
Setelah prosesi pernikahan selesai, mereka semua tampak
bahagia.
“Jangan lupa Kau harus menepati janjimu itu..!” kata Fahri
kepada Adhi.
“Siaap Mas...tenang saja...!” kata Adhi.
“Sekarang Sheena bisa pulang ke rumah Mami dong ya...” kata
Bu shinta.
“Nggak lah mi...Pulangnya ke rumah Adhi saja...sudah lama
rumah tersebut kososng...!”NBantah Adhi.
“Ish...kamu ini...nanti mami kesepian dong di rumah..!” kata
Bu Shinta.
“Ya elah Mi...kan Ada papi...gangguin papi aja si...!”
dengus Adhi.
“Ish...nggak asyik kalau sama papimu...!”lanjut Bu Shinta.
“Beneran nih...Nggak Asik...ya sudah dech...jatah buat mami malam
ini nggak ada...!” ucap Papi Adhi.
“Eits...gitu aja papi ngambek...!”ledek Bu Shinta.
“Nanti tak kasih yang triple plus pokoknya pi...!”tambah
mami Adhi.
“Ini bicara apa
coba...aku kok kagak paham arah pembicaraan kedua orang tua ini...benar benar Multitafsir...Ini
kok cenderung ke arah mesum ya..!” batin Sheena sambil geleng geleng kepala.
“Kenapa Na..?”bisik Adhi ke telinga Sheena.
“Nggak... nggak apa apa kok mas...!” kata Sheena.
“Sudah nggak sabar buat iya iya...!” kata Adhi lagi sambil
berbisik di telinga Sheena.
“Ish..!!mesum..!!” ucap Sheena sambil memukul pelan perut
Adhi.
“ini jadinya gimana?” kata Bu Shinta menegaskan.
“Ke rumah Adhi mi...rumahnya udah Adhi persiapkan ...!” Kata
Adhi lagi.
“Oke oke nggak papa..karena ini malam pengantin kalian...tapi
3 hari saja...habis itu Sheena milik mami..!” kata Bu shinta.
“Nggak bisa gitu dong mi...!penganiayaan...!” ucap Adhi
kesal.
“Nggak papa...yang dianiayaya kan kamu...!” jawab Mami Adhi.
Adhi hanya menggerutu melihat kelakuan maminya itu.
Sementara Fahri yang melihat interaksi keluarga tersebut akhirnya yakin kalau
Sheena akan aman bersama mereka.
“Mas Fahri pakai Apartment Sheena aja dulu...sampai urusannya
selese..!” kata Sheena.
“Boleh Na...lumayan ngirit Ongkos ...hehehe..!” ucap Fahri
terkekeh.
“Ish...pengusaha sukses kok...keluar uang nggak mau..!”ledek
Sheena.
“Kalau ada yang gratis...kenapa tidak..!pengusaha itu juga
harus pinter ambil peluang Na..!” sahut Fahri.
“Halah..Mas Fahri sukanya ngeles...!” kata Sheena.
Mereka semua pun akhirnya berpisah. Adhi mengendarai sendiri
mobilnya ke rumah barunya. Sedang Gery bersama dengan papi dan mami Adhi menuju
rumah mereka sendiri.
Selama perjalanan, Adhi menggenggam tangan Sheena dan
mencium tangan tersebut.
“Mas...nggak usah lebai...ini itu Mas Adhi sedang nyetir..!jadi
was was akunya nanti...!” kata Sheena.
“ Tenang Na...Masmu ini sudah handal dalam berkendara..!”
kata Adhi terkekeh melihat reaksi Sheena yang kelihatan cemas.
Akhirnya mereka tiba di rumah mewah itu. Ada beberapa
pelayan yang berdiri di depan gerbang menyambut mereka. Sheena terkagum kagum
melihat penyambutan dan rumah yang mewah itu.
“Mas...ini kayaknya berlebihan...!risih aku...!” kata
Sheena.
“Nggak lah...!kamu berhak mendapatkan semuanya bahkan
__ADS_1
lebih..!” kata Adhi.
