
Sheena menatap kosong ke gelas jus yang belum diminumnya. Setelah kepergian Alexander ia merenungi kembali perkataan Alexander. Mengingat potongan potongan kenangan masa lalunya beberapa tahun silam sewaktu duduk di bangku Sekolah.
Flashback on
“Sheena ya...?” sapa seorang perempuan waktu di kantin sekolah.
“Eh..maaf kak...ada apa ya?”Jawab Sheena.
Salah satu temannya berbisik dan menarik lengannya.
“Manda..!kenapa si bergaul sama adik kelas kayak gitu,,!”kata mellisa.
“Hush...diem..!”jawab Manda.
“Kenalkan namaku Amanda Sari Arsaka...panggil saja Sari” ucap Manda sambil mengulurkan tangan ke Sheena.
“Owh...Sheena...”jawab Sheena singkat menerima uluran tangan tersebut.
“Bisa bicara sebentar...duduk disana gimana..?”kata Manda.
Tanpa menaruh rasa curiga Sheena pun mengangguk karena dia juga tidak enak menolak tawaran dari seniornya. Dan mereka berempat duduk di bangku kantin sekolah.
“Boleh nanya nggak...” kata Manda memulai pembicaran.
“Ngomong aja kak...!” ucap Sheena sopan.
“Kamu deket ya sama Candra?”tanyanya lagi.
“Owh kak candra...nggak kok hanya temen...!” jawab Sheena.
“Kalo Adhi deket?” tanyanya lagi.
Sheena mengernyitkan keningnya.
“Maaf kak...Adhi siapa ya...!” tanya Sheena balik.
“Adhi yang culun itu...!” jawab manda.
“Owh..kak Adhi...nggak kok...nggak deket...ngomong aja nggak pernah..!”jawab Sheena.
“Yakin..?” tanya Amanda lagi.
__ADS_1
“Iya kak....”kata Sheena.
“Soalnya aku sering lihat Adhi memperhatikan kamu terus...aku takut patah hati...”ucap Manda berakting sedih.
“Nggak kak...aku nggak deket..!”jawab Sheena.
“kalau begitu...kenapa kamu nggak pacaran aja sama Candra...Dia kan anak orang kaya...terus terkenal juga..di sekolah..!”kata Manda lagi.
“Nggak kak...aku aja baru masuk...nggak mau mikirin pacaran pacaran dulu...!”jawab Sheena.
“Sudah bel masuk kak....duluan ya...”kata Sheena meninggalkan ketiga orang tersebut.
Itu adalah pertemuan pertama Sheena dengan Amanda. Namun selanjutnya Amanda terus saja berusaha bermuka baik di depan Sheena. Tapi yang aneh adalah ia selalu menegaskan bahwa panggilannya adalah Sari.
Hingga suatu hari kejadian yang membalikkan kehidupan Sheena pun terjadi.
“Na..!”panggil seseorang dari belakang.
“Eh kak Sari...”ucap Sheena sambil menoleh ke belakang.
“Na..boleh mita tolong nggak...anterin buku ini ke rumah Chandra ya..!please...!”ucap Sari memelas.
“Tapi Sheena harus pulang kak...takut kalau terlambat di marahi sama ibu...!”tambah Sheena.
Dengan berat hati ia pun mengangguk setuju. Mau menolak pun tidak enak hati. Ia pun menuju ke rumah Chandra untuk menyerahkan buku titipan dari Kak Sari.
Flashback off.
“Betapa bodohnya aku di tipu oleh mereka berdua...!anadai saja aku curiga dengan akal bulus Sari waktu itu...aku tidak akan akan mengalami kejadian buruk di rumah Chandra...!” batin Sheena.
Ia mengingat kembali waktu kejadiaan na'as itu. Saat kesadarannya belum hilang setelah para lelaki brengsek itu sudah memuaskan nafsunya kepada Sheena. Sayup sayup ia mendengar perkatan Chandra kepada dirinya dan juga obrolan Chandra dengan pamannya.
