bossnya
itu. Mereka menghabisi pria pria itu hanya sekali putaran untuk membuat mereka pingsan tak berdaya.
“Bawa mereka..! aku tidak mau ada yang curiga tentang ini..!” kata Naysa.
“tenang saja boss... aaamaan... lagian mereka itu pembunuh
bayaran jadi kalau mereka mati nggak bakal diambil pusing mengapa mereka
mati...!” kata pria tersebut.
“Tidak boleh membunuh Orang..!” kata Naysa tajam.
Kemudian di setujui oleh pria tersebut.
Para kawanan preman preman tadi di panggul diatas motor gedhe mereka dan di ikat dengan erat untuk di bawa ke tempat biasa mereka
melaksanakan tugas tersebut.
Setelah pengendara motor misterius itu pergi, Naysa kembali
menatap Gery. Pria tua itu terluka cukup parah.
“Kita ke rumah sakit?.” Tanya Naysa.
“Tidak perlu, Aku hanya perlu ke apartment ku sebentar biar
Dokter Rendra yang mengurusnya..!” kata Gery menahan sakitnya.
“Terserah saja..! masih bisa naik motor..?” kata Naysa.
“Kita tidak mungkin naik mobilmu...bisa bisa di curigai
orang seantero jalan..!” lanjut Naysa.
Gery yang sudah meringis kesakitan hanya bisa pasrah menurut
pada gadis itu.
Naysa memapah Gery menuju motornya dan ia segera melajukan
motor tersebut ke apartment Gery.
“Alamat apartmentmu?” kata Naysa.
“Devil Street No. 13..!” kata Gery.
Naysa pun melajukan motornya dengan kencang karena takut
terjadi apa apa dengan pria tua itu.
“Pegangan yang kuat...!kalau jatuh bangun sendiri...!” kata Naysa.
“Siapa yang menyuruhmu membangunkan aku...!” Sahut Gery.
“Ish sudah babak belur saja masih Egois...!!” gerutu Naysa.
Butuh waktu kurang lebih 21 menit untuk sampai ke apartment
Gery. Naysa memarkirkan motornya dan memapah Gery masuk ke dalam apartmennya.
“Nomer PIN rumah?” Tanya Naysa.
“2909” Jawab Gery.
Naysa pun menekan Pin tersebut dan pintupun terbuka. Naysa
merebahkan Gery ke sofa dan dia menuju ke dapur untuk mengompres luka luka
lebam yang ada di wajah dan tubuh Gery.
Sementara Gery menelpon Dokter Rendra untuk segera datang.
“Halo..Ren..cepat ke apartmenku aku terluka..!” kata Gery
datar.
“Hah..!! kok bisa..!!” tanya Rendra kaget.
Tumben tumbennya temannya itu bisa terluka. Biasanya dia
adalah orang yang paling hati hati dalam bertindak.
“Sudah... nanti aku ceritakan... kesini cepetan...!” Kata Gery.
Setelah itu, panggilan pun di tutup.
Naysa yang baru keluar dari dapur, membawa semangkok air
hangat dan handuk kecil.
“Maaf boss.. Handuk yang di jemuran tak ambil..!” Kata Naysa.
__ADS_1
“hmmm...!” Gery hanya berdeham menjawab kata kata Naysa.
“Nih... saya letakkan di sini ya boss... kalau nanti saya
yang ngompress takutnya hati dan pikiran saya jadi tidak sejalan..!” kata Naysa.
Gery mengerutkan keningnya menatap gadis itu.
“Nggak usah kura kura dalam perahu boss...pura pura tidak
tahu...! “ Ucap Naysa
“Maksdunya apa..?” kata Gery tidak paham.
“Masak gitu aja nggak tahu...! kalau nanti saya yang
ngompres, nanti kalau bos minta yang iya iya...bisa berabe urusannya..!” kata
Naysa.
“Cih..! pikiranmu itu mesum sekali...!” ledek Gery.
“Ish... pikiran Bos apa lagi, tambah mesum kuadrat...!”
balas Naysa.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar.
“Wah... siapa yang malam malam kesini ya..!” Tanya Naysa.
“Pacar Boss..?!” tanya nya lagi.
“Wah... nasib nasiibb... masak Bos mau mesra mesra an di
depan gue sih... jadi obat nyamuk dong..!” gerutu Naysa.
Gery menyentil kening Naysa.
“Dasar gadis Aneh... bukankah aku terluka ngapain manggil
pacar... yang ada panggil dokter..!” kata Gery
“Ish... sakit pak Boss..!! oke aku bukakan dulu...!” kata
Naysa berlari kearah pintu.
Di bukakannya pintu tersebut. Didepan Naysa terlihat sosok
dokter yang tampan dan gagah.
“Wah...dokternya pak boss ya ..?? ganteng banget pak
dokter...?!!” kata Naysa menggoda.
“Gery ada?” tanya dokter tersebut.
“Ada... ada.. mari silahkan masuk..!” Kata Naysa.
Naysa pun menutup pintu dan berjalan mengekori dokter
tersebut.