“Ish...sultan mah bebas...!!” kata Sheena mencibir.
Mereka pun turun dari mobil.
“Selamat datang Nyonya...Tuan..!” kata para maid di sana
sambil menunduk.
“Eh..ini...!” kata Sheena menatap tajam ke arah Adhi.
“Kamu harus terbiasa...kan istrinya sultan skarang...!” goda
adhi sambil berbisk.
Dan sontak saja di balas Sheena dengan cubitan kecil di
perutnya.
“Na...Sakiit tahu...!ini mah udah KDRT duluan...!” kata Adhi.
Sheena terus saja melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
“Kamar kita ada di lantai atas...!” ucap Adhi dari arah belakang
karena melihat Sheena yang clingak clinguk nggak jelas.
“Kamar kita??” kata Sheena masih mencoba mencerna ucapan
Adhi.
“Kamu lupa Na...kita kan udah menikah saaaayaaaang...ya
tidurnya harus berdua lah...!” ucap Adhi menggoda Sheena.
“Bisa nggak sih mas..pikiranmu itu di sapu terus di pel dulu...biar bersih
kagak mesum teruus...!” gerutu Sheena.
“Sama istri sendiri nggak papa dong...halal..!bebas mau
ngapain Aja...!” kata Adhi.
“Mau buat anak sekarang juga ayok...gaaass sat set..!!”
Bisik Adhi di telinga Sheena.
“Ini orang habis kena apa
si kepalanya ...otaknya agak geser gini...!” Batin Sheena menuju ke lantai dua. Ia ingin segera membersihkan diri. Badannya sudah berkeringat dan lengket.
Adhi menyusul Sheena yang langsung menuju ke lantai dua.
Namun, ponsel Sheena tiba tiba berdering. Adhi yang kaget karena ponsel Sheena
terbawa olehnya pun melihat nomor yang memanggil.
“Nomor Asing??”batin
Adhi.
Akhirnya Adhi menerimanya namun tidak menjawab panggilannya.
ini...!” ucap orang yang menelpon.
“Chandra,,!” batin
Adhi.
“Bagaimana ia bisa
mendapatkan nomor Sheena..!” Batin Adhi lagi.
“Kamu mau berganti nomor berapapun pasti aku bisa
mendapatkan nomermu itu sayang...!” lanjut Chandra.
“Bagaimana kalau kita bertemu...aku rindu tubuhmu sayang...!
temui aku di hotel Zeetrans kamar no. 112...kamu tahu kan sayang kalau tidak
datang...aku akan segera menyeretmu dari apartemenmu dan menelanjangimu seperti
dulu...!” kata Chandra berapi api.
“Ck...!!Kau salah sasaran Chandra..!!kalau kau ingin
menyentuhnya..langkahi dulu mayatku...!karena sekarang Sheena telah menjadi istriku...!satu
satunya wanita yang aku cintai...!! dan yang akan kulindungi..!!” sahut Adhi
menahan amarahnya.
“Siapa kau..!!berikan ponselnya pada calon istriku...!!!”
kata Chandra.
“Cih...!!jangan menghayal...!!!sekaranag Sheena telah resmi
menjadi istriku...!” kata Adhi tegas.
“Kau...siapa kau...!!”teriak Chandra di telpon sambil
membanting sesuatu disana.
“Kau pastilah sudah sangat tahu...!!” balas Adhi.
“Jangan main main denganku..!!” kata Chandra emosi.
“Hey bung...aku tidak pernah bermain main denganmu..!” kata
Adhi senang karena membuat Chandra semakin frustasi.
“Adhi..!!!” teriak Chandra.
“Benar sekali...!!kali ini kau yang harus membayar semua
perbuatan busukmu pada Sheena..!!” kata Adhi.
“Apa kau tahu...hari ini aku akan menghapus jejakmu yang ada
di tubuh Sheena...!!dan yang tertinggal hanya ada jejakku saja...!!tidak ada yang
lain...!!” tambah Adhi
__ADS_1
“Sialan kau...!!awas kalau kau berani menyentuh calon
istriku...!” teriak Chandra.
