
“Ada apa bik?” kata Sheena.
“Itu Nyonya.. di luar katanya ada kakaknya nyonya... tuan
Fahri..!” kata Bik Imas.
“Mas Fahri??” tanya Sheena.
“Iya bener nyonya..!” jelas Bik Imas.
“Baiklah bik... suruh langsung naik ke sini saja...!” kata
Sheena yang kembali menutup pintu ruang tersebut.
“Ada mas Fahri.. aku minta dia segera ikut gabung ke
sini..!” kata Sheena.
“Apa anda yakin nyonya?” Tanya Gery yang juga menatap
Bossnya itu.
“Naysa meminta bantuan pada mas fahri... berarti mas Fahri
pun tahu soal ini..!” kata Sheena.
“Iya aku setuju dengan Sheena..!” kata Adelia.
“Aku juga setuju... tapi Aries.. kau tahu kan apa yang harus
kamu lakukan..!” kata Marco.
“Tenang saja..!aku sudah menyelidikinya.
“ Dia juga menyusup dalam bisnis Chandra beserta seorang
anggota polisi yang ayahnya telah di bunuh oleh salah satu anak buah
Chandra..!” kata Aries.
“Bagaiman kamu tidak memberitahu hal sepenting itu pada
kami?” kata Marko.
“Waktu itu, Aku sendiri belum yakin akan informasi itu..!
jadi aku memilih diam terlebih dahulu..sambil menyelidikinya..!” jawab Aries.
“Dan Naysa juga sudah tahu?” tanya Adelia.
“Sepertinya sudah..! dan ia bahkan sudah menemui Kakaknya Sheena,
dan kemungkinan besar sudah menanyainya
secara pribadi..!”
“Kalau tidak bagaimana mungkin ia secepat ini percaya kepada
orang asing..!” kata Aries.
“Tapi alangkah lebih baiknya kita tetap hati hati, kita
tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali...!” kata Marko.
“Pasti itu..! jangan khawatir..!” Sahut Aries.
Suara derap langkahpun terdengar dari luar. Seseorang
membuka pintu tersebut dan melihat di dalam ruangan itu ternyata sudah banyak
orang yang berkumpul disana.
“Mas Fahri..!” sapa Sheena.
“Halo Na...!” sapa Fahri canggung.
“Baiklah Tuan Fahri... saya rasa saya tidak perlu
menjelaskan lagi kan... buat apa dan mengapa anda kesini..!” kata Adelia.
“Baiklah.. saya mengerti..!” balas fahri.
“Kita kembali ke topik semula..!”kata Adelia.
“ Yang bisa meringkus antek antek itu di dermaga adalah tuan
Adhi, Tuan Gery dan Tuan Fahri..! dan yang menyelamatkan Sheena dan Naysa adalah
Aries dan Saddam..!” kata Adelia.
“Kita kerahkan semuanya untuk misi ini..!” lanjutnya.
“Aku akan mengirimkan orang orang kita yang telah tersebar
dan ikut dengan kalian semua..!” kata Aries.
“Aku dan Marko akan tetap di markas.. kita mengawasi arus
pesan elektronik dan situs situs perdagangan mereka..! Kemudian mengacaukan
system keamanan mereka..” kata Adelia.
“Bagaimana Mas Fahri?” Tanya Adelia.
“Kurasa aku akan mengikutkan salah satu temanku juga di misi
ini..!” kata Fahri.
“Apakah temen Tuan Fahri yang berpangkat polisi itu?” tanya
Adelia.
“Wah... ternyata anak anak muda sekarang jauh lebih cepat
dalam mendapatkan informasi ya..!” sindir Fahri.
“Maaf Mas... tapi kami memang harus berhati hati dengan
siapa saja..! karena sudah banyak dari kami yang menjadi korban..!” kata
Adelia.
“Iya aku tahu..!” jawab Fahri.
“Kita akan buat kantor sementara di sini untuk mengawasi
gerak gerik Chandra dua hari kedepan..” kata Sheena.
“Kita harus pastikan misi kita kali ini tidak boleh
gagal..!” kata Shena kembali menegaskan.
