
Di dalam mobil Sheena mendapati alamat temen temen sekolahnya Ara.
"jalan dulu pak ke jalan Mawar ya... Saya Mau bertemu teman teman Ara.. Kasihan jika Ara sampai tidak punya teman di sekolah.." kata Sheena.
Pak min dan mbok minah merasa heran dengan gadis itu. Bagaimana mungkin gadis yang baru di kenal majikannya itu sudah memperhatikan dan menyayanginya sebegitu besarnya. Bahkan maminya sendiri tidak peduli sama majikan kecilnya itu, mengapa orang asing malah lebih mempedulikan majikannya itu.
"mbok minah nggak usah khawatir.. Saya membantu Ara dengan ikhlas.. Dan kalo bisa tolong jangan kasih tahu siapa siapa tentang saya... Terutama papinya Ara... Saya nggak mau terjadi salah paham... Sudah seperti ini saja saya sudah merasa nyaman. Asal bisa membahagiakan Ara, hati saya sudah sangat senang.."kata Sheena.
Mbok minah dan pak. Min hanya menganggukkan kepala. Di tengah perjalanan ternyata hujan turun. Mobil mereka sudah berhenti hampir 10 kali untuk menemui orang tua dan temen temen Ara. Bahkan Sheena sendiri kini tubuhnya basah karena air hujan.
"non.. Sebaiknya di lanjut besok lagi... Nanti kalo di paksakan non Sheena bisa sakit.." kata mbok minah.
"owh ya sudah mbok... Kita kembali saja, lagian sudah waktunya Ara pulang... Dan jangan lupa ya mbok, pak min.. Jangan bilang siapa siapa ya..." kata Sheena menegaskan.
"Iya.. Non.." kata mereka bersamaan.
Mereka kembali melajukan mobilnya ke Cafe.
kemudian Sheena menuju lantai atas dan membangunkan Ara.
"Ara... Bangun....sudah sore... Waktunya pulang..." kata Sheena lembut sambil mengusap kepala Ara.
Ara mengerjapkan matanya dan mulai terbangun.
"bunda...! Ara ketiduran ya.." kata Kinara.
Sheena tersenyum gemas.
"ayoo... Segera pulang nanti dicariin papi lho...!" kata Sheena.
"nggak lhah.. Papi nggak bakal nyari in Ara...! Jawab Sheena.
Ada rasa sedih di hati Sheena medxengar perkataan anak itu. Tetapi Sheena berusaha untuk membuat Ara tidak berpikir negatif.
"papi kan kerja buat masa depan Ara... Ara nggak mau kan kalo nggak bisa sekolah lagi... Nggak bisa beli boneka lagi... Nggak bisa jalan jalan...Ara mau??" kata Sheena.
__ADS_1
Ara hanya menggeleng.
"nah.. Makanya... Kalau papi lagi kerja Ara doakan semoga usahanya lancar... Sukses... Dapet rezeki yang berkah barokah.. Bermanfaat di dunia dan di akhirat nantinya.."kata Sheena.
Ara kemudian memeluk Sheena. Sheena juga mengeratkan pelukannya dan kemudian mengusap wajah mungil itu. Ia menuntun Ara menuju lantai bawah. Di sana pak min dan mbok minah sudah menunggu. Sheena tersenyum dan menyerahkan Ara kepada pak min dan mbok minah.
"jangan nakal ya nak..." kata Sheena.
"pak min.. Mbok minah.. Ingat pesan saya ya..!" lanjut Sheena.
Dijawabi dengan anggukan oleh pak min dan mbok minah. Kemudian mereka bertiga pamit dan menghilang dari pandangan Sheena.
Sheena duduk di pojok kedai kopinya sambil menikmati pemandangan di jalan raya. Susana yang dipenuhi rintik hujan dan awan mendung membuat hati Sheena kembali trenyuh. Sepintas terlintas wajah Adhi di pikirannya.
"wanita seperti apa yang dinikahi mas Adhi... Semoga saja dia selalu bahagia... Karena memang dia berhak bahagia..." batin Sheena.
