
Setelah Bertemu dengan Mas Fahri, Adhi pun meminta Gery
mengurus semua berkas surat perjanjian yang diminta Fahri.
“Tuan...apa tuan yakin akan menandatanginya..!” kata Gery khawatir.
“Tentu saja Ger...tidak usah khawatir..!” jawab Adhi.
“Semua persiapan sudah bereskah?” tanya Adhi.
“Sudah tuan...sekarang kita jemput nona Sheena ke rumah sakit..” Jawab Gery
“Pastikan semuanya tidak ada kesalahan..!” lanjut Adhi.
“Baik tuan..!” kata Gery melajukan mobil tersebut ke rumah sakit.
Ada perasaan bahagia menyelimuti perasaan Adhi sekarang. Ia
bahkan tidak membayangkan bisa memiliki gadis pujaann nya itu. Sesuatu yang
Adhi impikan selama ini akhirnya selangkah lagi akan menjadi kenyataan.
Ia kembali mengingat masa masa dulu waktu ia dan Sheena
nmasih bersekolah. Adhi sering mencuri curi pandang kepada Sheena. bahkan
memperhatikan apa yang ia lakukan.
“Apapun itu aku bisa korbankan Na...karena cintamu sudah
membelenggu diriku begitu erat hingga aku tidak bisa berpaling ke pada hati
yang lain..!”
“Aku harap setelah ini..kamu akan selalu tersenyum dan bahagia...aku akan melindungimu dari siapapun yang
akan membuatmu menderita...aku akan melindungimu dengan segenap nyawaku...”batin Adhi.
Tidak terasa mobil tersebut pun sudah terparkir di area
rumah sakit. Adhi turun dengan gagahnya dan menuju ke ruang Ara untuk bertemu dengan Sheena.
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk dari luar.
Orang yang berada di dalam ruangan tersebut pun menoleh ke arah
pintu.
“Mas Adhi..!” kata Sheena.
“Kenapa kembali lagi?” tanya Sheena kembali.
“Ikut Aku ya Na...kita Ke KUA..” kata adhi.
“Hahhh..!!! maksudnya..!” tanya Sheena.
“Kita ke KUA sekarang...Mas Fahri sudaah menunggu...” lanjut Adhi.
“Haah..!!” kata Sheena kaget.
Adhi mendekati Sheena dan mencubit hidung mancung Sheena.
“Ayoo...cepetan...!” kata Adhi menyadarkan Sheena.
“Bunda mau di ajak kemana Pi..?” tanya Ara melihat keduanya sedang bergegas pergi.
“Mau diajak pulang kerumah Ara...biar ada yang nemenin Ara dan papi...!” kata Adhi.
“Hahahah..papi kan udah besar...masak minta ditemenin bunda sih...”kata Ara tertawa geli.
“Bunda...kalau gitu temenin papi ya..biar papi nggak takut lagi...!” kata Ara.
Sheena hanya bisa tersenyum kecut dengan ucapan Ara.
__ADS_1
“Mbok Minah...aku titip Ara sebentar...sudah ada yang menjaga di depan juga...!” kata Adhi.
“Iya tuan...Tuan tenang saja...” kata Mbok minah.
“Ayo Yank...!”kata Adhi pada Sheena.
“Hah..!” ucap Sheena mengerjapkan matanya dan menyaring
pendengerannya.
Adhi hanya tersenyum dan segera menggandeng tangan gadis
itu. Dibawanya gadis itu ke mobil untuk segera melangsungkan pernikahan di KUA.
“Yank..kamu ganti baju dulu ya...biar lebih fresh..!” kata
Adhi.
“Apaan si mas...panggilnya biasa aja kalee...” kata Sheena.
“Kenapa...kamu malu??”kata AAdhi menggoda Sheena.
”Ish..!!” gerutu Sheena.
“Ger..mampir ke butik mami sebentar ya..!”Kata Adhi.
“Mas..nggak enak ah..aku kemarin habis minta dari butik
mami...sekarang kok minta lagi si...!” kata Sheena.