“kami sudah siapkan semuanya..! kau tenang saja..!” kata
Adelia.
“Kalian bisa menatanya sekarang juga..! maaf mas.. untuk
sementara ruangan ini akan dijadikan pusat informasi kita..! selain aman...
disini juga tidak terlalu menarik perhatian mereka karena mereka akan menganggap
kita sedang kebingungan di mansion ini...!” kaat Sheena kepada Suaminya
“aku tidak menyangka bahwa sesosok gadis yang lugu bisa
berubah menjadi seperti ini!” ucap Fahri.
“Mas Fahri tidak perlu menyindirku..!” kata Sheena.
“Kamu kerasa kesindir Na..?” kata Fahri.
“hmmm..!” ucap Sheena malas.
Aries dan marko akhirnya sibuk menata ruangan tersebut. Sedang
Gery dan Adhi masih membantu apa saja yang mereka butuhkan.
Sementara di ruang pengap itu, Naysa di kurung bersama
wanita wanita yang lain. Naysa pun mencoba berinteraksi an mencari informasi
dari mereka.
“Maaf, kalian disini sudah berapa lama dan akan diapakan
kita?” tanya Naysa kepada salah satu wanita disana.
“Kita semua akan di jual ke tempat pelacuran dan bekerja
__ADS_1
disana..! itu kata orang yang telah mengambil harta yang paling berharga dari
kami...!” kata Salah satu wanita tersebut.
“Kenapa kalian tidak berontak saja..! kalian kan berbanyak
orang...! pasti menang melawan mereka..!” kata Naysa menyemangati.
“Kami tidak bisa berbuat banyak..! karena mereka mengancam
akan melukai keluarga kami..!” lanjut wanita tersebut.
“Jadi kami setiap malam akan di gilir oleh pria pria yang
menginginkan kami dan diperlakukan seperti binantang pemuas nafsu mereka..!”
kata wanita itu.
“Kalau bukan karena hutang yang sangat besar, kami sudah
ingin pergi dari sisni..!” tambah wanita itu.
Naysa pun mengangguk nganguk merasa kasihan pada mereka yang
telah di jebak oleh si bejat Chandra.
“Lalu kamu kenapa bisa ada disini?” tanya wanita itu.
“Aku kesini karena mereka menculikku dan menyeretku untuk
tinggal bersama kalian..!” ucap Naysa berbohong.
“Kesalahan apa yang kau lakukan?” tanya wanita itu lagi.
“Entahlah aku tidak tahu..!” Jawab Naysa.
Sambil mengamati tempat tempat yang ada, Naysa bisa
memastikan bahwa tempat itu adalah gudang yang tidak terpakai.
Naysa mengirimkan lokasi keberadaan mereka dengan symbol sehingga
hanya kelompok mereka yang dapat membacanya.
“Apa kalian tahu kemana mereka akan membawa kita setelah
dari sini?” tanya Naysa lagi.
“Kita tidak tahu..! mereka hanya bilang kita akan di jual ke
tempat pelacuran..! dimana tempatnya itu...kami juga tidak tahu..!” kata wanita
itu lagi.
“Tapi banyak dari kami berharap kami akan mati saja disini
seperti Amel..! dia memilih bunuh diri daripada di jadikan budak nafsu
mereka..!” lanjut wanita itu.
“Tapi sayangnya kami tidak bisa berbuat seperti itu.. karena
mereka selalu mengintai keluarga kami dan berencana akan menjadikan mereka
seperti kami jika kami berulah..!” lanjutnya.
“Oiya siapa nama anda?” tanya Naysa.
“Keisha... panggil saja Kei..!” kata Keisha.
“Aku Naysa..!” ucap Naysa.
“Apa kamu sedang hamil?” kata Keisha melihat ke arah Naysa.
“Kenapa berkata seperti itu?” ucap Naysa.
“Tidak... aku dulu pernah hamil... dan aku rasa kamu sedang
hamil..!” kata Keisha.
“Tidak... kamu salah..!” elak Naysa.
“Masak iya aku
hamil..? Ah.. nggak lah..!” batin Naysa menghibur diri.