“Na...kamu harus jadi milikku Na...!dengan ini kamu akan mengingat aku selamanya...!kamu tidak akan lepas dari bayang bayangku...!tubuhmu ini yang akan menjadi saksi bahwa kamu akan jadi budakku selamanya...!” kata Chandra bermonolog sendiri ketika merapikan kembali pakaian Sheena.
“Manda temenmu itu pintar juga memperdaya gadis ini...!”kata paman Chandra yang berkepribadian pedofil itu.
“Jangan sebut nama Manda..!Sa..ri...!”kata Chandra mengingatkan Pamannya itu.
“Sorry lupa..!memangnya ada berapa orang dengan nama Sari disekolahmu?”tanya pamannya lagi.
“Lumayan banyak..!” Jawab Chandra.
__ADS_1
“Setelah sadar dari pengaruh obat...gadis kecil itu akan seperti orang linglung...dia akan sulit membedakan antara kenyataan dan imajinasi....!” kata pamannya lagi.
“Tapi yang pasti ia tidak akan melupakan kejadian hari ini..!” Kata Chandra sambil merebut rokok yang ada di tangan pamannya.
“Dan tentunya dia akan kesulitan mengingat semuanya...!Hahahah..” Ucap Paman Chandra tersebut.
Suara klakson mobil membuyarkan ingatan Sheena tentang masa lalu. Dengan mata memerah dan wajah yang mulai mengeras Sheena dilanda amarah yang sangat besar jika mengingat hal itu.
“Chandra...jadi kau sekarang menjadi bidak catur kedua paman sampahmu itu..!dan memimpin perusahaan NM Group..!”gumam Sheena.
“Dan sekarang apa..!Kau malah ingin menghancurkan mas Adhi CEO dari Perusahaan KJ group...gara gara dia menjadi pesaingmu...! dasar sampah..!!”Tambah Sheena.
“Manusia rendahan..!masih saja merasa iri dengan keberhasilan seseorang..!”Lanjutnya.
Deg...Sheena mencoba menarik benang kusut dari masa lalunya.
“Jangan jangan selingkuhan Amanda itu adalah Chandra..!” batin Sheena.
“Bukankah Chandra dan kak Sari..bukan ...Chandra dan Amanda itu juga satu sekolahan...satu kelas juga...berarti mereka sudah berkomplot dari dulu untuk menjebakku...!” batin Sheena mencari kebenaran.
“Sebenarnya apa salahku hingga Amanda membenciku hingga melakukan rencana kotor seperti itu..!”
“Adhi..!siapa Adhi yang dimaksud..!Anak culun...sebentar... Anak culun yang pernah aku tolong di gerbang sekolah...!jangan jangan... Anak culun itu yang di maksud Amanda..!”
Tapi apa hubungannya denganku..!” Sheena masih bertanya tanya dalam hati.
“Aku saja tidak pernah berinteraksi dengan anak itu lagi..!”
Sheena masih mencari teka teki dari ingatan masa lalunya. Menyusun potongan potongan puzzle puzzle kenangan itu.
“Sari bilang...maksudku Amanda bilang..Adhi sering memperhatikan ku...!”
“Apa target Amanda adalah Anak culun itu...!tidak mungkin kan Amanda suka anak seperti itu..!” batin Sheena masih mencari cari jawaban..
“Jangan jangan.... Adhi yang dimaksud adalah.... Mas Adhi...CEO dari perusahaan KJ group...!” Sheena membulatkan matanya...teka teki selama ini mengenai masa lalunya akhirnya terbongkar sudah.
“Mengapa Chandra memusuhi Perusahaan mas Adhi adalah karena dia tahu aku dan mas Adhi saling menyukai...karena itu obsesinya untuk memilikiku semakin menjadi jadi...dan orang dalam yang mengakibatkan keguncangan di tubuh perusahaan Milik Mas Adhi...pasti ada hubungannya dengan Amanda..!” Batin Sheena
masih bermonolog sendiri.
“Bingo..!”akhirnya aku tahu sekarang siapa musuh musuhku itu.
__ADS_1
“Paman paman sampah itu...Chandra...dan Amanda..lihat saja pembalasanku..!” kata Amanda.