“Itu nanti juga bakal jadi butik kamu, Yank..!” kata Adhi.
“Maksudnya...??” Tanya Sheena.
“Nanti setelah nikah kamu akan tahu..” kata Adhi tersenyum
menggoda.
“Dasar orang ini...sekarang selain pinter ngrayu ...juga
tangannya.
“Yank...aku jadi nggak sabar tahu kalau kamu menggodaku kayak
gini..!” kata Adhi sambil mendekatkan pinggang Sheena ke Tubuh Adhi.
“Mas...ini..eh...ada Gery tahu...!” kata Sheena gugup.
“Biar aja si...biar dia nggak jomblo lagi..!” Sahut Adhi.
“Tuan ini, jangan terlalu kejamlah sama saya..!” kata Gery mengingatkan.
“Biar kamu segera nyusul Ger...masak mau jomblo terus...!”
kata Adhi terkekeh.
“Asal tuan Adhi
Tahu...kali ini saya sudah tidak ketinggalan juga dari tuan Adhi... Paling
tidak saya sudah pernah berciuman dengan wanita...walaupun wanita bar bar...!”
Batin Gery.
Gery menghentikan mobil tersebut di sebuah butik mewah.
“Ayo turun yank..!”kata Adhi sambil membukakan pintu untuk gadisnya itu.
Mereka berdua masuk ke butik itu dan memilih gaun yang cocok
untuk Sheena. setelah beberapa pilihan akhirnya jatuhlah pilihan Sheena ke gaun
berwarna soft pink selutut yang menambah keayuan gadis itu.
“Mas..tolong naikkan resleting bajunya ke atas...tanganku
__ADS_1
nggak nyampe..” kata Sheena menyembulkan kepalanya dari dalam ruang fitting
baju.
Adhi melangkah kedalam dan melihat Sheena yang terlihat
sangat cantik dan elegan dengan baju itu. Ia terlihat kesusahan dengan
resleting baju tersebut.
“Tapi in bener nggak papa mas...kita ambil dari butik
mami..?” tanyanya.
“Gaun disini kan mahal mahal sekali...” tambah Sheena.
Adhi tidak memperhatikan Ucapan Sheena. ia terus melihat ke arah
punggung gadis itu. Gairahnya kembali memuncak. Adhi mendekat ke arah Sheena. Menarik
resleting gaun tersebut sambil mengecup punggung gadis itu dari bawah ke atas.
“Mas..!! “bentak Sheena.
“Sedikit saja Na...!habis ini kita kan sudah halal..!” kata
Adhi terkekeh.
“Ish...dasar mesum..!” ucap Sheena yang kemudian pergi
menuju mobil.
Sheena sudah duduk di mobil dengan wajah di tekuk. Sedang
Adhi masih saja tersenyum nakal melihat gadisnya itu. Dan disituasi ini, Gery
sendiri bingung dengan apa yang terjadi dengan kedua orang yang sedang di mabuk
cinta itu.
“jalan Ger..!” Perintah Sheena.
Gery pun mengemudikan mobilnya menuju ke kUA.
Setibanya disana sudah ada mami dan Papi Adhi, juga Naysa
dan Mas fahri.
“Sudah siap yank?” kata Adhi sambil mencium pipi Sheena
secara tiba tiba.
Dari tadi ia ingin sekali mencium bibir gadisnya itu yang
sedang manyun kedepan. Namun akhirnya ia alihkan ke pipi karena khawatir Sheena
akan bertambah marah.
Mereka bertiga turun dari mobil dan menghampiri orang tua
Adhi, Naysa dan Fahri.
“Na...maaaf ya...harusnya pernikahan kalian itu di buat
mewah dan megah tidak seperti ini..!” kata bu Shinta sedih.
“Tenang saja Mi..nanti setelah semua urusan selese, akan ku
buatkan pesta pernikahan yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya... “ kata
Adhi sambil merangkul pinggang Sheena.
jangan lupa tekan like, favorit, dan votenya..jangan lupa juga commentnya kak...:):););)
__ADS_1