
Sesampainya di rumah sakit, Sheena langsung masuk ke ruang perawatan di bopong oleh Adhi. Perawat memasangkan infus dan Sheena masih saja belum sadar.
"ini kenapa masih belum sadar dok..?" kata Adhi panik.
"tenang pak... Sebentar lagi siuman... Sepertinya wanita ini baru mengalami shock yang luar biasa..dan tubuhnya lemah.."kata dokter Arin.
Adhipun hanya terdiam.
" kalo begitu saya permisi dulu.. "kata dokter Arin.
Dokter itupun meninggal kan ruangan perawatan. Sedangkan Adhi hanya terdiam sambil memandangi wajah Sheena yang masih saja pucat.
Drrrt drrt Drrrt..
Ponsel Adhi pun berdering. Karena tidak ingin mengganggu istirahat Sheena, Adhi pun keluar dari ruangan.
Sementara itu, Sheena mulai tersadar. Kepalanya terasa berat dan Ia pun mencoba membuka matanya.
"di rumah sakit kah ini??" batin Sheena.
Ia pun mencoba mencari tasnya untuk mengambil obat yang harus diminumnya siang ini, tetapi sialnya dia tidak menemukan tas nya itu. Karena tidak ingin berlama lama di rumah sakit, Sheena pun melepaskan selang infus yang terpasang. Dengan keahlian Sheena yang pernah belajar di Fakultas kedoteran itu bukan lah hal yang sulit dilakukan. Sheena dengan langkah sempoyongan mencoba keluar dari ruangan tersebut. Hingga Ia sudah berada di parkiran. Sebenarnya Ia bingung karena handphone dan uang nya ada di dalam tas. Dan Ia juga tidak tahu siapa yang membawanya ke rumah sakit dan bagaimana dirinya bisa berada di sana. Yang dia yakin sekarang, pasti traumanya kambuh lagi dan dia harus meminum obat nya.
"penyakit ini kapan bisa lepas dari tubuhku,,!!" umpat Sheena.
Ia menghentikan ojek yang berpapasan dengannya.
"maaf mas... Bisa minta tolong anterin saya ke jalan Anggrek...Saya sedang sakit..Saya minta tolong ya mas...nant uangnya saya kasih ketika sudah sampai..." kata Sheena.
Driver ojek itu masih memandangi sheena dengan heran. namun karena rasa kasihan akhirnya driver ojek itu pun membolehkan Sheena untuk naik.
"ayow mbak... Naik..."jawab driver ojek tersebut.
setelah tiba di depan Apartmentnya Sheena berlari kedalam dan mengambil uang untuk membayar driver ojek tersebut. kepalnya masih pusing dan badannya lemah sekali.
" ini mas... Terimakasih ya mas... " kata Sheena.
" tapi ini kebanyakan mbak... Ini kembaliaannya.. "kata mas driver ojek tadi.
" nggak papa mas... Anggap aja rezeki lebih buat mas.. "kata Sheena.
Sheena pun menutup pintu apartmentnya dan mengambil obat di laci kamarnya. Kemudian meminumnya dan kemudian terlelap.
Sementara di rumah sakit, Adhi yang telah selese mengangkat telponnya mulai menuju kamar Sheena. Alang
kah kagetnya Adhi di sana Ia tidak menemukan keberadaan Sheena.
"suster... Suster..! Teriak Adhi. salah satu suster pun mendekati.
"ya pak.. Ada apa?? Jawab suster tadi.
__ADS_1
" dimana pasien yang ada di kamar ini..! Kata Adhi panik.
"maaf pak... Bukannya tadi masih belum sadar disini..!" kata suster tersebut.
"saya nggak mau tahu ya.. Cepat cari dan temukan pasien itu..! Atau mau rumah sakit ini saya tutup..!!" kata Adhi kesal.
"Gery yang baru saja datang melihat percakapan antara bosnya dan suster tadi merasa heran dengan tingkah bossnya. kemudian mencoba untuk menenangkan bosnya..
" maaf boss... Kenapa kita nggak ngecek CCTV aja dulu.." tawar Gery
" Iya benar Ger... Kenapa aku nggak ke pikiran samapai situ..! "ucap Adhi.
" dimana ruang CCTV..! "tanya Adhi kepada suster didepannya.
" di... Di... Lantai 2 pak..."kata suster tersebut ketakutan.
Adhi dan Gery langsung menuju ke lantai 2 untuk mengecek CCTV yang terpasang di rumah sakit.
" cepat tunjukkan CCTV di rumah sakit ini..!" Bentak Adhi.