Ada rasa sakit yang mendalam ketika mendengar Pria yang mungkin Ia sayang i menikah dengan orang lain. Dan lebih sakit lagi Kala itu ketika orang yang kita sayangi merelakan kita pergi karena kita tidak suci lagi. Betapa bodohnya khayalan khayalan yang di bangun di film film atau di sinetron sinetron yang selalu memberikan fantasi yang berlebihan tentang keindahan kehidupan cinta yang mampu menerima apapun keadaan pasangannya.
"huh..!! Ini bukan panggung sandiwara Sheena...!! Ini kehidupan nyata..!" batin Sheena.
Sesampainya di apartment dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Mencoba untuk memejamkan mata. Mengistirahatkan sejenak pikirannya. Dan Sheena pun tertidur dengan lelapnya.
"sial...gue telat nih..!!" batin Sheena.
Dan benar saja dia sudah telat 15 menit. Dengan terburu buru Ia naik ke lantai atas.
Brukk
Sheena meenabrak seseorang di lift dan mengakibatkan dia terjatuh.
"aduh... Sial banget si gue..!" bokong mulus gue pasti memar nih...! "kata Sheena tanpa memperhatikan siapa yang di tabraknya.
" cih...! Dasar pegawai baru..!! Sudah bosan apa kamu kerja disini..! Saya bisa minta untuk memecat kamu sekarang juga atas keteledoran kamu itu..! " kata Seorang gadis sexy di depannya.
" eh maaf ya tante.. Saya akui saya salah tapi nggak usah dech ngancem ngancem gitu..! "kata Sheena.
__ADS_1
" tante..! Kamu bilang tante..!! Hei..!!! "kata wanita itu menarik baju Sheena.
" cih.. Awas kamu...!!saya pastikan kamu segera di pecat!!" kata wanita itu sambil berlalu menaiki lift.
" apa apaan tante girang itu..! Ngomong di pecat kok lang ngegass tanpa titik langsung tanda seru seribu kali..!"gerutu Sheena.
Akhirnya Ia sampai di depan ruangan Adhi. Ia menaruh tanya di mejanya dan mencoba masuk meminta maaf atas keterlambatannya.
Sheena tanpa mengetuk pintu langsung masuk ke ruangan bos nya.
Ceklek...
Suara pintu terbuka. Betapa terkejutnya Ia melihat pemandangan yang sangat menjijikan menurutnya. Bagaimana tidak.. Ternyata wanita yang dia sebut tante girang itu telah membangkitkan gairah bossnya. Di lihatnya kemeja atas Adhi kancingnya sudah terbuka semua. Tangan wanita itu dengan nakalnya memainkan Dada bidang Adhi sedang mulutnya sudah berada tepat di bawah Pusaka Adhi. Dan Adhi sendiri terlihat memejamkan mata menikmati sentuhan si wanita tersebut.
Karena pintu terbuka, aktivitas mereka pun terhenti. Adhi benar benar kaget. ini seperti waktu itu. Dejavu lagi...lagi lagi dejavu..!huuh...!" Gerutunya.
"Hei..! Kau lagi..! Dasar pegawai baru tidak tahu aturan..! Maki wanita tersebut mendekati ke arah Sheena. Sedangkan Adhi tersadar dan mulai merapikan pakaiannya.
Hampir saja wanita itu memukul Sheena. Tetapi dengan sigap di halangi Adhi dengan tubuhnya.
"hentikan..!" kata Adhi.
"sayang.. Kenapa kau malah membelanya..!" ucap wanita itu kesal.
Belum sempat Adhi menjawab tiba tiba
Brukk.
Tubuh Sheena pingsan dan jatuh ke lantai. Dahinya membentur sudut meja yang mengakibatkan dahinya berdarah. Melihat hal itu Adhi sangat panik.
"Sheena..!Na..! Sheena..! Bangun..!"kata Adhi sambil menepuk nepuk pipi Sheena.
Ia langsung membopong tubuh Sheena dan menelpon assistennya." Ger... Aku butuh bantuan mu segera turun..! "kata Adhi setelah meletakkan tubuh Sheena di mobil. Gery yang kaget segera turun dan menuju lantai bawah..
" ada apa pak??! " kata Gery.
__ADS_1
" cepat antar kan aku ke rumah sakit terdekat..! "kata Adhi.
" baik" jawab Gery sambil masuk ke dalam mobil.