“Kamu kenapa Ger..!” tanya dokter Rendra.
“Biasa...!” jawab Gery.
“Eh... mana ada biasa pak Boss... itu tadi dia di kroyok
orang delapan, pak dokter ganteng... noh... lukanya sampai biru biru hampir
hitem ini mah...!!”
“Kasihan tahu...! kalau nanti kondisinya parah... bisa
langsung dibawa ke rumah sakit aja pak dokter ganteng...!” ucap Naysa.
Gery yang melihat Naysa kecentilan itu merasa tidak senang
“Apa kau akan berdiri di situ terus... cepat buatkan minuman
untuk dokter Rendra..!’ kata Gery datar.
“Ish...saya kan bukan pembantu si pak boss...!!”
“Sudah ditolong...dianterin ke sini...masih di suruh buat
minuman, bilang “Terimakasih naysa...” gitu aja nggak sama sekali..! ish
menyebalkan..!” gertu Naysa.
“Kalau tidak mau ya sudah... nggak usah ngedumel kayak
gitu...! bikin telinga sakit..!” Ucap Gery menyindir Naysa.
“Nggak ngedumel pak boss... apa si yang tidak Naysa lakukan
melangkah pergi ke dapur.
“Dapet darimana tuh cewek...! cocok sama loe..!” kata Dokter
Rendra.
“Sialan..! cepat obati luka gue...!” kata Gery.
“Loe itu ya... jangan terlalu kaku sama orang lain...! lebih
rileks... biar cepet dapat jodoh..!” ucap Dokter Rendra.
Gery hanya mencibir mendengar ocehan dokter tersebut.
“Kenapa bisa luka sepeti ini..?” tanya dokter Rendra.
“Musuh si boss berbuat ulah..!” kata Gery.
“Loe itu harus hati hati... kelihatannya musuh Bossmu itu
banyak..!” kata Dokter Rendra.
“Bukan hanya banyak tapi kali ini susah untuk
menghadapinya...!” keluh Gery.
“O iya... apa loe punya temen yang bisa dipercaya untuk menyelidiki
kelompok orang yang melakukan perdagangan manusia..?” kata Gery.
“Polisi..?” Tanya Dokter Rendra.
“Terserahlah... yang penting bisa dipercaya..!” kata Gery.
“Besok aku infokan lagi...!” kata Dokter Rendra.
“Bagaimana loe bisa selamat dari keroyokan orang orang
tersebut..?! sepertinya dari cerita wanita tersebut banyak yang
mengkeroyokmu..!’ tanya dokter Rendra.
“Wanita itu yang menyelamatkanku..!” kata Gery datar.
“Heh..! yang bener... wanita itu tadi..? nggak
mungkinlah...!”
“Perawakannya aja nggak menjanjikan..!” kata dokter Rendra
nggak percaya.
“Jangan ngawur kalau ngomong...! alasan itu yang masuk akal
sedikit... gadis tipe manja seperti tadi... nggak mungkinlah bisa beladiri...!”kata
Dokter Rendra.
“Kalau tidak percaya ya sudah...” kata Gery.
Benar sekali...Naysa berubah sikapnya ketika berhadapan
dengan preman preman tadi...tapi setelah di rumah ini standar bahasa dan gaya
tubuhnya langsung berubah... lagian siapa orang orang pengendara motor tadi...
kenapa bisa tunduk banget dengan Naysa...dan kapan mereka tahu kalau kita
sedang dalam keadaan bahaya...apa Naysa yang mengabari mereka..?”
“Ah...entahlah...pusing..!!” batin Gery bermonolog.
“Woii...ditanya malah ngelamun...! kayaknya loe harus ke
psikiater dulu Ger...otakmu mungkin sudah bermasalah..” Saran Dokter Rendra.
“Loe itu bisa aja..!” Ucap gery sebal.
Naysa yang masih di dapur mengingat kejadian pengeroyokan
tadi.
“Untung aku cepat memberitahu mereka... kalau tidak aku
tidak tahu apa yang akan terjadi nanti... sepertinya mereka punya kekuatan yang
besar... apakah ini nantinya akan mengakibatkan masalah terhadap Aries dan
kawan kawannya...” sebaiknya habis ini aku minta mereka menyelidiki siapa
dalang pengeroyokan itu..!” Batin Naysa.
__ADS_1
Naysa pun membawakan minuman untuk dokter Rendra dan Boss tua
nya itu.
“Silahkan di minum....!” kata Naysa sopan.
“Tumben sopan..?! nggak di racun kan ini..!” tanya Gery yang
kaget dengan sikap Naysa yang berubah ubah.
“Astaghfirullah...Pria tua ini....bener bener pengen di
kirim ke neraka kayaknya terlebih dahulu..!!”
“Baik salah... banyak ngomong salah... jahat tambah salah...
terus saya harus bagaimana pak bosss...!!!” ucap Naysa kesal.
“Eh..maaf maaf.. tolong jangan di masukkan ke hati ya pak... saya ini masih butuh bapak yang paling baikk
hatinya sedunia untuk menopang usaha saya...!” kata Sheena dengan perasaan
tidak ikhlas.
