Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
#6# Salah Paham


__ADS_3

Sheena dan adhi menuju ruang tamu. Di sana sudah duduk mami dan papi Adhi dengan wajah tegang.


"duduk kalian..!" ucap papi Adhi.


Mereka duduk berhadapan dengan dengan papi dan mami adhi.


"ini tidak seperti yang mami dan papi pikiran...kami tidak melakukan apapun.. Kemarin hujan terus adhi ketiduran sama Sheena di kamar.."kata Adhi Menjelaskan.


" papi nggak mau tahu ya Dhi...!papi ingin kalian mempertanggungjawabkan kelakuan kalian..! "bentak papi Adhi.


" sebentar pak... Maaf.. Maksud bapak apa ya.. Mempertanggung jawaban apa..??! Kami tidak melakukan apapun pak..! Ini hanya kesalahpahaman...!"kata Sheena menjelaskan.


" apa kamu pikir kami keluarga yang tidak tahu adat..!" kata papi Adhi Marah.


Sheena dan Adhi kaget melihat papi nya semarah itu. Adhi juga tidak menyangka akan menjadi rumit seperti ini.


Suasana kembali hening. Sheena benar benar tidak berani bicara. Kemampuan berdebat nya hilang sudah di depan papi dan mami Adhi.


"besok papi akan ke rumah kamu..kalian akan menikah minggu depan..!" ucap papi Adhi.


" maaf pak... Ini itu acara besar.. Menikah itu sekali seumur hidup... Dan kami kenapa harus menikah?? Saya saja nggak kenal sama anak bapak.. Saya bisa disini karena kebaikan hati anak bapak ini...melihat perempuan pulang sendiri di pinggir jalan dan dalam keadaan hujan.. Anak bapak yang hanya bersepeda motor itu menawari saya boncengan.. Coba kalau tidak ada beliau?? Saya juga pasti menggigil di jalan kan... sampai malam.. Seharusnya bapak dan ibu bersyukur punya anak yang berempati terhadap orang lain.. Masalah kami tidur bersama..itu hanya kesalahpahaman.. Malam tadi apa bapak dan ibuk tidak tahu bagaimana kondisi cuaca malam tadi?? Apa perlu saya cerita kan?? Tidak kan..?? Karena itu putra bapak tidak mengantarkan saya dan saya juga tidak mau membebani beliau mengantarkan saya pulang dan kembali sendirian dalam cuaca yang tidak baik malam tadi..! Maaf ya pak buk...Saya pikir Anda berdua adalah orang tua yang bertanggung jawab dan saya segan karena telah mendidik anak Anda dengan baik.. Bahkan ketika saya bermalam disini pun anak Anda tidak seperti laki laki kebanyakan yang memanfaatkan kesempatan.. Seharusnya Anda sebagai orang tua harusnya bangga dan percaya sama anak anda..!kata Sheena berapi api.


Ia sudah tidak bisa berpikir lagi karena menganggap kedua orang tua didepannya tidak pernah menghargai argument anaknya.


Papi dan mami Adhi yang terdiam Dan shock dengan omongan Sheena. Ia mencoba mencerna perkataan Sheena. Apa yang dikatakan Sheena memang ada benarnya.


"baiklah.. Kali ini saya tidak akan memperpanjang masalah ini..!" kata Papi Adhi.


"ayow mi.. kita pulang..."lanjut papi Adhi.


Mami pun beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti suami nya keluar rumah.


"pi... Sebenarnya rencana papi apa sih..!"Kata mami bersungut.


Suaminya hanya tersenyum sambil membuka kan pintu mobil.


" pi.. Jawab mami donk.. "kata bu Shinta.


"mami...apa mami tahu.. Sepertinya gadis itu tidak tahu siapa kita.." kata pak Atmaja.


"maksud papi..??!"tanya mami penasaran.

__ADS_1


"bukan kah gadis itu seperti yang di cerikan Irvan dulu.. Apa mami ingat..??!" lanjut pak Atmaja.


"owh iya.. Yang itu waktu di kampus kan ya..?!"kata mami.


"Iya.. Dan lihat lah cara dia menjaga harga dirinya dan juga Adhi..! Bahkan dia juga tidak takut kalau saja perkataan nya itu menyinggung kita.. Dia tipe tipe anak yang memperjuangkan keadilan sepertinya..!" kata Papi Adhi.