“heh..!!calon istri???dia sudah menjadi istriku...!dan kami
akan menikmati suasana yang menggairahkan kali ini...!” kata Adhi tajam
menghardik Chandra.
“Kurang Ajar kau Adhi Dharma...!aku akan membalasmu..!”ucap
Chandra tersulut emosi.
“Bukan Kau yang akan membalasku...!!tapi aku yang akan
membalasmu...!!dasar brengsek...!!” umpat Adhi kemudian menutup panggilan
tersebut. Menghancurkan ponsel yang baru dibelinya itu dan Membuangnyake tong sampah.
“Elina...!” kata Adhi tajam. Bahkan raut wajahnya sudah
tidak bersahabat.
“Dengarkan...!!perintahkan semua anak buahmu menjaga ketat Ara,
mami dan Sheena..!aku tidak terima kesalahan sedikitpun...!” ucap Adhi kasar.
“Baik Tuan..!” jawab Elina.
“Dan Ingat jangan sampai Nyonya Sheena tahu kalau kamu
adalah pengawalnya..!” kata Adhi tajam mengintimidasi.
“Serahkan saja semuanya pada saya tuan...!” Jawab Elina dan
mengundurkan diri dari sana.
“Adhi menormalkan raut wajahnya kembali. Ia tidak ingin
Sheena mengetahui apapun tentang Chandra.
Adhi melangkah menuju kamarnya. Dilihatnynya Sheena sudah
selesai mandi dan duduk di ranjang kamarnya.
“Mau Mandi sekarang mas...?” tanya Sheena.
“Iya...” jawab Adhi sambil melepaskan pakaiannya.
“Mas...lepasnya di kamar mandi aja...!!’ kata Sheena.
“Kenapa Na...kita sudah resmi suami istri lhoo...!” kata
Adhi.
“Ish...!!” ucap Sheena cemberut.
“Iya iya..aku lepas di kamar mandi...” kata Adhi terkekeh
melihat reaksi Sheena.
Adhipun melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan
dirinya. Setelah selesai ia segera berganti pakaian yang disipkan oleh Sheena.
“lagi ngapain Na....?” tanya Adhi ketika melihat Sheena
celingak celinguk mencari sesuatu.
“ Itu...ponselku kok nggak ada...!aku lupa lagi naruhnya...!”
kata Sheena.
“Udah nanti beli aja yang baru...!” jawab Adhi.
“ya Allah mas..itu baru beli masak iya mau ganti
lagi....buang buang uang mas...!” kata Sheena lagi masih sibuk mencari
ponselnya.
“Na...ada yang harusnya kamu cari lebih dahulu...!’ kata Adhi.
“Apa memangnya mas...?” tanay sheena dengan muka yang
serius.
Adhi mendekat ke arah Sheena, merangkul pinggang gadis itu
dan mulai melancarkan aksinya.
“Aku sudah sangat ingin memiliki mu Na...!” kata Adhi lembut
berbisik di telinga Sheena.
Sheena yang mengerti pun berusaha menerima sentuhan sentuhan
Adhi. Namun ketika ia sudah dalam keadaan telanjang dan Adhi mulai melepas
semua pakaiannya. Kilatan kilatan masa lalu yang buruk kembali meghantuinya.
Sheena mendadak histeris dan menangis tersedu sedu. Ia
bangkit dan berlari ke arah sudut ruangan.
“jangaaan ....jangaan...!!!” kata Sheena seperti orang yang
tidak waras.
Ia terus saja menagis dan menagis sambil berteriak teriak.
“pergi...!!pergi...!!” teriaknya lagi.
Untung kamar tersebut kedap suara, jadi teriakan Sheena
tidak terdengar oleh para maid.
Adhi yang melihat reaksi Sheena akhirnya memakai kembali
bajunya dan berlari ke arah Sheena. meraih baju Sheena dan memakaikannya kembali
sambil memeluk erat Sheena.
banyak typo...karena nulisnya sambil ngantuk ngantuk...janagn lupa tekan Like, COmment, favorit atau votenya ya....terimakasih...
__ADS_1