Petugas yang semua bingung dengan kedatangan Adhi, akhirnya menurut i perkataannya.
" baik pak.. "kata petugas tersebut.
Adhi melihat dengan seksama dimanakah keberadaan Sheena.dengan pantauan CCTV akhirnya ia melihat sesosok tubuh yang sangat Ia kenali. Melangkah dengan sempoyongan ke arah parkiran rumah sakit.
"Apa dia pulang ke apartmentnya??" batin Adhi.
"baik bos..!" jawab Gery.
Adhi menuju parkiran dan di sana Gery sudah menunggunya.
"kita kemana Bos??" tanya Gery.
"jangan banyak tanya..! Jalan..!" kata Adhi.
Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menuju apartment milik Sheena. Selama. Perjalanan Adhi bertanya tanya dalam hatinya sebenarnya kenapa dengan Sheena. Mengapa Ia mendadak pingsan. Ia merasakan ada ketakutan yang luar biasa yang terjadi pada tubuh Sheena.
"apa Ia takut pada Dia??" batin Adhi.
Sesampainya di apartment Sheena, Adhi turun dari mobilnya.
"kamu tunggu di sini Ger..!" kata Adhi.
"siap bos..!" jawab Gery.
Adhi melangkahkan kaki ya ke apartment milik Sheena. Di buka nya pintu pagar dan Adhi pun mengetuk pintu.
Tok tok tok
__ADS_1
Tidak ada sautan sama sekali.
"Na...!!Sheena..!!"panggil Adhi dengan kerass.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka. Dilihatnya sosok yang berdiri di depan pintu itu.
" Sheena..! Kamu apa apan menghilang dari rumah sakit..!! Kamu sudah Gila apa..! "Bentak Adhi.
Sheena mengamati wajah yang berdiri di depannya. Karena habis tidur, setengah dari jiwanya belum terkumpul.
" Ya Allah..! Pak Adhi..! Ngapain pak ke sini..! Kangen ya..!! "kata sheena kaget.
Adhi melihat heran dengan Sheena.
" ini apa apa an kenapa dia seperti orang linglung..! "batin Adhi.
" halo pak... Pak... Pak Adhi..!! Anda kerasukan Jin dari mana pak... Bisa sampai disini..! "lanjut Sheena.
" hei.. Kau Gila ya...!" Bentak Adhi lagi.
" eh pak... Siapa yang Gila..! Anda datang kesini tanpa undangan... Tidak ada angin tidak ada petir tiba tiba datang Bentak Bentak gak jelas gitu..! "cerocos Sheena.
" tanganmu kenapa..??! Adhi mencoba memancing Sheena.
"owh ini..! Sheena mengernyitkan dahi.
" ini kenapa ya..! Gumam Sheena.
"entahlah pak...! Mungkin ke gores waktu masak atau apa...! Biasa lah perempuan... Apa apa sendiri...jadi gampang kayak gini..! Ucap Sheena.
Adhi merasa khawatir. Sebenarnya ada apa dengan Sheena bahkan Ia tidak menyebut kata rumah sakit.
" kamu tidak masuk kantor..!" kata Adhi sudah menetralkan emosinya.
"hah..! Ini emang jam berapa pak..??" Sheena melirik ke arah jam dinding.
"MasyAllah... Eh.. Ini kenapa sudah jam segini..!! Kata Sheena.
" eh.. Anu pak... Ketiduran...! Tapi bener kok pak..tadi saya udah niat lho mau bangun... Bahkan pasang jam alarm juga..."kata Sheena.
Adhi akhirnya mengusap rambut Sheena.
" eh pak.. Ini kenapa bapak jadi ngusap rambut saya..! Ini jangan jangan saya mau di pecat ya pak..! "kata Sheena.
" istirahat lah.... Besok baru ke kantor lagi..! Ucap Adhi.
"eh...! Kok jadi baik gini..!" batin Sheena.
"pak.. Anda bukan pura pura baik karena mau menindas saya ya pak..?? Atau mau memecat saya tanpa pesangon..! Atau jangan jangan..!" belum sempat Sheena melanjutkan kata kata nya sudah di potong oleh Adhi.
__ADS_1
"jangan berpikiran buruk... Sudah.. Istirahat.. Besok kembali bekerja..!" kata Adhi.
Adhi pun berlaku meninggal kan Sheena. Sheena yang masih kebingungan di depan pintu memperhatikan punggung Adhi yang mulai menghilang bersama dengan mobil kesayangannya.