" benar... Bukan kah dia serasi dengan Adhi??!"kata mami Adhi.


"Iya... Itulah mengapa kenapa tadi papi mau mereka menikah.. Karena dari gelagat Adhi dia sepertinya menyukai gadis itu...! Selama ini adhi bukan kah selalj membantah kita??! Tapi lihat tadi.. Dia hanya diam dan tak bisa berkata kata..! Dan juga apa pernah Adhi mengajak temen wanita nya ke rumah..?! Tidak kan MI..! Tapi tadi apa..??! Lanjut papi Adhi.


" bener pi... Papi hebat sekali analisisnya... Jadi Makin cinta dech... Ihhh..." kata mami Adhi.


"Tapi mami harus bantu papi juga..bagaimanapun caranya Sheena harus jadi menantu kita..! Selidiki latar belaknagnya mi..!" kata papi Adhi.


"oke pak boss... Asiyaaappp...!". Kata mami manja.


Sedangkan dirumah kontrakan adhi masih terdiam


"akhirnya... Melegakan... Untung mami sama papi mu mau menerima. Argument... Kalo tidak mau di taruh dimana ini muka sama ortu gue.!" kata Sheena.


"kok ngelamun dhi?!"lanjutnya.


"Sungguh luar biasa gadis ini..!" batin Adhi.


"kenapa bengong mas.??! Kata Sheena mengagetkan.


" eh tidak apa apa.. "jawab Adhi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" mau sarapan dulu apa langsung saya antar ke kos" tanya Adhi.


"ah... Ini hari libur... Mau tidur dulu lhah pak..! Capek tau... Pagi pagi sudah spot jantung..!"


Sambil melangkahkan kaki ke kamar tidur.


Dia ini hilang ingat an apa... Ini kan bukan kos nya kenapa dia sesantai itu..! Batin adhi.


Tak selang berapa lama dilihatnya Sheena pun sudah tertidur di atas kasurnya.


Adhi ke dapur untuk membuat sarapan. Capcai dan telur dasar sudah tersaji di meja makan. Ia beranjak ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.


Dilihatnya lekat lekat.. Gadis itu masih meringkuk di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


Adhi langsung menuju kamar mandi dan berendam merefreshkan tubuhnya. Setelah selese mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya sayup sayup ia mendengar suara.


"tolong... Tolong... Tolong.."


"Tolong aku..! Ucap Sheena dalam tidurnya.


Dia bermimpi apa sampai ketakutan seperti itu. Batin Adhi.


Ia mencoba membangunkan Sheena. Di goyangkan bahunya agar Sheena sadar. Namun usahanya gagal.


Kemudian dia meraih air minum di sebelah tempat tidurnya.


Air itu di cipratkan di wajah Sheena. Sheena pun kaget dan terbagun.


"eh..brengsek loe ya boss..!" teriak Sheena sambil mendorong tubuh Adhi.


Adhi terkaget hingga handuk yang melilit pinggangnya terlepas.


"aaahhh..." Sheena berteriak melihat bentuk kelaki lakian Adhi.


Begitu juga adhi dia langsung mengambil handuknya kembali.


"heh.. Kamu itu tadi ngigau meracau nggak jelas makanya aku ambil air buat bangunim kamu...! Emang mau ngapain lagi..! Dasar mesum..!" kata Adhi menahan malu. Dan langsung keluar dari kamar.


"ini apa apaan.. Kenapa dadaku jadi deg deg an kayak gini..!! Apa penyakit jantung ku mulai kambuh ya..! Gumam Adhi.


Didalam kamar Sheena pun merasa malu atas tindakan nya yang benar benar melihat keperkasaan adhi.


Senyum Di bibirnya tersungging.. Dengan pikiran yang tidak jelas.


"ah.. Apa apan ini..!otakku harus di sapu dulu kayaknya..!" gerutu Sheena.


Sheena pun bergegas mandi dan mengambil pakaian yang tadi malam dia kering kan. Kemudian merias sedikit wajah nya dan langsung ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu dia berjalan pelan. Ragu Ragu untuk melangkah mengingat kejadian tadi di kamar.


Adhi menepuk bahu Sheena dari belakang.


"ayow ke dapur..!makan..! " kata Adhi.


"eh.. Iya pak.."jawab Sheena.


Pagi itu mereka lewati dengan rasa canggung dan setelah selese adhi pun mengantarkan Sheena ke kos nya.

__ADS_1


__ADS_2