“Ini saya permisi dulu ya pak... mau kerja lagi... klien
saya juga sedang menunggu...” pamit Naysa.
Naysa pun mengeluarkan jurus langkah seribunya agar segera
bisa pergi dari tempat mencekam itu.
“Selamaaat...!”
“Untung ada Pak dokter ganteng...si pria tua itu jadi nggak
bisa seenak jidatnya saja..!” gerutu Naysa.
“O iya lupa...!” Naysa tiba tiba teringat sesuatu.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Na...ada yang ingin gue kasih tahu ke loe...!bisa ketemu??”
kata Naysa.
“Baik ...gue akan ke sana...!” ucap Naysa memutuskan
panggilan tersebut.
Ia pun menelusuri jalanan yang lengang itu sendirian
mengendarai sepeda motor yang di tinggalkan untuknya oleh teman teman motornya
itu.
Flash back on
“Halo..Aries... teman teman ada dimana..?!” tanya Naysa yang
masih berada di dalam mobil seraya melihat perkelahian antara Gery dan orang
orang yang tidak jelas itu.
“Kami sedang di Club X ... ada apa..?!” tanya Aries.
“Kalian segera kemari... aku dan temanku di keroyok orang
orang yang nggak jelas asal usulnya..!”kata Naysa.
“lokasi...?!” tanya Aries.
“Nanti aku share lokasinya..!”
“Jangan lupa... tinggalin motor satu.. mobil yang gue
tumpangi sudah ringsek depannya...!” pinta Naysa.
“Siap tuan puteri..” kata Aries dan menutup sambungan telpon
tersebut.
Flash back off
Naysa yang masih kepikiran dengan orang orang yang
mengeroyoknya melaju ke rumah Sheena.
“AKu harus segera beritahukan ini kepada Sheena..!”
“Sepertinya Chandra sudah mulai bertindak..!” kata Naysa
cemas.
Motorpun melaju dengan kecepatan tinggi. Ia menuju ke
kawasan rumah elit yang ada di Blok Y. setelah sampai di rumah yang di tuju ia
segera diminta masuk oleh pak satpam.
“Na...!!! kangenn...!!’ kata Naysa memeluk Sheena.
“Aku juga kangen kaleee...!” kata Sheena.
“ehem ehem...!” Adhi pun beredehem melihat interaksi
keduanya.
“Apaan sih mas...kan tadi sudah seharian sama mas Adhi...sekarang
boleh ya aku sama Naysa...” Kata Sheena.
“Hem...” kata Adhi.
“Terimaksih suamiku...!” kata Sheena sambil mencium pipi
Adhi.
“Ish... nggak asisten... nggak bosnya sama aja... dingin...!!”
batin Naysa.
Sheena pun menarik lengan Naysa dan berjalan ke arah Gazeebo
belakang rumah.
Mereka berdua duduk di gazebo tersebut.
“Di sini aman kan Na..?!” tanya Naysa ke Sheena.
“Amaan... bagaimana Restomu lancar?” Tanya Sheena.
“Belum dapet info apapun...!” menyebalkan..!” Kata Naysa
kesal.
“O iya... gue ada info buat loe...” kata Naysa sambil
melihat sekelilingnya.
“Ternyata Amira design and art itu bekerja sama dengan
perusaahan suamimu..!” kata Naysa kesal.
“hah..!! kok bisa..!” tanya Sheena.
“Nah itu... mbak reita yang mengusulkannya kepada perusahaan
tersebut...!” gerutu Naysa
“Berita yang tidak kalah pentingnya adalah... tadi aku
meminta bantuan sama Aries..!” Ucap Naysa
“Kok Bisa...!!!” kata Sheena setengah berteriak.
“sstssstt... diem dulu gue critakan kejadiannya...”
Naysa pun menceritakan kejadian yang dialaminya dari awal
sampai akhir.
“Kalau menurutku ini ada hubungannya dengan Chandra..!” kata
Naysa.
“Mungkin saja... tadi juga ternyata mas adhi menempatkan mata mata banyak
sekali waktu kita bepergian ke luar..!” kata Sheena.
“Lalu apa yang harus kita lakukan...??!” tanya Naysa.
Sheena hanya menerawang jauh kedepan. Tidak ada jawaban dari
mulutnya.
“Indira akan kembali mengusik...!” Kata Sheena kemudian
“Apa..!! perempuan itu..!! ish.. pengen gue bejek bejek
dia..!” kata Naysa.
“Akan ku urus Dia..!loe tenag saja..!!” kata Naysa.
“Dia pasti akan melakukan hal hal licik untuk bisa
mendapatkan perusahaan dan mas Adhi..!” kata Sheena.
“Aku ingin loe tempatkan orang di sekitar Indira agar bisa
__ADS_1
kita pantau terus gerak geriknya...” kata Sheena tajam.
jangan lupa kasih vote , like dan commentnya ya temen...dukungan temen temen sangat berarti...