“Kalau kamu bisa bebas dari sini apa yang akan kamu lakukan
Kei?” kata Naysa.
“Aku?” tanya Keisha.
“Iya.. Kamu..!” jawab Naysa.
“Apa ya... mungkin aku akan mencari kerja di kota...
mendapatkan uang banyak dan mengirim adik adikku uang..!” kata Keisha.
“Kamu masih punya adik?” tanya Naysa.
“Punya..! dia sama ibukku di kampung..!” kata Keisha.
“Ini aku catatkan alamatnya..! kalau suatu saat kita
beruntung bisa kesana, aku ingin kau mengunjungi adik dan ibuku..!” kata Keisha
mengambil bolpoint yang ada di saku Naysa dan menuliskan alamatnya di
pegelangan tangan Naysa
“Jangan lupa ya..!” kata Keisha.
“Baik..! aku janji..!” ucap Naysa.
“Kamu sendiri punya keluarga?” tanya Keisha.
“Nggak punya..! mereka semua sudah meninggal..!” kata Naysa.
“Kenapa kalau boleh tahu?” tanya Keisha lagi.
“Mereka di bunuh dengan keji oleh orang orang yang berada di
luar itu..!” kata Naysa.
“Apa!!” teriak Keisha yang kemudian di tutup mulutnya oleh
Naysa.
“Diam jangan berisik..!” kata Naysa memperingati Keisha.
“iya.. iya..! maaf tadi reflek..!” kata Keisha.
“jadi?” tanya Keisha lagi.
“ya nggak jadi jadi... ya sudah sekarang aku disini eh..
malah jadi tawanan mereka..!” kata Naysa.
“aduh...!” rintih Naysa memegangi perutnya.
“Kenapa..?” tanya Keisha.
“Sepertinya aku mau datang bulan..! jadi perutku sakit...
lebih baik aku istirahat dulu..!” kata Naysa.
“Baiklah.. lebih baik kamu bersandar di sana..! mungkin akan
membuatmu jauh lebih baik...!” kata Keisha.
Naysa pun menyandarkan badannya di dinding yang dingin itu.
Ia merasakan perutnya seperti di aduk aduk dan sangat sakit.
“Aku harus bertahan dua malam lagi..!” batin Naysa.
Ia mencoba melelapkan matanya dan berusaha tidur. Namun lagi
lagi matanya terjaga. Ada perasaan yang
tidak menentu di hatinya.
Ia menyentuh jam tangannya dan mengetikkan sesuatu ke jam
tersebut. AI pun menerima balsan dari ketikannya tadi.
Pintu di ruang tersebut terbuka.
Naysa melihat dua orang pria yang bertubuh tegap dan
__ADS_1
tentunya ahli bela diri sudah berada di depan pintu tersebut. Mereka melihat
Naysa yang sangat lemas menahan perutnya yang sakit.
“Bawa wanita itu..!” kata laki laki tersebut.
Mereka pun menyeret Naysa menuju sebuah ruangan yang berbeda
dari tadi. Ruangan ini sangat rapi dan teratur.
“Boss..! wanitanya sudah sampai di sini..!” kata laki laki
tersebut.
“Apa dia sudah sadar?” tanya orang itu.
“Sudah bos..!” jawab laki laki itu.
Mereka melempar Naysa ke lantai. Perutnya seakan akan mau
pecah, karena terlalu sakit.
“Halo gadis cantik..! apa kau mengenalku?” tanya orang itu.
“Maaf saya tidak tahu..!” kata Naysa berpura pura tidak tahu.
“Kau itu... pantas Pria itu tergila gila padamu... selain
cantik... kau bahkan tidak takut berada disini...!”
“Sayangnya , aku sudah berjanji tidak meneyntuhmu...! kalau
tidak... aku akan benar benar membuatmu merasakan surga dunia ..!” kata Chandra
diiringi tawanya.
“Aku beri kau kesempatan... telponlah kekasihmu itu dan katakana,
segeralah dia membawa Sheena ke sini...!” kata Chandra.
Chandra pun menekan nomor telpon Gery dan memberikannya
kepada Naysa.
