Elegi Hati Si Cewek Jutek

Elegi Hati Si Cewek Jutek
# merajut mimpi yang tak Sama....


__ADS_3

setelah semalaman ia meringkuk  dan tertidur, Adhi mencoba bangkit dari keterpurukannya. Dia pun membersihkan diri dan mengenakan pakaian kantor. Diambil ponselnya dan melihat banyak sekali notifikasi dari ponselnya. Salah


satunya dari Sheena. dengan hati yang masih kecewa ia pun mengabaikan pesan tersebut. Ia mengendarai Motornya dan melaju menuju kantor.


Tok. Tok. Tok..


"masuk" jawab Adhi.


"maaf pak permisi... Saya mau memberitahukan akan ada pergantian staff untuk bulan ini..." kata bu Beta.


 "ada masalah..?!" tanya Adhi singkat tanpa melihat wajah bu Beta. ia khawatir bu Beta akan melihat wajah kusutnya itu dan mempengaruhi citranya sebagai pimpinan di perusahaannya.


 "Sheena mengundurkan diri  pagi tadi, ada keluarganya yang sakit dan mengharuskan ia harus segera terbang ke luarnegeri untuk waktu yang lama" kata bu Beta sedikit berbohong. Ia takut atasannya murka karena alasan Sheena yang kurang tepat saat resign.


sontak itu membuat Adhi terkejut. ia kemuduian menatap bu Beta penuh arti. bu Beta yang di tatap Atasannya pun hanya bisa menunduk khawatir kalau alasannya tidak diterima oleh atasannya.


"Hanya sebatas itukah kemampuanmu hingga tidak berani berhadapan denganku Na.."batin Adhi.

__ADS_1


" bukan kah sudah jelas bu..tidak ada yang boleh resign mendadak seperti ini..! "kata Adhi.


" karena urusan keluarga jadi saya tidak berani melarangnya pak...kasihan kalo memang saudaranya sakit parah.." lanjut bu Beta mempertahankan argumennya walaupun terlihat sedikit cemas di wajahnya. sejurus kemudian, Adhi mempersilahkan bu Beta untuk meninggalkan ruangannya.


dengan menghela nafas panjang, Adhi mengusap wajahnya. menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya. sambil menerawang jauh menyelami hatinya sendiri.


"seperti inikah usahamu Na...!  lari begitu saja tanpa ada upaya untuk mempertahankan cinta yang kau gadang gadang sebagai satu satunya cinta di hati mu...! Aku sungguh kecewa Na...! dan mulai hari ini, Aku akan menganggapmu mati..!" batin AdAdhi sambil melaju pergi meninggalkan rumah Sheena.


Adhi tidak bisa berkonsentrasi dalam pekerjaanya. ia kemudian memutuskan untuk pulang lebih cepat ke apartemennya.


sementara Bu Shinta telah menerima telpon dari Bu Rani tentang pembatalan pernikahan karena Sheena harus ikut kakaknya ke Luar Negeri. Bu Rani tidak menjelaskan secara detail apa yang terjadi. namun, bu Shinta mengerti satu hal bahwa  ada hal yang tidak orang tua ketahui tentang perasaan anak anak mereka.


"ada apa mi..sepertinya serius..!" jawab pak Atmaja.


"sepertinya...kita gagal mendapatkan mantu..." kata bu shinta.


"maksud mami apa si...tolong bilang yang jelas mi..!" lanjut pak Atmaja.

__ADS_1


bu Shinta menjelaskan seperti apa yang dikatakan Bu Rani. ada gurat kekecewaan di hati mereka. entah permasalahan  apa yang menimpa anak anak mereka itu. tapi mereka begitu terlihat saling mencintai satu sama lain. setelah selese menjelaskan semua sambungan telpon pun ditutup oleh bu Shinta.


brak..!


suara gebrakan pintu terdengar.


"siapa bi.."tanya bu shinta pada bi inah.


"den Adhi bu...." jawab bi inah.


dengan terburu buru bu shinta menuju ke kamar Adhi.


"nak...buka pintunya nak...mami mau bicara sebentar..."kata bu shinta.


lama tak terdengar jawaban dari dalam.


"Nak...apapun masalahmu dengan Sheena kalo dia memang jodohmu pasti akan dipertemukan kembali...karena kalo pun bukan jodohmu sekuat apapun kamu mengikatnya tidak akan pernah jadi milikmu.." ucap bu shinta lembut.

__ADS_1


adhi melangkahkan kakinya ke arah pintu dn membukanya. disana ia melihat ibunya masih dengan tersenyum berdiri di depan pintu kamarnya. Adhi pun menghamburkan tubuhnya kepada ibunya dan memeluknya sangat erat. bu Shinta yang tahu kegelisahan dan kesedihan putranya itu pun membalas dengan usapan lembut di punggung menenangkannya.


__ADS_2