Sementara itu di mansion mewah Adhi semua yang sibuk
menyiapkan strategi untuk pengepungan, di kejutkan oleh dering ponsel Gery.
“Semuanya diam..! Telpon dari Chandra..!” kata Gery.
Mereka pun menghentikan aktivitasnya.
“halo... “jawab Gery
“Cepat ngomong sesuatu..!” terdengar tamparan dan tendangan
dari seberang sana.
“Halo..!” kata Gery lagi.
“Halo tuan Gery...! Sepertinya kekasihmu itu sedang marah denganmu...
jadi dia tidak mau ngomong apapun...!” kata Chandra.
Buk buk buk
“Aduhh... itu pasti sakit sekali..!” kata Chandra terkekeh.
“Kau...! sudah kubilang jangan sentuh gadis itu
sedikitpun..!” Ucap Gery marah.
“Bukan aku yang menyentuhnya... tapi anak buahku..!” elak
Chandra.
“Apa kau mau melihatnya... akan kualihkan ke video call..!”
kata Chandra dan dengan secapat kilat panggilan itu berubah menjadi video call.
Diangkatnya panggilan tersebut dan disana ia melihat kondisi
Naysa yang mengenaskan. Dia seperti habis di hajar oleh anak buah Chandra di
dahi, mulut dan sekujur badannya juga penuh dengan luka.
“Kurang aajr kau Chandra..!! dasar banci..!!” kata Gery
emosi.
“Katakan kapan kau akan membawa Sheena..!” tanya Chandra.
“I-tu masih belum pasti..!” kata Gery.
“Oh masih belum pasti..! baiklah..! lepaskan semua baju
gadis itu...!” kata Chandra.
“Aku ingin melihat tubuh Indah gadis itu...!” Tambahnya.
“Tunggu..!!! jangan..!! jangan..!! baik aku akan membawa Sheena
besok malam, akan kupastikan dia ke sana..! tapi tolong jangan kau sakiti Gadis
Itu..!” kata Gery mengiba.
Ia melihat Naysa sudah babak belur mungkin dia juga
melakukan perlawanan namun tenanganya kalah kuat.
“HAHAHAA..! bagus... kalau kau menurut maka gadismu itu
tidak akan kenapa napa..! aku bisa jamin itu..!” kata Chandra.
“Bawa gadis itu kembali ke ruanganya..! aku hanya ingin
memberikan tuan Gery ini shock terapy agar tidak macam macam denganku..!” kata
Chandra.
“Gimana Tuan Gery... apa pertunjukanku sangat menarik..!”
tanya Chandra.
“Kau memang Gila..! kelaianan jiwa..!!” bentak Gery.
“Tenang tuan... kau boleh mengumpatku sepuas hatimu... ! aku
akan merasa tersanjung tuan Gery...!” kata Chnadra.
“Selamat menikmati usahamu membuat Sheena kemari dengan
tangan kosong...!” kata Chandra yang kemudian menutup panggilannya itu.
“Kurang Ajar..! bisa
bisanya dia memperdaya Naysa seperti itu..!” teriak Aries Kesal.
“Tunggu... bukankah Sheena jago berkelahi bagaimana dia bisa
kalah dengan mereka..!” kata Adelia
“Benar... tidak mungkin Naysa dengan mudah dikalahkan
mereka..!” Tambah Marko.
“Apa jangan jangan dia di kasih obat pelemas otot agar tidak
bisa melawan..!” kata Adelia.
“Brengsek..! laki laki pengecut..!” kata Aries.
Sementara Gery hanya mengepalkan tangannya menahan emosinya.
Melihat Naysa yang tidak biasanya dan
bukan Naysa yang Gery kenal selama ini menjadi hatinya sangat sakit. Wanita itu
terlihat sangat rapuh dan tatapan matanya pun kosong.
“Nay... Bertahanlah sebentar lagi...! aku pasti akan
menyelamatkanmu..!” Batin Gery.
“Baiklah..! mari kita atur rencananya... “ kata Adhi.
Merekapun mendiskusikan bagaimana mereka akan membekuk
Chandra dan menyelamatkan banyak orang.
__ADS_1